Sorry, we're closed Opens Senin at 9:00 am

Video

BARITO || Jejak-indonesia.id – Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) melaksanakan visitasi dalam rangka penilaian Kompolnas Awards 2026 di Polres Barito Selatan, Kalimantan Tengah, Selasa (11/8/2026). Visitasi tersebut menjadi bagian dari tahapan verifikasi lapangan terhadap inovasi dan kinerja personel Polri yang masuk nominasi.

Anggota Kompolnas Dr. Yusuf, S.Ag., M.H. bersama tim melakukan pengecekan langsung terhadap program yang dijalankan dua Bhabinkamtibmas Polres Barito Selatan yang berhasil masuk tiga besar nominasi Kompolnas Awards 2026 Kategori Perorangan Partnership, yakni Aipda Yogi Friatno Setiawan, S.I.Kom. dan Brigpol Lidya Aprilia Anisa A.Ng., S.H Kategori Perorangan People.

Dalam keterangannya, Dr. Yusuf mengatakan visitasi dilakukan untuk memastikan kesesuaian antara hasil penilaian tahap awal, dokumen yang disampaikan, serta kondisi nyata di lapangan.

“Visitasi ini merupakan bagian dari proses penilaian untuk memperoleh gambaran secara komprehensif mengenai implementasi kinerja, inovasi, kualitas pelayanan publik, tata kelola organisasi, serta dampak program yang dilaksanakan oleh peserta,” ujar Dr. Yusuf.

Ia menjelaskan, Kompolnas Awards merupakan salah satu bentuk penilaian terhadap praktik-praktik baik yang dilakukan anggota maupun satuan kerja Polri. Karena itu, tim Kompolnas melakukan verifikasi secara langsung untuk memastikan inovasi yang diajukan benar-benar dilaksanakan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Melalui visitasi ini kami ingin memastikan kesesuaian hasil penilaian tahap pertama dan dokumen dengan kondisi nyata, sekaligus memverifikasi keaslian inovasi dan praktik baik yang dilakukan di lapangan,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, tim Kompolnas yang terdiri dari Dr. Yusuf, Nining Desiwati, serta Dr. Mardonna Lamtio, S.Pd., M.M., didampingi Irwasda Polda Kalimantan Tengah. Kedatangan tim disambut Kapolres Barito Selatan AKBP Jecson R. Hutapea, S.I.K., M.H., Bupati Barito Selatan, Forkopimda, Forkopimcam Dusun Selatan, Wakapolres, serta jajaran pejabat utama Polres Barito Selatan.

Setelah rangkaian penyambutan dan arahan di Mapolsek Dusun Selatan, tim Kompolnas melanjutkan kegiatan dengan melakukan pengecekan langsung terhadap sejumlah program unggulan yang menjadi bagian dari nominasi kedua personel tersebut.

Salah satunya adalah program yang dikembangkan Aipda Yogi Friatno Setiawan selaku Bhabinkamtibmas Desa Kalahien, Kecamatan Dusun Selatan. Aipda Yogi mengembangkan budidaya jamur tiram bersama Pemerintah Desa Kalahien dan PT Nusantara sebagai upaya pemberdayaan masyarakat sekaligus mendukung ketahanan pangan.

Selain itu, Aipda Yogi juga menjalankan program BAJAKA PRESISI yang diwujudkan melalui kegiatan perpustakaan keliling untuk meningkatkan akses dan literasi anak-anak di wilayah binaannya.

Tim Kompolnas juga melakukan pengecekan program pembinaan masyarakat yang dijalankan Brigpol Lidya Aprilia Anisa A.Ng., S.H., Bhabinkamtibmas Kelurahan Hilir Sper. Program tersebut antara lain kegiatan Anak Asuh yang berfokus pada pembinaan dan pendampingan anak, serta sejumlah program pemberdayaan dan pembinaan masyarakat.

Sebelumnya, Brigpol Lidya juga dikenal melalui program BHAMASAK atau Bhabinkamtibmas Membangun dan Membina Satkamling serta BAKMIE atau Bhabinkamtibmas Membina Pelajar. Program-program tersebut diarahkan untuk memperkuat keamanan lingkungan, pembinaan generasi muda, serta meningkatkan kesadaran hukum masyarakat.

Dr. Yusuf menegaskan bahwa kehadiran Kompolnas dalam visitasi bukan hanya untuk melihat kelengkapan administrasi, tetapi juga memastikan dampak nyata dari program yang dijalankan oleh personel Polri.

“Yang kami lihat bukan hanya dokumen atau laporan kegiatan, tetapi bagaimana inovasi tersebut benar-benar diimplementasikan dan memberikan manfaat kepada masyarakat,” ungkapnya.

Ia berharap capaian tersebut dapat menjadi pemacu bagi seluruh personel Polres Barito Selatan untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat kemitraan dengan masyarakat, serta menghadirkan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan warga.

Visitasi Kompolnas Awards 2026 di Polres Barito Selatan kemudian dilanjutkan dengan pengecekan langsung terhadap lokasi program yang dijalankan kedua Bhabinkamtibmas. Kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam proses penilaian sebelum Kompolnas menetapkan penerima penghargaan Kompolnas Awards 2026.

JAKARTA || Jejak-indonesia.id – Polda Riau kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Polda Riau berhasil meraih Juara Umum Klaster 3 dalam penilaian Program Ketahanan Pangan Polri Tahun 2026 setelah mencatatkan prestasi pada enam kategori penilaian.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo kepada Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan dalam kegiatan Awarding Day Apresiasi Kreasi Polri yang digelar di Grand Ballroom The Tribrata, Jakarta, Selasa malam (11/8/2026).

Kabid Humas Polda Riau Kombes Akmadi mengatakan, predikat juara umum diraih berdasarkan akumulasi nilai dari seluruh kategori yang diikuti.

Polda Riau mencatatkan perolehan nilai tertinggi dibandingkan Polda lainnya yang tergabung dalam Klaster 3.

“Alhamdulillah, Polda Riau meraih Juara Umum Klaster 3. Capaian ini merupakan akumulasi dari prestasi yang diraih pada berbagai kategori. Ini menjadi bukti kerja bersama seluruh jajaran dalam mendukung dan mengimplementasikan program ketahanan pangan,” kata Akmadi, Rabu (12/8/2026).

Dalam penilaian tersebut, Polda Riau meraih Juara II Kategori Penambahan Lahan dan Produksi Jagung, Juara II Kategori Serapan Jagung Bulog, serta Juara I Kategori Manajemen Media Polda.

Prestasi juga datang dari jajaran kewilayahan. Polres Indragiri Hulu meraih Juara III Kategori Manajemen Media Polres.

Sementara pada kategori inovasi, Polda Riau meraih Juara II Kategori Inovasi Polda dan Polres Kuantan Singingi berhasil menjadi Juara I Kategori Inovasi Polres.

“Enam capaian tersebut kemudian terakumulasi dalam penilaian akhir dan menempatkan Polda Riau sebagai peraih nilai tertinggi sekaligus Juara Umum Klaster 3,” ujar Akmadi.

Secara nasional, penilaian Program Ketahanan Pangan Polri dibagi dalam tiga klaster. Polda Jawa Timur keluar sebagai Juara Umum Klaster 1, Polda Kalimantan Barat sebagai Juara Umum Klaster 2, sedangkan Polda Riau menjadi Juara Umum Klaster 3.

Akmadi mengatakan, penghargaan yang diterima langsung Kapolda Riau dari Kapolri tersebut menjadi apresiasi terhadap kerja kolektif seluruh jajaran Polda Riau, mulai dari tingkat Polda hingga Polres, bersama pemerintah daerah, Bulog, kelompok tani dan berbagai stakeholder lainnya.

Menurutnya, capaian tersebut sekaligus menjadi motivasi untuk memastikan program ketahanan pangan terus berjalan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Penghargaan ini, lanjut Akmadi, menjadi torehan membanggakan bagi seluruh jajaran personel sekaligus menjadi tanggung jawab untuk terus meningkatkan apa yang sudah dikerjakan.

“Semangatnya bukan berhenti pada penghargaan, tetapi bagaimana Polri ikut mengambil bagian dalam memperkuat ketahanan pangan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” tutup Akmadi. []

GORONTALO || Jejak-indonesia.id – Suasana khidmat menyelimuti Ruang VIP Bandara Djalaluddin Gorontalo pada Rabu (12/8/2026) pagi. Kapolda Gorontalo Irjen Pol. Drs. Widodo S.H., M.H., bersama Gubernur Dr. Ir. H. Gusnar Ismail, M.M., dan jajaran Forkopimda, menyambut kedatangan tiga pejabat penting dari pemerintah pusat.

Ketiga tamu negara tersebut adalah Wakil Menteri Dalam Negeri RI Komjen Pol (Purn) Dr. Akhmad Wiyagus, S.I.K., M.Si., M.M., Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel) Kejaksaan Agung RI Prof. Dr. Reda Manthovani, S.H., LL.M., dan Wakil Menteri Kesehatan RI dr. Benjamin Paulus Octavianus, Sp.P, FISR. Rombongan berangkat menggunakan maskapai Garuda Indonesia ini mendarat tepat pukul 09.45 WITA.

Sambutan Agung Tradisi Mopotilolo

Sebagai bentuk penghormatan tertinggi, ketiganya disambut dengan prosesi adat Mopotilolo. Tradisi sakral ini wajib digelar untuk menyambut tamu kehormatan yang baru pertama kali menginjakkan kaki di Bumi Serambi Madinah. Dipimpin langsung oleh pemangku adat U Duluwo Limo Lo Pohalaa, prosesi berlangsung megah diiringi tabuhan genderang khas dan tarian perang Longgo.

Rangkaian ritual adat dimulai dengan mopodungga lo uyilumo, sebuah prosesi jamuan makan dan minum sebagai simbol pemuliaan tamu. Setelah itu, suasana menjadi hening saat petuah adat dibacakan, disusul doa bersama demi keselamatan, kesehatan, dan kelancaran agenda para pejabat selama di Gorontalo. Prosesi sakral ini diakhiri dengan mongabi, yaitu pernyataan resmi dari tokoh adat yang menandakan bahwa para tamu telah direstui dan diterima secara resmi sebagai bagian dari warga Gorontalo.

Agenda Strategis Nasional di Gorontalo

Kunjungan kerja ini bukan sekadar seremonial. Ketiga pejabat pusat tersebut langsung dihadapkan pada sejumlah agenda strategis nasional yang berdampak langsung pada masyarakat Gorontalo.

Rombongan dijadwalkan langsung bertolak menuju Kecamatan Tilango, Kabupaten Gorontalo. Di sana, akan meninjau langsung pelaksanaan program Skrining Tuberkulosis (TB) Terintegrasi serta layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi warga setempat.

Sementara itu, Wamendagri Komjen Pol. (Purn) Akhmad Wiyagus dan Jamintel Reda Manthovani meneruskan agenda selanjutnya pada siang harinya. Keduanya dijadwalkan menghadiri program Jaksa Garda Desa (Jaga Desa) sekaligus mengukuhkan pengurus DPD dan DPC Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) se-Provinsi Gorontalo yang berlokasi di Auditorium Universitas Negeri Gorontalo.

(Red/Rezha LDD)

BANGKA BELITUNG || Jejak-indonesia.id – Direktorat Resnarkoba Polda Bangka Belitung berhasil meringkus seorang pengedar narkoba berinisial Su alias Man. Dari tangan pelaku, polisi mengamankan 4 klip berisi narkoba jenis sabu.

Berdasarkan informasi yang diterima, pria berusia 39 tahun ini merupakan warga asal Desa Terak Kecamatan Simpang Katis Kabupaten Bangka Tengah. Pelaku diamankan Desa Terak pada Senin (10/8/26) siang.

“Pelaku kita amankan saat berada disebuah toko di di Jalan Parit Tunghin Desa Terak. Ada 4 klip narkoba jenis sabu yang kita amankan dengan total berat bruto sabu 200.55 gram,”kata Dirresnarkoba Polda Babel Kombes Pol Ronald C Sipayung, Rabu (12/8/26) siang.

Ronald menyebutkan, penangkapan pelaku dilakukan usai pihaknya menerima informasi dari masyarakat mengenai adanya aktivitas transaksi narkoba dilokasi tersebut.

Mendapati informasi itu, Tim yang dipimpin Panit Subdit I Iptu Doni Nopriyadi bersama anggota langsung melakukan penyelidikan hingga berhasil mengamankan pelaku.

“Setelah berhasil diamankan, Tim didampingi Kepala Desa setempat langsung melakukan penggeledahan terhadap pelaku. Hasilnya, ditemukan 1 kantong plastik kecil warna hitam yang didalamnya berisikan 2 klip ukuran besar, 1 klip ukuran sedang dan 1 klip ukuran kecil yang semuanya berisikan narkoba jenis sabu,”ungkapnya.

Usai dilakukan penyitaan, pelaku dan barang bukti sabu termasuk 1 unit motor dan handphone langsung dibawa ke Mapolda guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Saat diinterogasi, pelaku mengakui bahwa barang bukti beberapa klip berisi sabu adalah atas penguasaannya atau kepemilikan pelaku,”pungkasnya.

Atas perbuatannya pelaku dijerat pasal 114 ayat (2) UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika jo UU RI Nomor 1 tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana atau pasal 609 ayat (2) huruf a UU RI Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana dengan ancaman pidana 12-20 tahun penjara.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Babel Kombes Pol Agus Sugiyarso turut membenarkan pengungkapan peredaran narkoba yang dilakukan oleh Direktorat Narkoba.

Menurut Agus, pengungkapan ini merupakan komitmen Kepolisian dalam memberantas segala upaya peredaran maupun penyalahgunaan narkoba di Bangka Belitung.

“Selalu kita tegaskan, Kepolisian tentunya terus berkomitmen dalam mewujudkan zero narkoba khususnya di Bangka Belitung melalui berbagai upaya seperti penegakkan hukum terhadap peredaran maupun penyalahgunaan narkoba,”kata Agus.

“Keberhasilan pengungkapan ini tentunya berkat peran aktif semua elemen masyarakat. Maka dari itu, kami berterimakasih dan mengapresiasi atas informasi yang diberikan oleh masyarakat,”tegasnya.

LOMBOK BARAT || Jejak-indonesia.id — Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Putri Yasmin yang melayani rute Padangbai, Bali–Lembar, Lombok Barat, mengalami kebakaran di Perairan Bangko-Bangko, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Rabu (12/8/2026) dini hari.

Peristiwa tersebut terjadi saat kapal milik PT Jemla Ferry tengah dalam perjalanan dari Pelabuhan Padangbai menuju Pelabuhan ASDP Lembar. Berdasarkan laporan awal, titik kejadian berada di sekitar koordinat 8.8953° LS–115.7209° BT.

KMP Putri Yasmin diketahui memiliki IMO Number 9037575, MMSI 525010084, Call Sign YDGJ, berbendera Indonesia, dengan ukuran sekitar 1.790 GT, panjang kapal sekitar 62 meter, dan dibangun pada 1992.

Berdasarkan kronologi awal, KMP Putri Yasmin bertolak dari Pelabuhan Padangbai sekitar pukul 02.00 WITA menuju Pelabuhan Lembar.

Sekitar pukul 04.15 WITA, kapal dilaporkan mengalami kebakaran di wilayah perairan Selat Lombok. Informasi awal menyebutkan sumber api diduga berasal dari salah satu truk box yang berada di dalam kapal. Namun, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan dan belum dapat disimpulkan.

Upaya awal pemadaman dilakukan oleh kru kapal bersama penumpang sembari meminta bantuan kepada kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi.

Tim SAR kemudian bergerak melakukan operasi penyelamatan. KN SAR 220 Mataram berangkat menuju lokasi kejadian sekitar pukul 05.40 WITA.

Sejumlah kapal yang berada di sekitar lokasi turut dikerahkan untuk membantu proses evakuasi, di antaranya KMP Portlink II, KAL Lembar, kapal patroli Polairud Polda NTB, RIB Basarnas Mataram, RBB Basarnas, serta KMP Parama Kaliani.

Proses evakuasi berlangsung secara bertahap. Pada pagi hingga sore hari, korban dievakuasi menggunakan sejumlah armada menuju Pelabuhan Lembar maupun Padangbai.

Data sementara mencatat 211 orang berhasil diselamatkan, sementara satu orang meninggal dunia.

Korban meninggal dunia diketahui bernama Indah Dwi Septiani, perempuan, kelahiran Mataram 17 September 2006, berusia 20 tahun. Korban merupakan penumpang kapal dan berdomisili di kawasan Asrama Brimob Gatep, Kelurahan Ampenan Selatan, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram.

Korban tersebut dievakuasi menggunakan kapal Yacht Still Here bersama dua korban lainnya yang berhasil selamat.

Pada pukul 11.00 WITA, kapal tersebut tiba dengan membawa dua korban selamat dan satu korban meninggal dunia.

Sementara itu, sejumlah kelompok korban berhasil dievakuasi oleh armada SAR dan kapal lain yang terlibat dalam operasi penyelamatan.

KN SAR 220 Mataram mengevakuasi 59 orang korban selamat. Kemudian RBB Basarnas Mataram membawa 24 orang, KAL Lembar 18 orang, RIB Basarnas Mataram 9 orang, kapal patroli Polairud Polda NTB 25 orang, serta KMP Parama Kaliani mengevakuasi 39 orang.

Sebanyak 35 orang sebelumnya dievakuasi menggunakan KMP Portlink II menuju Padangbai. Dari jumlah tersebut, sebagian korban kemudian kembali menuju Lembar menggunakan armada lain.

Proses evakuasi secara keseluruhan dilaporkan berlangsung aman dan lancar hingga sekitar pukul 19.00 WITA.

Pada Rabu sore, sekitar pukul 18.00 WITA, Menteri Perhubungan RI Dudy Purwagandhi, S.H. datang ke Pelabuhan ASDP Lembar untuk meninjau langsung kondisi para korban.

Kunjungan tersebut disambut Gubernur NTB, Kabinda NTB, Danlanal Mataram serta jajaran terkait di lingkungan Pelabuhan Lembar.

Rombongan Menteri Perhubungan meninggalkan Pelabuhan ASDP Lembar sekitar pukul 18.59 WITA.

Satu Korban Meninggal, Tidak Ada Laporan Korban Luka

Berdasarkan data sementara yang dihimpun dalam laporan penanganan, jumlah korban tercatat:

Selamat: 211 orang

Meninggal dunia: 1 orang

Korban luka-luka: nihil, berdasarkan informasi Balai Kesehatan Lembar.

Adapun kerugian materiil masih dalam proses pendataan, meliputi kapal, kendaraan, barang milik penumpang, serta muatan lainnya.

Dalam proses pendataan, terdapat perbedaan antara jumlah penumpang yang tercantum dalam manifest dengan jumlah orang yang ditemukan dalam proses evakuasi.

Data awal menyebutkan manifest penumpang sebanyak 131 orang, sementara data riil korban yang teridentifikasi mencapai 187 orang. Perbedaan tersebut masih dilakukan verifikasi.

Salah satu dugaan penyebab perbedaan data adalah adanya kendaraan angkutan seperti truk yang dalam manifest hanya mencantumkan pengemudi, sementara jumlah orang yang ikut dalam kendaraan tersebut tidak seluruhnya tercatat secara individual.

Selain penumpang, terdapat pula awak kapal dan pekerja pendukung, antara lain 17 ABK, tiga petugas cleaning service, satu security, satu pengganti koki, serta dua kru kantin.

Penyebab Kebakaran Menunggu Hasil Investigasi

Pihak berwenang belum menyimpulkan penyebab pasti kebakaran KMP Putri Yasmin.

Informasi mengenai dugaan api berasal dari satu unit truk box masih bersifat informasi awal dan perlu dibuktikan melalui proses investigasi.

Penyelidikan dan pemeriksaan lebih lanjut direncanakan melibatkan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dengan pendampingan dari KSOP Lembar.

Selain penyebab kebakaran, proses investigasi juga penting untuk memastikan kronologi kejadian, sistem keselamatan kapal, proses pemadaman awal, hingga kesesuaian data manifest dengan jumlah orang yang berada di atas kapal saat kejadian.

Hingga proses evakuasi dinyatakan selesai pada Rabu malam, seluruh korban telah berhasil dievakuasi dari KMP Putri Yasmin. Sementara itu, penyebab pasti kebakaran dan total kerugian materiil masih menunggu hasil pemeriksaan serta pendataan resmi dari pihak berwenang.

error: Content is protected !!