Sorry, we're closed Opens Selasa at 9:00 am

Bulan: Januari 2026

Komitmen Polri dalam Pemulihan Pascabanjir, SD Negeri di Aceh Tamiang Siap Digunakan

TAMIANG || jejakindonesia.id -  Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menunjukkan komitmennya dalam pemulihan pascabencana dengan membantu pembersihan fasilitas pendidikan terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang. Melalui pengerahan personel Korps Brimob, Polri melaksanakan bakti sosial di SD Negeri 1 Karang Baru, Desa Tanjung Karang, Kecamatan Karang Baru.

Kegiatan pembersihan dilakukan untuk memastikan lingkungan sekolah kembali bersih dan layak digunakan setelah terdampak banjir.

Personel Brimob membersihkan ruang kelas, halaman sekolah, serta fasilitas pendukung lainnya agar proses belajar mengajar dapat segera berjalan normal.

Kepala SD Negeri 1 Karang Baru, Neti Suriyah, menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan Polri.
“Kami mengucapkan ribuan terima kasih kepada Bapak Kapolri yang sudah mengirimkan pasukan Brimob ke sekolah kami untuk membantu membersihkan lingkungan sekolah kami,” ujarnya.

Neti menambahkan bahwa langkah cepat tersebut sangat membantu pihak sekolah dalam menyiapkan sarana pendidikan menjelang hari pertama masuk sekolah.
“Sehingga nanti pada tanggal 5 Januari 2026, kami bisa melaksanakan pembelajaran di sekolah kami seperti biasanya,” kata Neti.

Dengan selesainya kegiatan pembersihan, SD Negeri 1 Karang Baru dipastikan siap digunakan untuk kegiatan belajar mengajar pada hari pertama masuk sekolah. Bantuan ini juga memberikan kepastian dan rasa aman bagi guru, siswa, serta orang tua murid.

Aksi kemanusiaan tersebut merupakan bagian dari komitmen Polri dalam membantu pemulihan kehidupan masyarakat pascabencana, khususnya di sektor pendidikan. Sejalan dengan arahan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Polri terus hadir tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga dalam misi kemanusiaan dan sosial di wilayah terdampak bencana.

Respons Cepat Dit Polairud Polda Jatim Selamatkan Dua Anak Terjebak Lumpur di Wisata Kenjeran

KENJERAN || jejakindonesia.id - Personel Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Dit Polairud) Polda Jawa Timur melaksanakan pengamanan dan imbauan di kawasan wisata Pantai Kenjeran, Surabaya.

Dalam kegiatan pengamanan tersebut, personel Dit Polairud Polda Jatim menemukan dua anak yang terjebak di pinggiran Pantai Kenjeran akibat air laut yang surut dan kondisi lumpur yang sangat tebal. Kedua anak tersebut tidak dapat bergerak dan terjebak di tengah lumpur, sehingga membutuhkan pertolongan segera. Melihat kondisi tersebut, personel Dit Polairud yang sedang melaksanakan pengamanan langsung melakukan upaya evakuasi dan berhasil menolong kedua korban dengan selamat. Evakuasi tersebut dilakukan oleh Bharada Nevan, staf Renmin Dit Polairud Polda Jatim.

Kabag Penum Divhumas Polri Kombes Pol Erdi A. Chaniago menyampaikan apresiasi atas kesigapan personel di lapangan. “Kami mengapresiasi langkah cepat dan responsif personel Dit Polairud Polda Jawa Timur yang tidak hanya melakukan pengamanan dan imbauan keselamatan, tetapi juga sigap menolong masyarakat yang membutuhkan bantuan. Ini merupakan wujud nyata kehadiran Polri dalam memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Kombes Pol Erdi juga mengimbau masyarakat dan wisatawan agar selalu mematuhi aturan keselamatan saat beraktivitas di kawasan wisata pantai serta mengikuti arahan petugas demi menghindari kejadian yang dapat membahayakan keselamatan.

Bantuan Alat Berat Kapolri Dukung Pembersihan Lumpur Pasca Banjir di Pidie

PIDIE || jejakindonesia.id - Personel Polres Pidie bersama warga masyarakat melaksanakan kegiatan pembersihan lumpur pasca bencana banjir di Gampong Tanjong, Kecamatan Kembang Tanjong, Kabupaten Pidie. Kegiatan tersebut dilakukan di sejumlah titik terdampak, antara lain halaman Meunasah Gampong Tanjong, lingkungan Kantor Keuchik, penanganan abrasi pada tanggul Sungai Krueng Tiro, serta pembersihan lumpur di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Gampong Tanjong.

Dalam kegiatan tersebut, personel Polres Pidie bersama masyarakat menggunakan alat berat yang merupakan bantuan dari Bapak Kapolri guna mempercepat proses pembersihan material lumpur dan sisa-sisa banjir. Sinergi antara Polri dan masyarakat ini diharapkan dapat membantu mempercepat pemulihan kondisi lingkungan serta aktivitas warga pasca bencana.

Kabag Penum Divhumas Polri Kombes Pol Erdi A. Chaniago menyampaikan bahwa keterlibatan Polri dalam penanganan pasca bencana merupakan bentuk komitmen Polri untuk hadir dan membantu masyarakat yang terdampak. “Polri terus berupaya hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga memberikan bantuan kemanusiaan, termasuk penanganan pasca banjir. Kegiatan pembersihan lumpur ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan dan meringankan beban warga,” ujarnya.

Kombes Pol Erdi juga menegaskan pentingnya kerja sama seluruh pihak dalam menghadapi dampak bencana alam. Ia mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan serta mengikuti arahan petugas demi keselamatan bersama.

Ka Pos Pam RCW Medan Mendapatkan Kejutan Kue dan Ucapan selamat Ulang tahun dari Keluarga

MEDAN || jejakindonesia.id – Suasana penuh keceriaan tergambar hari ini (3/1/2026) di Pos Pam RCW Medan, yang mana Ka Pos Pam RCW Medan Iptu Nizar Nasution mendapat surprise hari ulang tahun dari keluarga tercinta.Sabtu siang

Acara kejutan tersebut diawali dengan kedatangan Istri dan anak - anak dan rombongan dengan membawa kue ulang tahun, disambut hangat oleh Ka Pos Pam RCW Medan Iptu Nizar Nasution yang tidak menyangka bahwa hari ini akan menjadi hari yang istimewa baginya.

Ny Hanaya Nizar Nastion bersama rombongan tak lupa memberikan ucapan selamat ulang tahun kepada Iptu Nizar Nasution sembari mendoakan beliau.

“Selamat ulang tahun, Pak Polisi ! (Ayah) semoga panjang umur, sehat selalu, dan sukses dalam melaksanakan tugas,” ucap Ny Hanaya Nizar Nasution dengan penuh semangat.

Ka Pos Pam RCW Medan Iptu Nizar Nasution yang tak bisa menyembunyikan rasa senangnya atas kejutan tersebut mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada keluarga tercinta “terimakasih banyak Mi, Kak Zi dan Anak Ayah yang gagah dan ganteng,atas kejutan yang luar biasa ini. Ayah sangat bersyukur kita masih diberikan kesehatan, insya Allah kedepannya kita masih diberikan kesehatan, rezeki, dan selalu dalam lindungan Allah Swt.amin". kata Iptu Nizar Nasution

Suasana penuh kehangatan dan keceriaan terasa memenuhi ruangan Pos Pam RCW Medan, semua menikmati kue dan makanan yang tersedia, baik warga sekitar Pos Pam RCW dan abang - abang becak yang mangkal menunggu tumpangannya

Residivis BBM Ilegal Kembali Beraksi, Daeng Aswar Diduga Operasikan Gudang Solar Subsidi di Area Pekuburan Sentosa

MINUT || jejakindonesia.id — Praktik penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis solar kembali mencuat ke permukaan. Nama Daeng Aswar kembali disebut sebagai aktor utama dalam dugaan bisnis ilegal tersebut, meski sebelumnya sempat diproses hukum oleh Polresta Manado pada tahun 2025.

Berdasarkan informasi yang dihimpun awak media, Daeng Aswar pernah tertangkap tangan menampung solar bersubsidi secara ilegal di sebuah gudang yang berlokasi di belakang lorong Fresh Mart Kairagi, Kota Manado. Kasus tersebut sempat ditangani aparat kepolisian, namun hingga kini publik mempertanyakan kelanjutan dan efek jera dari proses hukum tersebut.

Alih-alih menghentikan aktivitasnya, Daeng Aswar diduga kembali membuka lokasi penampungan baru. Kali ini, gudang BBM ilegal tersebut disebut berada di Kompleks Pekuburan Sentosa, Kabupaten Minahasa Utara (Minut), sebuah lokasi yang dinilai strategis untuk menghindari pantauan publik dan aparat.

Lebih jauh, sumber terpercaya menyebutkan bahwa Daeng Aswar mengendalikan puluhan armada truk yang secara sistematis mengisap solar bersubsidi dari sejumlah SPBU di wilayah Kota Manado. Beberapa SPBU yang disebut-sebut menjadi titik operasi antara lain SPBU GPI, SPBU Kombos, SPBU Dendengan, dan SPBU Kairagi.

Awak media berhasil menghubungi Daeng Aswar melalui aplikasi WhatsApp. Dalam pesan singkatnya, Daeng mengakui aktivitas tersebut dengan pernyataan, “Saya baru buka lagi tadi,” tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut.

Pernyataan tersebut bertolak belakang dengan fakta lapangan. Pasalnya, Daeng Aswar diketahui telah menjalankan gudang penampungan solar subsidi di Kompleks Pekuburan Sentosa selama beberapa bulan terakhir. Setiap kali dikonfirmasi sebelumnya, Daeng selalu menghindar dengan alasan sakit dan mengaku tengah menjalani perawatan di rumah sakit.

Fakta ini memunculkan dugaan kuat adanya pembiaran, lemahnya pengawasan, atau bahkan potensi kebocoran penegakan hukum terhadap praktik mafia BBM bersubsidi yang jelas merugikan negara dan masyarakat kecil.

Masyarakat kini mendesak aparat penegak hukum, khususnya Polda Sulawesi Utara, untuk segera turun tangan, melakukan penggerebekan, serta mengusut tuntas jaringan distribusi dan pihak-pihak yang diduga terlibat, termasuk oknum yang mungkin bermain di balik lancarnya operasi ilegal ini.

Jika praktik ini terus dibiarkan, maka subsidi negara yang seharusnya dinikmati rakyat justru akan terus dijarah oleh segelintir mafia BBM tanpa rasa takut terhadap hukum.

 

M**/Tim

error: Content is protected !!