Sorry, we're closed Opens today at 9:00 am

Bulan: Januari 2026

Polres Ngawi Amankan Seorang Tersangka Curas Kabel Sibel yang Beraksi di 53 TKP

NGAWI || jejakindonesia.id – Polres Ngawi Polda Jatim kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Kali ini melalui Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim), Polres Ngawi Polda Jatim berhasil mengungkap kasus pencurian dengan kekerasan (curas) kabel sibel.

Kapolres Ngawi AKBP Charles Pandapotan Tampubolon menjelaskan, kasus ini terjadi pada Selasa, 23 Desember 2025 sekitar pukul 11.30 WIB di area persawahan Dusun Mbeton, Desa Tawun, Kecamatan Kasreman.

"Diketahui pelaku berinisial A.S yang akhirnya berhasil kami amankan ini telah beraksi di 53 lokasi berbeda di wilayah Kabupaten Ngawi," kata AKBP Charles, Selasa (6/1).

Kapolres Ngawi menerangkan, saat dipergoki saksi di gubuk sawah, pelaku sempat berdalih mencari burung.

Namun, ketika hendak melarikan diri, pelaku justru melakukan perlawanan dengan menyerang saksi menggunakan gunting besi, sehingga peristiwa tersebut dikategorikan sebagai pencurian dengan kekerasan.

Saat itu pula Polisi bersama warga berhasil mengamankan pelaku beserta barang bukti berupa sepeda motor, gunting besi, karung, helm, dan potongan kabel sibel.

Kapolres Ngawi juga menegaskan tidak akan memberi ruang bagi pelaku kriminal, terlebih yang menggunakan kekerasan.

"Kami juga mengapresiasi peran aktif masyarakat yang turut serta menjaga Kamtibmas," ungkap AKBP Charles.

Saat ini, tersangka A.S. dijerat Pasal 365 Ayat (1) KUHP dengan ancaman hukuman pidana penjara maksimal 9 tahun. (*)

Resmikan Kantor Polsek Gempol dan Aula Bhayangkari, Kapolres: Polsek Penting Dalam Pelayanan Masyarakat

PASURUAN || jejakindonesia.id — Polres Pasuruan meresmikan renovasi Kantor Polsek Gempol dan Aula Bhayangkari Ranting Gempol, sekaligus pembangunan Polsek Beji, Selasa (6/1/2026).

Peresmian ini menjadi bagian dari komitmen Polri dalam meningkatkan sarana dan prasarana guna menunjang pelayanan kepada masyarakat.

Kegiatan peresmian berlangsung di Kantor Polsek Gempol, Jalan Raya Wonoayu, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, mulai pukul 08.10 hingga 10.00 WIB, dan dihadiri jajaran pimpinan Polres Pasuruan, Bhayangkari, unsur TNI, pemerintah kecamatan, serta kepala desa se-Kecamatan Gempol.

Kapolres Pasuruan AKBP Jazuli Dani Iriawan menegaskan bahwa keberhasilan tugas kepolisian tidak dapat dilepaskan dari peran Polsek sebagai ujung tombak pelayanan di lapangan.

“Kami menyadari sepenuhnya bahwa Polres tidak mungkin dapat bekerja secara optimal tanpa dukungan dan sinergi dari rekan-rekan jajaran di tingkat Polsek,” ujar AKBP Jazuli Dani Iriawan dalam sambutannya.

Selain itu, Kapolres juga menyampaikan apresiasi kepada Bhayangkari atas peran aktifnya dalam mendukung tugas-tugas kepolisian, khususnya dalam pelayanan sosial dan kemasyarakatan.

“Peresmian Aula Bhayangkari hari ini adalah bentuk penghargaan atas dedikasi Bhayangkari yang selama ini turut memperkuat tugas Polri di tengah masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Kapolsek Gempol Kompol Giadi Nugraha dalam laporan pelaksanaannya menjelaskan bahwa renovasi Polsek Gempol dimulai sejak 1 November 2025. Renovasi dilakukan karena sebelumnya Polsek Gempol belum memiliki fasilitas kamar mandi yang memadai, serta kondisi atap kantor Bhayangkari yang mengalami kerusakan cukup parah.

Pembangunan dan renovasi tersebut mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk sahabat-sahabat Polri baik dari wilayah Kecamatan Gempol maupun dari luar daerah, sebagai wujud sinergi dan kepedulian terhadap peningkatan fasilitas pelayanan kepolisian.

Dalam kesempatan itu juga disampaikan bahwa Polsek Gempol menunjukkan komitmen penegakan hukum dengan berhasil mengungkap sejumlah kasus tindak pidana, khususnya dugaan pencurian kendaraan bermotor, sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Kapolres Pasuruan menambahkan, terkait permohonan renovasi dari Polsek jajaran lainnya, pihaknya telah mengoordinasikan dengan Kabaglog Polres Pasuruan agar pengalokasian anggaran dapat dibagi secara proporsional dan merata sesuai kebutuhan.

Kegiatan peresmian diakhiri dengan ramah tamah. Seluruh rangkaian acara berlangsung aman dan kondusif hingga selesai pada pukul 10.00 WIB.

Peresmian ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas sarana kepolisian, tetapi juga memperkuat soliditas internal Polri, sinergi dengan Bhayangkari dan pemerintah setempat, serta menumbuhkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri di Kabupaten Pasuruan.

Optimalkan Lahan SAE, Lapas Banyuwangi Tebar 2.000 Benih Ikan Nila

BANYUWANGI || jejakindonesia.id - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat program pembinaan kemandirian bagi warga binaan. Terbaru, Lapas Banyuwangi melakukan optimalisasi lahan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) yang berlokasi di Kelurahan Pakis dengan menebar 2.000 benih ikan nila pada kolam pembesaran, Selasa (06/01).

Kegiatan penebaran benih ini dipimpin langsung oleh Kepala Seksi Kegiatan Kerja (Kasi Giatja), Priyo Asmanto. Dalam keterangannya, Priyo menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk menghidupkan lahan SAE sebagai pusat pelatihan produktif bagi warga binaan.

Ribuan benih ikan nila tersebut merupakan hasil sinergi antara Lapas Banyuwangi dengan pemerintah daerah, melalui Dinas Perikanan Kabupaten Banyuwangi.

"Sebanyak 2.000 benih ikan nila ini berasal dari bantuan Dinas Perikanan Kabupaten Banyuwangi. Kami sangat mengapresiasi dukungan ini dalam rangka memperkuat sarana edukasi bagi warga binaan," ujar Priyo.

Menurutnya, proses perawatan dan pembesaran ikan nantinya akan dikelola sepenuhnya oleh warga binaan yang sedang menjalani masa asimilasi. Meski demikian, mereka akan tetap berada di bawah pendampingan dan pengawasan ketat dari petugas Lapas guna memastikan program berjalan maksimal hingga masa panen tiba.

“Petugas akan melakukan pendampingan dan pengawasan secara ketat untuk memastikan keberhasilan program ini,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Priyo menyatakan bahwa penebaran benih ini merupakan bentuk nyata komitmen Lapas Banyuwangi dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Selain itu juga sebagai sarana pembinaan narapidana agar memiliki keahlian di bidang perikanan.

"Kegiatan ini juga menjadi bentuk dukungan nyata terhadap 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya pada poin ke-8, yakni mewujudkan kemandirian pangan melalui program pertanian, perikanan, dan peternakan di Lapas dan Rutan dengan memanfaatkan lahan-lahan yang belum tergarap maksimal (idle)," pungkasnya.

Terharu Kisah Abdurrahman PPPK yang Tunaikan Nazar Lari 52 Km, Bupati Ipuk: Cermin Dedikasi ASN

BANYUWANGI || jejakindonesia.id – Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengaku terharu pada Abdurrahman, seorang tukang kebun dan penjaga sekolah, SDN 3 Sepanjang Glenmore, yang menunaikan nazar dengan lari sejauh 52 kilometer, dari GOR Tawangalun Banyuwangi menuju rumahnya di Kecamatan Glenmore, usai menerima SK Pengangkatan PPPK Paruh Waktu.

Abdurrahman yang akrab disapa Cak Dur merupakan salah satu dari 4.888 tenaga honorer, yang resmi diangkat menjadi PPPK Paruh Waktu oleh Pemkab Banyuwangi dan statusnya kini menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).

Pria berusia 45 tahun tersebut menunaikan nazar dengan berlari sejauh 52 kilometer, pada siang hari yang dia tempuh selama 7 jam, usai menerima SK Pengangkatan dari Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani pada 28 Desember 2025 lalu.

"Dari Cak Dur kita belajar tentang dedikasi seorang ASN. Beliau telah bersabar dengan pengabdiannya yang belasan tahun. Nazar yang dipilih juga bukanlah hal yang mudah. Ini bentuk dedikasi seorang ASN," kata Ipuk saat bertemu Abdurrahman di SDN 3 Sepanjang, Kecamatan Glenmore, Senin (5/1/2025).

“Bentuk syukur setiap orang berbeda-beda. Bisa saja Cak Dur memilih nazar yang lebih mudah. Tapi dia memilih jalan yang lebih lebih sulit, lari sejauh 52 kilometer pada siang hari di tengah teriknya matahari.,” kata Ipuk yang turut menyerahkan surat perintah tugas (SPT) pada Abdurrahman.

Ipuk berharap dengan resmi menjadi ASN, Pak Dur semakin semangat menjalankan pekerjaannya. "Semoga Cak Dur tambah semangat bekerja," kata Ipuk.

Ipuk mengatakan PPPK Paruh Waktu merupakan bagian dari ASN daerah. Ia berharap seluruh ASN dapat saling berkolaborasi meningkatkan kualitas pelayanan publik, termasuk di sektor pendidikan.

“Khususnya di SDN 3 Sepanjang, semua ASN bisa bersama-sama meningkatkan kualitas pendidikan sesuai bidang tugasnya masing-masing,” tambahnya

Kepada Ipuk, Abdurrahman mengungkapkan memang hobi lari. Dia sering ikut event lari di sejumlah kota seperti Bali, Jember dan Surabaya. Dalam kesempatan itu Ipuk juga menghadiahkan sepatu lari pada Abdurrahman.

Sementara Abdurrahman berterima kasih kepada Bupati Ipuk yang telah mengangkat ia beserta rekan-rekan honorer se-Banyuwangi sebagai PPPK Banyuwangi. Ia sendiri sangat senang karena pengabdiannya selama 17 tahun berbuah manis dengan pengangkatan sebagai ASN.

“Terima kasih Ibu Bupati yang telah mengangkat kami. Saya tidak menyangka bisa dapat SK. Memang ini yang diharapkan dari dulu,” ujarnya.

Cak Dur menceritakan, ia mendapat kabar akan mendapat SK Pengangkatan, Jumat 26 Desember 2025. Karena rasa senang yang sangat besar, malam sebelum penyerahan SK PPPK Paruh Waktu ia pun mengucap sebuah nazar akan berlari dari Kota Banyuwangi ke rumahnya di Kecamatan Glenmore sejauh 52 KM usai menerima SK.

“Akhirnya nazar itu saya laksanakan tepat setelah mendapatkan SK dari ibu Bupati di hari Minggu, 28 Desember. Setelah memegang SK, saya langsung ganti sepatu dengan sepatu lari dan start dari GOR Tawangalun menuju Glenmore,” ungkapnya.

Berbekal tas yang dipinjam dari temannya, ia berlari menyusuri jalanan yang ramai. Teriknya sinar matahari siang tidak menyurutkan langkahnya untuk menyelesaikan nadzar yang sudah terucap.

“Paling sulit di jalan Sumbersari-Pandan. Jalannya naik turun, banyak tanjakkan. Saya hampir pingsan, tapi ingat dengan nazar, semangat kembali tumbuh. Meski kaki sempat kram tapi saya tahan sampai finish,” tambah Cak Dur.

Ia makin semangat karena di sepanjang jalan banyak warga yang memberikan semangat. Ia juga sempat istirahat untuk menunaikan sholat Duhur. Total 7 jam waktu yang dihabiskan Cak Dur untuk berlari dari GOR Tawangalun–ke rumahnya di area SDN 3 Sepanjang Glenmore.

Cak Dur mengaku kerap mengikuti berbagai event lari di berbagai kota. Puluhan medali sudah menjadi koleksinya dari berbagai event baik di Banyuwangi, Jember, Surabaya dan Bali.

"Pernah ikut maraton juga, jadi finisher. Inshaallah Bulan Januari ini juga saya akan ikut event lari Banyuwangi,” katanya. (*)

Iqbal Reza Nugraha Resmi Pimpin Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jember

BANYUWANGI || jejakindonesia.id – Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengukuhkan pimpinan baru Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI Jember), Iqbal Reza Nugraha yang sebelumnya dijabat oleh Gunawan melalui rangkaian upacara pengukuhan di Kantor BI Jember, Senin (5/1/2026).

Hadir dalam pengukuhan tersebut lima bupati di wilayah Sekar Kijang yang menjadi wilayah tugas Kantor BI Jember yakni Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Bupati Jember Gus Fawait, Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid, Bupati Lumajang Indah Amperawati dan Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo.

Gubernur BI Perry Warjiyo menyampaikan bahwa Iqbal sudah memiliki banyak pengalaman di Jawa Timur sehingga dipilih menjadi Kepala Perwakilan BI yang wilayah kerjanya berada di lima kabupaten tapal kuda. Sebelumnya Iqbal merupakan Kepala Divisi Kantor Perwakilan BI Provinsi Jawa Timur.

“Kami juga menyampikan terima kasih atas kinerja dan dedikasi Pak Gunawan yang luar biasa. telah bersama pemerintah daerah di lima kabupaten manjaga moneter dan ekonomi daerah,” ujar Perry.

Perry mengatakan kantor perwakilan Bank Indonesia di daerah merupakan mitra pemerintah daerah untuk memajukan ekonomi daerah. Ada lima peran pokok BI untuk mewujudkan itu. Pertama pengendalian harga, dimana BI bersama stakeholder terkait di daerah, memiliki peran dalam mengendalikan harga untuk menjaga inflasi.

Kedua memajukan perekonomian dengan berbagai program seperti hilirisasi pertanian, mengembangkan UMKM, hingga mempromosikan daerah untuk mendatangkan investor.

“Ketiga BI melakukan percepatan digitalisasi melalui perluasan penggunaan Qris sebagai alat pembayaran hingga memfasilitasi lahirnya start up di daerah-daerah dengan pelatihan hingga akses permodalan. Keempat pengembangan ekonomi kerakyatan dimana BI memfailitasi perputaran ekonomi yang ada di desa hingga pesantren,” ungkapnya.

“Bapak Ibu Bupati bisa senantiasa berkoordinasi dan bekerjasama dengan BI untuk program-program tersebut,” imbuhnya.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani juga menyampaikan selamat atas pelantikan Iqbal Reza Nugraha sebagai Kepala Bank Indonesia Jember yang baru. Ipuk berharap berbagai kolaborasi yang telah dijalin antara Kantor Perwakilan BI Jember dan Pemkab Banyuwangi bisa terus dilanjutkan baik dengan program-program yang telah berjalan maupun inovasi baru.

“Selama ini Kantor Bank Indonesia Jember telah memberikan banyak pendampingan, pelatihan hingga fasilitasi bagi UMKM dan pelaku usaha di Banyuwangi. Kami sangat berterima kasih atas peran BI tersebut,” pungkas Ipuk. (*)

error: Content is protected !!