Sorry, we're closed Opens today at 9:00 am

Tahun: 2026

Satgas ODC 2026 Teguhkan Komitmen Kedamaian Melalui Patroli Humanis di Kabupaten Nduga

NDUGA || jejak-indonesia.id — Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 terus memperkuat komitmen menjaga stabilitas keamanan dan kedamaian di Tanah Papua melalui pendekatan humanis. Pada Minggu, 4 Januari 2026, personel Satgas Tindak ODC 2026 melaksanakan patroli gabungan bersama Polres Nduga sekaligus melakukan pengecekan pembangunan Pos Pol Pelayanan Krepkuri di wilayah Batas Batu, Kabupaten Nduga.

Patroli gabungan tersebut dilakukan sebagai bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat, tidak hanya untuk memastikan situasi keamanan tetap kondusif, tetapi juga membangun komunikasi dan kepercayaan publik. Dalam kesempatan tersebut, personel melakukan pengecekan terhadap Pos Pol Pelayanan Krepkuri yang telah selesai direhabilitasi guna mendukung pelayanan kepolisian bagi masyarakat sekitar.

Kaops Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa Operasi Damai Cartenz mengedepankan upaya menciptakan kedamaian yang berkelanjutan. Menurutnya, stabilitas keamanan di Papua harus dibangun melalui pendekatan persuasif dan pelayanan yang tulus kepada masyarakat.

“Operasi Damai Cartenz 2026 hadir untuk menjaga Papua tetap aman dan damai. Kedamaian tidak hanya dijaga dengan patroli keamanan, tetapi juga dengan kehadiran aparat yang melayani masyarakat dengan hati, menghormati kearifan lokal, dan membangun kepercayaan,” ujar Brigjen Pol. Faizal Ramadhani.

Ia menambahkan bahwa pembangunan dan perbaikan pos pelayanan kepolisian merupakan wujud nyata komitmen Polri dalam memberikan rasa aman sekaligus mendukung aktivitas masyarakat di wilayah pedalaman.

Kegiatan tersebut mendapat respons positif dari masyarakat setempat. Tokoh masyarakat Batas Batu, Yohanes Wenda, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Satgas Operasi Damai Cartenz 2026. Menurutnya, pendekatan yang dilakukan aparat keamanan telah membawa perubahan positif bagi rasa aman warga.

“Kami melihat polisi hadir dengan cara yang baik dan menghormati masyarakat. Patroli yang dilakukan membuat kami merasa tenang, dan pembangunan pos pelayanan ini sangat membantu warga. Operasi Damai Cartenz membawa kedamaian dan harapan bagi kami,” kata Yohanes Wenda.

Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman dan kondusif. Patroli gabungan dan pengecekan fasilitas pelayanan ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan Operasi Damai Cartenz 2026 dalam menjaga Papua tetap aman, damai, dan harmonis melalui pendekatan humanis dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.

Kejurprov Bola Voli Indoor U-18 Antar Klub se – Jatim Tahun 2026 Dibuka, “Ajang Gali Potensi Atlet Muda

TULUNGAGUNG || jejak-indonesia.id – Kejurprov Bola Voli Indoor U-18 antar Klub Se-Jawa Timur Tahun 2026 resmi dibuka di Gedung Olahraga Lembu Peteng, Kabupaten Tulungagung, Selasa (20/1/2026).

Pembukaan kejuaraan dilakukan oleh Ketua Harian Pengprov PBVSI Jawa Timur Kombes Pol Jules Abraham Abast, mewakili Ketua Umum Pengprov PBVSI Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto.

Kegiatan pembukaan Kejurprov ini dihadiri oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Tulungagung, Kapolres Tulungagung AKBP Ihram Kustanto beserta para Pejabat Utama (PJU) Polres Tulungagung, para Kapolsek jajaran, serta seluruh personel Polres Tulungagung Polda Jatim.

Hadir pula jajaran Pengurus Provinsi PBVSI Jawa Timur, Pengurus PBVSI Kabupaten Tulungagung, wasit, panitia kejurprov, para pelatih, official, serta seluruh atlet peserta Kejurprov Bola Voli U-18 Se-Jatim.

Dalam amanat Ketua Umum Pengprov PBVSI yang dibacakan Kombes Pol Jules Abraham Abast, menyampaikan bahwa pembinaan atlet bola voli di Jawa Timur, baik indoor maupun outdoor (bola voli pantai), saat ini telah berjalan dengan baik.

“Pembinaan atlet-atlet bola voli di Jawa Timur, saat ini telah berjalan dengan baik. Hal ini dapat kita lihat dari berbagai prestasi yang diraih atlet-atlet Jawa Timur di berbagai kejuaraan nasional, mulai dari kelompok umur hingga kelompok dewasa,” ujar Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Ketua Harian PBVSI Pengprov Jatim yang juga Kabid Humas Polda Jatim itu menambahkan, pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Tahun 2024 di Sumatera Utara, Tim Bola Voli Putri Jawa Timur berhasil mempersembahkan medali emas.

“Jawa Timur juga menjadi salah satu provinsi pemasok atlet bola voli nasional terbanyak selain Provinsi Jawa Barat,” kata Kombes J. Abast.

Menurutnya, capaian tersebut merupakan bukti nyata bahwa pembinaan bola voli di Jawa Timur berjalan secara berkelanjutan dan terarah.

Oleh karena itu, Pengprov PBVSI Jatim kembali menggelar Kejurprov Bola Voli Indoor U-18 sebagai wadah pembinaan atlet muda.

“Kejuaraan bola voli yang kita selenggarakan ini merupakan ajang kompetisi untuk menggali potensi atlet-atlet muda Jawa Timur sebagai bekal prestasi di masa depan,” tegas Kombes Abast.

Lebih lanjut, Kombes Pol J. Abast berpesan kepada seluruh unsur pembina, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota, agar senantiasa memberikan perhatian terhadap masa depan atlet muda.

“Kami berharap unsur pembina di daerah terus peduli dan memperhatikan masa depan para atlet muda. Dengan dukungan fasilitas yang memadai dan perhatian yang berkelanjutan, prestasi akan terwujud ke depannya,” ujar Kombes Abast.

Kepada seluruh atlet peserta Kejurprov, ia juga memberikan motivasi agar bertanding dengan menjunjung tinggi sportivitas.

“Selamat bertanding kepada seluruh atlet. Junjung tinggi sportivitas, tunjukkan semangat bertanding di lapangan, serta perkuat rasa persahabatan dan persaudaraan sesama atlet untuk meraih prestasi terbaik,” pesannya.

Di akhir sambutannya, Kombes Pol Jules Abraham Abast menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya Kejuaraan Provinsi Bola Voli U-18 Se-Jawa Timur Tahun 2026 di Kabupaten Tulungagung.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras dan berkontribusi sehingga kejuaraan ini dapat terselenggara dengan baik dan lancar,” pungkasnya. (*)

Wisuda 380 Perwira Remaja, Kasad: Gelar Akademik Bukan Tujuan Akhir

JAKARTA || jejak-indonesia.id — Gelar akademis bukanlah tujuan akhir, melainkan fondasi awal untuk pengabdian yang lebih luas, dan berdampak bagi satuan, masyarakat, bangsa dan negara di tengah meningkatnya kompleksitas ancaman yang diiringi kemajuan teknologi digital dan siber.

Penegasan tersebut disampaikan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., saat memimpin Wisuda 380 Perwira Remaja Abituren Akademi Militer (Akmil) Tahun Akademik 2025 Program 3 Tahun di Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad), Selasa (20/1/2026).

Di momen tersebut, sebanyak 380 Perwira Remaja secara resmi menyandang gelar Sarjana Terapan Pertahanan (S.Tr.Han). Mereka berasal dari lima program studi, yakni Manajemen Pertahanan, Administrasi Pertahanan, Teknik Mesin Pertahanan, Teknik Elektronika Pertahanan, dan Teknik Sipil Pertahanan, dengan capaian akademik terbaik di masing-masing program studi.

Kasad mengucapkan selamat dan apresiasi kepada seluruh wisudawan atas capaian yang diraih selama menempuh pendidikan di Akademi Militer. “Capaian ini merupakan hasil dari kerja keras, refleksi kedisiplinan, serta semangat belajar yang tinggi selama mengikuti pendidikan di Akademi Militer,” tuturnya.

Kasad menjelaskan bahwa pendidikan berorientasi terapan merupakan langkah strategis TNI Angkatan Darat dalam menyiapkan perwira yang tidak hanya tangguh secara fisik dan mental, tetapi juga unggul secara intelektual serta adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Saya meyakini, lulusan Sarjana Terapan Pertahanan Angkatan ke-16 ini akan menjadi motor penggerak perubahan di tubuh TNI Angkatan Darat. Teruslah berkarya, berinovasi, dan jadilah perwira yang mampu memberi warna dan dampak positif dalam setiap penugasan,” tegas Kasad.

Menutup sambutannya, Kasad berpesan agar para perwira muda terus memelihara semangat belajar melalui pendidikan formal maupun pengalaman empiris di lapangan, dengan tetap memegang teguh nilai Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan 8 Wajib TNI sebagai landasan pengabdian kepada bangsa dan negara.

Sumber: Dispenad

PW-FRN Counter Polri DPC Banyuwangi Apresiasi Pengabdian Kompol Elang Prasetyo Selama Menjabat Kasat Lantas

BANYUWANGI || jejak-indonesia.id – Perkumpulan Wartawan Fast Respon Nusantara (PW-FRN) Counter Polri Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Banyuwangi menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kompol Elang Prasetyo, S.I.Kom., M.H., atas dedikasi, pengabdian, dan kerja kerasnya selama menjabat sebagai Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polresta Banyuwangi.

Ucapan terima kasih tersebut disampaikan sebagai bentuk penghormatan atas kontribusi nyata Kompol Elang dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di wilayah Kabupaten Banyuwangi. Selama masa jabatannya, Kompol Elang dinilai berhasil menghadirkan berbagai inovasi serta pendekatan humanis dalam pelaksanaan tugas kepolisian, khususnya di bidang lalu lintas.

Ketua PW-FRN Counter Polri DPC Banyuwangi, Agus Samiaji, menegaskan bahwa Kompol Elang merupakan sosok pemimpin yang tak kenal lelah dalam mengemban amanah. Menurutnya, Kompol Elang selalu hadir di tengah masyarakat, baik dalam kegiatan pengamanan, pelayanan publik, maupun saat terjadi peristiwa kecelakaan lalu lintas.

"Beliau adalah pimpinan yang bekerja tanpa mengenal waktu. Dedikasinya luar biasa, selalu mengutamakan keselamatan masyarakat serta memberikan contoh kepemimpinan yang tegas namun tetap mengedepankan sisi kemanusiaan,” ujar Agus Samiaji.

Hal senada juga disampaikan oleh Sekretaris DPC PW-FRN Counter Polri Banyuwangi, Marta Yofi Winatha. Ia menilai Kompol Elang sebagai figur perwira Polri yang humanis, mudah berbaur dengan masyarakat, serta terbuka terhadap masukan dari berbagai elemen, termasuk insan pers.

"Kompol Elang adalah sosok yang humanis. Pendekatannya kepada masyarakat sangat baik, komunikatif, dan selalu mengedepankan edukasi lalu lintas dibandingkan penindakan semata. Ini menjadi nilai positif yang sangat kami apresiasi,” ungkapnya.

Sementara itu, Bendahara DPC PW-FRN Counter Polri Banyuwangi, Idham Holid, menambahkan bahwa Kompol Elang memiliki rekam jejak yang luar biasa selama menjabat Kasat Lantas. Berbagai program pelayanan publik, pengaturan lalu lintas saat kegiatan besar, hingga respon cepat dalam penanganan kecelakaan menjadi bukti nyata kinerjanya.

"Rekam jejak beliau sangat luar biasa. Banyak inovasi dan langkah strategis yang berdampak langsung bagi masyarakat Banyuwangi. Ini tentu menjadi warisan positif yang patut dikenang,” tutur Idham Holid.

Sebagai penutup, seluruh anggota PW-FRN Counter Polri DPC Banyuwangi secara kompak menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kompol Elang Prasetyo atas pengabdian, keteladanan, dan sinergi yang telah terjalin dengan baik selama ini. Mereka berharap Kompol Elang senantiasa diberikan kesuksesan dan kelancaran dalam melanjutkan pengabdian di tempat tugas yang baru, serta tetap menjadi sosok inspiratif bagi anggota Polri dan masyarakat luas. (***)

Ketum LSM Perjuangan Rakyat Temukan Mobil Dinas Rusak Parah Dan Terbengkalai Diduga Aset Milik Dispendikbud Situbondo

SITUBONDO || jejak-indonesia.id - Dengan melakukan investigasi langsung Ketua Umum (Ketum) LSM Perjuangan Rakyat menemukan sejumlah mobil diduga aset milik Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Kabupaten Situbondo dalam kondisi rusak parah dan terbengkalai di satu lokasi disekitaran kantor Dispendikbud Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Selasa (20/1/2026).

Tentang informasi mengenai keberadaan kendaraan dinas ini pertama kali diperoleh dari warga disekitar kantor Dispendikbud Situbondo. Warga menyebutkan bahwa sejumlah kendaraan telah lama terparkir di satu lokasi tanpa aktivitas perawatan yang terlihat. Kondisi tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh Ketua LSM Perjuangan Rakyat Situbondo Rahmad Hartadi yang akrab disapa Hartadi Songot, bersama sejumlah wartawan dengan melakukan peninjauan langsung ke lokasi tempat mobil dinas tersebut berada.

Kemudian dari hasil pantauan dilapangan kondisi kendaraan dinas tersebut dinilai memprihatinkan. Dari temua ini ditemukan beberapa jumlah mobil tampak rusak dan tidak terawat. Cat kendaraan terlihat kusam, beberapa bagian bodi mengalami karat, dan sebagian kendaraan dilaporkan tidak lagi utuh karena roda sudah tidak ada alias raib. Bahkan, pada beberapa unit kendaraan dinas tampak coretan cat, yang menunjukkan kendaraan tersebut telah lama dibiarkan tanpa pengamanan memadai.

Menurut Ketum LSM Perjuangan Rakyat Hartadi menegaskan "bahwa kendaraan dinas merupakan aset negara yang pengelolaannya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah. Dan dengan pembiaran seperti ini maka kondisi kendaraan akan rusak bila dibiarkan terbengkalai dan berpotensi menimbulkan pemborosan anggaran jika tidak segera ditangani secara serius," ungkapnya.

“Dan kendaraan dinas ini adalah aset negara. Oleh sebab itu Kepala Dinas (Kadis) berkewajiban menyerahkan kendaraan tersebut kepada pemerintah daerah agar ditempatkan di lokasi yang layak dan dikelola sesuai ketentuan yang berlaku," ucap Hartadi.

Pengelolaan aset daerah seharusnya dilakukan secara tertib dan berkelanjutan. Mulai dari pencatatan administrasi, pemeliharaan rutin, hingga pengamanan fisik, seluruh tahapan tersebut merupakan bagian dari sistem pengelolaan barang milik daerah yang tidak dapat diabaikan.

Selanjutnya informasi yang dihimpun di lapangan, kendaraan dinas yang rusak dan terbengkalai diduga tidak hanya satu unit. Beberapa kendaraan disebut telah lama tidak digunakan dan tidak mendapatkan perawatan sebagaimana mestinya. Kondisi tersebut mengindikasikan perlunya evaluasi terhadap sistem pengawasan internal di lingkungan Dispendikbud Situbondo.

Lebih lanjut menurut Hartadi, jumlah kendaraan yang berada di lokasi tersebut disebut cukup banyak. Selain mengalami kerusakan, beberapa kendaraan juga dilaporkan kehilangan bagian penting seperti roda, sehingga tidak lagi dapat digunakan.

"Temuan keberadaan kendaraan ini jumlahnya cukup banyak yang kondisinya sudah tak utuh lagi seperti rodanya sudah tidak ada, dan ada pula yang kondisinya rusak serta dicoret-coret. Ini menunjukkan perlunya penertiban agar aset daerah tidak terus dibiarkan tanpa kejelasan," tegas Hartadi.

Dengan adanya temuan ini dinilai mencerminkan perlunya penguatan pengawasan internal terhadap pengelolaan aset daerah. Dalam tata kelola pemerintahan, kendaraan dinas memiliki fungsi strategis sebagai sarana pendukung pelayanan publik. Oleh karena itu, keberadaan dan kondisi fisik kendaraan seharusnya dapat dipantau secara berkala.

Maka perlunya pengelolaan aset daerah, termasuk kendaraan dinas, mencakup sejumlah tahapan penting, mulai dari pengadaan, penggunaan, pemeliharaan, hingga penghapusan. Apabila salah satu tahapan tersebut tidak dijalankan dengan baik, risiko kerusakan, kehilangan, atau pemborosan anggaran menjadi semakin besar.

Berkat ada temuan ini Ketum LSM Perjuangan Rakyat Situbondo menyatakan akan menyampaikan laporan resmi kepada pemerintah daerah sebagai langkah preventif. Laporan tersebut diharapkan dapat menjadi dasar bagi penertiban dan penanganan kendaraan dinas yang saat ini terbengkalai.

"Bahwa kami akan menyampaikan laporan secara resmi kepada pemerintah daerah. Kendaraan dinas ini perlu dipindahkan ke lokasi yang layak untuk diperbaiki atau diamankan sesuai dengan ketentuan yang berlaku," ujarnya.

"Saya berharap pada pemerintah daerah agar dapat melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan aset khususnya di lingkungan Dispendikbud Situbondo ini, termasuk memastikan seluruh kendaraan dinas tercatat dengan baik dan berada dalam penguasaan pihak yang bertanggung jawab," pungkas Hartadi.

Hingga saat berita ini diturunkan, pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Situbondo belum memberikan keterangan resmi terkait temuan tersebut. Upaya konfirmasi yang dilakukan wartawan ke kantor Dispendikbud Situbondo belum membuahkan hasil, karena Kadispendikbud sedang tidak berada di ruang kerjanya. (Tim)

error: Content is protected !!