We're open Closes at 5:00 pm

Bulan: Januari 2026

Relevansi Negarakertagama Dalam Pemahaman Dan Penalaran Spiritual Bangsa Indonesia

Jejakindonesia.id || Empu Prananca adalah penulis Kitab Negarakertagama yang mengurai sejarah dan kebudayaan Kerajaan, agama serta siatem pemerintahan dari kerajaan Majapahit pada tahun1365 semasa pemerintah Hayam Wuruk. Kitab ini juga menjadi contoh karya sastra Jawa kuno yang cukup dikenal dan menjadi acuan sejarah suku bangsa Nusantara yang pernah berjaya.

Kitab Negarakertagama terdiri dari 98 pupuh (bagian) tertulus dalam bahasa Jawa kuno yang juga nerekam hubungan negara Majapahit dengan negara-negara yang ada Asia Tenggara pada masa itu. Juga tentang struktur pemerintahan Majapahi. Lalu ideologi negara Majapahit yang dusebut Tri Dharms atau tiga kewajiban yang meliputi kewajiban kepada Tuhan, raja dan rakyat.

Sebagai karya sastra, Kitab Negarakertagama menggambarkan kehidupan dan kebudayaan Majapahit pada kusan abad ke-14 sebagai sebuah negara yang ideal, masyarakatnya sejahtera dan kebudayaan hidup semarak mewarnai jagat Nusantara.

Pemeribtagan Kerajaan Mahapahit digambarkan sebagai negara yang adil dan makmur, tidak ada catatan tentang prorltes dan unjuk rasa sepanjang sejarahnya. Dan berdaulat dengan kekuasaan yang solud dan kuat tidak tergantung atau bisa didekte oleh negara lain. Masyaeakatnya pun hidup dalam tatanan yang harmoni dalam kedamaian yang menyenangkan, sehingga acap diharap oleh banyak orang Indonesia sejarang dapat menjadi contoh, sekiranya tudak bisa diulang untuk dilakujan oleh negara Indonesia sekarang. Setidaknya, menurut sejumlah peneluti pada masa itu para pekerja setiap dapat memperoleh penghasilan minimal Rp 40 juta per bulan. Artinya, bisa 10 kali lipat upah rata-rata kaum buruh Indonesia buru yang mssih dipatok dengan UMR (Upah Minimum Regional) dalam bilangan nyata bisa menutupi 80 persen biaya hidup yang sudah terbilang minimum itu.

Raja Hayam Wuruk jadi sangat terkebal yang sandat adil, bijaksana, memberi inspirasi seperti keoada sejumlah Empu dan pujangga beraton untuk berkarya dengan subsidi dan dikungan dari pihak keraton, sehingga tidak sampai keleleran seperti penulis di Indonesia pada hari ini yang hidup seperti kerakap di atas batu : mati segan hidup pun ofah-ogahan.

Emou Orapanca juga diakui sebagai sastrawan Jawa yang bisa hidup lebih nyaban dari sastrawan Indonesia dari negeri manapun di negeri ini yang sudah merdeka dan lebih nodern dari kondisi dan sutuasi pada masa 600 tahun yang lalu itu. Jadi untuk yang percata pada siklus perubahan besar setiap 7 avad, maka bila mengacu pada masa jejayaan Mahapahit ini, maka saatnya sekarang oerubahan besar itu ajan terjadi, tentu saja sedang berprises menuju perubahan besar seperti yang ditunjukkan oleh gonjang-ganjing yang terjadi di Indonesia sampai hari ini tidak kunjung berhenti.

Kahirnya Kutab Negarakertagama jelas dititahkan oleh Hayam Wuruk untuk ditulis oleh Empu Prapanca untuk menggambarkan keagungan, kebesaran dan kerajaan Majapahit, yang acap foimoikan juga oleh para sastrawan maupun penulis di Indonesia sampai sekarang ini. Karena itu, Kitab Negarakertagama dipersembahkan Emou Prapanca kepada Raha Hayam Wuruk yang sangat agung saat meneribtah di Kerajaan Majapahit. Jadi legasi untuk menandai suatu prestasi pada 600 tahun lalu itu sudah lebih beradab dari apa yang dilakukan manusia pada hari ini, seperti membuat monumen tang tidak kebih bernilai sakral dan religius dari artefak atau batu tulis pada ratusan tahun silam itu.

Syahdan, konsep yang diuraikan oleh Emou Prapanca dalam sistem Ngarajertagana adalah sosok raja sebagai pemimpin, lalu ada Dewan Penasehat Raja, semacam Dewan Pertinbangan Agung yang pernah dimiliki Indosesia dalam beberaia periode rezim penguasa pada masa lalu yang kini mulai mencuat kembali untuk diisi okeh para negarawan, tokoh agama serta spiritualis yang mampu mengarahkan untuk membangun tidak hanya dalam dimensi materialistis, tapi juga harus lebih lebih kental bernilai spiritualistis.

Dalam upaya mengulik konsepsi Negarakertagama dakam perspektif spirtual yang semakin menjadi tren pilihan kaum milineal masa kini -- setelah suntuk dan penat melayang di jafat onlibe berbasis internet -- wilayah jelajah spiritual yang semakin terbuka luas dan bebas dijelajahi memang menjadi pilihan elaternatif terbaik untuk tidak ikut terjebak dalam kompetisi duniawi yang lebih dominan menyesatkan itu. Maka itu menjadi sangat relevan mengulik kejayaan suju bangsa nusantara untuk menjadi bahan telaah dan referensi agar mampu melakukan lompatan lebih jauh memhawa kemajuan bagi seluruh bangsa Indonesia yang berasal dari berbagai negeri di nusantara ini memasuki masa depan yang lebih baik, lebih beradab, lebih adil dan lebih sejartera dari kondisi yang menders rakyat Indonesia pada hari ini.

Keagungan Kerajaan Mahapahit yang tercarat dalam Negarakertagama diantaranya adalah kekuasaan yang sangat luas, meliouti sekuruh wilayah Indonesia yabg ada sekarang hingga Malaysia danFiliphina. Tentang kekayaan dan kemakmuran hingga Majapahit menjadi pusat perdagangan dan ekonomi dengan akses jalur perdagang laut yang strategis dan sumber daya alam yang melimpah seperti yang diwarisi oleh Indonesia sekarang.

Kecuali itu, Majapahit menjadi pusat kebudayaan dan lahan persemaian seni, sastra dan seni arsitektur yang luar biasa. Bahkan agama dan spiritualitas yang ditandai dengan temkat peribadatan, monumen yang dibangun pada masa masa Majapahit berjaya di Nusantara. Bahkan sistenm pemerintahan Mahaiahit yang kuat dan efektif dengan sdminustrasi yang terirganusir rapi dan birokrasi yang efisien. Tentu saja semua itu menurut Empu Prapanca karena adanya sidat dan sihap dari model kepemimpinan yang bijak dan kuat serta solid, tidak tergiyahkan oleh siapapun. Hibgga Majapahit mampu mencapai ouncak kejayaannya bersama rakyat.

Psda masa yang sama -- kusaran sbad ke-14 hibgga 15 juga ada Empu Tantular, Empu Sedah dan Empu Dhoho. Karya Empu Tantular adalah "Arjuuna Wiwaha" dan "Surasoma". Karya Empu Sedah diantaranya adalah "Bharata Yudha", Dan karya Dhoho adalah "Smara Dhahana". Krvuali Sebagai Empu, penulis sastra , juga menjadi penasehat raja dalam urusan pemerintah dan kebudayaan. Karena itu, para Empu menjadi pengajar dan penelliti dan mengembangkan ilmu, pengetahuan dan agama serta kebudayaan. Untuk peran dan fungsi dari para empu ini memperoleh fasilitas yang cukup dan terjamin dari pihak kerajaan. Oleh karena itu menjadi miris dan getir, dalam pemerintahan yang lebih modern seperti Reoublik Indonesia -- yang merangkum semua itiritas dan kekuasaan serta jekayaan milik kerajaan yang ada di Nusantara, tapi realitas yang terjadi justru mengabaikan oeran dan fungsi para empu -- atau penulis di Indonesia -- sugguh terkesan tidak memiliki harga apa-apa. Sehingga bokeh mati dan punah tanpa batu nisan. Apalagi untuk sebuah penghargaan.

Itulah sedungguhnya azab peradaban yang harus ditanggung oleh rezim penguasa sejak republik Indonesia dibangun dari himpunan seluruh kerajaan yang ada di Indonesia, lalu disatukan menjadi NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) yang kini sedang menghadapi keambrukan budaya yang parah, abai pada etika, moral serta akhlak mulia manusia hingga seharah dari para oemiliki negeri ini, yaitu ketaton dan masyarakat adat.

Banten, 7 Januari 2026

LSM M-BARA Ingatkan Pemkab Pasuruan Lebih Selektif Tetapkan Lahan Sawah LSD dan LP2B

PASURUAN || jejakindonesia.id – Lembaga Swadaya Masyarakat Membangun Bersama Rakyat (LSM M-BARA) mengingatkan Pemerintah Kabupaten Pasuruan, khususnya Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, agar lebih selektif dan transparan dalam menetapkan status lahan sawah yang masuk kategori Lahan Sawah Dilindungi (LSD) maupun Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).

Humas LSM M-BARA, Socheb Aschab, menegaskan bahwa penetapan tata ruang lahan harus benar-benar mempertimbangkan potensi dan peruntukan wilayah secara objektif. Menurutnya, pemerintah daerah perlu membedakan secara jelas mana lahan yang memang memiliki potensi kuat sebagai lahan sawah produktif dan mana yang lebih tepat dikembangkan sebagai kawasan permukiman.

“Pemkab harus selektif dalam menentukan lahan sawah. Jangan sampai lahan yang sebenarnya tidak lagi potensial untuk pertanian justru ditetapkan sebagai LSD atau LP2B, sementara kebutuhan permukiman masyarakat terus meningkat,” ujar Socheb, Jumat (9/1/2026).

Ia juga menyoroti minimnya informasi yang diterima masyarakat terkait status tata ruang lahan milik mereka. Banyak warga, kata Socheb, baru mengetahui bahwa lahannya berstatus LSD atau LP2B ketika mengurus sertifikat di Badan Pertanahan Nasional (BPN).

“Ini yang menjadi persoalan serius. Masyarakat tidak mengetahui status tata ruang lahannya sejak awal. Mereka baru sadar ketika proses sertifikasi, dan akhirnya merasa dirugikan karena keterbatasan pemanfaatan lahan,” jelasnya.

Atas kondisi tersebut, LSM M-BARA mendesak pemerintah daerah melalui dinas terkait untuk melakukan sosialisasi secara masif dan terbuka kepada masyarakat. Sosialisasi dinilai penting agar warga memahami status lahan, aturan tata ruang, serta konsekuensi hukum dan pemanfaatannya.

“Kami mengingatkan Pemkab Pasuruan, dinas terkait harus aktif memberikan pemahaman kepada masyarakat agar mereka mengerti tata ruang dan tidak merasa dibatasi secara sepihak,” tegas Humas LSM M-BARA Socheb

Meski demikian, Socheb Aschab menegaskan pihaknya memahami bahwa Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menata dan mengendalikan pemanfaatan ruang. Namun, ia menekankan bahwa proses penyusunan maupun revisi RTRW harus dilakukan secara bijak dan berpihak pada kepentingan masyarakat. Dengan hal tersebut, dalam waktu dekat akan mengadakan Audiensi ke Dinas Pertanian dan Ketahanan pangan.

“RT/RW adalah instrumen penting, tapi dalam proses penyusunan maupun revisinya harus benar-benar bermanfaat bagi masyarakat Kabupaten Pasuruan, bukan justru menimbulkan polemik dan kebingungan di lapangan dan kami dalam waktu dekat akan mengadakan audisi,” pungkasnya.​

Danrem 083/Baladika Jaya: Kepedulian Sosial Adalah Jalan Keberkahan dan Kekuatan Bangsa

PASURUAN || Jejakindonesia.id - Kegiatan bakti sosial dan santunan anak yatim yang digelar di Desa Prodo, Dusun Gendol, Kecamatan Winogan Pasuruan, pada Jum'at malam (9/1/2026), berlangsung khidmat dan penuh kehangatan. Acara tersebut dihadiri langsung oleh Danrem 083/Baladika Jaya beserta jajaran, unsur Forkopimka, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta puluhan anak yatim penerima santunan

Dalam sambutannya, Danrem 083/Baladika Jaya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan sosial yang sarat nilai kemanusiaan tersebut. Ia menegaskan bahwa hujan rintik yang turun sejak siang hingga malam hari bukan sekadar fenomena alam, melainkan pertanda rahmat dan keberkahan dari Allah SWT atas niat baik yang dilakukan bersama.

“Ini bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi wujud kepedulian dan ikhtiar bersama untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya anak-anak yatim,” ujarnya.

Danrem juga menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan kehadirannya akibat padatnya agenda tugas sejak pagi hari, termasuk kegiatan di Kodam V/Brawijaya.

Dalam kesempatan tersebut, ia turut menyinggung capaian strategis TNI AD dalam mendukung ketahanan pangan nasional yang membuahkan hasil signifikan, di mana Indonesia berhasil mencapai swasembada pangan lebih cepat dari target nasional.

Lebih menyentuh, Danrem mengungkapkan kisah pribadinya sebagai anak yatim sejak usia sebelas tahun. Pengalaman hidup tersebut, menurutnya, menjadi pelajaran berharga tentang kesabaran, keteguhan, dan semangat pantang menyerah.

“Saya ingin adik-adik semua tahu, kalian tidak sendiri. Teruslah belajar, berdoa, dan berjuang. Masa depan yang baik akan selalu terbuka bagi mereka yang tidak menyerah,” pesannya penuh haru.

Ia menegaskan bahwa kegiatan santunan anak yatim merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap bulan, sebagai bentuk komitmen pribadi dan institusi untuk terus menebar manfaat. Tidak harus besar atau mewah, menurutnya, kepedulian sekecil apa pun memiliki arti yang sangat besar bagi sesama.

“Sebagaimana pesan luhur yang selalu kita dengar, sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya,” pungkasnya.

Sementara itu, selaku tuan rumah, Gus Khoirun Nidhom menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kehadiran Danrem 083/Baladika Jaya beserta jajaran, Dandim 0819/Pasuruan, unsur kepolisian, pemerintah desa, serta para ulama dan tokoh masyarakat.

Ia menilai kegiatan bakti sosial dan santunan anak yatim tersebut sebagai momentum bersejarah bagi warga Desa Prodo, karena untuk pertama kalinya kegiatan sosial berskala besar dan penuh kebersamaan dilaksanakan di wilayah tersebut.

“Ini bukan sekadar kegiatan santunan, tetapi momentum kebersamaan, kepedulian, dan kasih sayang yang insyaAllah menjadi wasilah turunnya rahmat Allah SWT bagi desa kami,” ungkapnya.

Gus Khoirun Nidhom juga mengisahkan awal mula terselenggaranya kegiatan tersebut, yang bermula dari silaturahmi dengan Danrem 083/Baladika Jaya.

Meski memiliki agenda penting, Danrem berkenan meluangkan waktu untuk mendengarkan aspirasi dan niat menghadirkan kegiatan sosial bagi anak-anak yatim di desa tersebut.

“Sikap rendah hati dan ketulusan beliau sangat menyentuh kami. Ini menunjukkan bahwa kepedulian kepada anak yatim benar-benar lahir dari hati, bukan sekadar program,” tuturnya.

Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada satu momentum saja, melainkan menjadi awal dari tradisi kebaikan yang berkelanjutan dan menginspirasi banyak pihak untuk turut berbagi.

“Semoga apa yang diberikan malam ini dicatat sebagai amal ibadah, dan anak-anak yatim yang hadir kelak tumbuh menjadi generasi yang saleh, sukses, dan bermanfaat bagi agama, bangsa, dan negara,” tutupnya.

 

(RED)

Polri Salurkan Bantuan Sembako untuk Warga Terdampak Banjir Bandang di Gurun Laweh

PADANG || jejakindonesia.id — Kepolisian Negara Republik Indonesia terus menunjukkan kepedulian kepada masyarakat yang terdampak bencana alam. Pada Jumat, (9/1), Polri menyalurkan bantuan sosial berupa paket sembako kepada warga terdampak banjir bandang di RT 002 RW 002, Kelurahan Gurun Laweh, Kecamatan Nanggalo.

Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Bhabinkamtibmas Kelurahan Gurun Laweh, Aipda Hendri Hartono, S.H., bersama personel Biro Logistik Polda Sumatera Barat yang dipimpin AKP Suyanto, S.H.

Bantuan diserahkan secara langsung kepada masyarakat sebagai wujud nyata kehadiran Polri di tengah warga yang sedang mengalami musibah.

Kabag Penum Divhumas Polri Kombes Pol Erdi A. Chaniago mengatakan bahwa kegiatan bantuan sosial ini merupakan bagian dari komitmen Polri untuk selalu hadir membantu masyarakat, khususnya saat menghadapi situasi darurat akibat bencana alam.

“Polri tidak hanya hadir dalam tugas penegakan hukum, tetapi juga memiliki tanggung jawab kemanusiaan. Melalui penyaluran bantuan ini, kami berharap dapat meringankan beban masyarakat terdampak sekaligus memastikan mereka merasa tidak sendirian dalam menghadapi musibah,” ujar Kombes Pol Erdi A. Chaniago.

Ia menambahkan, kehadiran personel Polri di lapangan juga bertujuan untuk menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif serta memperkuat hubungan antara Polri dan masyarakat.
“Solidaritas dan

kebersamaan menjadi kunci dalam proses pemulihan pascabencana. Polri akan terus bersinergi dengan seluruh pihak untuk membantu masyarakat bangkit,” tambahnya.

Seluruh rangkaian kegiatan penyaluran bantuan berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Warga setempat menyambut baik kehadiran Polri dan mengapresiasi bantuan sembako yang dinilai sangat membantu memenuhi kebutuhan dasar pascabencana.

Panitia Natal TNI dan Polri Gelar Bakti Sosial Donor Darah di PMI Surabaya

SURABAYA || jejakindonesia.id – Panitia Natal TNI dan Polri menggelar kegiatan Bakti Sosial donor darah yang dilaksanakan di Kantor PMI Cabang Surabaya, Jalan Embong Ploso No. 7–15, Surabaya, Kamis (8/1/2026).

Kegiatan kemanusiaan ini merupakan rangkaian peringatan Natal Tahun 2025, diikuti ratusan peserta dari unsur TNI, Polri dan ASN serta warga masyarakat.

Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Pol Jules Abraham Abast mengatakan kegiatan tersebut sebagai wujud kepedulian sosial dan sinergitas lintas institusi dalam membantu sesama, khususnya pemenuhan stok darah di wilayah Jawa Timur.

Kombes Pol Jules Abraham Abast juga mengatakan, kegiatan donor darah ini menjadi bagian dari rangkaian perayaan Natal yang tidak hanya bersifat seremonial, namun juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Bakti sosial donor darah ini merupakan bentuk kepedulian dan pengabdian TNI–Polri–ASN kepada masyarakat. Setetes darah yang disumbangkan sangat berarti bagi keselamatan dan kesehatan sesama,” kata Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga mencerminkan soliditas serta kebersamaan TNI, Polri, ASN, dan masyarakat dalam semangat Natal yang penuh kasih dan kepedulian.

“Kami berharap melalui kegiatan ini, semangat toleransi, persaudaraan, dan kemanusiaan terus terjaga serta semakin memperkuat sinergi lintas sektor di Jawa Timur,”ungkap Kombes Abast.

Dalam kegiatan tersebut tercatat sebanyak 355 peserta yang terdiri dari 205 personel TNI AL, 50 personel TNI AD, 25 personel TNI AU, dan 75 personel Polri.

Secara keseluruhan, kegiatan Bakti Sosial donor darah Natal TNI–Polri–ASN dan Masyarakat Jawa Timur Tahun 2025 berjalan dengan tertib, aman, dan lancar, serta mendapat apresiasi dari PMI Surabaya atas kontribusi nyata dalam mendukung ketersediaan stok darah. (*)

error: Content is protected !!