Sorry, we're closed Opens today at 9:00 am

Tahun: 2026

Bantahan DM Alias Dekker Dipertanyakan, Warga Buyat: “Ini Bukan Hoaks, Ini Fakta yang Kami Lihat Setiap Hari”

BUYAT || jejak-indonesia.id – Bantahan DM alias Dekker terkait dugaan keterlibatannya dalam aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI), penyimpanan BBM ilegal jenis solar, serta penguasaan bahan kimia berbahaya sianida (CN) justru memicu gelombang kecurigaan dan kemarahan masyarakat.

Dalam sejumlah pemberitaan media, DM alias Dekker menyebut bahwa informasi yang menyeret namanya adalah hoaks. Ia mengklaim telah lama berhenti dari aktivitas PETI dan menegaskan bahwa video yang beredar tidak benar. Bahkan, ia berdalih jeriken atau galon yang terlihat dalam rekaman video tersebut bukan berisi solar.

Namun, klarifikasi tersebut dibantah keras oleh warga sekitar. Masyarakat menilai pernyataan DM alias Dekker tidak masuk akal, janggal, dan bertolak belakang dengan fakta yang selama ini mereka ketahui.

“Aneh bin ajaib. Torang tau kwa. Dekker itu pemain lama. Ini bukan rahasia umum lagi,” ujar seorang warga dengan logat khas Manado, Rabu 21 Januari 2026

Berdasarkan informasi masyarakat, DM alias Dekker diduga selama ini menjadikan rumahnya sebagai tempat penyimpanan BBM ilegal jenis solar serta bahan kimia sianida, yang lazim digunakan dalam proses pemurnian emas ilegal. Warga juga menyebut nama DM alias Dekker sudah lama dikenal sebagai pemain utama PETI di wilayah Ratatotok dan sekitarnya.

Sejumlah warga mengaku kerap melihat aktivitas keluar-masuk jeriken dan galon dalam jumlah besar, serta pergerakan mencurigakan yang diduga berkaitan dengan distribusi BBM dan bahan kimia untuk tambang ilegal.

“Kalau memang sudah berhenti, kenapa barang-barang itu masih ada? Kenapa aktivitas masih jalan? Jangan anggap masyarakat bodoh,” tegas warga lainnya.

Diduga Siap Aktif Kembali di Buyat
Lebih jauh, masyarakat mengungkapkan bahwa dalam satu hingga dua bulan terakhir, DM alias Dekker diduga merencanakan kembali aktivitas PETI di wilayah Buyat, meskipun di media menyatakan telah berhenti total dari dunia pertambangan ilegal.

Informasi ini semakin memperkuat dugaan publik bahwa bantahan yang disampaikan DM alias Dekker di media tidak mencerminkan kondisi sebenarnya di lapangan.

“Kalau memang sudah bersih, kenapa masyarakat masih lihat persiapan dan rencana jalan lagi? Klarifikasi ini justru seperti mempermainkan publik,” ujar warga dengan nada kesal.

Berpotensi Langgar Sejumlah Undang-Undang Serius
Apabila dugaan masyarakat tersebut terbukti, maka aktivitas DM alias Dekker berpotensi melanggar sejumlah regulasi hukum berat, di antaranya:

Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (UU Minerba)
Pasal 158:

Setiap orang yang melakukan penambangan tanpa izin dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp100 miliar.

Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi (UU Migas)
Pasal 53 huruf b dan d:

Setiap orang yang melakukan pengangkutan dan/atau niaga BBM tanpa izin dipidana penjara paling lama 6 tahun dan denda hingga Rp60 miliar.

Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup

Penggunaan serta penyimpanan bahan kimia berbahaya seperti sianida tanpa izin dapat dijerat pidana berat karena mengancam lingkungan hidup dan keselamatan manusia.

Desakan ke Mabes Polri dan Polda Sulut
Atas dasar itu, masyarakat mendesak Mabes Polri dan Polda Sulawesi Utara untuk segera turun tangan dan melakukan penyelidikan secara menyeluruh. Warga menilai klarifikasi sepihak di media tidak cukup dan justru berpotensi menyesatkan opini publik.

“Jangan biarkan hukum kalah oleh klarifikasi bohong. Kalau tidak bersalah, buktikan di depan hukum, bukan di media,” tegas warga.

Masyarakat berharap aparat penegak hukum bertindak tegas, profesional, dan transparan. Dugaan PETI, BBM ilegal, serta penyimpanan sianida bukan sekadar pelanggaran hukum, melainkan ancaman nyata bagi lingkungan, kesehatan, dan keselamatan nyawa warga.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak DM alias Dekker belum memberikan klarifikasi tambahan selain pernyataan bantahan yang sebelumnya telah beredar di media.

 

Tim.

Menebar Harapan di Tengah Banjir: Janji Kapolda Kalsel Kembalikan Senyum Kakak Beradik Yatim Piatu

BANJAR || jejak-indonesia.id - Banjir rob yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan beberapa waktu terakhir menjadi perhatian sejumlah kalangan, salah satunya adalah Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan, S.I.K., S.H., M.H. yang turun langsung ke lokasi banjir di Kecamatan Sei Tabuk dan Kabupaten Martapura Barat Kabupaten Banjar.

Tidak hanya Kapolda Kalsel, Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka beserta sejumlah Menteri dan Forkopimda Kalsel juga turun meninjau dan memberikan bantuan. Saat meninjau lokasi banjir, Kapolda Kalsel bertemu dengan dua anak yatim piatu bernama Felina Delfi (11) atau yang biasa dipanggil Adel dan adiknya bernama Jailani (5).

Diketahui kakak beradik ini tinggal dan dirawat oleh neneknya pasca orang tuanya meninggal dalam insiden kecelakaan lalu lintas tiga tahun lalu di Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah.

Kecelakaan itu membuat Adel tidak bisa menggerakan dan menggunakan tangannya untuk beraktivitas sedangkan sang adik Jailani tidak bisa menggerakan atau meluruskan kakinya. Melihat kondisi kedua anak tersebut, Kapolda Kalsel berempati memberikan perhatian khusus berupa pengobatan operasi gratis untuk keduanya.

Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Adam Erwindi, S.I.K., M.H. mengatakan, saat meninjau Adel dan Jailani yang sedang dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin, pada Senin (19/1/2026), Kapolda Kalsel menyampaikan akibat laka lantas tersebut keduanya mengalami luka-luka yang memerlukan penanganan medis lebih lanjut.

Menyikapi hal ini, Polda Kalsel melalui dokter-dokter jajarannya segera melakukan tindakan penanganan operasi terhadap keduanya. Operasi dilakukan untuk memastikan kesembuhan dan pemulihan fisik korban setelah insiden itu.

Pengobatan ini dilakukan sampai kedua kakak beradik ini normal kembali. “Kita akan lakukan operasi kepada keduanya, untuk sang Kakak akan dilajukan pemeriksaaan lebih detail yang akan dikaji oleh para dokter apakah bisa dilakukan operasi di Banjarmasin atau dirujuk ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati Jakarta,” terang Kapolda Kalsel.

Beliau menjelaskan bahwa, pasca 3 tahun kecelakaan yang menimpa kedua orang tuanya, saat ini, luka kedua anak tersebut hanya meninggalkan bekas saja atau fraktur dan akan diambil tindakan oleh dokter di Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin yang dipimpin oleh Kabid Dokkes Polda Kalsel Kombes Pol dr. Muhammad El Yandiko, Sp-An-TI, M.M., MARS, QHIA.

“Kita melihat masa depan kedua anak ini, kita ingin mengembalikan masa depan mereka agar kedepannya lebih baik lagi,” harap Kapolda.

Namun, pemulihan tidak hanya fisik. Menyadari besarnya trauma psikologis yang dialami Adel dan Jailani setelah kehilangan kedua orang tua secara mendadak, Bhayangkari Daerah Kalsel juga turun tangan memberikan pendampingan psikologis.

Sebelum menjalani tindakan operasi, Bhayangkari Daerah Kalsel dengan penuh kelembutan memberikan trauma healing kepada kakak beradik tersebut. Pendekatan yang dilakukan berupa komunikasi yang menenangkan untuk mengurangi kecemasan, ketakutan, dan rasa sedih mendalam yang mereka alami.

Sementara itu pada kesempatan yang sama Ketua Bhayangkari Daerah Kalsel Ny. Yennie Rosyanto Yudha menyampaikan bahwa Bhayangkari memberikan trauma healing kepada Adel dan Jailani sebelum dilakukan tindakan operasi.

“Semoga Kakak beradik ini diberikan kesembuhan, kepulihan sehingga luka mereka dapat disembuhkan, dan trauma atas kejadian yang merenggut kedua orang tuanya bisa teratasi,” harap Ketua Bhayangkari Daerah Kalsel Ny. Yennie Rosyanto Yudha.

Kedepannya Kapolda, Pejabat Utama Polda Kalsel, dan Bhayangkari Daerah Kalsel akan berdiskusi untuk masa depan Adel dan Jailani kedua anak korban kecelakaan yang mengakibatkan orang tuanya meninggal dunia.

Kepedulian Polda Kalsel ini pun mendapatkan respon positif dari pihak keluarga, dan tahap awal adalah perawatan sebelum dilakukan tindakan operasi.

Forkopimko Jakarta Barat Ajak Warga Glodok Jaga Jakarta Lewat Dialog Humanis bertajuk Ngopi Bersama Forkopimko Jakbar

JAKARTA || jejak-indonesia.id - Forkopimko Jakarta Barat Ajak Warga Glodok Jaga Jakarta Lewat Dialog Humanis bertajuk Ngopi Bersama Forkopimko Jakbar Dalam rangka mempererat sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat, kegiatan “Ngopi” (Ngobrol Bareng Forkopimko) dilaksanakan di kawasan Pecinan Glodok, Kecamatan Tamansari, Jakarta Barat, pada Selasa (20/01/2026)

Kegiatan ini menjadi ruang dialog terbuka yang sarat nilai kebersamaan, toleransi, serta pelestarian budaya.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran Forkopimko dan pemangku kepentingan, di antaranya Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Hj. Rani Mauliana, Walikota Administrasi Jakarta Barat Ibu Iin Mutmainnah, Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol. Twedi Aditya Bennyahdi, S.Sos., S.I.K., M.H., Dandim 0503/Jakarta Barat Kolonel Kav Sigit Dharma Wiryawan, serta unsur DPRD, BPN, TNI-Polri, para camat, lurah, dan tokoh masyarakat.

Sebelum acara “Ngopi” (Ngobrol Bareng Forkopimko) dilaksanakan rangkaian kegiatan diawali dengan walking tour Bazar Imlek dan Pasar Petak 9 bersama wagub DKI Jakarta Bpk Rano Karno, dilanjutkan kunjungan ke Pos RW 01 Glodok dan Vihara Dharma Bakti sebagai simbol penghormatan terhadap keberagaman dan nilai sejarah kawasan Pecinan.

Rombongan kemudian menuju Gedung Candranaya, yang disambut dengan tarian Barongsai, menambah nuansa budaya yang kental dan penuh kehangatan.

Pada sesi dialog bersama warga, Kapolres Metro Jakarta Barat menekankan pentingnya peran seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, sebagai agent of change dalam menjaga kerukunan dan melestarikan budaya.

Ia menyampaikan bahwa semangat program Gubernur DKI Jakarta, Kapolda dan Pangdam adalah sama yaitu “Jaga Jakarta” selaras dengan pilar Kapolda Metro Jaya hanya pilar-pilarnya saja yang sedikit berbeda, yakni Jaga Warga, Jaga Lingkungan, Jaga Aturan, dan Jaga Amanah, yang membutuhkan partisipasi aktif masyarakat.

Pilar dari Bapak Kapolda adalah "Jaga Warga, Jaga Lingkungan, Jaga Aturan, dan Jaga Amanah".

Kami semua perangkat Pemerintahan sudah diberikan amanah untuk menjaga Jakarta Barat agar terciptanya lingkungan yang aman, tentram dan damai.

Maka dari itu diharapkan untuk warga masyarakat ikut serta menjaga keamanan diwilayah Jakarta Barat.

Seperti pada sub tema yang melibatkan generasi muda untuk menjaga Jakarta. Jadi harapan kepada Bapak Ibu untuk menyertakan anak2nya ikut menjaga lingkungannya.

Dialog berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab, di mana warga menyampaikan aspirasi, harapan, dan masukan secara langsung kepada para pemangku kebijakan.

Kegiatan ditutup dengan pemberian cendera mata sebagai simbol kebersamaan dan komitmen bersama dalam menjaga Jakarta Barat tetap aman, damai, dan harmonis.

Melalui kegiatan Ngopi Forkopimko ini, diharapkan terbangun komunikasi yang semakin erat antara pemerintah, aparat, dan masyarakat, sehingga tercipta lingkungan yang kondusif serta keberagaman budaya yang terus terjaga sebagai kekuatan Jakarta Barat.

( *Humas Polres Metro Jakarta Barat* )

Bhabinkamtibmas dan Tiga Pilar Perkuat Koordinasi Wilayah di Posko Bencana

JAKARTA || jejak-indonesia - Dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem, Bhabinkamtibmas Kelurahan Pekojan Polsek Tambora, Aiptu Dede Sugiono, bergabung bersama Tiga Pilar menempati Posko Siaga Bencana Kelurahan Pekojan, pada Selasa (20/01/2026).

Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi kewilayahan dalam memantau potensi bencana, seperti banjir dan pohon tumbang, yang dapat terjadi sewaktu-waktu akibat intensitas hujan tinggi dan kondisi cuaca yang tidak menentu.

Posko Siaga Bencana menjadi pusat pemantauan dan pengendalian situasi agar setiap kejadian di wilayah dapat segera ditangani secara cepat dan tepat.

Bhabinkamtibmas bersama Tiga Pilar secara aktif melakukan monitoring serta menjalin komunikasi dengan perangkat kelurahan dan warga sekitar.

"Apabila terjadi situasi darurat, masyarakat diimbau untuk segera melaporkan kepada petugas di Posko Siaga Bencana, Bhabinkamtibmas, maupun Binmas Kelurahan guna percepatan penanganan," ujar Aiptu Dede Sugiono

Melalui kehadiran Bhabinkamtibmas dan Tiga Pilar di Posko Siaga Bencana yang berlokasi di Jl. Pekojan III No. 97 RT 05 RW 09, Kelurahan Pekojan, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, diharapkan tercipta rasa aman dan kesiapan bersama dalam menghadapi potensi bencana, sekaligus memperkuat sinergi antara aparat dan masyarakat dalam menjaga keselamatan lingkungan.

( *Humas Polres Metro Jakarta Barat* )

Polri “All Out” Evakuasi, Hadirkan Randurlap dan Patroli Kesehatan Door to Door untuk Korban Banjir Karawang

Karawang || jejak-indonesia.id — Sejak Minggu (17/1/2026), bencana banjir melanda wilayah Kabupaten Karawang akibat meluapnya Sungai Citarum dan Sungai Cibeet. Berdasarkan data sementara, banjir terjadi di 29 desa yang tersebar di 12 kecamatan. BPBD Karawang mencatat sedikitnya 3.162 rumah warga terendam banjir. Selain itu, terdapat tambahan rumah terdampak, di antaranya 159 unit di Desa Sedari dan 189 unit di desa lainnya, dengan pendataan yang masih terus berlangsung.

Ketinggian air di wilayah terdampak bervariasi, dengan rata-rata genangan mencapai 50 hingga 90 sentimeter di sejumlah permukiman. Sementara itu, di wilayah terdampak parah seperti Desa Karangligar, ketinggian air dilaporkan mencapai sekitar 2 hingga 3 meter, sehingga sangat membatasi aktivitas dan mobilitas masyarakat.

Sebagai wujud kehadiran negara di tengah masyarakat, Polda Jawa Barat mengerahkan Randurlap (kendaraan dapur lapangan) di Desa Karangligar, Kampung Pangasinan, Kecamatan Telukjambe Barat, Kabupaten Karawang, pada Senin (19/01/2026). Dapur lapangan ini difungsikan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak, khususnya penyediaan makanan siap saji bagi masyarakat yang masih bertahan di lokasi banjir maupun di area pengungsian.

Sejumlah Polisi Wanita (Polwan) Polda Jawa Barat turun langsung ke lapangan, terlibat aktif menyiapkan bahan makanan, memasak, hingga membagikan makanan siap santap kepada warga terdampak banjir. Hingga saat ini, sebanyak 650 porsi makanan telah disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Selain bantuan logistik, Polri juga mengerahkan kekuatan personel untuk mendukung penanganan bencana. Sebanyak 500 personel Polres Karawang, bersama unsur TNI, BPBD, serta relawan, dikerahkan untuk membantu proses evakuasi warga, pengamanan lingkungan, dan pelayanan kemanusiaan lainnya. Penanganan banjir dilakukan secara terpadu melalui koordinasi lintas instansi dan peninjauan langsung oleh unsur pemerintah daerah, mengingat kondisi di lapangan yang masih dinamis.

Tak hanya fokus pada pemenuhan kebutuhan pangan, Polri juga mengintensifkan patroli kesehatan door to door dengan mendatangi langsung rumah ke rumah warga terdampak banjir. Langkah ini dilakukan karena keterbatasan mobilitas masyarakat akibat genangan air. Hingga hari ini, 200 warga telah mendapatkan layanan pemeriksaan dan pelayanan kesehatan dari tenaga kesehatan Polri. Kegiatan tersebut akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan hingga banjir surut dan masyarakat dapat kembali beraktivitas seperti sedia kala.

Karo Penmas Divhumas Polri Trunoyudo Wisnu Andiko menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat di situasi darurat.

“Polri hadir tidak hanya dalam aspek pengamanan, tetapi juga pada pelayanan kemanusiaan. Melalui dapur lapangan, keterlibatan aktif Polwan Polda Jawa Barat, serta patroli kesehatan door to door, kami memastikan masyarakat tetap mendapatkan layanan dasar. Hingga hari ini, kami laporkan 200 warga telah terlayani oleh patroli kesehatan Polri dan kegiatan ini akan terus dilakukan kepada seluruh warga jika memungkinkan sampai banjir benar-benar surut dan kondisi masyarakat kembali pulih,” ujar Brigjen Pol. Trunoyudo.

Ia menambahkan, Polri akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, TNI, BPBD, dan seluruh pemangku kepentingan terkait untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak banjir dapat terpenuhi secara optimal. Masyarakat juga diimbau tetap waspada dan mengikuti arahan petugas demi keselamatan bersama.

Polda Jawa Barat berkomitmen untuk terus hadir memberikan pelayanan, perlindungan, dan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat, khususnya dalam situasi darurat bencana. Langkah cepat dan terpadu ini menjadi bagian dari pengabdian Polri yang Presisi, humanis, dan responsif, sekaligus memastikan informasi penanganan bencana tersampaikan secara cepat dan transparan

error: Content is protected !!