We're open Closes at 5:00 pm

Bulan: Februari 2026

Polri Terbitkan Direktif dan Bentuk Satgas ASRI untuk Pastikan Program Presiden Berjalan Optimal

JAKARTA || Jejak-indonesia.id — Kepolisian Negara Republik Indonesia menegaskan komitmennya dalam mendukung Gerakan Nasional Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI) dengan menerbitkan direktif melalui Surat Telegram Kapolri serta membentuk Satuan Tugas (Satgas) ASRI Polri. Langkah ini dilakukan untuk memastikan program Presiden Republik Indonesia terlaksana secara konsisten dan berkelanjutan dari tingkat Mabes Polri hingga Polsek.

Direktif tersebut ditujukan kepada seluruh jajaran Polri, mulai dari Polsek, Polres, Polresta, Polrestabes, Polda, hingga Mabes Polri, dan memuat sejumlah poin yang wajib dilaksanakan guna mendukung implementasi Gerakan Indonesia ASRI secara menyeluruh, terstruktur, dan berkesinambungan. Kebijakan ini merupakan tindak lanjut langsung atas arahan Presiden Republik Indonesia dalam Rapat Koordinasi Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 yang digelar pada 2 Februari 2026.

Sebagai bentuk penguatan pelaksanaan di lapangan, Kapolri menunjuk Irjen Pol. Kalingga Rendra Raharja, S.E., S.I.K., M.H., selaku Kepala Korps Pembinaan Masyarakat (Kakorbinmas) Polri sebagai Ketua Satgas ASRI Polri. Satgas ini bertugas mengoordinasikan, mengendalikan, serta mengawasi pelaksanaan Gerakan Indonesia ASRI agar berjalan efektif, seragam, dan berjenjang di seluruh satuan kewilayahan.

Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir, S.I.K., M.T.C.P., menjelaskan bahwa Gerakan Nasional Indonesia ASRI di lingkungan Polri bukan sekadar kegiatan kebersihan, melainkan bagian dari upaya membangun budaya kerja yang tertib, sehat, dan profesional, sekaligus menghadirkan keteladanan institusi di tengah masyarakat.

“Polri tidak hanya bertugas menjaga keamanan, tetapi juga berkewajiban memberi contoh. Lingkungan kerja yang aman, sehat, bersih, dan indah mencerminkan kedisiplinan serta kesungguhan Polri dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Kadivhumas.

Pelaksanaan Gerakan Indonesia ASRI di tubuh Polri berlandaskan pada berbagai regulasi dan kebijakan strategis, antara lain Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Polri, Peraturan Kapolri Nomor 6 Tahun 2017 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Polri Nomor 4 Tahun 2025, Surat Menteri Lingkungan Hidup tanggal 6 Februari 2026, taklimat Presiden RI pada Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2 Februari 2026, serta arahan Kapolri pada pembukaan Rapat Pimpinan (Rapim) Polri tanggal 10 Februari 2026.

Berdasarkan landasan tersebut, seluruh Kapolda, Kapolrestabes, Kapolresta, Kapolres, hingga Kapolsek diminta untuk mengambil langkah-langkah strategis, termasuk menyusun dan menetapkan kebijakan internal yang mendukung pelaksanaan Gerakan Indonesia ASRI secara konsisten.

Gerakan Indonesia ASRI mencakup empat fokus utama, yaitu Aman (keamanan lingkungan dan ketertiban ruang publik), Sehat (kualitas lingkungan yang mendukung kesehatan), Resik (kebersihan dan pengelolaan lingkungan secara terintegrasi), serta Indah (estetika dan kenyamanan ruang publik).

Sebagai bentuk implementasi konkret, Polri melaksanakan sejumlah kegiatan rutin. Setiap hari kerja, seluruh personel mengikuti kegiatan “Satu Jam Awal Resik”, yakni satu jam sebelum tugas operasional dimulai untuk membersihkan dan menata ruang kerja masing-masing. Selain itu, Polri juga melaksanakan “Korve Mako Terpadu” secara mingguan yang menyasar kebersihan halaman perkantoran, perumahan dinas atau asrama, drainase, hingga penataan instalasi kabel dan lingkungan sekitar.

Tidak hanya berfokus pada internal, Polri juga menggelar kegiatan periodik “Polri Peduli Lingkungan” secara bulanan dengan menyasar fasilitas umum, baik internal maupun eksternal, seperti taman, rumah ibadah, dan ruang publik. Kegiatan ini melibatkan tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, serta warga sekitar sebagai bentuk penguatan kemitraan Polri dengan masyarakat.

Untuk memperkuat pesan gerakan, Polri melakukan branding dan visualisasi Gerakan Indonesia ASRI melalui media digital, dengan menayangkan poster dan materi kampanye melalui media sosial, videotron, serta sarana informasi lainnya tanpa mencetak fisik, tetap menyesuaikan kearifan lokal dan menampilkan identitas ASRI.

Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir menegaskan bahwa seluruh jajaran Polri wajib melaksanakan monitoring, evaluasi, dan pelaporan secara berjenjang atas pelaksanaan Gerakan Indonesia ASRI.

“Gerakan Nasional Indonesia ASRI di lingkungan Polri merupakan langkah nyata mendukung program pemerintah, sekaligus memperkuat kepercayaan publik melalui keteladanan, kedisiplinan, dan pelayanan yang humanis,” pungkasnya.

Jaga Kekhusyukan Ramadan, Satlantas Polres Pasuruan Gelar Patroli Sahur dan ‘Gugah-Gugah’ Bareng Warga

PASURUAN || Jejak-indonesia.id – Personel Satlantas Polres Pasuruan mengintensifkan patroli subuh demi menjamin keamanan dan keselamatan masyarakat yang tengah menjalankan ibadah sahur. Tak sekadar berkeliling menggunakan mobil patroli, petugas juga membaur dengan kearifan lokal masyarakat setempat.

Pada Sabtu (21/02), Kanit Kamsel Satlantas Polres Pasuruan, Aipda Arifian Miftahul Firdaus, tampak turun langsung bergabung dengan rombongan anak-anak muda di Perum Bumi Aura Persada, Dusun Bekacang, Kelurahan Kolursari, Kecamatan Bangil.
Kolaborasi "Gugah-Gugah Sahur"
Suasana hangat terlihat saat Aipda Arifian mengikuti tradisi "Gugah-Gugah Sahur" (membangunkan sahur) bersama warga sekitar. Dengan penuh semangat, petugas mendampingi pemuda dan anak - anak setempat berkeliling perumahan untuk memastikan warga bangun tepat waktu guna menjalankan ibadah puasa.

"Kegiatan ini merupakan bentuk pendekatan humanis Polri kepada masyarakat. Kami ingin memastikan kehadiran polisi memberikan rasa aman, sekaligus mengapresiasi semangat adek-adek yang melakukan patroli sahur secara positif," ujar Aipda Arifian.

Selain berkeliling membangunkan warga, Satlantas Polres Pasuruan juga melakukan patroli dialogis. Petugas menyempatkan diri berdiskusi dengan salah satu Ketua RT di Perum Bumi Aura Persada untuk memetakan potensi kerawanan wilayah menjelang perayaan idul fitri untuk menekan kriminalitas.

Beberapa poin utama dalam dialog tersebut meliputi Mengingatkan warga untuk tetap waspada terhadap pencurian kendaraan bermotor (curanmor) saat jam rawan sahur.
Mengimbau pemuda agar tidak melakukan aksi balap liar atau penggunaan petasan yang dapat mengganggu ketenangan ibadah.

Mendorong sinergi antara pihak kepolisian dan sistem keamanan lingkungan (Siskamling) perumahan. Langkah proaktif ini diharapkan mampu mewujudkan situasi wilayah Kabupaten Pasuruan, khususnya wilayah Bangil, tetap aman dan kondusif selama bulan suci Ramadan. Masyarakat menyambut baik kehadiran petugas yang dinilai membuat suasana sahur menjadi lebih tertib dan tenang.

Hadir di Ground Breaking Bandara, Kapolda Gorontalo Tegaskan Dukungan Keamanan untuk Embarkasi Haji Penuh

GORONTALO || Jejak-indonesia.id - Kapolda Gorontalo, Irjen Pol. Drs Widodo, S.H, M.H., menghadiri kegiatan Ground breaking pekerjaan perluasan apron dan pembangunan Taxiway dalam rangka mendukung kesiapan Embarkasi Haji penuh Provinsi Gorontalo. Jum’at (20/02/2026).

Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Gubernur Gorontalo, Dr. Ir. H. Gusnar Ismail, M.M., bersama unsur Forkopimda Provinsi Gorontalo, pihak otoritas bandara, Dir Pamobvit Polda Gorontalo serta Kapolres Gorontalo

Ground breaking yang berlangsung di area Bandara tersebut menjadi langkah Strategis dalam meningkatkan kapasitas dan pelayanan penerbangan, khususnya untuk mendukung keberangkatan dan kepulangan jemaah Haji asal Gorontalo secara langsung dari Daerah.

Dalam sambutannya, Kapolda Gorontalo menyampaikan dukungan penuh terhadap pembangunan Infrastruktur ini sebagai wujud sinergi lintas sektor dalam memberikan pelayanan terbaik kepada Masyarakat, khususnya calon jemaah Haji.

“Peningkatan fasilitas bandara ini merupakan langkah maju bagi Provinsi Gorontalo. Dengan adanya perluasan Apron dan pembangunan Taxiway, diharapkan proses embarkasi Haji penuh dapat berjalan lebih Efektif, Aman, dan Lancar,” ujar Kapolda.

Ia juga menegaskan bahwa Polda Gorontalo siap mendukung dari aspek pengamanan serta pengaturan lalu lintas dan mobilitas selama proses pembangunan maupun saat operasional Embarkasi Haji nantinya.

Sementara itu, Gubernur Gorontalo menyampaikan apresiasi atas dimulainya proyek tersebut dan berharap pembangunan dapat berjalan sesuai rencana sehingga Provinsi Gorontalo segera mewujudkan status sebagai embarkasi Haji penuh, yang selama ini menjadi harapan Masyarakat.

Dengan dimulainya proyek ini, Pemerintah Provinsi Gorontalo bersama Forkopimda menunjukkan komitmen kuat dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, khususnya dalam penyelenggaraan Ibadah Haji yang aman, nyaman, dan terintegrasi.

Dukung Program Indonesia ASRI, Kapolda Sulut Pimpin Ratusan Personel Bersihkan Pantai Kawasan Megamas

MANADO || Jejak-indonesia.id - Kepolisian Daerah Sulawesi Utara (Polda Sulut) terus menunjukkan komitmen nyata terhadap kelestarian lingkungan dengan menggelar aksi kerja bakti massal. Ratusan personel turun ke lapangan untuk membersihkan sepanjang pinggiran pantai di Kawasan Megamas, Manado, pada Jumat (20/2/2026) pagi.

​Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolda Sulut Irjen Pol Roycke Harry Langie, didampingi oleh Wakapolda Brigjen Pol Awi Setiyono, serta para pejabat utama polda.

Di tengah suasana khidmat hari kedua bulan suci Ramadan, para personel tampak antusias menyisir area pinggiran pantai dari sampah plastik dan limbah rumah tangga yang terbawa arus.

​Kegiatan ini merupakan langkah konkret Polda Sulut dalam mendukung program Indonesia ASRI yang dicanangkan oleh Presiden Republik Indonesia guna menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

​Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Alamsyah P. Hasibuan mengatakan, pemilihan lokasi di Kawasan Megamas didasari atas statusnya sebagai ikon wisata sekaligus pusat keramaian di Kota Manado.

​"Kegiatan ini adalah bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan, tapi juga kelestarian alam. Meski saat ini memasuki hari kedua Ramadan, semangat anggota tidak surut untuk menyukseskan program Indonesia ASRI," ujar Kombes Pol Alamsyah P. Hasibuan.

Ia berharap kegiatan ini dapat memicu kesadaran kolektif masyarakat dan para pelaku usaha di sekitar pantai untuk lebih disiplin dalam pengelolaan sampah dan menjaga kebersihan lingkungan.

​"Kami berharap kawasan pantai yang menjadi kebanggaan warga Manado ini tetap asri. Kebersihan adalah tanggung jawab kita bersama, terlebih di bulan yang penuh berkah ini," pungkasnya.

Dukungan Politik Buta @FAIQ.TAMBANG: Legitimasi Kejahatan Terhadap Lingkungan Banyuwangi!

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id - Unggahan yang mengungkap dugaan kerusakan lingkungan masif akibat aktivitas tambang emas PT. BSI di Gunung Tumpang Pitu mendapatkan tanggapan yang sangat menyakitkan hati.

Dari akun TikTok @FAIQ.TAMBANG. Alih-alih mengutamakan keprihatinan terhadap bencana lingkungan yang tengah terjadi, akun ini malah memilih untuk mempromosikan loyalitas politik yang buta, bahkan secara tidak langsung memberikan legitimasi pada tindakan yang bisa disebut sebagai "kejahatan terhadap alam".

Dalam komentarnya yang penuh dengan emosi politik, @FAIQ.TAMBANG hanya membual tentang perkembangan Banyuwangi selama masa jabatan mantan Bupati Abdullah Azwar Anas dan mengucapkan "bangga" tanpa berpikir panjang. Alasan "manusia tidak sempurna" yang dia kemukakan sama sekali tidak relevan dan menjadi dalih yang lemah untuk membenarkan kerusakan yang ditimbulkan oleh aktivitas tambang yang tidak bertanggung jawab.

Pengeboman yang dilakukan hampir setiap hari di kawasan yang terletak langsung di pinggir pantai selatan bukanlah hal yang bisa dianggap remeh - ini telah menyebabkan erosi tanah masif, pencemaran perairan dengan logam berat, kerusakan habitat satwa liar, dan ancaman nyata terhadap mata pencaharian ribuan nelayan dan petani lokal yang bergantung pada kelestarian alam.

Sikap @FAIQ.TAMBANG yang hanya melihat sisi "kemajuan" tanpa memperhatikan biaya lingkungan yang harus dibayar adalah bentuk kesalahan pandangan yang sangat berbahaya. Kemajuan yang diraih dengan cara merusak alam bukanlah kemajuan yang sebenarnya - itu hanya menunda bencana dan membebani generasi mendatang dengan masalah yang lebih kompleks.

Dukungan terhadap figur kepemimpinan seharusnya tidak membuat seseorang tuli dan buta terhadap penderitaan alam dan masyarakat yang terkena dampak.

Akun @FAIQ.TAMBANG seharusnya menyadari bahwa prestasi pembangunan yang dia banggakan tidak akan bertahan lama jika dasar kehidupan yaitu lingkungan hidup sudah hancur berkeping-keping. Setiap tindakan yang merusak alam adalah pelanggaran terhadap hak-hak masyarakat dan generasi mendatang.

Alih-alih membela yang tidak pantas dibela, akun ini seharusnya turut mendesak pihak berwenang untuk melakukan investigasi mendalam terhadap dugaan kerusakan lingkungan dan memastikan bahwa perusahaan tambang bertanggung jawab penuh atas segala kerusakan yang ditimbulkan. Tidak ada alasan yang cukup untuk membenarkan pembantaian alam demi nama perkembangan yang semu. (Tim)

error: Content is protected !!