Sorry, we're closed Opens Rabu at 9:00 am

Bulan: Februari 2026

Respon Sigap Polwan Polres Bondowoso Layani Jemaat di Vihara Ariya Maitera

BONDOWOSO || Jejak-indonesia.id - Tidak hanya memberikan pelayanan pengamanan, Polisi Wanita (Polwan) Polres Bondowoso Polda Jatim juga tampak sigap membantu jemaat lanjut usia (lansia) dan anak - anak yang datang untuk beribadah di Vihara Ariya Maitera Kabupaten Bondowoso.

Senyum sapa para Srikandi Bhayangkara Polres Bondowoso itu seakan menambah keyakinan para jemaat yang datang untuk beribadah dan merayakan Imlek di Vihara Ariya Maitera menjadi lebih aman, nyaman dan khusuk.

Pengurus Sekaligus Ketua Vihara Ariya Maitreya Tanti Yuliawati dan juga Pendeta Vihara Ariya Maitreya, Juni Hermini mengaku salut dan apresiasi kepada Polres Bondowoso Polda Jatim, yang menjamin dan memastikan kegiatan ibadah perayaan Imlek di Vihara Ariya Maitera berjalan aman dari awal, pertengahan hingga akhir ibadah.

"Atas nama pribadi dan jemaat, kami sangat bersyukur dan apresiasi untuk Polres Bondowoso terutama ibu Polwan yang sigap membantu jemaat kami," ujarnya, Selasa (17/2/26).

Sementara itu, Kapolres Bondowoso, AKBP Dr. Aryo Dwi Wibowo, yang juga hadir memastikan persiapan personelnya di lokasi Vihara menyampaikan bahwa kehadiran Polri di tengah masyarakat tidak hanya berfokus pada aspek pengamanan, namun juga memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat yang melaksanakan ibadah.

Ia menegaskan, pengamanan perayaan Imlek ini merupakan bentuk komitmen Polres Bondowoso Polda Jatim dalam memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat yang melaksanakan ibadah.

"Kami mengedepankan pendekatan humanis, khususnya melalui peran Polwan yang secara langsung membantu jemaat di lokasi vihara,” ujar Kapolres Bondowoso.

AKBP Aryo Dwi Wibowo menambahkan, pengamanan dilakukan secara maksimal dengan menempatkan personel di sejumlah titik strategis.

Hal itu guna mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas serta memastikan seluruh rangkaian ibadah berjalan aman, tertib, dan lancar.

Dengan kehadiran Polwan Polres Bondowoso yang sigap dan responsif, para jemaat merasa terbantu dan lebih tenang dalam menjalankan ibadah Imlek. (*)

Polres Ngawi Hadirkan SPPG II dan III Dukung Pemenuhan Gizi Wujudkan Generasi Sehat

NGAWI || Jejak-indonesia.id – Dalam rangka mendukung program prioritas Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, Polres Ngawi Polda Jatim kembali menghadirkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) II dan III.

Hal itu seperti disampaikan oleh Kapolres Ngawi, AKBP Prayoga Angga Widyatama usai kegiatan pendampingan operasi pasar murah di Jogorogo Ngawi, Rabu (18/2/26).

AKBP Prayoga Angga Widyatama, mengatakan Kedua SPPG tersebut diresmikan bareng saat mengikuti kegiatan Zoom Meeting peresmian dan groundbreaking Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta gedung ketahanan pangan Polri yang dilaksanakan secara serentak se-Indonesia oleh Presiden RI, Jumat (13/2/2026) pekan yang lalu.

Kegiatan tersebut dipusatkan di SPPG II Polres Ngawi yang berlokasi di Dusun Ngemplak, Desa Sidorejo, Kecamatan Karangjati, Kabupaten Ngawi.

AKBP Prayoga Angga Widyatama menyebutkan peresmian SPPG ini merupakan bentuk dukungan nyata Polri terhadap program pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat.

“Melalui SPPG ini, kami berharap program Makan Bergizi Gratis dapat benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya di wilayah Kecamatan Karangjati," ujar AKBP Prayoga.

Ia mengatakan pembangunan SPPG tersebut juga menjadi wujud komitmen Polres Ngawi Polda Jatim dalam mendukung ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Kopolres Ngawi menegaskan, dibagunnya SPPG Polres Ngawi Polda Jatim dalam rangka mendukung program Presiden RI terkait Makan Bergizi Gratis.

"Kami juga berharap manfaatnya dapat menjangkau seluruh penerima manfaat, terutama di wilayah Kecamatan Karangjati," ungkap AKBP Prayoga.

Dengan diresmikannya SPPG II dan SPPG III Polres Ngawi Polda Jatim diharapkan pelayanan pemenuhan gizi kepada masyarakat penerima manfaat semakin optimal serta mampu mendukung terwujudnya generasi yang sehat dan berkualitas di Kabupaten Ngawi. (*)

Pastikan Imlek Kondusif, Kapolres Gresik Tinjau Pengamanan di Klenteng Kim Hin Kiong

GRESIK || Jejak-indonesia.id - Menjelang puncak perayaan Tahun Baru Imlek 2577, Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution, melakukan peninjauan langsung kesiapan pengamanan di Klenteng Kim Hin Kiong TITD, Jalan Dr. Setia Budi, Kelurahan Pulopancikan, Kecamatan Gresik, Senin malam (16/02/2026).

Kegiatan tersebut bertujuan memastikan seluruh rangkaian ibadah umat Tionghoa di Kabupaten Gresik berjalan aman, nyaman, dan khidmat.

Sejumlah personel tampak disiagakan di area klenteng guna mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas serta mengatur arus lalu lintas di sekitar lokasi.

Dalam kunjungan itu, Kapolres Gresik didampingi jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres Gresik, di antaranya Kasat Narkoba AKP Ahmad Yani, Kasat Intelkam Iptu Bagas Indra Wicaksono, hingga Kapolsek Gresik Kota Iptu Muhammad Kevin Ramadhan.

Kehadiran rombongan kepolisian disambut hangat Ketua Klenteng Kim Hin Kiong, Sdr. Sutanto, beserta jajaran pengurus.

AKBP Ramadhan Nasution menegaskan, kehadiran Polri bukan sekadar memastikan aspek teknis pengamanan, melainkan juga memperkuat silaturahmi dan komunikasi dengan tokoh agama serta pengurus rumah ibadah.

“Kunjungan ini untuk memastikan pengamanan Tahun Baru Imlek berjalan optimal," ujar AKBP Ramadhan Nasution di Klenteng Kim Hin Kiong.

Kapolres Gresik menerangkan, selain pelayanan pengamanan,kehadirannya bersama personel Polres Gresik juga ingin menjalin komunikasi yang baik dengan para tokoh agama dan pengurus tempat ibadah demi menjaga harmoni serta toleransi di Kabupaten Gresik.

Ia juga mengimbau seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga ketertiban selama perayaan berlangsung, sehingga suasana damai dan penuh kebersamaan dapat terus terpelihara.

Pihak pengurus Klenteng Kim Hin Kiong mengapresiasi langkah proaktif Polres Gresik Polda Jatim dalam memberikan rasa aman bagi jemaat yang melaksanakan ibadah malam Imlek.

Ketua Klenteng, Sutanto menyampaikan terima kasih atas perhatian dan dukungan yang diberikan jajaran kepolisian.

“Kami sangat berterima kasih atas perhatian besar dari Bapak Kapolres dan jajaran. Dukungan ini membuat kami merasa tenang dalam menjalankan ibadah dan merayakan tahun baru,” ungkapnya.

Dengan pengamanan yang terencana dan koordinasi solid antara kepolisian dan pihak internal klenteng, diharapkan perayaan Tahun Baru Imlek 2577 di Gresik dapat berlangsung aman, tertib, serta semakin memperkuat nilai toleransi dan persaudaraan antarumat beragama di Kota Pudak. (*)

SEJARAH POLWAN INDONESIA BUKITTINGGI, 1948

Jejak-indonesia.id || Di saat Republik ini terhimpit oleh ganasnya Agresi Militer Belanda II, ketika ibu kota Yogyakarta diduduki dan para pemimpin bangsa ditawan, denyut perlawanan tak pernah berhenti. Di pedalaman Sumatra Barat, Bukittinggi menjadi pusat Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) yang dipimpin oleh Mr. Sjafruddin Prawiranegara. Dari kota perjuangan inilah lahir satu tonggak penting sejarah: Polisi Wanita Republik Indonesia.

Desakan Zaman Perang.
Situasi perang memaksa ribuan rakyat mengungsi. Arus pengungsi, terutama perempuan dan anak-anak, mengalir ke wilayah yang masih dikuasai Republik. Di tengah kondisi genting, aparat keamanan harus memastikan tidak ada penyusup atau mata-mata yang menyusup di antara para pengungsi.

Namun persoalan besar muncul: petugas polisi pria tidak dapat melakukan pemeriksaan fisik terhadap pengungsi perempuan karena pertimbangan etika, adat, dan kesopanan Timur yang dijunjung tinggi. Dalam suasana darurat, bahkan istri-istri polisi turut membantu melakukan pemeriksaan terhadap para pengungsi wanita.

Kondisi inilah yang menggugah kesadaran pimpinan Jawatan Kepolisian Negara di Bukittinggi: Republik membutuhkan polisi wanita yang terdidik dan resmi.

Restu dari Yogyakarta, Lahir di Bukittinggi
Permohonan pun diajukan kepada Jawatan Kepolisian Negara yang saat itu secara administratif masih berkedudukan di Yogyakarta. Meski negeri sedang porak-poranda, persetujuan diberikan. Keputusan bersejarah pun diambil.

Pada 1 September 1948, untuk pertama kalinya dalam sejarah bangsa, enam perempuan Indonesia resmi mengikuti pendidikan kepolisian bersama 44 siswa laki-laki di Sekolah Polisi Negara (SPN) Bukittinggi.

Enam srikandi pelopor itu adalah:
Mariana Saanin
Nelly Pauna
Rosmalina Loekman
Dahniar Sukotjo
Djasmainar
Rosnalia Taher

Mereka bukan sekadar peserta didik. Mereka adalah simbol keberanian perempuan Indonesia yang berdiri sejajar di garda pertahanan negara.

Tonggak Emansipasi dan Pengabdian
Langkah ini bukan hanya jawaban atas kebutuhan taktis perang, tetapi juga penanda penting dalam sejarah emansipasi perempuan Indonesia di bidang penegakan hukum. Di saat bangsa lain masih membatasi peran perempuan di ruang domestik, Republik yang baru seumur jagung justru memberi ruang bagi perempuan untuk mengemban tugas negara.
Sejak saat itu, 1 September diperingati sebagai Hari Polisi Wanita (Polwan), momentum mengenang keberanian enam pelopor yang menembus sekat tradisi demi keselamatan bangsa.

Dari Bukittinggi yang bergolak, lahir kekuatan baru: perempuan berseragam cokelat yang setia pada Ibu Pertiwi. Hari ini, ribuan Polwan tersebar di seluruh penjuru Nusantara, melanjutkan jejak langkah enam perintis yang mengawali sejarah dengan tekad dan keberanian.

Mereka membuktikan, di medan juang kemerdekaan, tidak ada perbedaan antara laki-laki dan perempuan, yang ada hanyalah satu panggilan suci untuk mengabdi kepada Republik Indonesia. 🇮🇩

Ditlantas Polda Jatim Tertibkan Penggunaan Lajur Jalan Tol

SURABAYA || Jejak-indonesia.id - Direktorat Lalu Lintas ( Ditlantas) Polda Jatim terus menggelorakan kampanye keselamatan lalu lintas menjelang operasi Ketupat Semeru 2026 yang akan segera digelar serentak.

Kali ini melalui Satuan PJR (Patroli Jalan Raya), Ditlantas Polda Jatim membagikan flyer himbauan penggunaan lajur kepada pengguna jalan khususnya jalan tol.

Kasat PJR Polda Jatim AKBP Hendrix Kusuma Wardhana mengatakan jajaran Polisi Lalu Lintas (Polantas) bergerak serentak melakukan penertiban kendaraan angkutan barang di sejumlah ruas jalan tol sejak Minggu (15/2) malam.

Langkah ini dilakukan setelah adanya instruksi langsung dari Kakorlantas Polri, Irjen Pol Agus Suryonugroho, untuk meningkatkan ketertiban serta menekan angka kecelakaan dan kepadatan arus lalu lintas di jalan bebas hambatan.

Adapun Flyer yang dibagikan kepada para pengemudi diantaranya berisi imbauan dan edukasi tentang penggunaan lajur kiri pada jalan tol terutama kendaraan truk dan bus.

Kasat PJR Polda Jatim AKBP Hendrix Kusuma Wardhana menegaskan penggunaan lajur kanan pada jalan tol hanya untuk mendahului.

Hal itu juga diatur pada Undang undang nomor 22 tahun 2009 Pasal 108 ayat (2) penggunaan jalur sebelah kanan hanya untuk mendahului atau jika diperintahkan oleh rambu lalu lintas.

Selain itu penggunaan lajur pada jalan juga diatur pada Pasal 108 ayat (3) pada jalan yang memiliki lebih dari satu lajur, lajur kiri diperuntukkan bagi kendaraan yang lebih lambat.

“Saya mengajak kepada semua pengguna jalan terutama angkutan barang dan orang mari bersama sama tertib berlalulintas di jalan tol. Karena menjaga keselamatan diri sendiri dan orang lain saat di jalan,” pungkasnya, Rabu (18/2/26).

Sementara itu, Kasubdit Kamsel pada Ditlantas Polda Jatim, AKBP Edith Yuswo Widodo mengatakan kegiatan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk meningkatkan keselamatan dan kelancaran arus lalu lintas.

AKBP Edith menyebut kegiatan ini juga merupakan langkah preventif untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas.

"Kami ingin masyarakat pengguna jalan mematuhi aturan yang ada terkait pemakain jalur baik itu di jalan tol maupun alteri yang memiliki lebih dari satu jalur,"kata AKBP Edith.

Ia menegaskan, bahwa keamanan,keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas pada hakekatnya adalah tanggung jawab bersama dan bukan hanya tanggung jawab petugas.

Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk bersama - sama menggunakan jalan raya ataupun jalan tol sesuai dengan aturan yang ada demi keamanan dan keselamatan serta kelancaran bersama.

Menurut AKBP Edith, pengawasan terhadap kendaraan Over Dimension Overload (ODOL) juga menjadi fokus utama dalam kegiatan ini.

Ia mengatakan, Truk dengan muatan berlebih dan dimensi tidak sesuai aturan dinilai memperbesar potensi kerusakan jalan serta meningkatkan risiko kecelakaan.

"Selain berdampak pada keselamatan, pelanggaran ini juga sering memicu kemacetan panjang," pungkasnya.(*)

error: Content is protected !!