Sorry, we're closed Opens Selasa at 9:00 am

Bulan: Januari 2026

Wakil ketua GWI Kalbar Apresiasi prestasi Kabid Perkim Dan Lingkungan Hidup Kabupaten Ketapang

KALBAR || jejakindonesia.id - Wakil Ketua Gabungan Wartawan Indonesia (GWI), RM Mulyadi, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Kalimantan Barat, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kepala Bidang Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim/LH) Kabupaten Ketapang, Abdul Razak,

atas keberaniannya meluncurkan program pembangunan perumahan dan kawasan permukiman yang dinilai pro rakyat dan terencana dengan baik.
RM Mulyadi menilai program yang digagas Bidang Perkim/LH tersebut telah melalui perencanaan matang dan berbasis data yang akurat.

Dengan konsep pembangunan yang disusun berdasarkan kebutuhan riil masyarakat, setiap program yang dijalankan diharapkan tepat sasaran dan memberikan dampak langsung bagi peningkatan kualitas hidup warga.
Menurut Abdul Razak,

seluruh tahapan pembangunan telah dirumuskan sesuai dengan kajian teknis dan kebutuhan lapangan. Ia menegaskan bahwa tugas dan tanggung jawab yang diembannya merupakan amanah yang harus dijalankan secara profesional,

khususnya dalam merumuskan kebijakan teknis di bidang perumahan dan kawasan permukiman.
“Saya menjalankan tugas dan tanggung jawab sesuai amanah yang diberikan kepada saya, agar setiap kebijakan teknis di bidang perumahan dan kawasan permukiman benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Abdul Razak kepada awak media, Sabtu (03/01/2026).

Diketahui, Abdul Razak merupakan salah satu pejabat teras di Kabupaten Ketapang dan juga menjabat sebagai Dewan Kehormatan dalam struktur organisasi GWI DPD Kalimantan Barat.

Dalam kesempatan tersebut, Abdul Razak menyatakan kesiapan dirinya untuk berpartisipasi dan mendukung kegiatan keorganisasian GWI DPD Kalbar.

Pernyataan tersebut disampaikannya saat dihubungi awak media LiputanKPK.com, sebagai bentuk komitmen sinergi antara pemerintah daerah dan insan pers dalam mendukung pembangunan daerah yang transparan dan berpihak kepada kepentingan masyarakat luas. ( Alfian )

Sumber: GWI Kalbar

Bulan Rajab, Keistimewaan Bulan Haram dan Deretan Peristiwa Besar dalam Sejarah Islam

BANYUWANGI || jejakindonesia.id – Bulan Rajab merupakan salah satu bulan mulia dalam kalender Hijriah yang memiliki kedudukan istimewa dalam ajaran Islam. Rajab termasuk dalam empat bulan haram (suci) yang dimuliakan Allah SWT, sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur’an Surah At-Taubah ayat 36:

اِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللّٰهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِيْ كِتٰبِ اللّٰهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ مِنْهَآ اَرْبَعَةٌ حُرُمٌۗ ذٰلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُ ەۙ فَلَا تَظْلِمُوْا فِيْهِنَّ اَنْفُسَكُمْ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِيْنَ كَاۤفَّةً كَمَا يُقَاتِلُوْنَكُمْ كَاۤفَّةًۗ وَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ مَعَ الْمُتَّقِيْنَ ۝٣٦

Artinya: Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) ketetapan Allah (di Lauh Mahfuz) pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu padanya (empat bulan itu), dan perangilah orang-orang musyrik semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya. Ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bertakwa.

Bulan Rajab yang menempati urutan ketujuh dalam kalender Hijriah menjadi momentum penting bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah, memperbanyak amal saleh, serta menjauhi dosa. Para ulama sepakat bahwa meskipun tidak terdapat dalil khusus yang merinci keutamaan Rajab secara spesifik, kemuliaannya sebagai bulan haram sudah cukup menjadi landasan untuk memperbanyak kebaikan.

*Rajab, Bulan Haram yang Dimuliakan Allah SWT*

Sebagai bulan haram, Rajab sejajar dengan Muharram, Dzulqa’dah, dan Dzulhijjah. Dalam bulan ini, pahala amal kebaikan dilipatgandakan, sementara dosa memiliki konsekuensi yang lebih berat. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan menjaga lisan, perbuatan, serta memperkuat ketakwaan kepada Allah SWT.

Rajab juga dikenal sebagai bulan persiapan spiritual menuju Ramadhan. Tradisi ulama menyebut Rajab sebagai bulan menanam, Sya’ban bulan menyiram, dan Ramadhan bulan memanen pahala.

*Isra Mikraj dan Kewajiban Salat Lima Waktu*

Salah satu peristiwa paling monumental dalam Islam terjadi pada bulan Rajab, yakni peristiwa Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW. Pada malam 27 Rajab, Rasulullah SAW melakukan perjalanan agung dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, lalu naik ke Sidratul Muntaha.

Dalam peristiwa inilah, umat Islam menerima perintah salat lima waktu yang menjadi rukun Islam kedua dan tiang agama. Isra Mikraj menegaskan pentingnya salat sebagai sarana komunikasi langsung antara hamba dan Tuhannya.

Selain itu, pada bulan Rajab tahun 2 Hijriah, Allah SWT juga menurunkan perintah pengalihan kiblat dari Baitul Maqdis ke Ka’bah di Masjidil Haram, yang menjadi simbol kemandirian umat Islam.

*Deretan Peristiwa Besar di Bulan Rajab*

Sejarah Islam mencatat banyak peristiwa penting yang terjadi di bulan Rajab, di antaranya:
▪︎ Hijrah pertama ke Habasyah, ketika para sahabat mencari perlindungan dari kekejaman kaum Quraisy dan disambut Raja Najasyi.
▪︎ Perang Tabuk pada tahun 9 Hijriah, yang memperlihatkan kekuatan dan wibawa umat Islam di hadapan Romawi.
▪︎ Kelahiran Imam Ali bin Abi Thalib pada 13 Rajab, sosok sentral dalam sejarah Islam.
▪︎ Wafatnya Raja Najasyi, penguasa Habasyah yang wafat dalam keadaan muslim.
▪︎ Pembebasan Baitul Maqdis oleh Sultan Shalahuddin Al-Ayyubi pada 27 Rajab 583 Hijriah.
▪︎ Berdirinya Nahdlatul Ulama pada 16 Rajab 1344 Hijriah di Surabaya, sebagai tonggak penting Islam Nusantara.
▪︎ Runtuhnya Khilafah Utsmaniyah pada 28 Rajab 1342 Hijriah, menandai berakhirnya kekhalifahan Islam terakhir.

*Amalan yang Dianjurkan di Bulan Rajab*

Para ulama menganjurkan umat Islam untuk memperbanyak amalan pada bulan Rajab, di antaranya:
▪︎ Memperbanyak istighfar dan taubat kepada Allah SWT
▪︎ Melaksanakan puasa sunah, khususnya puasa di bulan haram
▪︎ Meningkatkan sedekah dan kepedulian sosial
▪︎ Memperbanyak doa dan dzikir, sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Bulan Rajab menjadi pengingat bahwa waktu adalah amanah. Setiap detik yang berlalu dapat menjadi ladang pahala atau justru penyesalan, tergantung bagaimana seorang muslim mengisinya.

Dengan memahami keistimewaan dan peristiwa besar yang terjadi di bulan Rajab, umat Islam diharapkan mampu menjadikannya sebagai momentum kebangkitan spiritual, memperbaiki diri, dan mempersiapkan diri menyambut bulan suci Ramadhan. (rag)

Konfercab PCNU Banyuwangi Tinggal Hitungan Hari, Panitia Pastikan Kesiapan Hampir Rampung

BANYUWANGI || jejakindonesia.id -  Panitia Konferensi Cabang (Konfercab) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Banyuwangi memastikan seluruh persiapan pelaksanaan Konfercab hampir rampung. Agenda lima tahunan NU Banyuwangi itu dijadwalkan berlangsung pada 7 Januari 2026 di Kampus Universitas KH. Mukhtar Syafaatt (UIMSYA) Blokagung, Tegalsari, Banyuwangi.

Ketua Panitia Pelaksana Konfercab PCNU Banyuwangi, Moh. Karyono, menyampaikan bahwa kesiapan panitia telah mencapai 90 persen dan secara teknis siap dilaksanakan.

“Persiapan panitia sudah sekitar 90 persen. Insya Allah seluruh rangkaian Konfercab NU Banyuwangi sudah siap dan bisa dilaksanakan sesuai jadwal,” ujar Moh. Karyono usai rapat koordinasi panitia.

Ia menambahkan, Konfercab kali ini akan dihadiri secara lengkap oleh seluruh unsur struktural NU di Banyuwangi. Seluruh 25 Majelis Wakil Cabang (MWC) NU se-Kabupaten Banyuwangi dipastikan hadir dan mengikuti Konfercab.

“Alhamdulillah, 100 persen MWC NU se-Banyuwangi memastikan hadir. Dari PWNU Jawa Timur juga siap hadir empat orang, sementara dari PBNU tiga orang,” jelasnya, Sabtu (03/01/2026).

Sejumlah tokoh PBNU yang dijadwalkan hadir antara lain KH. Miftah Faqih (Ketua PBNU), Faisal Saimima (Wakil Sekretaris PBNU), serta Gus Aizzudin Abdurrahman dari PBNU. Sedangkan dari PWNU Jatim yang ditugaskan dan akan hadir dalam Konfercab PCNU Kabupaten Banyuwangi Tahun 2026: Dr. KH. Romadlon Chotib, MH. Wakil Rais PWNU, Dr. H. Ahsanul Haq, M.Pd.I. Katib PWNU, KH. Kikin A. Hakim, Ketua PWNU, dan Ir. H. M. Faqih, MSA., Ph.D. Sekretaris PWNU Jawa Timur.

Rapat teknis panitia Konfercab NU Banyuwangi sendiri digelar dengan melibatkan berbagai unsur penting NU dan tuan rumah. Hadir dalam rapat tersebut Rektor UIMSYA Blokagung Dr. KH. Ahmad Munib Syafa'at, Lc., M.E.I., Rais Syuriyah PCNU Banyuwangi KH. Masykur Ali, serta Katib Syuriyah PCNU KH. Ahmad Ghozali. Kehadiran Rais dan Katib Syuriyah disebut sebagai bentuk keseriusan agar seluruh persiapan benar-benar matang.

Selain panitia Konfercab tingkat kabupaten, rapat juga didukung penuh oleh panitia lokal dari Kampus UIMSYA Blokagung sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan.

Dalam sambutannya selaku tuan rumah, KH. Ahmad Munib Syafa’at menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaannya karena Kampus UIMSYA dipercaya menjadi tempat penyelenggaraan Konfercab PCNU Banyuwangi.

“Kami bersyukur dan merasa terhormat atas kehadiran para kiai se-Banyuwangi di Kampus UIMSYA. Ini menjadi kesempatan bagi kami untuk ngalap berkah, dengan penuh keyakinan bahwa di antara doa-doa para kiai yang hadir, ada yang diijabah Allah SWT,” tutur Gus Munib, sapaan akrabnya.

Ia berharap pelaksanaan Konfercab dapat berjalan dengan lancar serta menghasilkan kepemimpinan PCNU Banyuwangi yang amanah.

“Semoga Konfercab NU Banyuwangi berjalan lancar, penuh khidmah, dan mampu melahirkan pemimpin PCNU ke depan yang bertanggung jawab serta amanah dalam mengemban tugas jam’iyyah,” pungkasnya.

Konfercab PCNU Banyuwangi menjadi momentum penting konsolidasi organisasi Nahdlatul Ulama di tingkat cabang, sekaligus forum strategis untuk menentukan arah kepemimpinan NU Banyuwangi lima tahun mendatang.

Masalah Administrasi PJ RT 02/RW 07 Tanjung Mardeka Tidak Kunjung Diselesaikan : Wartawan Pertanyakan Sikap Lurah dan Camat yang Dinilai Abai

Tamalate || jejakindonesia.id – Kisruh administrasi Penjabat Sementara (PJ) RT 02/RW 07 Kelurahan Tanjung Mardeka semakin memanas. Tim wartawan MataElangTV yang diwakili Robby Rambi turun langsung ke kantor kelurahan untuk mempertanyakan kejelasan status PJ RT yang dinilai cacat administrasi dan hingga kini belum ditindaklanjuti.

Dalam kunjungan tersebut, Robby bertemu langsung dengan Lurah Tanjung Mardeka, Armansyah Frenanda S.STP., MAP, untuk meminta klarifikasi mengenai status Charles—pria yang saat ini menjabat sebagai PJ RT 02/RW 07.

Fakta mengejutkan kembali terungkap. Charles ternyata berdomisili di RT 03, bukan di RT 02 tempat ia menjabat. Pengakuan itu direkam melalui video, di mana Charles menyebut bahwa modalnya hanya KTP untuk bisa menjadi PJ RT 02/RW 07. Proses administrasi domisili dan data kependudukannya pun belum selesai diproses hingga sekarang.

Berkas Wartawan Dinyatakan Lolos, Namun Tiba-tiba Dicoret Tanpa Penjelasan

Tidak hanya soal PJ RT 02 yang bermasalah, Robby Rambi juga mengungkap bahwa berkas pencalonannya yang sempat dinyatakan lolos mendadak dicoret, setelah dilaporkan oleh PJ RT 01/RW 07 bernama Bernard.

“Berkas saya itu disimpan dari kantor lurah Tanjung Mardeka. Saya lapor, tapi tidak ada klarifikasi. Mereka bilang data lama saya di RT 02/RW 07, tapi prosesnya tidak transparan dan cenderung memihak,” tegas Robby.

Lurah Akui Ada Calon Terdaftar, Namun Juknis RT Lintas Masih Diperdebatkan

Lurah Armansyah menyampaikan bahwa sudah ada nama yang terdaftar sebagai calon, namun juknis yang memperbolehkan ‘RT lintas’—warga RT lain menjadi ketua di RT berbeda—masih menjadi persoalan yang belum ada titik terangnya.

Namun pernyataan ini justru mempertegas dugaan bahwa proses seleksi calon RT di Tanjung Mardeka tidak berjalan sesuai prinsip administrasi dan aturan dasar kependudukan.

Camat Tamalate Tidak Merespons Laporan

Sebelumnya, wartawan MataElangTV juga telah melaporkan masalah ini melalui pesan kepada Sekretaris Camat Tamalate, Saddam Musna, S.STP., M.Si, namun tidak digubris.
Upaya menemui staf kecamatan pun terkesan dihalangi dengan alasan “proses lama” yang dianggap hanya untuk mengulur waktu.

Desakan Agar Walikota Turun Tangan

Melihat jelasnya cacat administrasi pada PJ RT 02/RW 07 serta dugaan pembiaran dari kelurahan dan kecamatan, Robby Rambi menegaskan bahwa Walikota Makassar perlu menurunkan tim intel lapangan untuk memeriksa kasus ini secara langsung.

“Ada video pengakuan dari PJ RT sendiri. Kalau seperti ini masih dibiarkan, berarti ada yang tidak beres dalam struktur pelayanan di Kelurahan Tanjung Mardeka,” tegasnya.

Kasus ini menjadi potret serius mengenai ketidaktransparanan tata kelola administrasi di tingkat RT, yang seharusnya menjadi garda terdepan pelayanan masyarakat.

---

Penulis: Robby Rambi – MataElangTV

PW-FRN DPC Banyuwangi Apresiasi Pengabdian Kombes Pol. Dr. Rama Samtama Putra: Sosok Pemimpin Humanis, Teladan, dan “Jelmaan Polisi Hoegeng”

BANYUWANGI || jejakindonesia.id — Perkumpulan Wartawan Fast Respon Nusantara (PW-FRN) Counter Opini Polri DPC Kabupaten Banyuwangi menyampaikan apresiasi dan penghormatan setinggi-tingginya kepada Kombes Pol. Dr. Rama Samtama Putra, S.I.K., M.Si., M.H. atas seluruh capaian prestasi dan penghargaan yang berhasil diraih selama menjabat sebagai Kapolresta Banyuwangi.

Apresiasi tersebut disampaikan secara resmi oleh jajaran pengurus DPC PW-FRN Banyuwangi sebagai bentuk pengakuan terhadap dedikasi, integritas, serta keteladanan kepemimpinan Kombes Pol. Dr. Rama yang dinilai telah membawa perubahan positif dan kemajuan signifikan dalam pelayanan kepolisian di wilayah Banyuwangi.

Ketua DPC PW-FRN Banyuwangi, Agus Samiaji, menegaskan bahwa figur Kombes Pol. Dr. Rama bukan sekadar pemimpin institusi, tetapi telah menjadi simbol moral dan etika kepolisian modern.

Menurutnya, Kapolresta Banyuwangi tersebut layak disebut sebagai “jelmaan Polisi Hoegeng”, mengingat sikap tegas, jujur, sederhana, dan keberaniannya dalam menegakkan hukum tanpa pandang bulu.

"Beliau adalah sosok langka. Ketegasan berpadu dengan kehangatan, disiplin seiring dengan kepedulian sosial. Sosok seperti inilah yang dibutuhkan bangsa,” ungkap Agus Samiaji.

Sementara itu, Marta Yofi Winatha, selaku Sekretaris DPC PW-FRN Banyuwangi, menilai Kombes Pol. Dr. Rama sebagai pemimpin yang benar-benar menyatu dengan rakyat.
Ia menyebut bahwa pendekatan humanis yang dilakukan Kapolresta Banyuwangi selama ini telah membangun kepercayaan publik dan menciptakan hubungan harmonis antara Polri dan masyarakat.

"Beliau tidak berjarak dengan rakyat. Kepemimpinan beliau menghadirkan rasa aman, nyaman, dan penuh empati. Inilah contoh pemimpin sejati,” tutur Marta.

Senada dengan itu, Bendahara DPC PW-FRN Banyuwangi, Idham Kholid, menambahkan bahwa Kombes Pol. Dr. Rama merupakan satu-satunya Kapolresta yang menurutnya tak pernah mengenal lelah dalam menjalankan tugas.
Baik siang maupun malam, dalam berbagai kondisi, ia selalu hadir di tengah masyarakat, mengawal stabilitas keamanan serta ketertiban wilayah Banyuwangi.

"Dedikasi beliau luar biasa. Tidak hanya bekerja dari balik meja, tapi turun langsung ke lapangan. Banyuwangi merasakan betul kehadiran kepemimpinan beliau,” kata Idham.

Di akhir pernyataan, seluruh jajaran PW-FRN DPC Banyuwangi menyampaikan ucapan selamat dan doa atas penugasan baru Kombes Pol. Dr. Rama Samtama Putra di Polda Papua sebagai Direktur Reserse Kriminal Khusus (DIRRESKRIMSUS).

"Selamat bertugas di tempat yang baru. Semoga dalam setiap langkah pengabdian senantiasa berada dalam lindungan Allah SWT, diberikan kesehatan, kekuatan, serta keberhasilan. Sampai berjumpa kembali, pemimpin teladan,” tutup Agus Samiaji mewakili keluarga besar PW-FRN Banyuwangi.

Kepergian Kombes Pol. Dr. Rama dari Banyuwangi meninggalkan jejak kepemimpinan yang kuat, keteladanan yang menginspirasi, serta warisan pengabdian yang akan selalu dikenang oleh masyarakat dan seluruh elemen daerah.

error: Content is protected !!