Sorry, we're closed Opens today at 9:00 am

Tahun: 2026

Polri Gerak Cepat Evakuasi Kecelakaan Kerja Masyarakat Yang Tertimbun Longsor

SAROLANGUN || jejak-indonesia.id - Kecelakaan kerja kembali terjadi, sebuah insiden longsor menimpa sejumlah warga di Dusun Mengkadai, Desa Temenggung, Kecamatan Limun, Kabupaten Sarolangun, pada Selasa, (20/1/2026)

Peristiwa tersebut diduga dipicu oleh longsornya tebing tanah galian akibat curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut. Kondisi tanah yang labil menyebabkan struktur galian runtuh dan menimbun para warga yang berada di bawahnya.

Lokasi kecelakaan kerja tersebut berada di lahan milik seorang warga berinisial I, yang berdomisili di Dusun Kait-Kait, Desa Temenggung, Kecamatan Limun, Kabupaten Sarolangun.

Akibat kejadian tersebut, hingga saat ini tercatat sebanyak delapan orang meninggal dunia dan empat orang lainnya mengalami luka-luka. Para korban meninggal merupakan warga Dusun Mengkadai, serta Airil Anuar warga Desa Lubuk Sayak.

Sementara beberapa korban lainnya masih dalam proses pendataan identitas oleh petugas. Sedangkan korban luka-luka telah mendapatkan penanganan medis dan sebagian besar juga berasal dari Desa Lubuk Sayak.

Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar melalui Kabid Humas Polda Jambi, Kombes Pol. Erlan Munaji, menjelaskan bahwa peristiwa ini merupakan kecelakaan kerja murni yang terjadi akibat faktor alam.

“Kejadian ini diduga kuat akibat longsornya tebing galian tambang yang dipicu hujan deras, sehingga tanah menjadi labil dan runtuh menimpa para pekerja. Hingga saat ini situasi di lokasi kejadian terpantau aman dan kondusif,” ujar Kombes Pol. Erlan Munaji.

Ia menambahkan, pasca kejadian Polda Jambi menerjunkan unit SAR Brimob dan unit K-9 Ditsamapta untuk membantu evakuasi korban lainnya yang di duga masih tertimbun di bawah tanah longsor.

Selain itu juga saat ini telah diturunkan tim evakuasi gabungan sebanyak 123 personel yang terdiri dari, pers sat brimob polda jambi 12 pers, pers polres sarolangun 58 pers, pers polsek limun 10 pers, pers bpbd 15 pers, pers sat pol pp 15 pers dan pers damkar 13 pers

“Kami juga terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk proses evakuasi lanjutan dan memastikan tidak ada korban lain yang masih tertimbun. Selain itu, kami akan melakukan penyelidikan dan penyidikan guna mengungkap pihak-pihak yang bertanggung jawab,” tegasnya.

Polda Jambi juga mengimbau masyarakat agar tidak kembali melakukan aktivitas yang bisa membahayakan keselamatan jiwa serta berpotensi menimbulkan dampak hukum dan lingkungan.

Temui Kapolresta, Pengurus Perbakin Banyuwangi Bahas Penertiban Anggota dan Pembinaan Atlet

BANYUWANGI || jejak-indonesia.id -  Jajaran pengurus Persatuan Menembak Indonesia (Perbakin) Kabupaten Banyuwangi periode 2025-2029 gelar kunjungan silaturahmi ke Mapolresta Banyuwangi pada Rabu (21/1). Kedatangan pengurus organisasi olahraga menembak ini disambut langsung oleh Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Dr. Rofiq Ripto Himawan, S.I.K., S.H., M.H., di ruang kerjanya.

​Dalam pertemuan tersebut, Ketua Perbakin Banyuwangi, Romadhoni Isyak, S.H., M.H., memperkenalkan struktur kepengurusan baru sekaligus memaparkan program kerja strategis ke depan. Salah satu poin utama yang disampaikan adalah langkah penertiban anggota melalui sistem E-KTA.

​"E-KTA Perbakin ini akan menjadi pedoman identitas resmi yang terintegrasi secara daring (online). Langkah ini penting untuk memastikan database anggota lebih valid, tertib secara administrasi, dan memudahkan pengawasan," ujar Romadhoni.

​Selain urusan administratif, Perbakin Banyuwangi berkomitmen untuk mengoptimalkan fasilitas lapangan olahraga tembaknya. Fokus utamanya adalah memberikan pembinaan intensif bagi para atlet guna menjaring bibit-bibit baru yang potensial.

​"Kami ingin memastikan sarana yang ada digunakan maksimal untuk membina atlet. Target kami jelas, yaitu mencetak atlet-atlet menembak yang mampu mengharumkan nama Banyuwangi di tingkat regional maupun nasional," tambahnya.

​Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Dr. Rofiq Ripto Himawan, menyambut positif inisiatif dan program kerja yang dipaparkan oleh pengurus Perbakin. Ia menegaskan bahwa Polresta Banyuwangi siap mendukung penuh, terutama dalam aspek pengawasan dan keamanan.

​"Kami berterima kasih atas kunjungan ini. Ini adalah bentuk sinergitas yang nyata untuk bersama-sama mengawasi dan menertibkan administrasi pemilik senjata olahraga. Kami sangat mendukung upaya pembinaan atlet agar Banyuwangi memiliki perwakilan yang membanggakan di bidang olahraga menembak," tegas Kombes Pol Rofiq.
(Humas Perbakin)

Reporter : Rio

Belasan Miliar Uang Rakyat Ambruk Bersama Pelimpah Sungai di Jember

JEMBER || jejak-indonesia.id - Proyek pembangunan pelimpah (spillway) Sungai Tanggul di Desa Kepanjen, Kecamatan Gumukmas, Kabupaten Jember, yang menelan anggaran sekitar Rp15,5 miliar dari APBD Provinsi Jawa Timur, dilaporkan ambruk meski belum lama rampung dikerjakan.

Peristiwa ini memicu sorotan tajam terhadap kualitas pekerjaan dan pengawasan Dinas PU Sumber Daya Air (SDA) Jawa Timur.

Ambruknya struktur vital pengendali aliran sungai tersebut terjadi saat proyek belum diserahterimakan secara resmi kepada pihak pengguna. Kondisi itu memperkuat dugaan adanya kelalaian serius dalam pelaksanaan teknis, mulai dari mutu material hingga proses pengawasan lapangan.

Sejumlah informasi yang beredar menyebutkan, panel beton pada pelimpah diproduksi secara mandiri oleh pihak pelaksana proyek, bukan dari pabrikan bersertifikasi.

Hal ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai standar mutu dan ketahanan struktur, terlebih proyek tersebut memiliki fungsi strategis dalam pengendalian banjir dan irigasi pertanian warga.

Ketua Umum Aliansi Madura Indonesia (AMI), Baihaki Akbar, menilai ambruknya proyek bernilai belasan miliar rupiah itu sebagai indikator kegagalan sistemik dalam tata kelola proyek infrastruktur publik.

"Ini bukan sekadar bangunan yang roboh, tetapi runtuhnya kepercayaan publik terhadap pengelolaan anggaran daerah. Proyek dengan nilai Rp15,5 miliar seharusnya melalui pengawasan ketat, baik dari sisi perencanaan, pelaksanaan, hingga pengujian kualitas," tegas Baihaki Akbar.

Menurutnya, PU SDA Jawa Timur tidak bisa lepas tangan dengan alasan teknis semata. Ia mendesak agar dilakukan audit menyeluruh dan independen, termasuk membuka secara transparan dokumen perencanaan, kontrak kerja, hingga hasil uji material.

"Kami mendesak Inspektorat, BPK, dan jika perlu aparat penegak hukum untuk turun tangan. Jika ditemukan unsur kelalaian atau kesengajaan, maka harus ada pertanggungjawaban hukum, baik dari kontraktor pelaksana maupun pihak pengawas," lanjut Baihaki.

AMI juga menyoroti minimnya keterbukaan informasi kepada publik dan media. Pembatasan akses jurnalis ke lokasi proyek sebelumnya dinilai sebagai sinyal buruk dalam praktik transparansi proyek yang dibiayai uang rakyat.

"Uang yang digunakan adalah uang rakyat. Maka publik berhak tahu apa yang sebenarnya terjadi di lapangan. Menutup-nutupi hanya akan memperbesar kecurigaan adanya masalah serius," tambahnya.

Selain potensi kerugian keuangan negara, Baihaki mengingatkan bahwa kegagalan struktur pelimpah sungai dapat berdampak langsung pada keselamatan warga, terutama saat debit air meningkat pada musim hujan.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas PU SDA Jawa Timur belum memberikan penjelasan teknis secara rinci terkait penyebab ambruknya proyek maupun langkah konkret yang akan diambil terhadap kontraktor pelaksana.

Pokmaswas Wonosari Beach Terima Bantuan Life Jaket dari Dinas Perikanan Banyuwangi

BANYUWANGI || jejakindonesia.id - Dinas Perikanan Banyuwangi melalui Bidang Tangkap memberikan bantuan life jaket ke Pokmaswas (Kelompok Masyarakat Pengawas) seluruh kabupaten.Bantuan ini di berikan bertujuan sebagai alat keselamatan saat beraktifitas di laut.

Dalam hal ini, perwakilan bidang Tangkap, selasa (20/1/2026) memberikan bantuan life Jaket sebanyak 10 unit kepada Pokmaswas Pawon jaya Kelurahan Sobo, Kecamatan Banyuwangi.

Seusai pemberian bantuan life jaket, Setyo harini dari bidang tangkap mengatakan bahwa pemberian life jaket ini adalah program dari Dinas Perikanan untuk membantu Pokmaswas se Kabupaten guna untuk safety saat beraktifitas di laut.katanya di hadapan para Pokmaswas Pawon Jaya.

Selain itu, ketua Pokmaswas Pawon Jaya pantai Wonosari sobo Banyuwangi Alvian Hidayat mengucapkan terima kasih kepada Bupati dan Dinas perikanan Kabupaten Banyuwangi yang telah memberikan bantuan list jaket pelampung yang berguna untuk alat keselamatan disaat beraktifitas di laut.imbuhnya.

Jembatan Limpas Sliwung Semakin Rusak Parah Kondisinya Saat Ini Dan Jadi Sorotan LSM Perjuangan Rakyat

SITUBONDO || jejak-indonesia.id – Semakin rusak parah kondisi keberadaan Jembatan Limpas Sliwung yang menjadi jalur penghubung antara Desa Kotakan, Kecamatan Situbondo dan Desa Sliwung, Kecamatan Panji, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Rabu (21/1/2026).

Hal ini menjadi sorotan tajam oleh Ketua Umum (Ketum) Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Perjuangan Rakyat Rachmad Hartadi yang akrab disapa Hartadi Songot, ketika bersama Media Jejak Indonesia yang juga disaksikan masyarakat ketika investigasi kelokasi Rabu pagi (21/1/2026), melihat jembatan Limpas ini kondisinya kerusakan semakin memprihatinkan. Hal ini juga kondisi jalur jembatan sangat membahayakan penggunanya dan juga sangat mengancam keselamatan bagi para pengendara yang melintas di jembatan tersebut.

Selanjutnya menurut Ketum LSM Perjuangan Rakyat Hartadi menegaskan dan meminta pada pemerintah pusat dan pemerintah daerah melalui dinas terkait untuk segera melakukan evaluasi total untuk mengusulkan agar konstruksi jembatan dikembalikan menjadi jembatan gantung seperti sediakala demi menjamin keamanan dan kenyamanan mobilitas warga yang menggunakan jembatan ini sebagai prasarana jalur penghubung.

"Ketika kami investigasi langsung kelokasi jembatan Limpas dan melihat permukaan jembatan tampak tidak rata dan miring serta mengalami kerusakan struktural yang cukup signifikan. Ini sangat membahayakan para pengendara, khususnya roda dua yang harus ekstra hati-hati saat melintas terutama pada malam hari atau saat hujan turun," ungkapnya.

"Dan kondisi jika air sungai besar jembatan Limpas ini tidak dapat digunakan atau dilalui karena tenggelam oleh sebab itu jika hal ini dibiarkan tidak segera dibuatkan jembatan yang lebih layak maka kita hanya tinggal menunggu waktu sampai memakan korban, baru diperhatikan oleh pemerintah. Ini aneh tapi nyata," kata Hartadi dengan nada tinggi.

Lebih lanjut menurut Ketum LSM Perjuangan Rakyat Hartadi menilai desain atau bentuk jembatan yang ada saat ini tidak memberikan solusi jangka panjang bagi karakteristik wilayah Desa Sliwung. Pengembalian fungsi menjadi jembatan gantung dianggap sebagai opsi paling logis karena beberapa alasan yaitu kenyamanan berkendara, faktor keamanan, efisiensi pemeliharaan.

"Dalam hal ini kami meminta pihak-pihak terkait seperti Dinas Pekerjaan Umun dan Penataan Ruang (DPUPR). Agar bisa mendengarkan aspirasi masyarakat melalui kami dan sudah jelas meminta kembalikan ke format jembatan gantung yang lebih aman dan nyaman bagi semua masyarakat yang melaluinya," pintanya.

Kemudian Ketum LSM Perjuangan Rakyat Hartadi menegaskan dan membeberkan beberapa Dasar hukum utama yaitu:
-UU PUPR No 38 tahun 2024 seperti keamanan jembatan.
-Peraturan Menteri (Permen) PUPR No 10 tahun 2022 tentang persyaratan teknis dan perencanaan jalan.
-Permen PUPR No 5 tahun 2023) yang menggantikan (Permen No 19 tahun 2011) serta penetapan ruas jalan dan keselamatan pemakai jalan untuk jembatan gantung.

"Maka Keputusan Menteri (Kepmen) PUPR No 2797/KPTS/M/2024 sudah menjelaskan, untuk percepatan infrastruktur pembangunan jalan dan jembatan gantung merupakan tugas PUPR agar memberikan rasa aman dan nyaman demi keselamatan pengguna jalan," ucapnya.

"Kita juga mewakili keluhan dan permintaan masyarakat agar jembatan ini dikembalikan seperti semula yaitu program jembatan gantung, karena jalur ini merupakan akses vital bagi ekonomi masyarakat desa. Dan kami juga menghimbau pada pemerintah pusat dan pemerintah daerah serta dewan perwakilan rakyat (DPR) agar segera cepat membangun jembatan gantung. Jadi dalam hal ini bagaikan lagu-lagu bagi pemerintah dan para anggota dewan '''jangan tidur bila ngomong soal rakyat'''," pungkas Hartadi. (wan)

error: Content is protected !!