Sorry, we're closed Opens Selasa at 9:00 am

Bulan: Februari 2026

Polda Kalteng Gelar Aksi Bakti Sosial dan Kebersihan di Lokasi Kebakaran Mendawai, Wujud Solidaritas Untuk Indonesia Asri

PALANGKARAYA || Jejak-indonesia.id - Kapolda Kalimantan Tengah (Kalteng) Irjen Pol Iwan Kurniawan, S.IK., M.Si. turun langsung memimpin aksi bakti sosial dan kebersihan di kawasan terdampak kebakaran Komplek Mendawai, Jl. Tjilik Riwut Km.1, Kota Palangka Raya, Jumat (27/02/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam mendukung program strategis Presiden RI, yakni mewujudkan Indonesia Asri.

Dalam aksi tersebut, Polda Kalteng turut menggandeng berbagai organisasi kepemudaan dan komunitas lintas iman, mulai dari Muslim, Hindu, Budha, Kristen, hingga Katolik.

Menariknya, karena kegiatan berlangsung di pagi hari pada bulan Ramadan, Irjen Pol Iwan menginstruksikan anggota Polri khususnya yang beragama non-muslim untuk mengambil peran utama dalam aksi pembersihan sebagai bentuk semangat solidaritas.

"Hari ini, kami melakukan kegiatan program Indonesia Asri ini dengan aksi kebersihan di lokasi terdampak kebakaran," kata Kapolda.

Kapolda menerangkan bahwa selain aksi kebersihan pihaknya turut menyalurkan bantuan sosial (bansos) dan menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga terdampak kebakaran yang terjadi pada 21 Februari lalu.

"Kami turut prihatin atas musibah kebakaran dan menghanguskan pemukiman yang dihuni oleh kurang lebih 23 KK atau sekitar 89 jiwa," ujarnya.

"Kegiatan ini adalah bentuk solidaritas kemanusiaan sekaligus upaya kami untuk mengurangi beban masyarakat yang terdampak melalui bantuan sosial dan pemeriksaan kesehatan. Harapannya, bantuan ini bisa meringankan mereka," tambahnya.

Lebih lanjut, Irjen Iwan menegaskan bahwa esensi dari kegiatan ini bukan sekadar bantuan fisik, melainkan untuk mempererat tali silaturahmi dan persaudaraan di tengah masyarakat Kalimantan Tengah.

"Yang lebih penting adalah bagaimana kita bisa menjalin silaturahmi, kebersamaan, dan persaudaraan di seluruh lapisan masyarakat secara luas," pungkasnya. (adji)

Kapolda Jambi Buka Rakernis Bidpropam 2026, Tekankan Pengawasan Adaptif dan Humanis

JAMBI || Jejak-indonesia.id - Kepolisian Daerah (Polda) Jambi menggelar Pembukaan Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) Tahun Anggaran 2026, pada Jum'at (27/2/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Lantai 3 Gedung Siginjai Polda Jambi ini mengangkat tema “Penguatan Propam Polri Dalam Mengamankan, Mendukung dan Mensukseskan Rencana Kerja Polri dan Pemerintah Tahun 2026.”

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kapolda Jambi, Irjen Pol. Krisno H. Siregar dan dihadiri oleh Wakapolda Jambi Brigjen Pol. B. Ali, S.I.K., S.H., para Pejabat Utama Polda Jambi, para Wakapolres/ta jajaran, para Kasi Propam Polres/ta, para operator SiPropam di lingkungan Polda Jambi serta turut menghadirkan narasumber dari Ombudsman Perwakilan Provinsi Jambi dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Jambi.

Dalam arahannya, Kapolda Jambi menyampaikan bahwa pengawasan internal merupakan pondasi utama dalam mendukung pembangunan institusi Polri dan program pemerintah Tahun Anggaran 2026.

Menurut Kapolda, saat ini pengawasan publik terhadap institusi Polri semakin tinggi, seiring berkembangnya media online yang memungkinkan masyarakat turut berkontribusi dalam fungsi kontrol sosial. Oleh karena itu, Propam Polri dituntut untuk mampu melaksanakan pengawasan yang adaptif terhadap perkembangan zaman.

“Pengawasan yang dilakukan oleh Propam Polri wajib bersifat adaptif, humanis dan berkeadilan,” tegas Kapolda.

Kapolda juga menekankan pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia, khususnya melalui pelatihan bagi personel Propam dalam melakukan pemeriksaan maupun interogasi agar lebih profesional dan sesuai prosedur.

Selain itu, ia mengingatkan agar setiap pelaksanaan tugas selalu memperhatikan aturan dan legitimasi tindakan yang diambil, guna menghindari celah perlawanan terhadap petugas. Dalam penegakan disiplin, Kapolda menegaskan agar penindakan disesuaikan dengan kondisi fisik personel serta menghindari tindakan kekerasan.

“Setiap tindakan kekerasan akan melahirkan kekerasan lain setelahnya. Oleh karena itu, kedepankan pendekatan yang profesional dan proporsional,” pesannya.

Kapolda menambahkan bahwa Propam sebagai satuan kerja yang diberi kewenangan menjaga marwah dan kebersihan institusi Polri harus mampu menjadi teladan dalam sikap, perilaku, dan tindakan yang bersih serta berintegritas.

Sementara itu, melalui Kabid Humas Polda Jambi, Kombes Pol. Erlan Munaji, Kapolda Jambi menyampaikan bahwa Rakernis Bidpropam ini menjadi momentum strategis untuk menyamakan persepsi, memperkuat sinergi pengawasan, serta meningkatkan profesionalisme personel dalam mendukung terwujudnya Polri yang Presisi.

“Melalui Rakernis ini diharapkan seluruh jajaran Propam semakin solid, loyal dan profesional dalam melaksanakan tugas pengawasan internal, sehingga mampu mendukung dan mensukseskan rencana kerja Polri dan Pemerintah Tahun 2026, khususnya di wilayah hukum Polda Jambi,” ujar Kombes Pol. Erlan Munaji.

Kegiatan Rakernis Bidpropam Polda Jambi Tahun 2026 ini diharapkan mampu memberikan dampak positif dalam memperkuat pengawasan internal, meningkatkan kepercayaan publik, serta mewujudkan Polri yang bersih, transparan dan akuntabel.

Siaga Kamtibmas, Kapolda Sulbar Minta Personel Jadi Benteng Keamanan dan Penyejuk Hati Rakyat di Bulan Ramadan

MAMUJU || Jejak-indonesia.id - Sebagai upaya menjaga keamanan dan kenyamanan ibadah selama bulan suci Ramadhan 1447 H, Kepolisian Daerah Sulawesi Barat menggandeng berbagai instansi terkait menggelar apel siaga Kamtibmas, Jumat (27/2/26) di Lapangan Tribrata Mapolda.

Hadir dalam apel tersebut perwakilan pasukan dari berbagai lembaga termasuk TNI-Polri, Basarnaz, Dinas Perhubungan, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Senkom, KBPPP, Kokam, Pemuda Pancasila, dan Banser.

Keikutsertaan mereka menjadi simbol sinergi dan komitmen bersama dalam menjalankan amanah menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Diawal amanatnya, Kapolda Sulbar Irjen Pol. Adi Deriyan Jayamarta, S.I.K., M.H.,
mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa Ramadhan 1447 H, semoga bulan suci ini membawa keberkahan dan pahala bagi semua pihak dalam menjalankan tugas pengabdian.

Ia juga mengajak untuk menjadikan momentum Ramadhan sebagai sarana mempererat silaturahmi dan meningkatkan integritas kerja.

"Keamanan, kenyamanan dan ketertiban masyarakat merupakan fondasi utama kelancaran pembangunan dan aktivitas sosial. Apel siaga hari ini bukan sekadar seremonial, melainkan wujud nyata kesiapsiagaan dan komitmen kita semua untuk menjamin rasa aman bagi seluruh lapisan masyarakat di Provinsi Sulawesi Barat," tutur Kapolda.

Menurut Kapolda, bulan Ramadhan bukan hanya pergantian waktu, melainkan periode di mana ritme sosial masyarakat berubah total. Perubahan aktivitas dari dini hari hingga malam hari membawa konsekuensi pada dinamika kerawanan Kamtibmas.

"Ketika masyarakat beristirahat, kita bekerja. Ketika masyarakat beribadah dengan khusyuk, kitalah yang tetap berjaga. Kita harus menguatkan tekad dalam satu misi mulia dengan menjadi benteng keamanan dan penyejuk hati bagi masyarakat di bualan Ramadan," tegasnya.

Program MBG Disorot, Wali Murid Pertanyakan Kualitas: “Kalau Seperti Ini, Lebih Bergizi Kami Orang Tua yang Siapkan”

PASURUAN || Jejak-indonesia.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digadang-gadang sebagai upaya pemerintah meningkatkan asupan gizi anak sekolah mulai menuai sorotan dari sebagian wali murid penerima manfaat.

Beberapa orang tua mengaku kecewa setelah melihat langsung paket makanan yang diterima anak mereka. Dalam dokumentasi yang beredar, terlihat satu buah jambu, dua potong tempe berbentuk persegi, serta dua potong kecil olahan ayam yang dibungkus plastik sederhana.

Seorang wali murid yang enggan disebutkan namanya menyampaikan penyesalannya.
“Ini bukan kami tidak menghargai niat baik pemerintah. Kami sangat berterima kasih atas perhatian negara terhadap anak-anak. Tapi kalau menunya seperti ini dan disebut memenuhi gizi seimbang, kami jadi bertanya-tanya,” ujarnya.

Ia menambahkan, sebagai orang tua, dirinya merasa mampu menyiapkan makanan yang menurutnya lebih layak dan lebih lengkap kandungan gizinya.
“Kalau seperti ini, terus terang lebih bergizi kami orang tua memberi makan anak kami sendiri,” katanya.

Program MBG sendiri bertujuan membantu pemenuhan kebutuhan gizi siswa, terutama dari keluarga kurang mampu, agar mendukung konsentrasi dan prestasi belajar. Namun, sejumlah wali murid berharap kualitas, variasi, dan transparansi komposisi gizi dari makanan yang dibagikan bisa diperjelas.

“Kalau memang ini sudah sesuai standar gizi, tolong dijelaskan kandungan kalorinya, proteinnya berapa, nilai gizinya apa saja. Supaya kami paham dan tidak salah menilai,” ujar wali murid lainnya.

Sorotan ini menjadi catatan penting bagi pelaksana program agar tidak sekadar mengejar kuantitas distribusi, tetapi juga memastikan kualitas dan standar gizi benar-benar terpenuhi sesuai tujuan awal program.

Wali murid berharap evaluasi dilakukan secara terbuka. “Kami mendukung program pemerintah. Tapi kalau namanya makan bergizi gratis, tentu harapan kami benar-benar bergizi dan layak untuk anak-anak,” pungkasnya.​

400 Siswa Terbaik Lolos Seleksi Terpusat SPMB SMA Kemala Taruna Bhayangkara (KTB) 2026

JAKARTA || Jejak-indonesia.id - SMA Kemala Taruna Bhayangkara (KTB) mengumumkan hasil Nusantara Standard Test (NST) Tahap II dalam rangka Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027. Sebanyak 400 siswa terbaik nasional dinyatakan lolos dan berhak melanjutkan ke Seleksi Terpusat yang akan dilaksanakan pada bulan April 2026.

Dari total 3.000 peserta yang lolos NST Tahap 1, sebanyak 2.644 siswa hadir mengikuti NST Tahap II, mencatat tingkat partisipasi 88,13% dari seluruh Provinsi di Indonesia.

NST Tahap II menguji kompetensi Matematika dan IPA (soal dalam Bahasa Inggris), serta Bahasa Inggris. Perhitungan skor menggunakan pendekatan Item Response Theory (IRT), dengan menghitung berdasarkan tingkat kesulitan soal yang dianalisis dari pola jawaban seluruh populasi peserta. Pendekatan ini memastikan pengukuran kemampuan berlangsung objektif, adaptif, dan presisi.

Penetapan kelulusan dilakukan berdasarkan merit ranking nasional NST Tahap II. Data menunjukkan ketatnya seleksi, dengan skor NST peserta Top 400 berada pada rentang 630 hingga 770, sementara rata-rata nasional 580. Ini menunjukan bahwa peserta yang lolos berada jauh di atas rata-rata nasional. Dari total 2.644 peserta NST Tahap II, hanya sekitar 15,1% yang masuk dalam kategori 5-7 (Baik hingga Luar Biasa) berdasarkan skala prediktif International Baccalaureate (IB), dan kelompok inilah yang kemudian ditetapkan sebagai 400 peserta terbaik nasional.

Ketua Tim SPMB Yayasan Pendidikan Kader Bangsa Indonesia (YPKBI), Dewi Amri menyampaikan, “SPMB SMA KTB bukan sekadar seleksi akademik. Sistem seleksi dirancang transparan, berbasis data, dan meritokrasi. Empat ratus peserta yang lolos merupakan representasi potensi terbaik bangsa yang telah melewati standar akademik tinggi dan evaluasi yang objektif.” Ia menegaskan, “Penetapan berdasarkan NST Tahap II memastikan seleksi tetap adil dan memberi ruang kompetisi yang setara bagi seluruh peserta.”

Sebanyak 400 peserta terbaik berasal dari SMP di 28 provinsi berbeda. Sepuluh provinsi dengan jumlah peserta terbanyak meliputi Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Sumatera Utara, DI Yogyakarta, Banten, Jawa Timur, Bali, Kepulauan Riau, dan Sumatera Selatan. Komposisi peserta Top 400 terdiri dari 251 laki-laki (62,75%) dan 149 perempuan (37,25%). Berdasarkan asal sekolah, peserta berasal dari negeri 44%, swasta (kurikulum nasional) 42,5%, dan swasta (kurikulum internasional) 13,5%. Data ini mencerminkan bahwa capaian tinggi tidak semata ditentukan oleh latar sekolah internasional, melainkan oleh kesiapan akademik dan daya saing individu.

“YPKTB memastikan SMA KTB menjadi ruang seleksi yang adil dan bermartabat. Sistem ini menjaring anak-anak terbaik bangsa tanpa membedakan asal daerah maupun jenis sekolah. Yang dinilai adalah potensi, integritas, dan kapasitas untuk tumbuh menjadi pemimpin masa depan,” ujar Irjen. Pol. Anwar, S.IK., M.Si., Ketua Yayasan Kemala Taruna Bhayangkara (YPKTB) sekaligus Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia. “Kehadiran peserta dari 28 provinsi menegaskan bahwa agenda membangun generasi unggul adalah agenda nasional. SMA KTB hadir sebagai bagian dari ikhtiar strategis menyiapkan kader bangsa yang siap bersaing secara global,” kata Anwar.

Pada tahap selanjutnya, ke-400 peserta akan mengikuti rangkaian seleksi akhir yang mencakup tes akademik lanjutan, IELTS prediction test, pemeriksaan kesehatan (rikkes), tes psikologi dan PMK, uji kesamaptaan jasmani, LGD, serta wawancara orang tua dan siswa.

SPMB SMA KTB 2026 menjadi tahapan penting untuk menjaring calon peserta didik yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap ditempa dalam lingkungan pendidikan berasrama yang menekankan disiplin, karakter, kepemimpinan, serta kesiapan berkiprah di tingkat nasional dan global. SMA KTB, di bawah Yayasan Kemala Taruna Bhayangkara (YPKTB) dengan dukungan Yayasan Pendidikan Kader Bangsa Indonesia (YPKBI), berkomitmen menjaga proses seleksi yang kredibel dan akuntabel, serta menghadirkan ekosistem pembinaan yang kuat bagi putra-putri terbaik bangsa.

error: Content is protected !!