Sorry, we're closed Opens Selasa at 9:00 am

Tahun: 2025

Sambut HUT RI ke-80, Satgas Yonif 763/SBA Bagikan Bendera Merah Putih di Wilayah Warga Binaan

Maybrat, Papua Barat Daya, Jejak - Indonesia.id | Dalam rangka menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80, Pos Suswa melaksanakan kegiatan pembagian bendera Merah Putih kepada warga di sekitar wilayah binaan. Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian sekaligus ajakan kepada masyarakat untuk turut serta menyemarakkan semangat kemerdekaan dengan cara yang sederhana namun penuh makna, yakni mengibarkan Sang Saka Merah Putih di halaman rumah masing-masing.

Pembagian bendera ini bukan hanya sebatas seremonial, melainkan memiliki tujuan mulia untuk menumbuhkan kembali rasa nasionalisme, semangat persatuan, dan cinta tanah air di tengah masyarakat. Melalui simbol bendera, diharapkan warga semakin sadar akan pentingnya menjaga semangat perjuangan para pahlawan yang telah merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Dalam pelaksanaannya, personel Pos Suswa tidak hanya menyerahkan bendera, namun juga menyempatkan diri untuk berdialog langsung dengan warga, mendengarkan aspirasi serta berbagi cerita keseharian. Momen ini menjadi sarana penting dalam membangun kedekatan emosional, meningkatkan rasa saling percaya, serta memperkuat sinergi antara TNI dan masyarakat sebagai mitra strategis dalam menjaga stabilitas dan keamanan wilayah.

Kegiatan ini disambut hangat oleh warga yang merasa dihargai dan dilibatkan dalam peringatan hari besar nasional. Kehadiran personel TNI secara langsung ke tengah masyarakat juga menegaskan bahwa TNI senantiasa hadir, peduli, dan dekat dengan rakyat, selaras dengan semangat TNI sebagai tentara rakyat, tentara pejuang, dan tentara profesional.

Dengan semangat kemerdekaan, kami berharap kegiatan ini menjadi awal dari rangkaian kebersamaan yang lebih erat antara TNI dan masyarakat, demi Indonesia yang semakin kuat, bersatu, dan berdaulat.

(Yonif 763)

Satgas Yonif 700/WYC Bangun Sekolah di Mayuberi: Bukti Nyata Peduli Pendidikan Anak Papua

MAYUBERI, PAPUA, Jejak - Indonesia.id | Di hamparan hijau pegunungan yang diselimuti awan tipis, deru gergaji dan ketukan palu terdengar bersahutan. Prajurit Satgas Yonif 700/WYC dari Pos Mayuberi, bahu-membahu bersama masyarakat, memulai karya bhakti membangun sekolah tiga ruang kelas untuk anak-anak Papua. (5/8).

Dipimpin oleh Sertu Iksan, para prajurit terlihat memanggul kayu, memotong balok, hingga menyusun rangka bangunan. Langkah ini lahir dari kepedulian tulus akan pentingnya pendidikan, meski di wilayah yang jauh dari hiruk pikuk kota.

Permintaan ini berawal ketika Kepala Sekolah SD Negeri Mayuberi 03, Bapak Epi, datang ke Pos Mayuberi memohon bantuan TNI. “Kami butuh bangunan sekolah, sederhana tidak apa apa yang penting bisa belajar dengan aman. Kami minta tolong kepada bapak-bapak TNI untuk membantu membangunnya bersama masyarakat,” ujarnya dengan mata berbinar penuh harap.

Danpos Mayuberi, Letda Inf Arif Natsir, memastikan bahwa pembangunan akan diselesaikan dalam tiga minggu. “Kami akan bekerja setiap hari hingga sekolah ini berdiri kokoh. Harapan kami sederhana, anak-anak bisa belajar dengan nyaman dan berani bermimpi lebih tinggi,” tegasnya.

Di tengah bentangan alam Papua yang megah, sekolah baru ini kelak akan menjadi mercusuar ilmu bagi anak-anak Mayuberi. Dan di balik setiap papan dan paku yang terpasang, tersimpan kisah persaudaraan, pengabdian, dan keyakinan bahwa masa depan yang cerah dimulai dari ruang kelas sederhana.

Autentikasi: Pen Satgas Pamtas Mobile RI-PNG Yonif 700 Wira Yudha Cakti

Sambut Kemerdekaan, Polresta Banyuwangi Bagikan Bendera kepada Pengendara

Banyuwangi, Jejak - Indonesia.id | Dalam semangat menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80, Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rama Samtama Putra, S.I.K., M.Si., M.H., bersama Wakapolresta AKBP Teguh Priyo Wasono, S.I.K., Kasat Lantas Kompol Elang Prasetyo,S.I.Kom., M.H., dan Anggota Lantas melaksanakan kegiatan pembagian bendera merah putih kepada pengendara yang melintas di Simpang Empat Karangente, Banyuwangi Selasa(5/8/2025).

Kegiatan ini merupakan bagian dari menumbuhkan semangat nasionalisme dan cinta tanah air di kalangan masyarakat.

Dengan penuh kehangatan dan humanis, Kapolresta dan Wakapolresta abanyuwangi serta para pejabat utama Polresta turun langsung ke jalan, menyapa dan membagikan bendera kepada para pengendara roda dua maupun roda empat.

"Melalui pembagian bendera ini, kami ingin mengajak masyarakat turut serta memeriahkan Hari Kemerdekaan RI dengan mengibarkan merah putih di rumah maupun kendaraan masing-masing," ujar Kombes Pol. Rama Samtama Putra.

Kapolresta Banyuwangi menambahkan, momen ini juga menjadi sarana untuk mempererat kedekatan antara Polri dan masyarakat serta mendorong partisipasi aktif warga dalam memperingati hari bersejarah bangsa.

Warga yang melintas di lokasi kegiatan terlihat antusias menerima bendera. Banyak di antara mereka langsung memasang bendera pada kendaraan masing-masing, sebagai bentuk dukungan terhadap ajakan nasional tersebut.

Salah satu pengendara, Budi Santoso (34), mengaku senang dan terharu atas perhatian dari jajaran kepolisian. "Ini bukan sekadar bagi-bagi bendera, tapi mengingatkan kita untuk tidak lupa sejarah dan makna perjuangan kemerdekaan," ujarnya.

Selain membagikan bendera, Polresta Banyuwangi juga menyisipkan imbauan keselamatan berlalu lintas dan pentingnya menjaga ketertiban di jalan raya, guna menciptakan suasana perayaan kemerdekaan yang aman dan kondusif.(red)

Temui Bupati, Kalapas Banyuwangi Sampaikan Kondisi Kamtib, Program Pembinaan, Hingga Ketahanan Pangan

Banyuwangi, Jejak - Indonesia.id | Sinergitas antara Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi terus berlanjut. Kepala Lapas (Kalapas) Banyuwangi, I Wayan Nurasta Wibawa lakukan silaturahmi sekaligus koordinasi dengan Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, Selasa (5/8).

Pertemuan yang berlangsung di Kantor Bupati Banyuwangi itu bertujuan untuk melanjutkan sinergi antara Lapas Banyuwangi dengan Pemkab Banyuwangi, khususnya dalam hal pembinaan bagi warga binaan.

Dalam pertemuan tersebut, Kalapas Banyuwangi menyampaikan kondisi terkini kondisi hunian, kondusifitas keamanan dan ketertiban di Lapas Banyuwangi, hingga berbagai program pembinaan yang dijalankan oleh Lapas Banyuwangi.

“Saat ini kondisi keamanan di Lapas Banuwangi berada dalam kondisi yang aman dan kondusif meskipun kondisi hunian sudah melebihi kapasitas idealnya,” papar Wayan.

Wayan juga menyampaikan bahwa saat ini berbagai program pembinaan terus dikembangkan sebagai salah satu upaya reintegrasi sosial bagi warga binaan.

“Kami sampaikan terima kasih atas dukungan Pemkab Banyuwangi dalam mendukung program pembinaan di Lapas,” ujarnya.

“Sinergi dan kolaborasi ini semoga terus berlanjut guna mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi (tusi) kami di Lapas,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Wayan menjelaskan bahwa program ketahanan pangan melalui pemberdayaan warga binaan yang dilakukan di lahan hibah dari Pemkab Banyuwangi telah memasuki periode kedua, setelah periode pertama berhasil dipanen pada bulan Juni lalu.

“Lahan hibah dari Pemkab sementara ini kami manfaatkan untuk program ketahanan pangan yang juga menjadi bagian dari program pembinaan berbasis pertanian,” terangnya.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi menyambut baik kunjungan yang dilakukan oleh Kalapas Banyuwangi beserta jajaran. Pihaknya menegaskan untuk selalu memberikan dukungan dalam pelaksanaan tusi di Lapas, khususnya program pembinaan.

“Kami sangat mengapresiasi berbagai program pembinaan yang telah dilakukan di Lapas Banyuwangi dan berharap warga kami yang sedang menjalani masa pidana dapat berubah dan tidak mengulangi tindak pidana lagi di kemudian hari,” ujar Ipuk.

Bupati juga mengungkapkan kekagumannya terhadap upaya Lapas Banyuwangi dalam mengembangkan program ketahanan pangan. Ia berharap sinergi antara Lapas Banyuwangi dan Pemkab Banyuwangi terus berjalan dengan baik sehingga program-program pembinaan berjalan lebih efektif serta memberikan manfaat nyata bagi warga binaan dan masyarakat.
“Kami siap dukung dan lanjutkan sinergi baik ini karena warga binaan yang ada di Lapas Banyuwangi merupakan warga kami,” pungkasnya. (red)

Satpolairud Bersama Tim SAR Gabungan Berhasil Menemukan Korban Tenggelam di Aliran Sungai Kalisetail,

Banyuwangi, Jejak - Indonesia.id | Setelah melakukan pencarian intensif selama tiga hari. Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Satpolairud, TNI, BPBD, Basarnas Kabupaten Banyuwangi, Polsek Gambiran, instansi terkait dan masyarakat berhasil menemukan korban atas nama Mohammad Davin F.A, (9) yang tenggelam di aliran sungai Kalisetail, Desa Gambiran, Kecamatan Gambiran dalam keadaan meninggal dunia. Selasa, (5/8/2025).

Dalam pencarian tersebut Tim SAR Gabungan bersama masyarakat melakukan penyisiran disepanjang aliran sungai yang menjadi titik awal dari lokasi awal korban tenggelam. Setelah melakukan pencarian selama tiga hari. Tim SAR berhasil menemukan korban dalam kondisi MD (Meninggal Dunia).

Saat di konfirmasi melalui media WhatsApp Bripka Agam anggota Satpolairud Polresta Banyuwangi mengatakan penemuan korban berjarak ±1,7 KM dari lokasi awal korban tenggelam.

Dari keterangan saksi mata awalnya korban bersama temennya hendak bermain pasir dipinggir sungai sebelah utara jembatan Wiroguno. Setelah bermain pasir, saksi dan korban mandi di aliran sungai Kalisetail, Desa Gambiran, Kecamatan Gambiran yang pada waktu itu arus sungai cukup deras.

Awalnya saksi atas nama Azka APW, (10) melompat ke sungai yang di ikuti korban. Setelah melompat ke sungai korban Davin tenggelam. Melihat korban tenggelam saksi mencoba menolong korban dengan menarik korban ke pinggir namun usahanya sia-sia dikarenakan saksi tidak kuat menarik tubuh korban. Mengetahui korban tenggelam, saksi pulang kerumahnya untuk tidur dan tidak melaporkan kejadian tersebut kepada orang tuanya maupun orang lain," terang Bripka Agam dari keterangan saksi.

Melihat anaknya belum pulang kerumah, sekira pukul 16.00 WIB, ayah korban mencari anaknya keliling kampung tempat biasa Korban bermain dan pukul 19.00 WIB ayah korban mendatangi rumah saksi Azka untuk menanyakan keberadaan Davin. Setelah ditanya, Azka memberitahukan bahwa Davin tenggelam pada saat mandi, mengetahui hal tersebut, ayah korban atas nama Syaiful Rokhman, (36) langsung melaporkan kejadian tersebut kepada warga sekitar yang dilanjutkan melaporkan kepada pihak keamanan untuk meminta tolong mencari keberadaan anaknya yang tenggelam," tambahnya.

Untuk saat korban sudah diketemukan dan jenazah sudah dibawah kerumah duka untuk dibersihkan dan dikebumikan. (GP)

error: Content is protected !!