We're open Closes at 5:00 pm

Bulan: Februari 2026

Polres Mojokerto Kota Bersama Warga Gagalkan Perang Sarung

MOJOKERTO || Jejak-indonesia.id – Tim Pamapta bersama Pleton Siaga Cipkon Harkamtibmas Polres Mojokerto Kota Polda Jatim menggagalkan sekelompok remaja yang diduga perang sarung di Jalan Surodinawan, Kecamatan Prajurit Kulon, Sabtu dinihari (21/2/26).

Kapolres Mojokerto Kota, AKBP Herdiawan Arifianto mengatakan, peristiwa itu berawal dari laporan dari warga masyarakat melalui layanan darurat 110 yang segera ditindaklanjuti tim gabungan piket Pamapta.

"Yang kita amankan dua orang yang terindikasi sebagai provokator untuk melakukan tawuran," kata AKBP Herdiawan,Sabtu (21/2/26)

Di lokasi kejadian, Polisi juga mengamankan barang bukti berupa beberapa sarung yang diikat dan diisi batu, diduga akan digunakan sebagai alat untuk tawuran.

"Kami lakukan pendataan dan proses Tindak Pidana Ringan (Tipiring), serta diberikan pembinaan," kata AKBP Herdiawan.

Mereka juga diminta membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya, dengan disaksikan oleh orang tua dan keluarga masing-masing sebagai bentuk tanggung jawab bersama.

Kapolres Mojokerto Kota, AKBP Herdiawan Arifianto menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mentolerir segala bentuk gangguan kamtibmas selama bulan suci Ramadhan.

Kapolres Mojokerto Kota juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama “Jogo Mojokerto” demi keamanan lingkungan.

Polres Mojokerto Kota mengimbau masyarakat agar segera melaporkan apabila menjumpai potensi gangguan kamtibmas melalui layanan 110 yang aktif 24 jam.

Dengan sinergi antara kepolisian dan warga, diharapkan suasana Ramadhan dapat berjalan aman, nyaman, dan penuh keberkahan.(*)

Pastikan Warga Nyaman Beribadah Selama Ramadhan, Kapolda Papua Barat Daya Instruksikan Jajaran Penertiban Miras

SORONG || Jejak-indonesia.id - Kapolda Papua Barat Daya, Brigjen Pol Gatot Haribowo, menginstruksikan seluruh jajaran Polres untuk memperketat penertiban peredaran minuman keras (miras) selama bulan suci Ramadhan. Langkah ini diambil guna menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas), serta menghormati umat Muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa.

"Saya sudah sampaikan kepada para Kapolres agar menindaklanjuti penertiban miras, terutama yang tidak memiliki izin dan marak beredar. Tujuannya agar masyarakat merasa nyaman," ujar Brigjen Pol Gatot di Aimas, Kabupaten Sorong, Jum'at (20/02).

Ia menjelaskan bahwa tindakan tegas ini merupakan bagian dari upaya menciptakan situasi kondusif di wilayah hukum Polda Papua Barat Daya, mulai dari awal Bulan Suci Ramadhan hingga perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah.

Selain menyasar peredaran miras, kepolisian juga akan meningkatkan patroli di titik-titik rawan kriminalitas. Masyarakat yang berencana melakukan mudik pun diimbau untuk memastikan keamanan rumah sebelum ditinggalkan.

"Jajaran kepolisian akan mengintensifkan Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD), razia penyakit masyarakat, serta pengawasan terhadap berbagai potensi gangguan kamtibmas lainnya," tambahnya.

Lebih lanjut, Brigjen Pol Gatot menegaskan bahwa pengamanan di pusat keramaian seperti pasar, terminal, pelabuhan, dan tempat ibadah akan diperkuat untuk mengantisipasi lonjakan aktivitas warga menjelang Lebaran. Prioritas utama lainnya adalah pengaturan lalu lintas guna memastikan kelancaran arus mudik dan balik.

Strategi pengamanan ini mengacu pada keberhasilan penanganan hari besar keagamaan sebelumnya, seperti perayaan Natal. Kapolda berharap melalui langkah preventif ini, seluruh lapisan masyarakat di wilayah Papua Barat Daya dapat menjalankan ibadah dan merayakan hari raya dengan aman dan nyaman.

Polri Terbitkan Direktif dan Bentuk Satgas ASRI untuk Pastikan Program Presiden Berjalan Optimal

JAKARTA || Jejak-indonesia.id — Kepolisian Negara Republik Indonesia menegaskan komitmennya dalam mendukung Gerakan Nasional Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI) dengan menerbitkan direktif melalui Surat Telegram Kapolri serta membentuk Satuan Tugas (Satgas) ASRI Polri. Langkah ini dilakukan untuk memastikan program Presiden Republik Indonesia terlaksana secara konsisten dan berkelanjutan dari tingkat Mabes Polri hingga Polsek.

Direktif tersebut ditujukan kepada seluruh jajaran Polri, mulai dari Polsek, Polres, Polresta, Polrestabes, Polda, hingga Mabes Polri, dan memuat sejumlah poin yang wajib dilaksanakan guna mendukung implementasi Gerakan Indonesia ASRI secara menyeluruh, terstruktur, dan berkesinambungan. Kebijakan ini merupakan tindak lanjut langsung atas arahan Presiden Republik Indonesia dalam Rapat Koordinasi Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 yang digelar pada 2 Februari 2026.

Sebagai bentuk penguatan pelaksanaan di lapangan, Kapolri menunjuk Irjen Pol. Kalingga Rendra Raharja, S.E., S.I.K., M.H., selaku Kepala Korps Pembinaan Masyarakat (Kakorbinmas) Polri sebagai Ketua Satgas ASRI Polri. Satgas ini bertugas mengoordinasikan, mengendalikan, serta mengawasi pelaksanaan Gerakan Indonesia ASRI agar berjalan efektif, seragam, dan berjenjang di seluruh satuan kewilayahan.

Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir, S.I.K., M.T.C.P., menjelaskan bahwa Gerakan Nasional Indonesia ASRI di lingkungan Polri bukan sekadar kegiatan kebersihan, melainkan bagian dari upaya membangun budaya kerja yang tertib, sehat, dan profesional, sekaligus menghadirkan keteladanan institusi di tengah masyarakat.

“Polri tidak hanya bertugas menjaga keamanan, tetapi juga berkewajiban memberi contoh. Lingkungan kerja yang aman, sehat, bersih, dan indah mencerminkan kedisiplinan serta kesungguhan Polri dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Kadivhumas.

Pelaksanaan Gerakan Indonesia ASRI di tubuh Polri berlandaskan pada berbagai regulasi dan kebijakan strategis, antara lain Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Polri, Peraturan Kapolri Nomor 6 Tahun 2017 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Polri Nomor 4 Tahun 2025, Surat Menteri Lingkungan Hidup tanggal 6 Februari 2026, taklimat Presiden RI pada Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2 Februari 2026, serta arahan Kapolri pada pembukaan Rapat Pimpinan (Rapim) Polri tanggal 10 Februari 2026.

Berdasarkan landasan tersebut, seluruh Kapolda, Kapolrestabes, Kapolresta, Kapolres, hingga Kapolsek diminta untuk mengambil langkah-langkah strategis, termasuk menyusun dan menetapkan kebijakan internal yang mendukung pelaksanaan Gerakan Indonesia ASRI secara konsisten.

Gerakan Indonesia ASRI mencakup empat fokus utama, yaitu Aman (keamanan lingkungan dan ketertiban ruang publik), Sehat (kualitas lingkungan yang mendukung kesehatan), Resik (kebersihan dan pengelolaan lingkungan secara terintegrasi), serta Indah (estetika dan kenyamanan ruang publik).

Sebagai bentuk implementasi konkret, Polri melaksanakan sejumlah kegiatan rutin. Setiap hari kerja, seluruh personel mengikuti kegiatan “Satu Jam Awal Resik”, yakni satu jam sebelum tugas operasional dimulai untuk membersihkan dan menata ruang kerja masing-masing. Selain itu, Polri juga melaksanakan “Korve Mako Terpadu” secara mingguan yang menyasar kebersihan halaman perkantoran, perumahan dinas atau asrama, drainase, hingga penataan instalasi kabel dan lingkungan sekitar.

Tidak hanya berfokus pada internal, Polri juga menggelar kegiatan periodik “Polri Peduli Lingkungan” secara bulanan dengan menyasar fasilitas umum, baik internal maupun eksternal, seperti taman, rumah ibadah, dan ruang publik. Kegiatan ini melibatkan tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, serta warga sekitar sebagai bentuk penguatan kemitraan Polri dengan masyarakat.

Untuk memperkuat pesan gerakan, Polri melakukan branding dan visualisasi Gerakan Indonesia ASRI melalui media digital, dengan menayangkan poster dan materi kampanye melalui media sosial, videotron, serta sarana informasi lainnya tanpa mencetak fisik, tetap menyesuaikan kearifan lokal dan menampilkan identitas ASRI.

Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir menegaskan bahwa seluruh jajaran Polri wajib melaksanakan monitoring, evaluasi, dan pelaporan secara berjenjang atas pelaksanaan Gerakan Indonesia ASRI.

“Gerakan Nasional Indonesia ASRI di lingkungan Polri merupakan langkah nyata mendukung program pemerintah, sekaligus memperkuat kepercayaan publik melalui keteladanan, kedisiplinan, dan pelayanan yang humanis,” pungkasnya.

Dukung Ketahanan Pangan Nasional, SAE Paswangi Lapas Banyuwangi Hasilkan Jagung Berkualitas

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id - Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Paswangi milik Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi kembali membuktikan produktivitasnya sebagai pusat pembinaan kemandirian. Kali ini, lahan hijau tersebut sukses menghasilkan panen jagung melimpah sebagai bagian dari kontribusi nyata bagi kedaulatan pangan.

Kegiatan panen dipimpin langsung oleh Kepala Lapas (Kalapas) Banyuwangi, I Wayan Nurasta Wibawa, Sabtu (21/2). Wayan bersama jajaran dan warga binaan turun langsung ke lahan seluas 7.000 meter persegi untuk memetik hasil jerih payah masa tanam beberapa bulan terakhir.

Wayan menjelaskan bahwa potensi hasil panen kali ini tergolong sangat memuaskan. Estimasi total produksi, yang mencakup biji jagung hingga tebon (batang dan daun untuk pakan ternak), diperkirakan menembus angka 10 ton.

"Hasil panen ini adalah bukti kerja keras. Mulai dari penyiapan lahan, proses penanaman, perawatan rutin, hingga teknik pemanenan, semuanya melibatkan warga binaan secara aktif," ujar Wayan di sela-sela kegiatan panen.

Lebih lanjut, Wayan menegaskan bahwa optimalisasi lahan SAE Paswangi ini merupakan bentuk dukungan penuh Lapas Banyuwangi terhadap program ketahanan pangan nasional yang dicanangkan pemerintah. Hal ini juga menjadi implementasi langsung dari 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.

"Khususnya dalam poin pemberdayaan warga binaan untuk mendukung ketahanan pangan. Kami ingin mereka memiliki keahlian agribisnis yang mumpuni sebagai bekal berharga saat kembali ke masyarakat nanti," tambahnya.

Kegiatan di SAE Paswangi dipastikan tidak berhenti pada komoditas jagung saja. Wayan menyebutkan bahwa pola tanam di area tersebut telah dirancang secara berkelanjutan. Selain jagung, saat ini terdapat komoditas padi dan berbagai jenis sayuran yang sedang dalam masa perawatan dan diproyeksikan akan memasuki masa panen pada tahap selanjutnya.

“Kami upayakan akan terdapat siklus panen berkelanjutan dari berbagai komoditi pertanian maupun perikanan di SAE Paswangi ini,” ungkapnya.

Pihak Lapas berharap produktivitas SAE Paswangi terus terjaga dan meningkat di masa mendatang. Dengan sinergi antara pembinaan dan pemanfaatan lahan yang tepat, SAE Paswangi diharapkan mampu bertransformasi menjadi role model bagi sarana asimilasi di Indonesia yang mampu menyelaraskan fungsi pemasyarakatan dengan kemandirian ekonomi daerah.

Menuju 2029, Demokrat Banyuwangi Gaungkan Kedewasaan Politik

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Ketua DPC Partai Demokrat Banyuwangi, Michael Edy Hariyanto, melontarkan refleksi tajam soal dinamika politik di tengah masyarakat. Melalui video yang diunggah baru-baru ini, ia mengajak publik untuk tidak sekadar menjadi penonton dalam pesta demokrasi, melainkan aktor utama yang menentukan arah masa depan daerah dan bangsa.

Menurut Michael, masih banyak warga yang mengenal politik sebatas rutinitas lima tahunan. Padahal, kata dia, politik adalah instrumen strategis yang berpengaruh langsung terhadap kebijakan, pembangunan, hingga kesejahteraan masyarakat.

“Politik itu bukan hanya soal pemilu. Ini soal bagaimana arah kebijakan ditentukan dan siapa yang diberi mandat untuk menjalankannya,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya kedewasaan politik dalam menentukan pilihan. Jika masyarakat merasa kecewa terhadap figur yang pernah diberi amanah, ia menyarankan agar sikap itu diwujudkan secara rasional di bilik suara.

“Kalau masyarakat tidak senang dengan oknum yang terpilih, ya jangan dipilih lagi. Pilih yang baik, yang peduli pada rakyat. Itu sebenarnya sederhana,” tegasnya.

Michael juga menyoroti relasi timbal balik antara partai politik dan rakyat. Ia menilai perubahan tidak bisa hanya dituntut dari partai, tetapi juga harus lahir dari kesadaran pemilih. Menurutnya, kualitas demokrasi sangat ditentukan oleh kualitas pilihan masyarakat.

“Kalau Demokrat berubah tapi rakyat tidak berubah, itu sama saja omong kosong,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Michael turut menyampaikan pandangan strategis menghadapi Pemilu 2029. Ia menyebut kemenangan sebagai target yang realistis sekaligus bentuk tanggung jawab untuk memperluas ruang pengabdian kepada masyarakat. Namun ia menegaskan, kemenangan bukan tujuan akhir, melainkan sarana untuk menghadirkan kebijakan yang berpihak pada rakyat.

Pernyataan ini sekaligus menjadi sinyal bahwa Demokrat Banyuwangi mulai mengonsolidasikan kekuatan lebih dini. Di sisi lain, ajakan untuk membangun kesadaran politik publik menjadi pesan utama yang ingin ditegaskan: demokrasi yang sehat hanya bisa terwujud jika partai dan rakyat sama-sama berbenah.

error: Content is protected !!