We're open Closes at 5:00 pm

Bulan: Januari 2026

Jumat Berkah, Polsek Taman Berbagi Makanan di Jalan Raya Wonocolo Sidoarjo

SIDOARJO || jejakindonesia.id - Melalui semangat kepedulian dan kebersamaan, Polsek Taman Polresta Sidoarjo kembali menunjukkan komitmennya hadir di tengah masyarakat melalui kegiatan Jumat Berkah.

Kali ini kegiatan itu diisi dengan membagikan makanan kepada warga yang melintas di Jalan Raya Wonocolo Sidoarjo - Jawa Timur, Jumat (9/1/2026).

Kapolsek Taman, Kompol Kanisius Franata mengatakan kegiatan Jumat Berkah merupakan wujud kepedulian Polri kepada masyarakat sekaligus sarana mempererat hubungan emosional antara Polisi dan warga.

"Bukan hanya berbagi makanan, tetapi juga membangun kepercayaan dan kedekatan Polri dengan warga,” tambah Kompol Kanisius.

Ia menambahkan, kehadiran Polri di tengah masyarakat tidak hanya dalam konteks penegakan hukum, tetapi juga melalui kegiatan sosial yang memberikan manfaat langsung bagi warga.

“Kegiatan Jumat Berkah ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa empati dan kepedulian sosial, sekaligus mempererat silaturahmi antara Polsek Taman dengan masyarakat," terang Kompol Kanisius.

Selain berbagi makanan, Kapolsek Taman bersama anggota juga menyampaikan pesan-pesan kamtibmas secara singkat.

Polsek Taman Polresta Sidoarjo mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan demi terciptanya situasi yang aman dan kondusif.

Aksi sosial tersebut disambut antusias oleh warga yang merasa terbantu dengan kehadiran Polri melalui kegiatan kemanusiaan tersebut.

Masyarakat penerima bantuan mengaku senang dan mengapresiasi kegiatan tersebut.

Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan terlihat selama kegiatan berlangsung, mencerminkan sinergi yang baik antara Polri dan masyarakat. (*)

Polsek Semampir Amankan Tersangka Copet di Komplek Wisata Religi Sunan Ampel

TANJUNG PERAK || jejakindonesia.id - Ada saja modus pelaku pencurian saat melancarkan aksinya. Tersangka MDF, 28, ditangkap usai mencuri dompet di komplek wisata religi Sunan Ampel, Surabaya, Rabu (7/1).

Aksinya diketahui korban R, usai terekam CCTV di lokasi kejadian. Ia akhirnya ditangkap dan dibawa ke Polsek Semampir jajaran Polres Pelabuhan Tanjungperak.

Kapolsek Semampir Kompol Herry Iswanto melalui Kasi Humas Polres Pelabuhan Tanjung Perak Iptu Suroto mengatakan, tersangka MDF warga Bulak Banteng Wetan, Surabaya ini mencuri dompet milik korban berisi uang tunai Rp 424 ribu.

"Korban baru menyadari saat membuka tasnya. Ia mengetahui dompet miliknya hilang," kata Iptu Suroto, Jumat (9/1).

Kejadian bermula saat korban sekitar pukul 05.00 sedang mengobrol di depan masjid Sunan Ampel, Surabaya.

Saat itu, korban sedang mengobrol dan tiba-tiba didekati oleh tersangka. Awalnya korban tidak menaruh curiga.

Tak berselang lama, tersangka langsung meninggalkan lokasi. Korban yang curiga mengecek tasnya.

Benar saja, ternyata dompet berisi uang hilang. Alhasil, korban langsung meminta bantuan petugas dan mengecek rekaman CCTV di lokasi.

Saat itu juga diketahui jika tersangka ini yang mengambil. Korban bersama beberapa pengunjung dan petugas keamanan mencari tersangka hingga menemukannya tak jauh dari lokasi.

"Tersangka sudah kami amankan dan saat ini masih kami lakukan penyidikan lebih lanjut," kata Iptu Suroto. (*)

Water Cannon Disemprotkan di Jalan Lintas Aceh Selatan, Polri Minimalisir Debu Pasca Banjir

Aceh Selatan || jejakindonesia.id — Pasca banjir yang melanda Kabupaten Aceh Selatan, persoalan yang dihadapi masyarakat tidak hanya kerusakan dan lumpur sisa genangan, tetapi juga debu tebal yang beterbangan di jalan raya. Lumpur yang mengering di badan jalan menimbulkan debu saat dilintasi kendaraan, sehingga mengganggu kenyamanan dan berpotensi membahayakan kesehatan warga.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, Polri melalui Polres Aceh Selatan melakukan pembersihan dan penyiraman jalan menggunakan water cannon di sejumlah ruas jalan protokol dan jalan lintas, Kamis (8/1/2026). Langkah ini dilakukan sebagai upaya meminimalisir debu pasca banjir agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal.

Kasat Sabhara Polres Aceh Selatan menyampaikan bahwa penyemprotan jalan dilakukan sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap keselamatan dan kesehatan masyarakat pasca bencana.
“Penyiraman dan pembersihan ini kami lakukan untuk mengurangi debu yang muncul akibat lumpur kering sisa banjir. Harapannya, masyarakat bisa beraktivitas dengan lebih nyaman dan aman,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut juga merupakan tindak lanjut dari masukan petugas kesehatan Polri di Aceh Selatan. Debu pasca banjir dinilai berpotensi memicu berbagai gangguan kesehatan, khususnya penyakit saluran pernapasan.
“Debu yang terhirup terus-menerus bisa menimbulkan risiko penyakit, terutama yang berkaitan dengan Infeksi Saluran Pernapasan Akut atau ISPA,” tambahnya.

Polri juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap dampak kesehatan pasca banjir. Warga diharapkan menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah serta menjaga kondisi tubuh dengan mengonsumsi vitamin guna meningkatkan daya tahan tubuh.

Kegiatan penyemprotan jalan menggunakan water cannon ini akan terus dilakukan secara bertahap, menyesuaikan kondisi di lapangan. Polres Aceh Selatan memastikan kehadiran Polri tidak hanya dalam penanganan darurat bencana, tetapi juga dalam fase pemulihan untuk mendukung kesehatan dan kenyamanan masyarakat.

PETI Buyat Diduga Bebas Beroperasi, Nama Mantan Anggota DPRD Mitra Disorot Publik

Minahasa Tenggara || jejakindonesia.id — Negara seharusnya berdiri tegak di atas supremasi hukum, bukan melemah di hadapan praktik-praktik ilegal yang merugikan masyarakat dan lingkungan. Namun kondisi di Buyat, Kabupaten Minahasa Tenggara, memunculkan tanda tanya besar publik. Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) diduga masih berlangsung secara terbuka dan belum tersentuh penindakan tegas.

Di tengah sorotan tersebut, nama DK alias Dekker ramai disebut warga sebagai salah satu figur yang diduga terkait dengan aktivitas PETI di wilayah Buyat. Berdasarkan informasi yang berkembang di masyarakat, DK disebut masih bebas beraktivitas. Bahkan, beredar dugaan bahwa rumah tinggal yang bersangkutan digunakan sebagai tempat penimbunan BBM ilegal serta penyimpanan bahan kimia berbahaya jenis Sianida (CN) zat beracun yang memiliki risiko tinggi terhadap keselamatan manusia dan kelestarian lingkungan apabila tidak diawasi secara ketat.

DK diketahui merupakan mantan anggota DPRD Kabupaten Minahasa Tenggara. Fakta ini menimbulkan kekhawatiran publik akan adanya dugaan perlakuan berbeda di hadapan hukum. Meski demikian, hingga berita ini diturunkan, belum terdapat pernyataan resmi dari aparat penegak hukum yang menetapkan DK sebagai tersangka, sehingga seluruh tudingan yang beredar masih perlu dibuktikan melalui proses hukum yang sah.

Menanggapi situasi tersebut, Ketua Lidik Krimsus RI Provinsi Sulawesi Utara, Hendra Tololiu, SE., CPLA, meminta Kapolda Sulawesi Utara untuk mengambil langkah konkret dan transparan. Ia menegaskan bahwa aparat kepolisian perlu melakukan penyelidikan menyeluruh guna memastikan kebenaran informasi yang beredar sekaligus menghilangkan persepsi adanya pihak-pihak yang dianggap kebal hukum.

“Penegakan hukum harus dilakukan secara adil dan terbuka. Jika benar ada pelanggaran, siapapun pelakunya tanpa memandang latar belakang jabatan atau status harus diproses sesuai hukum yang berlaku. Sebaliknya, jika tidak terbukti, hal itu juga harus disampaikan secara jelas kepada publik,” tegas Hendra.

Hendra Tololiu menilai, penanganan serius terhadap dugaan PETI dan penyalahgunaan bahan berbahaya di Buyat menjadi ujian nyata komitmen aparat penegak hukum dalam menjaga lingkungan, keselamatan masyarakat, serta marwah supremasi hukum di Sulawesi Utara.

 

Tim.

32 Tim Ramaikan Kejurkab Drumband Banyuwangi

VANYUWANGI || jejakindonesia.id – Puluhan tim drumband tampil memukau dalam Kejuaraan Drumband Tingkat Kabupaten Banyuwangi Tahun 2026 yang digelar di depan Kantor Bupati Banyuwangi, Jumat (9/1/2026). Mereka berasal dari jenjang TK hingga SMA sederajat se-Banyuwangi.

Sebanyak 32 tim drumband yang tampil di ajang ini, menyuguhkan penampilan terbaik mereka. Masing-masing menyajikan keunggulan lewat koreografi, kostum, hingga permainan lagu yang dibawakan. Mereka semua melakukan kirab sejauh 2,5 kilometer, dimulai dari depan Kantor Bupati Banyuwangi menuju finish di area Taman Blambangan.

“Bukan sekadar lomba, kegiatan ini juga sebagai ajang pembentukan karakter bagi anak-anak Banyuwangi,” kata Sekretaris Daerah Kabupaten Banyuwangi Guntur Priambodo saat melepas peserta kirab.

Disampaikan Guntur, drum band sarat akan filosofi kehidupan. Di dalamnya ada irama yang mengajarkan keteraturan, tempo yang mengajarkan kesabaran, harmoni yang mengajarkan kebersamaan, serta disiplin yang akan membentuk karakter juara.

Selain itu, dalam drumband tidak ada satu alat pun yang boleh berjalan sendiri-sendiri. Jika satu terlambat, seluruh formasi akan terganggu.

“Di situlah anak-anak bisa belajar bahwa prestasi lahir dari kekompakan, kebersamaan, dan harmonisasi. Bukan karena kehebatan individu. Drum band adalah simbol hidup dari kerja tim. Dimana keunggulan individu bertemu dengan harmoni kolektif,” ujar Guntur.

Guntur berharap, kegiatan ini dapat memantik motivasi anak-anak muda Banyuwangi untuk berprestasi lebih tinggi. “Selamat berlomba. Bertandinglah dengan spotif,”

Dalam kejuaraan tersebut, para pelajar tingkat TK hingga SMA sukses memukau ribuan warga yang sengaja menunggu di sepanjang rute dengan penampilan terbaik mereka.

Seperti grup drumband Gema Bung Landa dari SDN 2 Kedunggebang Kecamatan Tegaldlimo yang unjuk kebolehan melakukan koreografi sambil memainkan alat musik. Mereka juga tampil unik dengan kostum dominasi warna kuning, lengkap dengan topi caping petaninya.

Tim-tim yang lain juga tak kalah atraktif. Seperti tim SMA yang menggunakan kostum hewan. Lagu yang dibawakan pun sangat variatif, mulai lagu bertema perjuangan, lagu daerah hingga lagu-lagu populer. (*)

error: Content is protected !!