Sorry, we're closed Opens Selasa at 9:00 am

Tahun: 2026

Sinergi TNI dan Tenaga Medis, Pos Suator Gelar Posyandu dan Bagikan Kelambu untuk Warga Asmat

ASMAT || jejakindonesia.id – Personel Pos Suator Satgas kewilayahan Yonif 123/Rajawali bersama tenaga medis Puskesmas Distrik Suator melaksanakan kegiatan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) serta pembagian kelambu kepada masyarakat, Selasa (06/01/2026), bertempat di Kampung Binam dan Kampung Emnam, Distrik Suator, Kabupaten Asmat.


Kegiatan ini meliputi pelayanan kesehatan bagi bayi, balita, dan lansia, seperti penimbangan berat badan, pengecekan kesehatan, pemberian vitamin, serta edukasi kesehatan dasar. Selain itu, masyarakat juga menerima pembagian kelambu sebagai upaya pencegahan penyakit malaria yang masih menjadi ancaman di wilayah pedalaman Papua.

Danpos Suator, Kapten Inf Ariel Naibaho, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan komitmen TNI dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat di wilayah penugasan, khususnya di daerah yang memiliki keterbatasan akses layanan kesehatan.
“Melalui kegiatan Posyandu dan pembagian kelambu ini, kami berharap dapat membantu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, menekan angka penyakit menular seperti malaria, serta memperkuat kesadaran warga akan pentingnya menjaga kesehatan sejak usia dini hingga lanjut usia,” ujar Kapten Ariel.

‎Ia menambahkan, sinergi antara personel TNI dan tenaga kesehatan menjadi kunci dalam memberikan pelayanan yang maksimal dan berkelanjutan kepada masyarakat.

‎Masyarakat Kampung Binam dan Kampung Emnam tampak antusias mengikuti kegiatan tersebut. Kehadiran personel Pos Suator tidak hanya memberikan rasa aman, tetapi juga menumbuhkan kedekatan dan kepercayaan antara TNI dan warga setempat.

‎Kegiatan ini diharapkan dapat terus berlanjut sebagai bagian dari upaya pembinaan teritorial dan pengabdian TNI kepada masyarakat, khususnya dalam mendukung program kesehatan pemerintah di wilayah pedalaman Kabupaten Asmat.

Sumber: Pen Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 123 Rajawali

Bongkar Jaringan Sabu di Kampung Baru, Polda Sumut Amankan 4 Pelaku dan 1 Kg Narkotika

MEDAN || jejakindonesia.id — Komitmen Polda Sumatera Utara dalam memerangi peredaran narkotika kembali dibuktikan. Tim Khusus Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumut berhasil mengungkap kasus peredaran narkotika jenis sabu di kawasan padat penduduk, tepatnya di Jalan Brigjen Katamso Gang Lampu 1, Kampung Baru, Kecamatan Medan Maimun, Kota Medan, Senin (5/1/2026) sore.

Dalam pengungkapan tersebut, petugas mengamankan empat orang pelaku yang diduga terlibat dalam jaringan peredaran narkoba, masing-masing berinisial SN (54), K (34), V (37), dan B (32).

Pengungkapan ini berawal dari informasi masyarakat yang resah terhadap aktivitas transaksi narkotika yang diduga dilakukan oleh pasangan suami istri di lokasi tersebut. Menindaklanjuti laporan itu, Tim Khusus Ditresnarkoba Polda Sumut langsung melakukan penyelidikan hingga bergerak ke lokasi sasaran.

Saat penindakan, petugas lebih dahulu mengamankan SN. Dari hasil pemeriksaan di bagian belakang rumah, ditemukan satu bungkus plastik teh kemasan China merek GuanYinWang berwarna merah yang diduga berisi sabu seberat 1.000 gram, yang sebelumnya dipegang oleh K.

Tim kemudian berkoordinasi dengan aparat pemerintah setempat dan melakukan penggeledahan lanjutan di rumah K. Dari lokasi tersebut, petugas mengamankan laki-laki inisial B, dan kemudian menemukan berbagai barang bukti narkotika yang disimpan dalam tas sandang berwarna biru, di antaranya delapan paket sabu, pil ekstasi, ratusan butir pil Happy Five, serta uang tunai puluhan juta rupiah yang diduga hasil penjualan narkoba.

Tidak berhenti di situ, ketelitian petugas membuahkan hasil ketika ditemukan pintu rahasia yang menghubungkan rumah K dengan rumah tetangga. Dari penelusuran tersebut, petugas berhasil mengamankan V dan K yang sempat bersembunyi.

Direktur Reserse Narkoba Polda Sumut, Kombes Pol. Andy Arisandi, S.H., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa pengungkapan ini merupakan bukti keseriusan Polri dalam menutup ruang gerak jaringan narkoba, khususnya di wilayah perkotaan.

“Pengungkapan ini berawal dari informasi masyarakat yang langsung kami tindak lanjuti. Dari hasil pemeriksaan, para pelaku saling terkait dan mengakui perannya masing-masing. Barang bukti yang diamankan cukup besar dan berpotensi merusak ribuan generasi muda jika berhasil diedarkan,” tegas Kombes Pol. Andy Arisandi.

Ia menambahkan, Polda Sumut akan terus meningkatkan intensitas penindakan dan tidak memberi ruang bagi pelaku kejahatan narkotika.

“Kami berkomitmen untuk terus hadir melindungi masyarakat dari bahaya narkoba. Peran aktif masyarakat sangat kami apresiasi, karena pemberantasan narkotika tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan membutuhkan sinergi semua pihak,” tambahnya.

Saat ini, keempat pelaku beserta seluruh barang bukti telah diamankan di Markas Ditresnarkoba Polda Sumut guna menjalani proses penyidikan lebih lanjut. Polisi juga masih melakukan pengembangan untuk memburu pemasok utama narkotika yang disebut berinisial Zakir dan saat ini masih dalam penyelidikan.

Polda Sumatera Utara mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan segala bentuk aktivitas mencurigakan terkait narkoba, sebagai bagian dari upaya bersama mewujudkan Sumatera Utara yang bersih dari narkotika.

Awal 2026, Polsek Bosar Maligas Tancap Gas Berantas Narkoba, Residivis Sabu Kembali Digulung Polisi

SIMALUNGUN || jejakindonesia.id – Komitmen Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat kembali dibuktikan oleh jajaran Polsek Bosar Maligas, Polres Simalungun, Polda Sumatera Utara. Mengawali tahun 2026, polisi berhasil menggulung seorang residivis kasus narkotika jenis sabu di wilayah hukum Kecamatan Ujung Padang, Kabupaten Simalungun.

Keberhasilan tersebut disampaikan langsung oleh Kapolsek Bosar Maligas, IPTU Sonni G. Silalahi, SH, saat dikonfirmasi awak media pada Selasa malam, 06 Januari 2026, sekitar pukul 20.30 WIB. Dalam keterangannya, IPTU Sonni menegaskan bahwa Polri akan terus hadir di tengah masyarakat untuk memerangi peredaran narkoba yang merusak generasi bangsa.

“Ini adalah bentuk nyata komitmen Polri untuk masyarakat. Kami tidak akan memberi ruang bagi pelaku penyalahgunaan maupun peredaran narkotika, apalagi jika pelakunya adalah residivis,” ujar IPTU Sonni G. Silalahi.

Pengungkapan kasus ini bermula dari laporan masyarakat yang resah dengan maraknya transaksi narkoba di wilayah Nagori Dusun Hulu, Kecamatan Ujung Padang. Menurut IPTU Sonni, informasi tersebut diterima pihaknya pada Senin malam, 05 Januari 2026, sekitar pukul 22.00 WIB.

“Informasi dari masyarakat sangat membantu. Warga melaporkan bahwa di kawasan jalan perkebunan Dusun Hulu sering terjadi transaksi jual beli sabu,” ungkapnya.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Kapolsek Bosar Maligas langsung memerintahkan Kanit Reskrim IPDA Roy Jansen O. Sunggu, SH, bersama tim untuk melakukan penyelidikan ke lokasi yang dimaksud. Langkah cepat ini menjadi bagian dari kegiatan profesional Polri dalam menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif.

Sekitar pukul 23.00 WIB, petugas tiba di lokasi dan mendapati dua orang pria yang gerak-geriknya mencurigakan sedang mengendarai sepeda motor. Petugas kemudian menghentikan kendaraan tersebut untuk dilakukan pemeriksaan.

“Dari hasil pemeriksaan, petugas berhasil mengamankan satu orang laki-laki. Saat dilakukan penggeledahan, ditemukan barang bukti yang diduga kuat narkotika jenis sabu,” ucap IPTU Sonni.

Pelaku diketahui bernama Supianto alias Pian, berusia 36 tahun, warga Nagori Siringan Ringan, Kecamatan Ujung Padang. Dari tangan pelaku, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu kotak rokok Club X berisi satu paket plastik klip sedang berisi sabu dengan berat bruto 5,02 gram, satu kotak rokok Marlboro Black berisi kaca pirex, dua buah mancis, serta uang tunai sebesar Rp120.000.

Saat diinterogasi di lokasi, Supianto mengakui bahwa seluruh barang bukti tersebut adalah miliknya. Ia juga mengungkapkan bahwa sabu tersebut diperolehnya dari seorang pria bernama Anjas, yang disebut-sebut merupakan warga Dusun Hulu.

“Pelaku mengakui perbuatannya dan menyebutkan sumber barang. Ini akan kami dalami lebih lanjut untuk pengembangan kasus,” ungkap Kapolsek.

Yang lebih memprihatinkan, Supianto ternyata merupakan residivis kasus narkoba yang baru saja keluar dari lembaga pemasyarakatan. Fakta ini semakin menguatkan tekad pihak kepolisian untuk bertindak tegas terhadap pelaku narkotika tanpa pandang bulu.

Usai penangkapan, Supianto beserta seluruh barang bukti langsung dibawa ke Polsek Bosar Maligas. Selanjutnya, pelaku diserahkan ke Satuan Reserse Narkoba Polres Simalungun untuk proses hukum lebih lanjut.

IPTU Sonni G. Silalahi kembali mengajak masyarakat untuk tidak ragu melaporkan setiap aktivitas mencurigakan di lingkungannya. Menurutnya, pemberantasan narkoba tidak akan berhasil tanpa dukungan dan peran aktif warga.

“Kami mengimbau masyarakat untuk terus bersinergi dengan Polri. Laporkan jika melihat atau mengetahui adanya peredaran narkoba. Bersama, kita jaga Simalungun agar tetap aman dan bebas dari narkoba,” tutupnya.

Dengan pengungkapan ini, Polsek Bosar Maligas menunjukkan kesiapsiagaan dan profesionalisme Polri dalam mengawali tahun 2026, sekaligus menjadi peringatan keras bagi para pelaku narkoba bahwa hukum akan terus memburu mereka.

Hadiri Rangkaian Haul Blokagung, Bupati Ipuk Apresiasi Kontribusi Pesantren dalam Pendidikan

BANYUWANGI || jejakindonesia.id - Rangkaian Haul Blokagung 2026 berlangsung meriah. Mulai dari Senin hingga Rabu (5-7/1/2026). Di antaranya adalah Tasyakuran Khotmil Quran bil Hifdzi yang digelar pada Selasa pagi. Puluhan santriwan-santriwati diwisuda sebagai penghafal Quran.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani hadir langsung dalam tasyakuran tersebut. Ia mengapresiasi kontribusi pesantren dalam mengembangkan pendidikan. “Pesantren tidak hanya mencetak generasi yang terdidik secara intelektual, tapi juga memiliki akhlakul karimah yang baik,” ungkap Ipuk.

Kontribusi yang demikian, ungkap Ipuk, menjadi modal penting dalam pembangunan daerah. “Tiada pembangunan daerah yang berlangsung dengan baik tanpa ada sumber daya manusia yang terdidik serta punya kualitas moral yang baik pula,” tegasnya.

Secara khusus, Ipuk juga menyampaikan rasa syukur atas perananan KH. Mukhtar Syafaat, pendiri Pesantren Darussalam. Beliau merintis lembaga pendidikan Islam di tengah kondisi kampung Blokagung yang masih belantara. Dengan kegigihan dan kesabarannya, beliau memperjuangkan eksistensi dakwah.

“Kita harus berterimakasih kepada Kiai Mukhtar Syafaat yang telah membabat alas sampai bisa menghidupkan lembaga pendidikan Islam yang demikian pesat kemajuannya ini,” sambut Ipuk.

Kehadiran Bupati Ipuk beserta rombongan birokrat tersebut, disambut hangat oleh jajaran Dewan Pengasuh PP. Darussalam Blokagung. KH. Hisyam Syafaat menyambut langsung kedatangan Ipuk.

Kiai Hisyam juga didampingi oleh jajaran pengasuh lainnya. Di antaranya Nyai Hj. Mahmudah Hasyim, Nyai Hj. Handariyatul Masruroh, KH. Abdul Kholiq Syafaat, KH. Abdul Munib Syafaat dan lain sebagainya. Juga anggota DPR RI Nihayatul Wafiroh yang juga bagian dari keluarga Darussalam.

“Terimakasih atas kehadiran Bupati Ipuk. Ini merupakan suatu kehormatan bagi kami sekeluarga. Semoga bisa memotivasi para santri,” ungkap Kiai Hisyam.

Rangkaian Haul Blokagung puncaknya pada Rabu pagi. Diisi dengan pengajian akbar yang menghadirkan KH. Faiz Syukron Makmun dari Jakarta. Pengajian berlangsung secara umum dan bakal dihadiri ribuan jamaah. (*)

Gubernur Sulut Tinjau Langsung Lokasi Banjir Bandang Siau, Pastikan Penanganan Darurat Berjalan Cepat

SULAWESI || jejakindonesia.id - Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, meninjau langsung lokasi terdampak banjir bandang di Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Selasa (6/1/2026). Peninjauan tersebut dilakukan sebagai respons cepat Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terhadap bencana yang menimbulkan korban jiwa dan kerusakan parah di wilayah kepulauan itu.

Langkah Gubernur terhenti di tepian aliran air berlumpur yang masih menyisakan jejak kehancuran. Puing-puing kayu, bebatuan, dan material hanyut berserakan, menjadi saksi dahsyatnya banjir bandang yang menerjang permukiman warga. Dengan raut serius, Gubernur menyusuri kawasan terdampak, berhenti mendengarkan laporan lapangan, serta meninjau langsung rumah warga dan akses jalan yang rusak parah.

Peninjauan difokuskan di Lindongan III, Kelurahan Bahu, Kecamatan Siau Timur, salah satu titik dengan dampak terparah. Dalam rombongan turut hadir Bupati Sitaro Chintya Kalangit, Pangdam XIII/Merdeka Mayjen TNI Mirza Agus, dan Kapolda Sulawesi Utara Irjen Pol Ricky Langie. Kehadiran unsur pimpinan lintas sektor ini menegaskan kuatnya sinergi dalam penanganan bencana.

Rombongan bertolak dari Manado menuju Siau menggunakan pesawat perintis Susi Air dengan nomor registrasi PK-BVJ, menembus jarak dan kondisi cuaca demi memastikan penanganan berjalan langsung di lapangan. Setibanya di lokasi, Gubernur berdialog dengan warga terdampak serta memantau langkah-langkah penanganan darurat yang telah dilakukan.

Sebelum berangkat ke Siau, Gubernur Yulius Selvanus memimpin rapat koordinasi bersama Forkopimda dan para pemangku kepentingan di Wisma Negara Bumi Beringin, Manado, pukul 08.00 Wita. Rapat tersebut membahas langkah antisipasi pascabencana, dengan fokus pada evakuasi, pencarian korban, serta penyelamatan warga terdampak. Seluruh unsur diminta mengerahkan dukungan maksimal, termasuk pelibatan TNI, Polri, dan Aparatur Sipil Negara.

Bencana banjir bandang di Siau juga telah dilaporkan kepada Menteri Dalam Negeri dan mendapat perhatian pemerintah pusat. Bantuan dari pemerintah pusat dijadwalkan segera disalurkan untuk mendukung penanganan darurat dan pemulihan awal. Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara turut membuka posko bantuan kemanusiaan di lobi Kantor Gubernur Sulut, yang dikoordinasikan oleh BPBD Provinsi Sulawesi Utara.

Sehari sebelumnya, Gubernur Yulius Selvanus telah mengirimkan bantuan awal ke Pulau Siau. Bantuan tersebut diberangkatkan melalui kapal, termasuk pengerahan kapal militer untuk memastikan logistik menembus ombak dan menjangkau wilayah yang sempat terisolasi. Sekitar 500 paket logistik disiapkan, berisi beras, makanan siap saji, dan kebutuhan pokok lainnya.

“Saya atas nama pribadi dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menyampaikan duka yang mendalam atas peristiwa banjir bandang di Siau. Kami sangat prihatin dan akan hadir sepenuhnya membantu masyarakat,” ujar Gubernur Yulius Selvanus.

Ia menegaskan, Pemprov Sulut akan memberikan dukungan maksimal, baik dalam penanganan darurat maupun pemulihan pascabencana, melalui koordinasi intensif dengan pemerintah kabupaten, TNI, Polri, dan instansi terkait. “Kami berharap cuaca segera membaik agar seluruh proses penanganan berjalan lancar,” tambahnya.

Diketahui, banjir bandang dipicu hujan deras berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah Sitaro selama sekitar lima jam tanpa henti. Aliran air bercampur material batu, tanah, dan kayu meluap dan menerjang permukiman warga di Kecamatan Siau Timur, meliputi Kelurahan Paniki, Paseng, Bahu, serta Kampung Bumbiha, Peling, Laghaeng, Batusenggo, Beong, dan Salili.

Berdasarkan data sementara, bencana ini menyebabkan 11 orang meninggal dunia, empat orang dinyatakan hilang, dan 18 orang mengalami luka-luka. Dua korban luka berat direncanakan dirujuk ke rumah sakit di Kota Manado untuk penanganan medis lanjutan. Pemerintah Kabupaten Sitaro telah menetapkan status tanggap darurat bencana selama 14 hari guna mempercepat proses penanganan dan pemulihan di wilayah terdampak.

Kaperwil Sulut Marflien

error: Content is protected !!