Sorry, we're closed Opens today at 9:00 am

Bulan: Agustus 2025

Presiden RI Prabowo Subianto Minta Kepada Masyarakat Indonesia Tetap Jaga Persatuan

JAKARTA || jejakindonesia.id - Presiden RI Prabowo Subianto melakukan pertemuan dengan ketua umum partai politik baik yang di dalam maupun di luar pemerintahan beserta ketua dari lembaga negara.Prabowo Subianto menyerukan kepada masyarakat untuk tetap tenang dan menjaga persatuan nasional di tengah dinamika sosial politik yang belakangan memanas.

Ia menegaskan bahwa Indonesia kerap diintervensi dan diadu domba oleh pihak-pihak yang tidak menginginkan bangsa ini sejahtera.

"Kita selalu diintervensi, selalu diadu domba. Jangan kita mau terus diadu domba," tegas Prabowo usai menemui para pimpinan partai politik di Istana Negara, Jakarta, Ahad (31/8/2025).

Prabowo meminta masyarakat menaruh kepercayaan penuh kepada pemerintah, bahwa pemerintah yang ia pimpin bersama partai politik, baik di dalam maupun di luar koalisi, berkomitmen memperjuangkan kepentingan Rakyat.

Dalam hal ini, Presiden Prabowo mengatakan dirinya terus memantau perkembangan situasi yang terjadi Jakarta dan beberapa kota lain di indonesia. Negara menghormati dan terbuka tethadap kebebasan penyampaian pendapat dan aspirasi yang murni dari masyarakat.

Presiden Prabowo menerima laporan dari ketua umum partai politik bahwa mereka telah mengambil langkah tegas terhadap anggota DPR masing-masing yang menyampaikan pernyataan-pernyataan yang keliru.

Pimpinan DPR RI juga menyampaikan akan dilakukan pencabutan bebrapa kebijakan DPR RI termasuk besaran tunjangan anggota DPR RI dan juga moratorium kunjungan kerja ke luar negeri.

Presiden Prabowo minta seluruh warga untuk percaya kepada pemerintah karena pemerintah yang ia pimpin bersama dengan semua partai politik termasuk partai politik di luar pemerintahan bertekad untuk selalu memperjuangkan kepentingan rakyat dan bangsa termasuk rakyat yang paling kecil dan tertinggal.

 

(RED)

Ketua umum LSM GEMPUR Mengecam Keras Ledakan Amarah MR Siregar Terhadap Media

Deli Serdang || jejakindonesia.id - Ketua Umum LSM GEMPUR Bagus Abdul Halim, SE , telah mengecam keras tindakan dan pernyataan MR Siregar baru-baru ini yang ditujukan kepada pemimpin redaksi sebuah media yang memberitakan permintaan evaluasi Brigade Pangan di Kabupaten Deli Serdang beberapa waktu lalu .

Dalam keterangan persnya di Jibi Kopi di Jl. H.M Said , Sidorame bar 1 , Kecamatan Medan Perjuangan , Kota Medan , Sumatera Utara , Bagus Abdul Halim, SE , menyatakan, "Saya telah membaca berita tersebut, dan menurut pendapat saya, itu adalah kritik konstruktif untuk Pemerintah Kabupaten Deli Serdang dan dinas pertanian. Tidak ada bentuk serangan terhadap individu atau institusi mana pun."

Bagus menambahkan bahwa seorang pegawai ASN yang menolak untuk menerima kritik dan berbicara kasar ketika ditanya dapat melanggar Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil.
Secara khusus, kewajiban ASN untuk bersikap hormat, sopan, dan tidak melanggar etika .

MR Siregar dalam jawaban konfirmasi nya diduga berpotensi melanggar Pasal 18 ayat 1 UU Pers no 40 tahun 1999 , karena diduga sudah melecehkan profesi jurnalis serta melanggar UU no 14 tahun 2008 , tentang keterbukaan informasi publik .

Pelangaran kode etik ASN adalah , Setiap ucapan, tulisan, atau perbuatan ASN yang bertentangan dengan butir-butir kode etik dan jiwa korps merupakan pelanggaran.

"Arogansi MR dipertontonkan karena dia dekat dengan Bupati Deli Serdang. Ada dugaan bahwa Bupati berkolusi dengan MR, sehingga MR berani mengucapkan kata-kata yang tidak pantas kepada wartawan ketika dikritik karena dia menerima dukungan dan pembelaan dari Bupati atas semua tindakan dan kebijakannya," tegas Bagus .

Diduga bahwa MR Siregar sering membuat keputusan untuk merotasi pegawai dan aturan yang dianggap tidak sejalan dengan kebijakannya di dinas pertanian Deli Serdang , menyebabkan keresahan di kalangan pegawai dinas pertanian dan menghambat program pemerintah untuk mencapai ketahanan pangan nasional.

Bagus Abdul Halim mendesak Bupati Deli Serdang, Bapak Asriludin Tambunan, untuk segera mengambil keputusan tegas untuk memberhentikan MR dari jabatannya di Dinas Pertanian., karena menurut nya MR Siregar belum pantas menjadi seorang pejabat daerah , seorang pejabat harus siap mengayomi dan di Ayomi bukan malah arogan dan melakukan disposisi kekuasaan .

"Pernyataan MR telah melukai hati dan perasaan Ketua Organisasi Pers Indonesia , aliansi Pers Sumatera Utara, dan Lembaga organisasi masyarakat," tegas Bagus .

Hal ini bisa menimbulkan iklim yang tidak kondusif buat Kabupaten Deli Serdang dan Dinas Pertanian Kabupaten Deli Serdang .

Pernyataan "anjing menggonggong, kafilah berlalu" menyiratkan dukungan dan keberpihakan Bupati terhadap MR, menunjukkan bahwa semua tindakan yang diambil oleh MR mendapat dukungan Bupati.

Untuk mematahkan anggapan tersebut, Bagus Abdul Halim berharap Bapak Bupati Asriludin Tambunan segera mengambil tindakan tegas untuk segera mencopot atau memberhentikan MR dari jabatannya karena sudah melangar kode etik ASN dan melanggar PP no 94 tahun 2021 .

Inspektorat diharapkan segera memangil MR dan menjatuhkan sanksi kepada nya karena diduga telah melanggar kode etik sebagai ASN aktif di Dinas Pertanian Kabupaten Deli Serdang .

Jangan ada diskriminasi dalam memproses ASN yang diduga sudah melanggar batas apalagi terhadap profesi jurnalis . Perbuatan ASN seperti ini bisa menjatuhkan citra Bupati Deli Serdang yang selama ini sudah mendapatkan simpati yang luar biasa dari masyarakat Deli Serdang . *(HD/Tim)*

Polisi Amankan Seorang Provokator Demo di Pejompongan, Ternyata Anggota Intelijen TNI dengan Senjata Lengkap

JAKARTA || jejakindonesia.id – Aksi unjuk rasa di kawasan Pejompongan, Jakarta, yang semula berjalan dengan tertib, mendadak memanas setelah adanya tindakan provokatif dari salah seorang peserta. Aparat kepolisian yang bertugas di lapangan dengan sigap bergerak cepat dan berhasil mengamankan seorang pria yang diduga sebagai provokator.

Belakangan terungkap, pria tersebut bukanlah warga biasa. Ia diketahui merupakan seorang perwira aktif TNI, berpangkat Mayor Infanteri atas nama Sudi Suwarno, yang berdinas sebagai anggota Badan Intelijen Strategis (Bais). Saat diamankan, yang bersangkutan juga kedapatan membawa senjata api lengkap.

Kapolres Jakarta Pusat dalam keterangannya membenarkan peristiwa tersebut. Menurutnya, keberadaan seorang aparat bersenjata di tengah-tengah massa aksi tentu menjadi perhatian serius, terlebih karena yang bersangkutan diduga terlibat dalam mengompori massa hingga situasi menjadi ricuh.

“Benar, yang bersangkutan sudah diamankan oleh petugas di lapangan. Kami juga menemukan senjata api yang dibawanya. Saat ini sedang dilakukan pemeriksaan intensif untuk memastikan motif dan tujuan keterlibatannya dalam aksi tersebut,” ujar Kapolres.

Sementara itu, pihak TNI melalui perwakilan Pusat Penerangan (Puspen) TNI menyatakan akan mendalami dan menindaklanjuti kasus ini sesuai dengan aturan hukum yang berlaku. TNI menegaskan bahwa setiap prajurit yang terbukti melakukan pelanggaran akan diproses secara transparan tanpa pandang bulu.

“Kami menghormati proses hukum yang sedang dilakukan Polri. TNI akan bersikap tegas terhadap siapa pun anggotanya yang terlibat pelanggaran, apalagi jika berpotensi mencederai netralitas TNI dan mengganggu keamanan publik,” ungkap perwakilan Puspen TNI.

Penangkapan ini menjadi sorotan publik karena memperlihatkan adanya keterlibatan oknum aparat dalam dinamika aksi massa. Selain itu, kasus ini juga menimbulkan pertanyaan besar mengenai tujuan dan peran seorang intelijen aktif yang seharusnya bertugas menjaga stabilitas keamanan, tetapi justru didapati berada di lapangan sebagai provokator.

Hingga kini, Mayor Infanteri Sudi Suwarno masih dalam pemeriksaan intensif di Mapolda Metro Jaya. Aparat kepolisian bersama TNI akan berkoordinasi untuk mengungkap motif, jaringan, serta kemungkinan adanya aktor lain yang terlibat dalam peristiwa provokasi tersebut.

Pihak kepolisian juga menghimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh isu-isu liar yang berkembang. Proses hukum dipastikan akan berjalan sesuai prosedur, dan hasilnya akan disampaikan secara transparan kepada publik.

Ojol & Warga Kompak Bersihkan Pos Polisi yang Dibakar Massa di Surabaya

SURABAYA || jejakindonesia.id - Warga bersama driver ojol membersihkan pos polisi yang dibakar massa aksi pada Jumat (29/8/2025) dini hari. Mereka menyapu, mengepel, hingga membersihkan serpihan kaca di lokasi. Terdapat 3 pos penjagaan yang dibersihkan pada Sabtu (30/8/2025) sekitar pukul 16.00 WIB. Yakni Pos Lantas Bundaran A. Yani atau Taman Pelangi, Raya Darmo atau Taman Bungkul, dan Wonokromo atau sisi timur KBS.

Di sana, ada puluhan driver ojol dan warga yang bergotong royong membersihkan pos lantas di 2 lokasi. Mereka terlihat begitu kompak membersihkan serpihan pecahan kaca, mengepel lantai, hingga mengecat ulang dinding yang sempat terbakar dan divandalisme oleh massa aksi. Aksi tersebut pun mendapat dukungan dan apresiasi dari pengendara yang melintas. Bahkan, tak sedikit pengendara yang berhenti untuk mengabadikan momen tersebut.

Seperti halnya Septinda. Warga Banyuurip Surabaya itu mengaku senang melihat para driver ojol bersama sama dengan warga membersihkan pos yang sebelumnya menjadi sasaran pengerusakan massa aksi. "Ini tadi pas lewat kok banyak driver ojol ngecat, terus sama teman saya berhenti, sempat ngerekam sebentar. Mereka terlihat kompak sekali," kata wanita berusia 31 tahun itu di Wonokromo, Sabtu (30/8/2025).

Sementara itu, seorang pengemudi ojol Eko Setiawan mengungkapkan bahwa aksi ini merupakan bentuk keprihatinan atas kerusakan yang terjadi. Pria yang yang telah berprofesi sebagai ojol selama 9 tahun itu mengaku miris dengan ulah oknum peserta aksi yang merusak fasum. "Demo boleh, tapi tolong jangan rusak kota ini. Surabaya ini rumah kita, tempat kita mencari nafkah," kata Eko saat ditemui, Sabtu (30/8/2025).

Driver ojol berusia 50 tahun itu mengaku aksi bahu-membahu untuk membersihkan puing-puing dan serpihan bekas kerusuhan itu dilakukan secara spontan. Mereka mengumpulkan sampah, menyapu jalanan, serta membersihkan sisa-sisa pembakaran. Untuk biaya kegiatan pembersihan, ia mengaku sepenuhnya ditanggung secara swadaya. Terutama oleh para pengemudi ojol.

"Ini tadi kami patungan, swadaya (biaya untuk membersihkan lokasi)," ujarnya.
Pembagian wilayah pembersihan dilakukan berdasarkan lokasi pos polisi yang dirusak dan dibakar. Setiap pos polisi diisi oleh 10 hingga 20 orang pengemudi ojol.

Mereka bekerja dengan semangat gotong royong untuk memulihkan kondisi kota Surabaya.

KH. Achmad Wahyudi Ajak Jamaah Doakan Banyuwangi agar Senantiasa Rukun dan Damai

BANYUWANGI || jejakindonesia.id – Pengasuh sekaligus pendiri Pondok Pesantren Adz-Dzikra, KH. Ir. Achmad Wahyudi, S.H., M.H., mengajak seluruh jamaah pengajian Ahad Pagi “Nelesi Ati” serta masyarakat luas untuk senantiasa mendoakan Kabupaten Banyuwangi. Ajakan tersebut disampaikan dalam tausiyahnya di Aula Sidqi Maulana, Ponpes Adz-Dzikra Banyuwangi, Minggu (31/8/2025).

Dalam ceramahnya, tokoh intelektual sekaligus praktisi hukum nasional ini menegaskan bahwa doa memiliki peran penting sebagai benteng spiritual dalam menjaga ketentraman, kedamaian, dan kenyamanan hidup bermasyarakat.

"Mari bersama-sama kita memohon kepada Allah SWT, semoga Banyuwangi senantiasa tenteram, aman, rukun, dan damai, serta dijauhkan dari segala mara bahaya," ujar KH. Achmad Wahyudi di hadapan ratusan jamaah.

Lebih lanjut, beliau berdoa agar masyarakat Banyuwangi selalu diberi kelapangan hati, kejernihan pikiran, serta keberkahan dalam rezeki dan kehidupan sehari-hari.

"Ya Allah, jadikanlah hati kami tenang, pikiran kami jernih, rezeki kami lancar dan penuh keberkahan, serta seluruh masyarakat Banyuwangi senantiasa berada dalam lindungan-Mu," ucap beliau yang diamini dengan khidmat oleh seluruh jamaah.

Doa bersama tersebut ditutup dengan pembacaan surah Al-Fatihah, dilanjutkan dengan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW, menambah kekhusyukan suasana.

KH. Achmad Wahyudi berharap, melalui kekuatan doa yang dipanjatkan bersama dan kebersamaan masyarakat, Banyuwangi akan terus menjadi daerah yang damai, rukun, serta terjaga dari berbagai potensi perpecahan maupun gangguan keamanan.

"Semoga Allah SWT mengabulkan segala doa dan permohonan kita," tutupnya. (rag)

error: Content is protected !!