We're open Closes at 5:00 pm

Bulan: Januari 2026

Wakapolri Tegaskan Polri di Bawah Presiden Sah Konstitusi, PP Polri Nyatakan Komitmen Tegak Lurus Jaga Marwah Institusi

JAKARTA || Jejak-indonesia.id — Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., menegaskan bahwa kedudukan Polri di bawah Presiden Republik Indonesia merupakan kondisi ideal yang sah secara konstitusi dan telah memperoleh dukungan politik dari lembaga legislatif.

“Kapolri telah menyampaikan secara tegas di DPR RI bahwa kondisi ideal saat ini adalah Polri berada di bawah Presiden Republik Indonesia, sebagaimana diatur secara sah dalam konstitusi, serta telah mendapatkan dukungan politik dari lembaga legislatif,” tegas Wakapolri di hadapan jajaran Persatuan Purnawirawan (PP) Polri, Pepabri, serta purnawirawan TNI AD, AL, dan AU, dalam pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) VI PP Polri Tahun 2026.

Wakapolri menambahkan, secara konstitusional, yuridis, sosiologis, dan filosofis, posisi Polri berada langsung di bawah kendali Presiden Republik Indonesia, serta mendapat dukungan penuh dari organisasi purnawirawan demi menjaga stabilitas dan marwah institusi.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Pengurus Pusat PP Polri Jenderal Pol (Purn) Drs. H. Bambang Hendarso Danuri, M.M., menegaskan komitmen PP Polri untuk tetap tegak lurus terhadap almamater Kepolisian Negara Republik Indonesia dan menjaga marwah institusi di mata masyarakat.

Ia juga menginstruksikan secara tegas kepada seluruh purnawirawan Polri agar tidak melakukan tindakan yang bersifat mengkhianati atau mencederai nama baik Korps Bhayangkara.

Selain itu, Ketua PP Polri menyampaikan bahwa organisasi PP Polri terus mengalami pertumbuhan signifikan, dengan kepengurusan yang kini mencakup tingkat pusat, 34 daerah, 359 cabang, hingga 1.566 ranting di seluruh Indonesia.

PP Polri juga mencatat pencapaian penting berupa kepemilikan penuh aset strategis Gedung Tribrata dan Hotel Sutasoma, serta penyelesaian seluruh kewajiban administratif dan audit sebagai upaya memperkuat kemandirian dan keberlanjutan organisasi.

Menutup sambutannya, Ketua PP Polri menegaskan kembali doktrin “Sekali Bhayangkara, Tetap Bhayangkara” sebagai landasan pengabdian kepada bangsa dan negara.

Ketua Umum PP Polri Tegaskan Loyalitas Purnawirawan, Wakapolri: Kedudukan Polri di Bawah Presiden Fondasi Strategis

JAKARTA || Jejak-indonesia.id — Ketua Umum Persatuan Purnawirawan (PP) Polri, Jenderal Pol (Purn) Drs. H. Bambang Hendarso Danuri, M.M., menegaskan bahwa PP Polri tetap memiliki komitmen tegak lurus terhadap almamater Kepolisian Negara Republik Indonesia dan menjaga marwah institusi di mata masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum PP Polri juga menyampaikan instruksi tegas agar seluruh purnawirawan Polri tidak melakukan tindakan yang bersifat mengkhianati atau mencederai nama baik Korps Bhayangkara.

Sementara itu, Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., menegaskan bahwa kedudukan Polri yang berada langsung di bawah Presiden Republik Indonesia merupakan posisi strategis dalam memperkuat efektivitas transformasi kelembagaan dan peningkatan kualitas pelayanan publik.

Hal tersebut disampaikan Wakapolri dalam sambutannya saat menghadiri Musyawarah Nasional (Munas) VI Persatuan Purnawirawan (PP) Polri Tahun 2026, yang turut dihadiri para mantan Wakapolri, tokoh senior Polri, serta pimpinan organisasi purnawirawan TNI–Polri.

Dalam kesempatan tersebut, Wakapolri menyampaikan bahwa dukungan terhadap penguatan kedudukan Polri di bawah Presiden disampaikan langsung oleh Ketua Umum PP Polri.

“Dukungan ini menjadi energi besar bagi seluruh jajaran Polri untuk terus melaksanakan transformasi secara menyeluruh. Kedudukan Polri di bawah Presiden merupakan fondasi strategis dalam memperkuat reformasi serta menghadirkan pelayanan publik yang semakin profesional, humanis, dan berkeadilan,” tegas Wakapolri.

Wakapolri menambahkan, Polri berkomitmen penuh menindaklanjuti arahan Presiden melalui penguatan transformasi struktural, kultural, dan instrumental, guna membangun institusi kepolisian yang modern, adaptif, dan dipercaya masyarakat.

“Transformasi Polri bukan sekadar perubahan sistem, tetapi perubahan cara berpikir, bersikap, dan bertindak seluruh personel. Tujuannya satu, menghadirkan Polri yang semakin presisi dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Wakapolri menekankan pentingnya sinergi antara Polri, para purnawirawan, akademisi, serta seluruh elemen bangsa dalam mengawal keberlanjutan transformasi Polri.

Melalui momentum Munas VI PP Polri ini, Wakapolri berharap semangat kebersamaan, pengabdian, dan loyalitas kepada bangsa dan negara terus terjaga, sekaligus memperkuat komitmen Polri dalam mendukung kebijakan nasional serta menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Dengan dukungan seluruh pihak, kami optimistis Polri mampu menghadirkan perubahan nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat, sejalan dengan semangat Transformasi Polri menuju Polri Presisi,” pungkas Wakapolri.

Polresta Banyuwangi Gelar Mayur Kamtibmas dengan Bagikan Sayur Segar Kepada Masyarkat

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Sat Binmas Polresta Banyuwangi bersama Polsek Cluring melaksanakan kegiatan Mayur Kamtibmas sebagai bentuk kepedulian sosial dan upaya mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat. Kegiatan tersebut berlangsung pada Jumat (30/1/2026) pagi, bertempat di pinggir jalan Kampung Dusun Kebonsari, Desa Benculuk, Kecamatan Cluring, Kabupaten Banyuwangi.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kasat Binmas Polresta Banyuwangi, KOMPOL Basori Alwi, S.H., M.H., didampingi Kapolsek Cluring AKP Putu Ardana, S.H., serta diikuti personel Sat Binmas, Bhabinkamtibmas Desa Benculuk, anggota Polsek Cluring, Ketua Bhayangkari Ranting Cluring beserta anggota, Kepala Desa Benculuk, dan ratusan warga masyarakat setempat.

Dalam kegiatan Mayur Kamtibmas tersebut, Polresta Banyuwangi membagikan berbagai kebutuhan pokok dan hasil pertanian kepada warga secara gratis.

Adapun komoditas yang dibagikan meliputi mie instan, aneka sayuran hijau, kacang panjang, pakis, pakcoy, kangkung, tomat, cabai rawit, terong, kelapa, labu siam, timun, tempe, tahu, telur, serta nasi bungkus. Setiap warga yang hadir mendapatkan enam jenis sayuran sesuai ketersediaan.

Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Dr. Rofiq Ripti Himawan, S.I.K., S.H., M.H.., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program Polresta Banyuwangi dalam menjaga kamtibmas serta membangun kedekatan emosional dengan masyarakat.

“Melalui kegiatan Mayur Kamtibmas ini, kami ingin hadir langsung di tengah masyarakat, membantu kebutuhan sehari-hari warga sekaligus menyampaikan pesan-pesan kamtibmas secara humanis,” ujarnya.

Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dan antusias dari masyarakat Desa Benculuk. Selain membantu meringankan kebutuhan warga, kegiatan ini juga menjadi sarana silaturahmi dan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap Polri.

Polresta Banyuwangi berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program yang bermanfaat bagi masyarakat sebagai wujud Polri Presisi yang humanis, responsif, dan dekat dengan rakyat. (***)

Sinergi Green Policing: Kapolda Aceh Pimpin Penanaman 10.000 Bibit Mangrove di Desa Alue Naga

ACAEH || Jejak-indonesia.id — Polda Aceh melaksanakan kegiatan penghijauan dengan menanam 10.000 bibit pohon mangrove di Desa Alue Naga, Kecamatan Syiah Kuala, Kota Banda Aceh, Jumat, 30 Januari 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Green Policing sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap pelestarian ekosistem pesisir.

Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah mengatakan, program Green Policing merupakan wujud nyata komitmen Polda Aceh dalam menjaga keseimbangan lingkungan hidup, khususnya kawasan pesisir yang memiliki peran strategis dalam mitigasi bencana, pencegahan abrasi, serta keberlanjutan kehidupan masyarakat pesisir.

Menurutnya, penanaman mangrove juga merupakan investasi jangka panjang bagi generasi yang akan datang. Mangrove memiliki peran yang sangat strategis dalam menjaga keseimbangan ekosistem pantai, menjadi habitat berbagai biota laut, sekaligus berfungsi sebagai penyerap karbon dan penghasil oksigen bagi kehidupan.

“Green Policing Polda Aceh diawali dengan penanaman 10.000 bibit pohon mangrove. Ke depan, saya akan memerintahkan seluruh Kapolres dan Kapolresta jajaran di Aceh untuk melaksanakan kegiatan serupa,” ujar Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah usai penanaman mangrove tersebut.

Ke depan, Kapolda Aceh akan menginstruksikan kepada seluruh jajaran agar melaksanakan kegiatan serupa di wilayah masing-masing. Apabila setiap satuan mampu menanam minimal 5.000 bibit mangrove, ditambah dengan 10.000 bibit dari Polda Aceh, maka total penanaman dapat mencapai sekitar 125.000 pohon mangrove.

“Tentu kita dapat membayangkan manfaat luar biasa yang akan dihasilkan apabila jumlah pohon yang kita tanam terus bertambah,” ujarnya.

Ia juga mengatakan bahwa program penghijauan Polda Aceh ini tidak hanya difokuskan pada kawasan pesisir, tetapi juga akan dikembangkan melalui program “Sejuta Pohon untuk Masyarakat” yang dilaksanakan secara berkelanjutan di berbagai wilayah Aceh.

Sejalan dengan program tersebut, Polda Aceh juga terus mendorong berbagai inovasi sebagai bagian dari upaya antisipasi dan mitigasi bencana di Aceh. Salah satu terobosan yang telah digagas adalah pemanfaatan tanah lumpur pascabencana banjir untuk direklamasi dan diolah kembali menjadi lahan tanam yang produktif.

“Tanah lumpur yang sebelumnya menjadi sumber permasalahan lingkungan kini dimanfaatkan sebagai media tanam berbagai jenis tanaman bernilai ekonomi, sehingga tidak hanya berfungsi memulihkan lingkungan, tetapi juga membuka peluang dan sumber pendapatan baru bagi masyarakat sekitar,” ungkapnya.

Terakhir, ia mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Dansatbrimob, panitia, serta seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini. Ia berharap apa yang dilakukan hari ini menjadi amal jariah dan membawa manfaat besar bagi lingkungan serta masyarakat Aceh.

“Keberhasilan program ini membutuhkan sinergi dan komitmen bersama antara Polri, pemerintah daerah, akademisi, komunitas lingkungan, mahasiswa, dan masyarakat,” pungkasnya.

Dari Lumpur hingga Air Bersih, Brimob Polda Sumut Terus Hadir Dampingi Warga Pascabencana di Tapanuli Tengah

TAPANULI TENGAH || Jejak-indonesia.id — Satuan Brimob Polda Sumatera Utara terus menunjukkan komitmennya dalam membantu pemulihan masyarakat pascabencana alam di wilayah Tapanuli Tengah. Pada Jumat, 30 Januari 2026, personel Batalyon A Pelopor kembali melaksanakan serangkaian kegiatan kemanusiaan yang difokuskan pada pembersihan rumah warga terdampak serta pemenuhan kebutuhan air bersih.

Kegiatan tersebut melibatkan satu SST personel SAR Batalyon A di bawah pimpinan Iptu Binner Sitorus, S.H., M.H., yang melaksanakan pembersihan material lumpur di rumah milik Ibu Dorlima Pardede sekaligus pembersihan badan jalan di Perumahan Pandan Asri, Desa Aek Tolang, Kecamatan Pandan. Pembersihan dilakukan secara bertahap dan maksimal guna mengangkat sisa lumpur serta puing-puing, sehingga rumah dan akses jalan dapat kembali berfungsi dengan aman bagi masyarakat.

Selain itu, satu SST personel Batalyon A yang dipimpin Iptu Yauwardi, S.H., melaksanakan pembersihan rumah milik Bapak Fateh Butarbutar di Desa Hutanabolon, Kecamatan Tukka. Hingga saat ini, kegiatan tersebut telah memasuki tahap akhir dengan fokus memastikan kondisi rumah kembali bersih, aman, dan layak huni.

Di lokasi berbeda, satu SSR personel SAR Batalyon A yang dipimpin Bripda Rafly Aditya Sugito melaksanakan pendistribusian air bersih menggunakan sarana water treatment di Desa Sibuluan Raya, Kecamatan Pandan. Kehadiran fasilitas pengolahan air tersebut dinilai sangat membantu warga dalam memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari, terutama di tengah keterbatasan pascabencana.

Komandan Batalyon A Pelopor, KOMPOL Mukhtar I. Kadoli, S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari tugas kemanusiaan Polri untuk hadir dan membantu masyarakat dalam situasi darurat maupun pemulihan.
“Brimob tidak hanya hadir dalam aspek pengamanan, tetapi juga berupaya membantu masyarakat agar dapat segera bangkit dan kembali menjalani aktivitas dengan normal,” ujarnya.

error: Content is protected !!