We're open Closes at 5:00 pm

Bulan: Januari 2026

Kapolresta Banyuwangi Ajak Masyarakat Jaga Budaya dan Keamanan Daerah Usai Pelepasan Kapolresta Lama

BANYUWANGI || jejakindonesia.id — Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol. Dr. Rofiq Ripto Himawan, S.I.K., S.H., M.H. menyampaikan pesan mendalam terkait pentingnya budaya, etos, dan peran serta masyarakat dalam menjaga keamanan dan nama baik daerah, usai menghantarkan pelepasan Kapolresta Banyuwangi sebelumnya, Kombes Pol. Dr. Rama Samtama Putra, S.I.K., M.Si., M.H.

Dalam keterangannya, Kombes Pol. Rofiq menegaskan bahwa Banyuwangi memiliki etos dan budaya yang sangat kuat, khususnya dalam menjaga nama baik daerah. Menurutnya, nilai-nilai tersebut merupakan kekuatan besar yang harus terus dirawat dan dijaga bersama, karena budaya bukan sekadar kebiasaan turun-temurun, melainkan ringkasan dari cipta, karya, dan karsa masyarakat itu sendiri.

“Etos masyarakat Banyuwangi sangat tinggi dalam menjaga nama baik. Dengan budaya yang luar biasa ini, saya berharap Banyuwangi bisa menjadi contoh, menjadi role model di Pulau Jawa, bahkan bisa dicontoh oleh daerah-daerah lain,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa budaya yang baik lahir dari proses panjang dan akan membentuk kebiasaan positif dalam kehidupan bermasyarakat. Oleh karena itu, budaya-budaya baik yang sudah ada harus terus dilanjutkan dan dipelihara. Apabila terdapat perilaku yang dirasa kurang selaras dengan nilai budaya setempat, Kombes Pol. Rofiq mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berani melakukan perubahan agar tetap sejalan dengan karakter dan jati diri Banyuwangi.

“Ayo kita teruskan budaya baiknya, kita jaga bersama. Kalau ada yang kurang pas dan bertentangan dengan nilai budaya, mari kita ubah agar selaras dengan budaya yang ada,” tegasnya.

Lebih lanjut, Kapolresta Banyuwangi menekankan bahwa menjaga Banyuwangi tidak mungkin hanya dibebankan kepada institusi kepolisian semata. Menurutnya, keamanan dan ketertiban akan terwujud secara optimal apabila seluruh masyarakat ikut berperan aktif, minimal dengan menjadi “polisi bagi dirinya sendiri”.

Ia mengingatkan bahwa gagasan tersebut sebenarnya telah digaungkan sejak era reformasi, yakni konsep bahwa semangat dan nilai-nilai kepolisian harus hidup di dalam jiwa setiap warga negara. Dengan kesadaran tersebut, masyarakat diharapkan mampu menjaga perilaku, menaati aturan, serta berkontribusi langsung dalam menciptakan lingkungan yang aman dan tertib.

“Tidak mungkin Banyuwangi dijaga hanya oleh polisi. Saya berharap masyarakat Banyuwangi bisa menjadi polisi untuk dirinya sendiri. Jika itu bisa dilaksanakan, maka kami di kepolisian hanya tinggal mengakselerasikan program-program di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Menurut Kombes Pol. Rofiq, sinergi antara aparat kepolisian dan masyarakat merupakan kunci untuk mewujudkan keamanan, ketertiban, keadilan, kemanfaatan, serta kepastian hukum yang dijamin oleh negara. Dengan kebersamaan dan kesadaran kolektif tersebut, Banyuwangi diyakini mampu terus tumbuh sebagai daerah yang aman, berbudaya, dan menjadi teladan bagi wilayah lain.

Menutup pernyataannya, Kapolresta Banyuwangi kembali mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga Banyuwangi, tidak hanya sebagai wilayah administratif, tetapi sebagai rumah bersama yang harus dirawat dengan nilai budaya, etos kerja, dan rasa tanggung jawab sosial yang tinggi.

Bekali Masa Depan, Lapas Banyuwangi Kembangkan Kemandirian Warga Binaan Lewat Budidaya Anggrek

BANYUWANGI || jejakindonesia.id - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi terus berinovasi dalam membekali para warga binaan dengan keterampilan produktif. Terbaru, pihak Lapas meluncurkan program pembinaan kemandirian berbasis lingkungan melalui pengembangan konservasi tanaman hias dan budidaya ikan.

Kalapas Banyuwangi, I Wayan Nurasta Wibawa, menyatakan bahwa program ini bertujuan untuk membentuk kemandirian narapidana agar memiliki keahlian yang mumpuni sebelum kembali ke masyarakat. Salah satu sektor unggulan yang dikembangkan adalah pembibitan tanaman anggrek, serta berbagai jenis tanaman hias lainnya.

“Kami memberikan ilmu kepada warga binaan agar mereka mampu memelihara tumbuh-tumbuhan ini hingga menjadi barang yang memiliki nilai ekonomi tinggi,” ujar Wayan dalam keterangan resminya, Sabtu (10/01).

Selain sektor flora, Lapas Banyuwangi juga mengintegrasikan pembinaan ini dengan sektor perikanan. Warga binaan diajarkan teknik budidaya berbagai jenis ikan, mulai dari ikan hias hingga ikan konsumsi. Melalui penerapan teknik yang tepat, diharapkan hasil panen yang didapatkan memenuhi standar kesehatan dan kesegaran pasar.

Lebih lanjut, Wayan menjelaskan bahwa program ini tidak hanya berhenti pada tahap edukasi, tetapi juga diarahkan pada sektor komersial. Hasil dari budidaya tanaman dan budidaya ikan tersebut nantinya akan dipasarkan secara luas kepada masyarakat umum.

“Tujuan keduanya tentu untuk memberikan manfaat ekonomi. Hasil pembinaan ini akan kami jual kepada masyarakat, sehingga Lapas Banyuwangi benar-benar menjadi tempat yang produktif,” imbuhnya.

Program ini diharapkan menjadi terobosan baru dalam sistem pemasyarakatan yang tidak hanya fokus pada aspek keamanan, tetapi juga pengembangan keterampilan. Dengan bekal keahlian di bidang agribisnis dan perikanan, warga binaan diharapkan dapat membuka peluang usaha mandiri dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat setelah menyelesaikan masa pidananya.

Perbakin Banyuwangi Perkuat Sinergi dengan Kodim 0825, Dandim Siap Dukung Pembinaan Atlet Menembak

BANYUWANGI || jejakindonesia.id – Jajaran Pengurus Perbakin Banyuwangi periode 2025–2029 melakukan kunjungan resmi ke Makodim 0825/Banyuwangi pada Sabtu (09/01/2026). Agenda silaturahmi ini bertujuan untuk memperkuat sinergitas pasca terbentuknya kepengurusan baru.

Ketua Perbakin Banyuwangi terpilih, Romadhoni Isyak, menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan langkah awal yang krusial. Mengingat Kodim merupakan bagian dari unsur Forkopimda yang memiliki peran strategis sebagai pelindung dalam struktur organisasi Perbakin di tingkat kabupaten.

> “Kami diterima langsung oleh Bapak Dandim beserta jajarannya. Sambutan beliau sangat hangat, bahkan menawarkan dukungan penuh bagi program-program Perbakin ke depan,” ujar Romadhoni.

Dalam pertemuan tersebut, Romadhoni mengungkapkan bahwa Komandan Kodim 0825/Banyuwangi, Letkol Arm Triyadi Indrawijaya, S.H., M.I.P, berencana meninjau langsung fasilitas latihan milik Perbakin Banyuwangi.

> “Insya Allah dalam waktu dekat, Bapak Dandim beserta Pejabat Utama (PJU) akan melakukan survei sekaligus uji tembak di Lapangan Perbakin Perjuangan Shooting Range yang berlokasi di Kecamatan Glagah,” tambahnya.

Sementara itu, Letkol Arm Triyadi Indrawijaya, S.H., M.I.P, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kunjungan jajaran Pengurus Perbakin Banyuwangi serta menegaskan komitmen Kodim 0825/Banyuwangi untuk terus mendukung pembinaan olahraga menembak di daerah.

> “Kami menyambut baik silaturahmi ini dan siap bersinergi dengan Perbakin Banyuwangi. Olahraga menembak tidak hanya berorientasi pada prestasi, tetapi juga menanamkan nilai disiplin, sportivitas, serta pembinaan karakter. Kodim 0825/Banyuwangi mendukung penuh kegiatan positif yang mampu mengharumkan nama Banyuwangi,” tegasnya.

Sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi terhadap olahraga menembak, Perbakin Banyuwangi juga menyerahkan penghargaan kepada Kodim 0825/Banyuwangi atas peran dan dukungan sebagai Event Organizer dalam ajang menembak bergengsi “Dandim Cup”.

> “Penghargaan ini kami berikan sebagai bentuk apresiasi atas dukungan luar biasa dari Kodim 0825/Banyuwangi selama ini terhadap kegiatan dan pembinaan olahraga menembak,” tutup Romadhoni.

Diharapkan melalui kunjungan ini, kerja sama dan sinergitas antara Perbakin Banyuwangi dan Kodim 0825/Banyuwangi semakin solid dalam rangka mencetak atlet berprestasi serta mengharumkan nama Banyuwangi di tingkat regional maupun nasional.

Reporter : Rio

Polri Dinilai Sudah Layani Publik Maksimal, Masyarakat Diminta Manfaatkan Balkot Propam

JAKARTA || jejakindonesia.id – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dinilai telah memberikan pelayanan prima kepada masyarakat, termasuk dalam hal penanganan pengaduan terhadap oknum polisi yang diduga melakukan pelanggaran.

Divisi Profesi dan Pengamanan (Divpropam) Polri selama ini telah menyediakan Balkot (Bantuan dan Pengaduan) Layanan Polisi Nakal, yang diketahui sudah ratusan kali digunakan masyarakat untuk melaporkan dugaan pelanggaran anggota Polri.

Karena itu, tudingan bahwa Polri tidak bekerja atau tidak melayani masyarakat dinilai tidak sepenuhnya tepat. Mekanisme pengawasan internal telah tersedia dan dapat diakses secara terbuka oleh publik.

Ketua Umum Perkumpulan Wartawan Fast Respon Nusantara (PW.FRN), Agus Flores, menegaskan bahwa masyarakat seharusnya memanfaatkan jalur resmi pengaduan yang telah disiapkan institusi Polri, khususnya melalui Propam.

“Kalau masih bingung cara melapor, kami di PW.FRN siap membantu masyarakat mengarahkan pengaduan ke Propam Polri. Jangan asal menyalahkan institusi, padahal jalurnya jelas dan terbuka,” tegas Agus Flores.

PW.FRN membuka layanan bantuan pengaduan bagi masyarakat yang ingin melaporkan dugaan pelanggaran oknum polisi namun tidak memahami prosedurnya. Masyarakat dapat menghubungi nomor pengaduan PW.FRN di 0812-8524-9330 untuk pendampingan pelaporan ke Propam Polri.

Agus Flores juga memastikan bahwa setiap laporan yang disampaikan melalui mekanisme resmi akan ditindaklanjuti oleh Propam Polri sesuai aturan yang berlaku.

“Dijamin akan ditindaklanjuti. Namun jika dalam perjalanannya laporan tersebut tidak mendapat respons dari Propam, silakan kembali menghubungi kami. PW.FRN siap mengawal,” tambahnya.

Dengan adanya fasilitas Balkot Propam dan dukungan dari elemen masyarakat sipil seperti PW.FRN, diharapkan kepercayaan publik terhadap Polri terus meningkat dan kritik disampaikan melalui jalur yang konstruktif dan bertanggung jawab.

(Red)

Kasad di Tapanuli Tengah: Pascabencana Tak Ada Pilihan Selain Kerja Keras

TAPANULI TENGAH || jejakindonesia.id – Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., menegaskan bahwa kerja keras menjadi satu-satunya pilihan dalam penanganan dan pemulihan pascabencana, tanpa larut dalam kesedihan yang justru akan menghambat kebangkitan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Kasad saat meninjau langsung pengerjaan jembatan putus yang menghubungkan Kelurahan Hutanabolon dengan Sigiring-giring, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Jumat (9/1/2026).

“Kita tidak punya pilihan selain kerja keras. Kalau terlalu larut dalam kesedihan justru akan menambah beban. Lebih baik kita fokus pada apa yang bisa dilakukan hari ini. Kita dukung dan ajak masyarakat untuk bekerja agar harapan itu bisa tumbuh,” tegas Kasad.

Kunjungan ini merupakan wujud komitmen TNI Angkatan Darat dalam mempercepat pemulihan infrastruktur vital pascabencana, khususnya akses transportasi yang sangat dibutuhkan masyarakat. Sehari sebelumnya, Kamis (8/1/2026), Kasad juga meresmikan jembatan Bailey di Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh.

Dalam kunjungannya ke Tapanuli Tengah, Kasad didampingi Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Hendy Antariksa, Danrem 023/Kawal Samudera Kolonel Inf Iwan Budiarso, Dandim 0211/Tapanuli Tengah Letkol Inf Bayu Hanuranto Wicaksono, serta Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu.

Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menegaskan bahwa pembangunan jembatan-jembatan yang selama ini terabaikan akan menjadi prioritas, sejalan dengan perhatian Presiden RI terhadap persoalan jembatan putus yang menjadi hambatan utama mobilitas dan perekonomian masyarakat.

Selain meninjau pembangunan jembatan, Kasad juga meninjau sejumlah fasilitas pendidikan terdampak bencana, yakni SDN 152981 A, SDN 152982 B, serta SD Darurat di Desa Hutanabolon. Pada kesempatan tersebut, Kasad menyerahkan bantuan perlengkapan sekolah berupa tas, buku tulis, alat tulis, dan kebutuhan pendukung belajar lainnya kepada para siswa.

Kasad beserta rombongan turut mengunjungi posko pengungsian di Desa Hutanabolon untuk menyerahkan bantuan kepada warga korban banjir bandang dan tanah longsor. Dalam kesempatan itu, Kasad menekankan pentingnya penyediaan air bersih, khususnya bagi lingkungan sekolah. “Air bersih di sekolah harus tersedia. Ini menjadi kesempatan untuk menyusun perencanaan yang benar-benar baik. Jika data perencanaan kurang, hasilnya bisa berantakan. Siapkan semuanya secara matang, mulai dari jumlah jembatan hingga kebutuhan air bersih, agar daerah ini bisa bangkit menjadi wilayah yang baru,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Mabes TNI AD, khususnya kepada Kasad, atas perhatian dan bantuan nyata yang diberikan kepada masyarakat Tapteng. “Kami berterima kasih kepada Bapak Kasad yang telah membawa jembatan Armco ke daerah kami. Ini sangat membantu membuka kembali akses masyarakat,” ungkap Masinton.

Kunjungan Kasad ini diharapkan menjadi dorongan nyata percepatan pemulihan infrastruktur di Tapanuli Tengah, sekaligus menumbuhkan optimisme bahwa wilayah terdampak bencana mampu bangkit lebih kuat, aman, dan berkelanjutan.

Sumber: Dispenad

error: Content is protected !!