Sorry, we're closed Opens Selasa at 9:00 am

Tahun: 2025

Hendra Tololiu Resmi Di Lantik Oleh Ketua Umum PPWI Wilson Lalengke

Manado, Jejak - Indonesia.id | Pelantikan pengurus PPWI (Persatuan Pewarta Warga Indonesia) adalah acara pengukuhan atau pengambilan sumpah jabatan pengurus PPWI yang baru. Acara ini menandai dimulainya kepengurusan baru dan menjadi tanggung jawab mereka dalam menjalankan organisasi
Pengurus Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Provinsi Sulawesi Utara dengan masa bakti 2025-2030, Resmi dilantik oleh Ketua Umum DPN PPWI, Bapak Wilson Lalengke . S.Pd, M.Sc, MA.
Pelantikan Pengurus Dewan Pimpinan Daerah ( DPD) Sulawesi Utara yang di Nakhodai Hendra Tololiu, SE. CPLA (Ketua), Yusuf Saerang, SE (Sekretaris), Ali Akbar Lidjali, S.sos (Bendahara), Serta Pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Manado Bpk Randy Zes dan Minahasa Induk Bpk Frangky Ngantung , Sebanyak 2 Kabupaten Kota.yang berlangsung di Swisbel Hotel. Senin (04/8/2025).
Prosesi pelantikan dari awal pengucapan Sumpah sampai akhir penanda tanganan Surat Keputusan DPN Pusat berjalan dgn lancar dengan di Pimpin langsung Ketum PPWI Pusat Bapak Wilson Lalengke, Spd, MSc. MA, dan di saksikan oleh Para Saksi yaitu Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Dr. Alamsyah Hasibuan, SIK. MH dan dari Muspida Sekertaris Diaspora Propinsi SIK. MH dan dari Muspida Sekertaris Diaspora Propinsi EFTA Riny Mamahit, SE serta Mewakili Saksi Penasehat PPWI Sulut Bpk Dahri Pakaya, SE. EFTA Riny Mamahit, SE serta Mewakili Saksi Penasehat PPWI Sulut Bpk Dahri Pakaya, SE.

Dalam Sambutan ketua terpilih, Bapak Hendra Tololiu, SE.CPLA menyampaikan bahwa
PPWI Sulawesi Utara memiliki peran penting dalam mengembangkan dan memberdayakan pewarta warga di Sulawesi Utara. Melalui pelantikan ini, kita berharap dapat memperkuat sinergi dan kolaborasi antara pengurus dan anggota untuk mencapai tujuan organisasi
Ke depan, saya berharap PPWI Sulut, dapat semakin berperan aktif dalam mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pemberitaan yang akurat, berimbang, dan bertanggung jawab.
Dan Kita harus senantiasa menjunjung tinggi etika jurnalistik dan profesionalisme dalam setiap karya jurnalistik kita Ungkap Tololiu.

Selanjutnya sambutan Ketua Umum PPWI
Wilson Lalengke, menyampaikan ucapan selamat dan mengapresiasi seluruh pengurus yang sudah dilantik.
Dalam kesempatan tersebut ia juga mengatakan PPWI Sulawesi Utara harus terus bersemangat saling membantu, kesejahteraan yang akan datang dengan sendirinya jika para anggotanya memiliki kompetensi.
“Kompetensi untuk beradaptasi dengan kemajuan teknologi informasi dan perubahan perilaku. Yang mampu bertahan bukan yang paling kuat, tetapi yang mampu beradaptasi dengan segala perubahan,” tambahnya.

Dalam acara tersebut di hadiri Ketua UMUM SKKP "Satuan Komando Kesejahteraan Prajurit" TNI Polri Bpk Brigjenpol (Purn) Hilman Thayeb, SH menyampaikan Pesan Progam Makanan Bergizi Gratis harus di kawal oleh PPWI dengan terus mempromosikan Progam Presiden Prabowo sampai ke Pelosok Daerah. Selain itu juga program membantu masyarakat utk mengelolah tambang rakyat (WPR) bekerja sama dengan Perusahaan daerah, SKKP menjadi ujung tombak, bersama PPWI untuk mempromosikan potensi potensi Kekayaan alam sampai di Pelosok daerah.

Sambutan selanjut di tambahkan dari tokoh Masyarakat atau Tokoh daerah Bpk Ayub Ali mantan legislator Sulut, dlm sambutannya mengatakan Selamat kepada PPWI Sulut yg baru di lantik smoga menjadi garda terdepan utk membantu masyarakat dan mendukung Program makanan bergizi Gratis dari SKKP supaya tembus ke Pelosok daerah kepulauan Sangihe, Sitaro dan Talaud.

Acara ceremony diakhiri pemberian _Certificate of Appreciation_ kepada para beberapa tokoh VIP yang disampaikan langsung oleh Ketua Dewan Penasehat PPWI Nasional, Brigjenpol (Purn) Hilman Thayeb, SH yang didampingi Wilson Lalengke.

Kaperwil Sulut: Marflien

Tugas Wartawan Hanya Menulis”, Agus Flores Tegaskan Komitmen FRN Fast Respon Nusantara Menjaga Profesionalisme Pers

Jakarta, Jejak - Indonesia.id |  5 Agustus 2025-Ketua Umum Fast Respon Nusantara (FRN), Agus Flores, menegaskan kembali batasan dan tanggung jawab profesi wartawan melalui kampanye bertajuk "Tugas Wartawan Hanya Menulis". Kampanye ini disampaikan sebagai bentuk keprihatinan sekaligus penegasan atas maraknya penyimpangan peran wartawan yang melenceng dari etika dan fungsi jurnalistik.

Agus Flores menyampaikan bahwa wartawan adalah pilar penting demokrasi yang bertugas menyampaikan informasi faktual kepada masyarakat. Namun, wartawan tidak boleh melampaui kewenangannya, apalagi sampai melakukan intimidasi, pemerasan, atau mencampuri proses hukum.

“Tugas wartawan itu hanya menulis dan menyampaikan fakta. Bukan menjadi polisi, jaksa, atau hakim. Profesi ini harus dijaga agar tetap bermartabat,” ujar Agus Flores, dalam pernyataan resmi yang disampaikan kepada media.

FRN memuat kalimat tegas: “Tugas Wartawan Hanya Menulis”, sebagai pesan moral bagi seluruh insan pers, khususnya anggota FRN di seluruh Indonesia. Kampanye ini juga sekaligus menjadi bentuk peringatan agar wartawan tidak menyalahgunakan profesi demi kepentingan pribadi atau kelompok.

FRN Fast Respon Nusantara, di bawah kepemimpinan Agus Flores, berkomitmen untuk terus melakukan pembinaan terhadap wartawan dan relawan media yang tergabung dalam jaringan organisasi. Dalam waktu dekat, FRN akan mengadakan pelatihan kode etik jurnalistik, seminar literasi media, serta menjalin sinergi dengan Dewan Pers dan aparat penegak hukum.

Langkah ini mendapat apresiasi dari sejumlah kalangan, termasuk tokoh pers dan akademisi, yang menilai bahwa perbaikan internal melalui organisasi seperti FRN sangat penting demi menjaga kepercayaan publik terhadap profesi wartawan.

Agus Flores menutup pernyataannya dengan ajakan tegas kepada semua pihak:

“Mari kita kembalikan marwah profesi wartawan. Menulis adalah tugas utama, dan menulis itu adalah kehormatan.”(Redaksi)

PW FRN DPC Banyuwangi Mengecam Keras Intimidasi terhadap Jurnalis Radar Situbondo

Banyuwangi, Jejak - Indonesia.id | 5 Agustus 2025, PW Fast Respon (FRN) DPC Banyuwangi menyatakan sikap mengecam keras tindakan intimidasi dan kekerasan yang dialami oleh jurnalis Radar Situbondo, Humaidi, saat melaksanakan tugas peliputan pada kegiatan unjuk rasa LSM di Alun-Alun Situbondo, Kamis, 31 Juli 2025.

Insiden tersebut terjadi ketika Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, hadir dan berdialog dengan massa aksi. Dalam proses peliputan, saudara Humaidi mengajukan pertanyaan konfirmasi, namun justru mendapatkan respon berupa bentakan, upaya perampasan alat kerja, hingga kekerasan fisik oleh oknum yang diduga orang dekat bupati.

Tindakan tersebut merupakan bentuk nyata intimidasi terhadap jurnalis dan pelanggaran terhadap kemerdekaan pers, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

PW FRN DPC Banyuwangi Menyatakan:

1. Mengutuk keras segala bentuk intimidasi dan kekerasan terhadap jurnalis yang sedang menjalankan tugas peliputan di lapangan.

2. Mendukung penuh langkah hukum yang diambil saudara Humaidi untuk melaporkan kejadian ini ke Polres Situbondo.

3. Mendesak Kapolres Situbondo untuk mengusut tuntas kasus ini secara profesional, objektif, dan transparan.

4. Mendorong Bupati Situbondo untuk memberikan klarifikasi terbuka dan menyampaikan permintaan maaf atas kejadian yang mencederai nilai demokrasi ini.

5. Mengajak seluruh komunitas pers, organisasi wartawan, dan masyarakat sipil untuk bersatu menjaga marwah kebebasan pers dan menolak segala bentuk kekerasan terhadap wartawan.

Lebih lanjut, PW FRN DPC Banyuwangi akan terus mengawal proses ini dan menyerukan kepada seluruh anggota untuk tetap solid, menjaga independensi, serta tidak gentar dalam menyuarakan kebenaran dan kepentingan publik.

Sumber: PW FAST RESPON NUSANTARA DPC BANYUWANGI
Agus Samiaji
Ketua DPC

Sama-Sama Peduli Lingkungan, PIJAR Siap Untuk Berkolaborasi Dengan Masyarakat Ring Satu

Banyuwangi, Jejak - Indonesia.id | Tambang emas di gunung tumpang pitu, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran yang di kelola oleh PT Bumi Suksesindo (BSI) selalu menjadi perbincangan hangat dan menarik di kalangan publik. Setelah viral di Media Sosial (MEDSOS) aktivitas blasting (peledakan) yang merusak lingkungan, kemudian muncul di pemberitaan media jika masyarakat ring satu tambang emas membuat gerakan.

Beberapa hari yang lalu (23/07), puluhan pemuda Desa Kandangan dan Desa Sarongan, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, menolak aktivitas pertambangan mineral di wilayahnya. Aksi penolakan tersebut dilakukan dengan memasang spanduk di titik-titik strategis dan menggelar orasi di dua titik. Di antaranya yakni Jalan Simpang Tiga Patung Gandrung Sumber Bopong dan Jembatan Pelangi Poncomoyo.

Pemuda KANSA (Kandangan-Sarongan) Peduli Lingkungan menyatakan jika gerakan pemuda desa ini dalam rangka menyelamatkan lingkungan desanya. Mereka tidak ingin Desa Kandangan dan Desa Sarongan yang merupakan warga tepian hutan akan mengalami nasib seperti Gunung Tumpang Pitu di Desa Sumberagung yang ditambang PT BSI.

Berkenan dengan hal tersebut, Lembaga Diskusi Kajian Sosial (LDKS) Pilar Jaringan Aspirasi Rakyat (PIJAR) mendesak Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Banyuwangi untuk segera menjadwalkan permohonan hearing yang mereka ajukan. Sekedar informasi, organisasi yang dipimpin oleh Bondan Madani ini telah mengajukan permohonan hearing kepada DPRD pada hari Senin (21/7).

"Video amatir kegiatan peledakan di gunung tumpang pitu telah berkali-kali viral di media sosial, kemudian adanya reaksi keras dari anggota dewan, dan muncul gerakan dari pemuda Kandangan dan Sarongan yang menolak aktivitas pertambangan sampai memasang banner. Jadi, tidak ada alasan lagi bagi DPRD Banyuwangi untuk tidak menjadwalkan hearing dengan mengundanghadirkan PT BSI," Ucap Bondan, ketika dilansir oleh awak media, Selasa 05 Agustus 2025.

Bondan menceritakan, jika dirinya kemarin dihubungi oleh masyarakat yang ada ring satu tambang emas melalui aplikasi messenger. Setelah berkomunikasi dan bertukar nomor WhatsApp, pihaknya diundang untuk datang ke selatan (Wilayah Pesanggaran) guna membahas langkah-langkah kedepan. Karena menurutnya, gerakan mengkritisi aktivitas tambang emas perlu dukungan dari elemen masyarakat yang berada di sana.

"Melalui via online kami sudah berbicara banyak, tinggal diagendakan kapan untuk ketemu darat. Namun hasil dari komunikasi itu, terjadi kesepahaman jika kami dan mereka harus melakukan aksi bersama di tempat yang berbeda. Kami mendesak DPRD agar segera menjadwalkan hearing di kota, dan pemuda ring satu melakukan aksi penolakan disana dengan waktu yang bersamaan," Ujarnya.

Lebih lanjut Bondan menjelaskan, jika hari ini di MEDSOS dihebohkan dengan bendera One Piece. Dan oleh karena itu, ketika melakukan aksi seyogyanya menggunakan bendera tersebut. Karena menurutnya, bendera milik kru bajak laut Topi Jerami yang dipimpin oleh karakter utama animasi Monkey D. Luffy merupakan simbol perlawanan masyarakat terhadap tambang emas gunung tumpang pitu.

"Rencananya hari senin depan kami melakukan demonstrasi di gedung DPRD mendesak agar hearing yang kami ajukan segera dijadwalkan. Dan ketika kami aksi dikota, teman-teman ring satu juga melakukan aksi juga di sana menolak aktivitas pertambangan di desanya. Maka, kami juga memohon support dari teman-teman media untuk follow up kegiatan yang dilaksanakan bersama di tempat yang berbeda," Pungkasnya. (red)

Si Kembar, Petinju Cilik Akan Ramaikan Kejuaraan Tinju Amatir se Jawa Bali di Banyuwangi

Banyuwangi, Jejak - Indonesia.id | Si kembar Sadewa dan Nakula sosok petinju cilik putra asli daerah desa Ketapang yang masih duduk di TK ini akan ikuti event tinju amatir se Jawa Bali, pada 9 - 10 Agustus 2025 mendatang

Sadewa dan Nakula sekolah di TK AL-Hikmah Ketapang, kedua bocah ini adalah bibit bibit unggulan yang akan mau di event tinju amatir yang di ikuti 17 Kabupaten.

Event kejuaran tinju biasa diselenggarakan tiap tahunnya, namun sudah lama fakum, dan kini 4 tahun terdiam, akan kembali lagi pencarian bibit - bibit tinju profesional.

Provinsi Bali, diwakali Denpasar, Badung, Jembrana dan Buleleng Singaraja.

"si Kembar Nakula dan Sadewa sosok bocah cilik didikan mantan petinju senior Joko Misbono atau Joko Laras sang legendaris yang memenangkan kejuaraan pada tahun 2001.

Joko, saat di temui awak media mengatakan ingin mengembangkan bibit pemula lagi di Banyuwangi, khususnya di desa Ketapang, agar Generasi muda bisa membangun olahraga yang positif daripada bergaul dalam gangster hingga melakukan hal-hal yang negatif, seperti bertengkar di jalanan, dan lain-lain,"ucapnya.

Allhamdulilkah Nakula dan Sadewa mendapat dukungan dari kedua Orang tuanya. Agar menjadi sosok anak yang mandiri dan bisa membanggakan serta mengharumkan nama banyuwangi khususnya desa Ketapang, "pungkas Joko Laras.

 

error: Content is protected !!