We're open Closes at 5:00 pm

Bulan: Januari 2026

Vidio Viral Kondisi Jalan Kritis..! Tergenang Bak Kolam di Muncar Banyuwangi, Pengendara Tagih Tanggung Jawab Pemerintah

BANYUWANGI || jejakindonesia.id — Sebuah video viral yang beredar luas di media sosial menyoroti kondisi memprihatinkan akses jalan milik Pemerintah Kabupaten Banyuwangi di Jalan Gintik, Dusun Stoplas, Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar. Kerusakan jalan yang semakin parah dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan serta mengganggu aktivitas masyarakat, terutama saat musim hujan.

‎Video yang berdurasi 1 menit 41 detik tersebut direkam oleh seorang pengendara sepeda motor dan memperlihatkan kondisi jalan yang berlubang besar, aspal mengelupas, serta genangan air yang menutupi hampir seluruh badan jalan. Saat hujan turun, ruas jalan itu tampak menyerupai kolam, sehingga pengendara kesulitan melintas dan tidak dapat memperkirakan kedalaman lubang yang tertutup air.

‎Dalam rekaman yang beredar di berbagai platform media sosial, terdengar keluhan pengendara roda dua yang mempertanyakan tanggung jawab pemerintah daerah atas kerusakan jalan tersebut. Ia mengungkapkan kekhawatirannya terhadap keselamatan pengguna jalan dan menilai kondisi itu sudah berlangsung cukup lama tanpa adanya perbaikan berarti.
‎“Kalau jalannya rusak seperti kolam lele, mau lewat mana? Jalan rusak parah begini siapa yang tanggung jawab? Kapan diperbaiki?”  apa nunggu hari khianat!  keluh perekam video tersebut.

‎Warga setempat menyebutkan bahwa kecelakaan lalu lintas kerap terjadi di lokasi tersebut, terutama pengendara sepeda motor yang terjatuh akibat menghantam lubang jalan yang tertutup genangan air. Kondisi ini diperparah saat malam hari dan ketika curah hujan tinggi.

Jalan Gintik merupakan salah satu akses penting bagi masyarakat sekitar, baik untuk aktivitas ekonomi, pendidikan, maupun mobilitas harian. Kerusakan jalan dinilai berdampak langsung pada kelancaran aktivitas warga dan berpotensi menimbulkan kerugian yang lebih besar apabila tidak segera ditangani.

‎Melalui viralnya video tersebut, masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Banyuwangi segera turun tangan melakukan perbaikan dan penanganan serius demi keselamatan pengguna jalan.

‎Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai rencana penanganan jalan rusak tersebut.

Nusantara Standard Test 2026 Perkuat Seleksi Nasional Angkatan Kedua SMA Kemala Taruna Bhayangkara

JAKARTA || jejakindonesia.id — Nusantara Standard Test (NST) Tahun 2026 menjadi instrumen utama dalam proses seleksi penerimaan siswa baru Angkatan Kedua SMA Kemala Taruna Bhayangkara (KTB). Tes Potensi Akademik (TPA) ini diselenggarakan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) bersama Yayasan Pendidikan Kader Bangsa Indonesia (YPKBI), Sabtu (10/1/2026), sebagai bagian dari upaya penjaringan talenta nasional berbasis potensi dan meritokrasi.

Pelaksanaan NST 2026 berlangsung di Gedung Badhawa STIK-PTIK, Jakarta, mulai pukul 08.30 WIB dengan sistem pengawasan digital berlapis. Sebanyak 176 operator pengawas pusat diterjunkan dengan rasio satu proktor untuk 23 peserta, guna memastikan seluruh tahapan seleksi berjalan objektif, transparan, dan akuntabel.

Seleksi Angkatan Kedua ini merupakan kelanjutan dari keberhasilan seleksi Angkatan Pertama pada tahun sebelumnya yang menjaring 120 siswa terpilih dari lebih dari 11 ribu pendaftar secara nasional. Pengalaman tersebut menjadi dasar penyempurnaan sistem seleksi, baik dari aspek teknis pelaksanaan maupun penguatan instrumen penilaian berbasis potensi akademik.

Antusiasme masyarakat terhadap SMA Kemala Taruna Bhayangkara terus menunjukkan tren peningkatan. Pada tahun ini, jumlah pendaftar tercatat mencapai 14.582 peserta terverifikasi, meningkat lebih dari 20 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Seiring meningkatnya minat tersebut, kuota penerimaan Angkatan Kedua ditetapkan sebanyak 180 siswa terbaik dari seluruh Indonesia.

Pelaksanaan seleksi NST 2026 juga ditinjau langsung oleh Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, bersama Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Viada Hafid, serta Ketua Pembina YPKBI Dirgayuza Setiawan. Kehadiran lintas kementerian dan pemangku kepentingan tersebut menegaskan kuatnya dukungan negara terhadap program penjaringan dan pembinaan talenta nasional melalui pendidikan menengah unggulan.

Dalam keterangannya, Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo menegaskan bahwa pelaksanaan NST 2026 menjadi momentum penting dalam membangun ekosistem pendidikan nasional yang berorientasi pada kualitas dan keadilan.

“Kami bersama Mas Dirgayuza sangat bersemangat hari ini. Kehadiran langsung Bapak Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi serta Ibu Menteri Komunikasi dan Digital merupakan bentuk dukungan nyata pemerintah terhadap program seleksi yang kami selenggarakan,” ujar Wakapolri.

Menurutnya, NST dirancang untuk memastikan proses seleksi tidak bergantung pada latar belakang sekolah maupun wilayah asal peserta, melainkan murni pada kemampuan berpikir kritis, logika formal, dan daya nalar tingkat tinggi. Hal ini menjadi fondasi penting bagi calon siswa yang nantinya akan menempuh kurikulum International Baccalaureate (IB) Diploma.

“Melalui NST, kami ingin memastikan bahwa setiap anak bangsa memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang berdasarkan potensi terbaiknya. Ini adalah bagian dari komitmen bersama dalam menyiapkan generasi unggul yang berdaya saing global,” jelasnya.

Program SMA Kemala Taruna Bhayangkara selaras dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam penguatan kualitas sumber daya manusia. Polri bersama YPKBI dan para pemangku kepentingan berkomitmen menghadirkan sistem seleksi dan pembinaan yang kredibel, adaptif, serta relevan dengan tantangan masa depan, sebagai kontribusi nyata dalam menyiapkan generasi Indonesia Emas 2045.

Gunakan NST, 14.582 Siswa Bersaing dalam Seleksi Angkatan Kedua SMA Kemala Taruna Bhayangkara

JAKARTA || jejakindonesia.id — Sebanyak 14.582 pelajar dari seluruh Indonesia mengikuti seleksi penerimaan Angkatan Kedua SMA Kemala Taruna Bhayangkara, sekolah unggulan berasrama yang diinisiasi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) bekerja sama dengan Yayasan Pendidikan Kader Bangsa Indonesia (YPKBI). Seleksi ini digelar secara nasional dan berjenjang untuk menjaring calon pemimpin muda bangsa berbasis potensi, meritokrasi, dan kualitas sumber daya manusia.

Rangkaian seleksi nasional diawali dengan pelaksanaan Nusantara Standard Test (NST) atau Tes Potensi Akademik (TPA) yang berlangsung pada Sabtu, 10 Januari 2026, pukul 08.30 WIB, di Gedung Badhawa STIK-PTIK, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Kegiatan tersebut ditinjau langsung oleh Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, bersama Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof. Brian Yuliarto, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Viada Hafid, serta Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Analisa Kebijakan Dirgayuza Setiawan.

Pelaksanaan NST juga dihadiri sejumlah tokoh pendidikan dan mitra strategis, di antaranya Dewan Pembina YPKBI Miftah Nur Sabri, COO Jakarta Intercultural School Easy Arisarwindha, Senior Director Putera Sampoerna Foundation Elan Merdy, Kepala Divisi Digital Retail Banking PT BRI Dr. Kaspar Situmorang, Ketua Umum ILUNI UI periode 2022–2025 Dr. Ir. Didit Ratam, MBA, serta perwakilan dunia pendidikan dan industri lainnya.

Dalam keterangannya, Wakapolri menegaskan bahwa seleksi Angkatan Kedua SMA Kemala Taruna Bhayangkara mencerminkan kuatnya sinergi lintas sektor dalam mendukung penjaringan talenta nasional.

“Hari ini kita melihat dukungan nyata dari berbagai kementerian dan pemangku kepentingan. Kehadiran langsung Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi serta Menteri Komunikasi dan Digital menjadi bukti keseriusan negara dalam membangun ekosistem pendidikan yang adil, transparan, dan berorientasi pada kualitas sumber daya manusia masa depan,” ujar Komjen Pol. Dedi Prasetyo.

Ia menjelaskan, mekanisme seleksi dirancang berlapis dan berkeadilan. Tahap awal dilakukan di daerah melalui Polda masing-masing dengan menyaring 20 persen peserta dengan nilai tertinggi. Dari proses tersebut, 400 peserta terbaik akan mengikuti Seleksi Pusat di Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang pada akhir Maret hingga awal April 2026 untuk memperebutkan 180 kursi siswa terpilih.

“Akpol menjadi lokasi seleksi akhir. Di sana para peserta akan menjalani pemeriksaan kesehatan menyeluruh, tes psikologi, penelitian personel, hingga tes kesamaptaan jasmani. Kami ingin memastikan siswa terpilih tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap secara mental, fisik, serta memiliki karakter dan budi pekerti yang kuat,” tegas Wakapolri.

Animo masyarakat terhadap SMA Kemala Taruna Bhayangkara terus meningkat. Pada seleksi Angkatan Kedua ini, jumlah pendaftar melonjak signifikan dibandingkan Angkatan Pertama tahun sebelumnya yang diikuti sekitar 11.765 peserta dengan 120 siswa terpilih. Peningkatan tersebut mencerminkan tumbuhnya kepercayaan publik terhadap kualitas pendidikan dan pola pembinaan yang dikembangkan.

SMA Kemala Taruna Bhayangkara menerapkan kurikulum berbasis International Baccalaureate (IB) sebagai standar akademik internasional. Kurikulum ini dirancang untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kemandirian belajar, serta wawasan global, sekaligus menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan kepemimpinan.

Seluruh rangkaian seleksi Angkatan Kedua dijadwalkan berakhir dengan pengumuman kelulusan pada Mei 2026. Para siswa terpilih akan mengikuti pendidikan unggulan berasrama sebagai kontribusi nyata Polri bersama YPKBI dalam mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan menyiapkan generasi muda menuju Indonesia Emas 2045.

Polda Jatim Proses Hukum Tersangka Pelecehan Santriwati di Bangkalan

SURABAYA || jejakindonesia.id - Kasus dugaan pelecehan seksual di salah satu Pondok Pesantren (Ponpes) Kecamatan Galis, Bangkalan, Penyidik Ditreskrimum Polda Jatim telah menetapkan 1 tersangka berinisial UF selanjutnya melakukan penangkapan dan penahanan.

Hal itu seperti disampaikan oleh Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Pol Jules Abraham Abast di Gedung Bidhumas Polda Jatim, Sabtu (10/1/26).

Kombes Pol Abast mengatakan, tersangka UF yang sebelumnya diperiksa sebagai saksi atas dugaan kasus pelecehan seksual terhadap santriwati itu telah dilakukan penangkapan oleh penyidik Ditreskrimum Polda Jatim.

"Dari hasil gelar perkara, saudara UF dilakukan penangkapan dan penahanan untuk pemeriksaan lebih lanjut atas dugaan kasus pencabulan terhadap anak dibawah umur," ujar Kombes Abast.

Masih menurut Kombes Abast, dalam kasus ini UF diduga kuat melanggar Pasal 81 ayat (2), dan ayat (3) Jo Pasal 76 D dan atau Pasal 82 ayat (2) Jo Pasal 76 E UURI No. 17 Tahun 2016 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UURI No. 1 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua atas UURI No. 23 tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak.

Diketahui kasus dugaan pelecehan terhadap anak dibawah umur tersebut dilaporkan ke Polda Jatim oleh korban didampingi keluarganya pada tanggal 1 Desember 2025.

Setelah dilakukan pemeriksaan saksi - saksi, dan alat bukti lainnya yang diperoleh penyidik, Polisi menangkap tersangka UF pada 10 Desember 2025 untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut.

Kabid Humas Polda Jatim juga menerangkan, bahwa penyidik telah menyerahkan berkas perkara (tahap I) atas nama tersangka UF ke pihak kejaksaan. (*)

Upacara HUT ke 53 tahun PDI perjuangan kabupaten Banyuwangi,” Merajut kebersamaan dalam berjuang untuk Kepentingan rakyat kedepan”

BANYUWANGI || jejakindonesia.id - Dewan pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Banyuwangi di ulang tahun ke 53 tahun dengan mengusung tema penuh makna Satyam Eva Jayate, “Di Sanalah Aku Berdiri untuk Selama-lamanya” yang menggambarkan keteguhan komitmen PDI Perjuangan sebagai rumah perjuangan rakyat sekaligus Tempat kader berdiri, bekerja dan mengabdikan diri tanpa henti demi kepentingan bangsa.

Dan tepatnya pada tanggal 10 Januari 2026 PDI perjuangan kabupaten Banyuwangi melakukan upacara bendera dihalaman kantor DPC PDI Perjuangan yang dipimpin langsung Wakil kepala bidang (wakabid) Koperasi dan UMKM DPC PDI Perjuangan Banyuwangi, H.Eko Sukartono sebagai pimpinan upacara menyampaikan dihadapan seluruh kader partai dari tingkat anak ranting, pimpinan anak cabang yang hadir dalam upacara HUT ke 53 tahun PDI Perjuangan," bahwa kini sudah saatnya seluruh kader partai PDI Perjuangan DPC PDI perjuangan Banyuwangi melakukan perjuangan secara bersama sama merajut kebersamaan dalam berjuang untuk kepentingan rakyat kedepan .ungkap," Eko Sukartono 10/1/2026.

Dengan merajut kebersamaan dalam berjuang secara gotong royong diharapkan kedepannya DPC PDI perjuangan kabupaten Banyuwangi mampu menjadi partai politik yang selalu ada dihati Rakyat, dan sekaligus partai yang senantiasa mampu memberikan pelayanan terbaik bagi rakyat dalam upaya menuju masyarakat yang adil, makmur dan sejahtera. papar," H.ir .Eko Sukartono.

Pewarta: Iriek

error: Content is protected !!