Sorry, we're closed Opens Rabu at 9:00 am

Bulan: Februari 2026

Polresta Sidoarjo Salurkan Bantuan Sembako Untuk Warga Terdampak Banjir di Dusun Dodokan

SIDOARJO || Jejak-indonesia.id - Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak bencana alam, Polresta Sidoarjo Polda Jatim, melalui Polsek Taman menyalurkan bantuan berupa sembako.

Bantuan tersebut diserahkan oleh Bhabinkamtibmas Polsek Taman kepada warga terdampak banjir di wilayah RT 19 RW 03 Dusun Dodokan, Desa Tanjungsari, Kecamatan Taman, Rabu (18/2/2026).

"Sesuai perintah Bapak Kapolresta Sidoarjo melalui Bapak Kapolsek Taman, kami salurkan bingkisan sembako untuk warga yang terdampak banjir," kata Aipda Dwi Priyo anggota Bhabinkamtibmas Polsek Taman.

Di lokasi terpisah, Kapolsek Taman, Kompol Kanisius Franata,S.I.K mengatakan kegiatan tersebut dilakukan sebagai respons cepat atas terjadinya banjir yang merendam sejumlah rumah warga akibat curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir.

Ia mengatakan banjir yang melanda wilayah Dusun Dodokan menyebabkan aktivitas masyarakat terganggu serta menimbulkan kerugian materiil bagi warga setempat.

“Selain memberikan bantuan sembako, kami hadir untuk memastikan kondisi tetap aman dan memberikan dukungan moril kepada warga yang terdampak," kata Kompol Kanisius.

Ia berharap bantuan yang diberikan dapat sedikit membantu meringankan beban warga yang terdampak banjir.

Kapolsek Taman mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat cuaca yang masih tidak menentu.

Ia juga mengajak warga untuk menjaga kebersihan lingkungan, memastikan saluran air tidak tersumbat, serta segera melaporkan kepada aparat desa atau pihak kepolisian apabila terjadi situasi darurat. (*)

Lantik 9 Kepala Sekolah SD, Bupati Ipuk Ajak Aktif Tangani Anak Putus Sekolah

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id - Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani melantik 9 Kepala Sekolah (Kepsek) SD Negeri di lingkungan Pemkab Banyuwangi. Dalam kesempatan itu, Ipuk mengajak para kepala sekolah yang baru untuk terlibat aktif dalam penanganan anak putus sekolah.

“Masalah pendidikan tetap menjadi prioritas kita. Jangan sampai ada anak usia sekolah yang tidak bersekolah. Bapak/Ibu harus rajin tengok kanan kiri. Jika ada anak yang kesulitan untuk melanjutkan sekolah, bantu menemukenali masalahnya, dan segera laporkan kepada dinas terkait agar segera ditangani,” pesan Ipuk usai menyerahkan SK pengangkatan Kepala Sekolah SD di aula Dinas Pendidikan Banyuwangi, Rabu (18/2/2026).

Ipuk menyebut, Pemkab Banyuwangi telah menyiapkan berbagai program untuk penanganan anak putus sekolah. Mulai pemberian beasiswa Banyuwangi Cerdas, uang saku dan uang transport bagi pelajar kurang mampu, hingga program solidaritas siswa asuh sebaya (SAS) dimana siswa dari keluarga berkecukupan menyisihkan sebagian uang sakunya untuk membantu temannya yang membutuhkan.

“Namun terkadang masih ada anak yang tidak terdeteksi oleh kita. Di sinilah pentingnya kepedulian bersama. Bukan hanya ASN, seluruh elemen juga kami minta ikut membantu. Jika di sekitarnya ada anak usia sekolah yang tidak bersekolah, segera laporkan kepada pihak berwenang agar bisa segera ditangani,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Ipuk juga berpesan agar para kepala sekolah mampu menjadi motor penggerak inovasi.

“Inovasi adalah kunci. Kepala sekolah harus mampu menemukan potensi, lalu mengorkestrasi semua sumber daya di sekolah sehingga menjadi sebuah keunggulan,” ujar Ipuk.

Ipuk juga berharap para kepala sekolah bisa berkolaborasi dengan berbagai pihak. Tidak hanya orang tua siswa, tapi juga semua stakeholder dan jejaring yang dimiliki.

“Tak kalah penting, kepala sekolah harus bisa menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman. Jangan melulu mengerjakan LKS. Pastikan semua guru bisa memberikan pengalaman belajar yang asyik sehingga anak-anak merasa senang dan betah belajar di sekolah,” pesan Ipuk.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi Alfian mengatakan, 9 kepala sekolah yang dilantik pada hari ini merupakan kepala sekolah yang mendapatkan promosi.

“Kami akan terus melakukan pendampingan agar teman-teman kepala sekolah dapat bertugas sebagaimana yang diharapkan oleh Ibu Bupati," terang Alfian.

Saat ini, di Banyuwangi masih terdapat 283 ASN yang menjabat sebagai pelaksana tugas (Plt) kepala sekolah di SD Negeri.

"Segera, kami akan ajukan penugasan teman-teman sebagai Kepala Sekolah ke Kemenpan melalui jalur non-reguler,” pungkasnya. (*)

Akselerasi Program Presiden, Bupati Ipuk Bersama Seluruh Elemen Tandang Bareng Wujudkan Banyuwangi ASRI

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id - Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengakselerasi Program Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) yang digagas Presiden Prabowo Subianto, melalui deklarasi Banyuwangi ASRI yang melibatkan berbagai elemen masyarakat. Berbagai program gotong royong telah disiapkan, untuk mengimplementasikan gerakan Banyuwangi ASRI.

Deklarasi yang digelar di kawasan wisata Grand Watu Dodol (GWD), Rabu (18/2/2026), tersebut melibatkan seluruh elemen masyarakat. Mulai Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI, Polri, organisasi perangkat daerah (OPD), camat, kepala desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, FKUB, pelajar, mahasiswa, pokdarwis, perwakilan pondok pesantren, dan berbagai elemen masyarakat lainnya, mengimplementasikan gerakan Banyuwangi ASRI.

Hadir langsung Kapolresta Banyuwangi, Kombespol Rofiq Ripto, Danlanal Letkol Laut (P) Puji Santoso, Kajari Banyuwangi AO Mangontan, Wabup Banyuwangi Mujiono.

"Hari ini kita memulai gerakan besar, selaras dengan arah kebijakan Bapak Presiden. Beliau mengatakan, sampah itu bencana, sampah itu penyakit, dan diproyeksikan hampir seluruh TPA di Indonesia mengalami overcapacity di tahun 2028. Maka, Banyuwangi tidak boleh menunggu, dan hari ini kita mulai dengan aksi nyata," kata Ipuk.

Dikomando Ipuk, para peserta deklarasi tidak hanya membacakan komitmen bersama, ribuan masyarakay tersebut langsung turun ke lapangan dengan membersihkan sampah di sepanjang area pantai.

Ipuk menjelaskan, Banyuwangi ASRI bukan sekadar program kebersihan, tapi memiliki indikator kerja yang berkelanjutan dan terintegrasi pada semua aspek.

Pada aspek 'Aman', Banyuwangi akan memperkuat sistem keamanan wilayah melalui sinergi dengan TNI, Polri, dan tokoh masyarakat, penguatan keamanan wilayah salah satunya dengan integrasi CCTV, hingga komitmen tinggi bersama TNI Polri dan masyarakat untuk memberantas penyakit sosial. Selain itu, desa-desa rawan bencana didorong membentuk Desa Tangguh Bencana (Destana).

"Banyuwangi harus aman wilayahnya, tertib sosialnya, dan tangguh terhadap bencana," tegas Ipuk.

Aspek 'Sehat', Banyuwangi memperkuat layanan kesehatan promotif dan preventif. "Maka kita dorong gaya hidup sehat. Pergi puskesmas tidak hanya saat sakit, namun di kala sehat kita justru harus rutin memeriksakan diri untuk deteksi dini. Kami juga akan mendorong sanitasi layak, dan meningkatkan ketahanan pangan keluarga," sambung Ipuk.

Sementara pada sektor 'Resik', pemkab mengoptimalkan TPS3R dan bank sampah, serta memperkuat pemilahan sampah dari rumah tangga. Gerakan pengurangan plastik sekali pakai serta kerja bakti rutin di seluruh wilayah.

Sesuai arahan Presiden, lanjut Ipuk, pemkab mendorong adanya perubahan budaya di masyarakat dengan mengajak meluangkan waktu 10 - 15 menit setiap hari untuk kebersihan.

"Jika dilakukan serentak oleh ribuan orang, hasilnya akan luar biasa. Kita siapkan juga transformasi pengelolaan sampah yang lebih modern, mendukung kebijakan nasional termasuk pengembangan waste to energy," tambah Ipuk.

Selain itu, Banyuwangi juga fokus pada penguatan ruang terbuka hijau, penataan kawasan, hingga penguatan seni budaya lokal dan eco-tourism.

“Kita akan terus mendorong keindahan kota. Kawasan kota harus indah, dilengkapi dengan identitas budaya lokal dan nasional yang menguat,” kata Ipuk.

"Intinya, ASRI adalah tugas semua elemen masyarakat, bukan hanya tugas pemda, bukan juga tugas TNI-Polri. Mari kita 'Tandang Bareng' mulai dari diri sendiri, dari rumah sendiri, dari lingkungan terkecil," pintanya. (*)

Sambut Ramadan 2026, Bupati Ipuk Instruksikan Fasilitasi Pasar Takjil di Seluruh Banyuwangi

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Menyambut Ramadan 1447 Hijriah tahun 2026, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, meminta seluruh dinas terkait, kecamatan, hingga pemerintah desa mendukung dan memfasilitasi penyelenggaraan pasar takjil di berbagai wilayah.

Ipuk menyebut, pasar takjil tidak hanya sekedar sebagai tradisi warga, namun juga menjadi ruang ekonomi bagi pelaku UMKM setiap Ramadan. Karena itu, memfasilitasi sekaligus penataan dan pendampingan harus dilakukan sejak awal.

"Saya minta dinas terkait dan para camat membantu memfasilitasi pasar takjil. Atur dengan baik supaya tertib, aman, dan nyaman bagi pedagang maupun pembeli," ujar Ipuk, Selasa (17/2/2026).

Di wilayah Kota Banyuwangi, sejumlah titik yang setiap tahun ramai di antaranya berada di Pantai Marina Boom dan sepanjang Jalan Letjen Sutoyo.

Ipuk juga meminta Dinas Kesehatan turun langsung memastikan kebersihan makanan dan minuman yang dijual para pedagang.

"Tolong Dinas Kesehatan bersama puskesmas aktif mendampingi. Pastikan higienitasnya terjaga, supaya masyarakat tenang saat membeli takjil," katanya.

Selain itu, Puskesmas dan Laboratorium Kesehatan Daerah turut diminta untuk melakukan pemeriksaan secara berkala dan memberikan edukasi sederhana kepada pelaku UMKM.

"Datangi pedagangnya, beri arahan cara pengolahan yang bersih dan aman," sambung Ipuk.

Ipuk mengatakan pasar takjil tidak hanya menjadi tempat jual beli makanan berbuka. Di sana, banyak pedagang kecil yang menggantungkan penghasilan.

Menurutnya, UMKM merupakan penopang ekonomi daerah. Ramadan menjadi kesempatan bagi mereka untuk meningkatkan pendapatan dan memenuhi kebutuhan keluarga.

Oleh karena itu, pemerintah daerah akan memastikan setiap desa dan kelurahan dapat menggelar pasar takjil sesuai kondisi masing-masing wilayah.

"Silakan berkreasi, tapi tetap koordinasi agar tidak mengganggu lalu lintas dan tetap menjaga ketertiban umum," tegasnya. (*)

Bukan Sekadar Ibadah, Tarawih Jadi Penyejuk Hati Warga Binaan Lapas Banyuwangi di Malam Pertama Ramadan

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Ada pemandangan yang berbeda pada Masjid dan Musala yang ada di dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi, Rabu (18/2) malam. Ratusan warga binaan tampak berbondong-bondong memadati Masjid At-Taqwa, Musala Al-Hidayah dan Musala An-Nisa yang berada di dalam lingkungan Lapas untuk melaksanakan salat Tarawih perdana pada bulan suci Ramadan.

Pelaksanaan tarawih tersebut tidak hanya sekadar ibadah, namun menjadi sebab penyejuk hati warga binaan Lapas Banyuwangi dalam menyambut Ramadan. Hal itu terpancar dari suasana batin para warga binaan yang mengikuti ibadah dengan penuh kekhusyukan. Meski harus menjalani ibadah jauh dari pelukan keluarga, raut wajah ketenangan tetap terpancar dari balik peci dan baju koko yang mereka kenakan.

Kepala Lapas Banyuwangi, I Wayan Nurasta Wibawa, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan kepribadian bagi para warga binaan. Menurutnya, Ramadan adalah momentum krusial bagi mereka untuk melakukan refleksi diri dan mempertebal keimanan.

“Kami memberikan ruang seluas-luasnya bagi warga binaan untuk beribadah di bulan suci ini. Bagi mereka, tarawih bukan sekadar menggugurkan kewajiban, melainkan menjadi penyejuk hati di tengah masa menjalani hukuman,” ujarnya.

Suasana haru sempat menyelimuti saat imam membacakan doa usai salat. Beberapa warga binaan tampak tertunduk lesu dengan mata berkaca-kaca, tenggelam dalam sujud yang lebih lama dari biasanya. Bagi mereka, lantai masjid adalah tempat paling jujur untuk mengakui kesalahan dan memohon ampunan kepada Sang Pencipta.

Seorang warga binaan berinisial AS mengaku, momen tarawih pertama selalu menjadi saat yang paling emosional.

"Sedih pasti ada karena tidak bisa buka puasa dan tarawih bersama anak istri. Tapi di sini, bersama teman-teman seperjuangan, kami merasa seperti keluarga baru. Salat ini membuat hati saya jauh lebih tenang dan ikhlas," ungkapnya lirih.

Pihak Lapas juga memastikan bahwa pelaksanaan salat Tarawih ini dilakukan dengan pengawasan ketat namun tetap humanis. Petugas berjaga di titik-titik strategis untuk memastikan keamanan dan ketertiban agar ibadah tetap berjalan kondusif hingga akhir Ramadan nanti.

Dengan dimulainya rangkaian ibadah ini, Lapas Banyuwangi berharap para warga binaan tidak hanya keluar sebagai orang yang telah menjalani masa hukuman, tetapi juga sebagai pribadi baru yang memiliki bekal spiritual lebih kuat.

error: Content is protected !!