Sorry, we're closed Opens Senin at 9:00 am

Video

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Sebanyak 79 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kabupaten Banyuwangi resmi menerima SK pengangkatan menjadi PNS. Dari 79 PNS baru tersebut, sebanyak 17 orang merupakan tenaga kesehatan, terdiri atas tiga dokter spesialis, tujuh dokter umum, dua tenaga fungsional kesehatan, dan tujuh apoteker.

Penyerahan SK dilakukan langsung Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, di Ruang Rempeg Jogopati, Rabu (12/07/2026).

Ipuk mengatakan kesehatan merupakan salah satu sektor yang menjadi prioritas. Berbagai program telah digulirkan salah satunya menghadirkan para dokter spesialis melakukan pembinaan untuk meningkatkan kompetensi para tenaga kesehatan di Puskesmas-Puskesmas melalui program PAS Puskesmas Asuhan Spesialistik.

“Dengan adanya tambahan tenaga dokter spesialis dan dokter umum serta tenaga kesehatan lainnya ini, bisa memperkuat pelayanan kesehatan pada masyarakat,” kata Ipuk.

“Jangan hanya berpikir untuk diri sendiri bahwa mau menjadi PNS karena masa depannya lebih terjamin. Tapi menjadi PNS itu harus bisa menjamin bahwa masyarakat terlayani, dan menyelesaikan berbagai tantangan yang ada di daerah,” kata Ipuk.

Ipuk menambahkan, kondisi saat ini sangat dinamis dan kompetitif. Maka, PNS harus lebih adaptif dan mampu bekerja secara cepat dan efektif.

“PNS harus lebih adaptif terhadap perubahan. Manfaatkan teknologi untuk mempermudah pekerjaan, namun jangan sampai ketergantungan. Terus belajar, dan jangan malas meng-upgrade diri,” kata Ipuk.

“Tuntutan masyarakat terhadap pelayanan publik yang berkualitas, cepat, dan tepat terus meningkat. Gali terus kreativitas dan inovasi,” tambah Ipuk.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Banyuwangi Ilzam Nuzuli menambahkan, jumlah penerima SK PNS kali ini sebanyak 79 orang.

“Mereka terdiri atas 3 dokter spesialis, 7 dokter umum, 2 fungsional kesehatan, 7 apoteker, 6 auditor, serta 54 fungsional teknis lainnya,” urai Ilzam.

Para penerima SK tersebut merupakan CPNS formasi tahun 2024. Ia menyebut, total terdapat 81 orang yang lolos seleksi. Dari jumlah tersebut, sebanyak 79 orang telah mengikuti dan lulus latihan dasar (latsar) di Pemprov Jatim sehingga berhak mendapatkan SK dari Bupati. (*)

JAKARTA || Jejak-indonesia.id – Badan Narkotika Nasional (BNN) menjalin kerja sama dengan tiga Kementerian, yakni Kementerian Sosial (Kemensos), Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker).

Kerja sama interdepetensial ini diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) mengenai penanganan komprehensif bagi korban penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika, dan Bahan Adiktif Lainnya (Napza).

Penandatanganan MoU dilakukan langsung oleh Kepala BNN Komjen Pol. Suyudi Ario Seto bersama jajaran menteri dan perwakilan dari Kemensos, Kemenkes, serta Kemenaker di Kantor BNN RI, Jakarta.

Melalui sinergi ini, BNN dan ketiga kementerian bersepakat untuk mengintegrasikan layanan rehabilitasi medis, rehabilitasi sosial, hingga pelatihan vokasional serta pemberdayaan tenaga kerja bagi para mantan pecandu dan korban Napza.

Kepala BNN menegaskan bahwa penanganan korban penyalahgunaan narkoba tidak cukup hanya diselesaikan dari sisi penegakan hukum semata, tetapi memerlukan pendekatan kemanusiaan dari hulu ke hilir.

“Korban penyalahgunaan narkotika adalah orang sakit yang harus disembuhkan dan dipulihkan. Melalui kerja sama lintas kementerian ini, kita tidak hanya memulihkan kesehatan fisik dan mental mereka melalui Kemenkes dan Kemensos, tetapi juga memberikan kepastian masa depan dan keterampilan kerja melalui Kemenaker agar mereka tidak kembali terjerosok,” ujarnya.

Dalam skema kerja sama tersebut, Kemenkes bertugas mengoptimalkan fasilitasi rehabilitasi medis di rumah sakit dan puskesmas, Kemensos berfokus pada pendampingan rehabilitasi sosial serta reintegrasi ke masyarakat, sedangkan Kemenaker memfasilitasi program pelatihan kerja di Balai Latihan Kerja (BLK) untuk memberikan bekal kemandirian ekonomi.

Langkah ini diharapkan mampu menekan angka kekambuhan (relapse) penyalahguna narkotika sekaligus mempercepat proses pengembalian mantan korban Napza menjadi sumber daya manusia yang produktif dan bermanfaat bagi masyarakat.

JAKARTA || Jejak-indonesia.id – Anggota Komisi III DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Bimantoro Wiyono, mengapresiasi langkah cepat dan tegas Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama Bareskrim Polri, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, serta TNI Angkatan Laut yang berhasil menggagalkan penyelundupan 1.298 kilogram atau hampir 1,3 ton ketamin di perairan Kepulauan Riau. Ia menilai pengungkapan tersebut merupakan prestasi penting dalam upaya negara melindungi masyarakat, khususnya generasi muda, dari ancaman narkoba.

“Saya mengapresiasi dan mendukung penuh langkah cepat BNN dalam pengungkapan penyelundupan hampir 1,3 ton ketamin. Ini bukan perkara kecil. Barang sebanyak itu menunjukkan adanya ancaman serius dari jaringan peredaran gelap yang harus kita lawan bersama,” kata Bimantoro dalam keterangannya, Senin (10/8/2026).

Kader dari Partai Gerindra ini menilai pengungkapan tersebut tidak boleh berhenti pada penangkapan para awak kapal atau pihak yang berada di lapangan. Ia mendorong aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas hingga ke akar jaringan, termasuk mengungkap siapa pengendali, pemodal, pemasok, penerima, hingga jaringan yang mengatur jalur distribusi barang tersebut.

“Jangan berhenti di pelaku lapangan. Bongkar sampai ke akar-akarnya. Siapa yang membiayai, siapa yang mengendalikan, dari mana barang ini berasal, siapa penerimanya, dan ke mana jaringan ini akan mendistribusikannya harus diungkap secara tuntas,” tegasnya.

Menurut dia, jaringan narkoba dan penyelundupan zat psikotropika memiliki pola kerja yang terorganisasi dan memanfaatkan berbagai celah, termasuk jalur laut. Karena itu, penindakan harus diikuti dengan pemetaan dan pembongkaran jaringan secara menyeluruh.

“Kita harus memperketat pengawasan terhadap jaringan dan seluruh jalur yang berpotensi dimanfaatkan untuk penyelundupan. Jangan sampai keberhasilan hari ini hanya memutus satu pengiriman, sementara jaringan besarnya masih bebas bergerak dan mencari jalur baru,” katanya.

Lebih lanjut, Bimantoro menyoroti modus penyalahgunaan ketamin yang makin beragam, termasuk kemungkinan dimodifikasi dan dicampurkan ke dalam cairan rokok elektrik atau vape. Menurut dia, perkembangan modus tersebut harus menjadi perhatian serius karena dapat menyasar generasi muda dengan cara yang lebih sulit terdeteksi.

“Modusnya terus berkembang. Karena itu, pengawasan juga harus berkembang. Negara tidak boleh kalah cepat dari para sindikat narkoba. Teknologi, intelijen, pengawasan perbatasan, dan koordinasi antarlembaga harus terus diperkuat,” ujar Bimantoro.

Bimantoro mengajak masyarakat, khususnya masyarakat pesisir, nelayan, dan pelaku industri kemaritiman, untuk ikut meningkatkan kewaspadaan serta melaporkan aktivitas mencurigakan yang berkaitan dengan penyelundupan narkoba dan zat psikotropika.

“Perang melawan narkoba bukan hanya tugas satu lembaga. Ini tugas bersama. Sinergitas aparat dan partisipasi masyarakat harus diperkuat agar Indonesia benar-benar terbebas dari ancaman narkoba,” pungkas Bimantoro.

Sebelumnya, pengungkapan oleh tim gabungan ini berlangsung pada Jumat (7/8). Dalam operasi ini, petugas mengamankan delapan orang anak buah kapal (ABK) yang terdiri dari satu warga negara Taiwan berinisial TSM (43) dan tujuh warga negara Myanmar, yaitu KH (29), MML (36), ML (55), PL (27), TA (51), ZO (38), serta MML (44).

Para pelaku menyembunyikan barang haram di dalam kompartemen tersembunyi dekat anjungan kapal. Petugas mengamankan 65 karung berisi 1.300 bungkus teh cina dengan berat total sekitar 1,3 ton. Hasil uji menggunakan alat Rigaku mengonfirmasi seluruh sampel positif mengandung ketamin.

JAKARTA || Jejak-indonesia.id – Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni mengapresiasi langkah cepat dan tegas Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama Bareskrim Polri, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, serta TNI Angkatan Laut yang berhasil menggagalkan penyelundupan 1.298 kilogram atau hampir 1,3 ton ketamin di perairan Kepulauan Riau. Ia mengatakan zat tersebut mengerikan bagi generasi muda.

“Apresiasi setinggi-tingginya bagi Kepala BNN, Polri, TNI dan bea cukai yang sudah bekerjasama dengan sangat baik dalam melakukan operasi penangkapan narkoba dengan jumlah yang luar biasa ini. Ini adalah bentuk kerjasama yang sangat baik dan kita harap akan terus dijalankan ke depannya demi mengurangi peredaran narkoba di masyarakat dan demi menyelamatkan masa depan generasi muda kita,” kata Sahroni saat dihubungi, Selasa (11/8/2026).

Ia kemudian bicara zat ketamin yang ada di dalam vape. Dia menyebut zat tersebut berbahaya lantaran sulit dideteksi.
“Terkait vape yang mengandung narkoba, ini memang mengerikan karena sekarang obat-obatan terlarang sudah beragam jenis dan bentuknya. Karena itulah, dari awal saya mendorong agar vape ini dilarang total saja, demi anak-anak kita,” ucap dia.

Bendum DPP NasDem ini pun mendorong BNN beserta penegak hukum untuk terus melakukan operasi seperti itu. Menurutnya, operasi semacam itu bisa mempersulit langkah para pihak mengedarkan ketamin.

“Terus lakukan operasi-operasi agar mereka-mereka sulit lagi untuk bertransaksi dan bisa mencegah lebih awal atas operasi-operasi yang dilakukan oleh aparat-aparat penegakan hukum,” tutur dia.

“Pada umumnya narkotika pasti sulit dihilangkan, tapi minimal dengan upaya-upaya operasi bisa menurunkan peredaran terutama narkotika melalui vape ini, kalau vape bisa dilarang makin berkurang juga para mafia membuat narkotika itu beredar,” lanjutnya.

GIANYAR || Jejak-indonesia.id – Dedikasi dan pengabdian panjang seorang personel Polri mendapat penghargaan melalui kenaikan pangkat pengabdian. Hal tersebut tercermin dalam Upacara Laporan Kenaikan Pangkat Perwira Pengabdian PNPP Polres Gianyar TMT 1 Agustus 2026 yang digelar di Lapangan Apel Tri Brata Polres Gianyar, Rabu (12/8/2026).

Upacara dipimpin langsung oleh Kapolres Gianyar AKBP James I. S. Rajagukguk, S.I.K., M.H., selaku Inspektur Upacara. Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Bhayangkari Cabang Gianyar, Wakapolres Gianyar, para Pejabat Utama Polres Gianyar, Kapolsek jajaran, perwira dan bintara, ASN Polres Gianyar, serta perwakilan Bhayangkari Cabang Gianyar.

Dalam kesempatan tersebut, satu personel Polres Gianyar menerima kenaikan pangkat Perwira Pengabdian, yakni AKP I Nyoman Tantra, NRP 68100208, yang menjabat sebagai Kasubbag Bekpal Bag Logistik Polres Gianyar.

Dalam amanatnya, Kapolres Gianyar AKBP James I. S. Rajagukguk menegaskan bahwa kenaikan pangkat bukan sekadar penghargaan administratif, tetapi merupakan bentuk apresiasi dan kepercayaan pimpinan terhadap dedikasi serta tanggung jawab personel selama menjalankan tugas.

“Kenaikan pangkat tidak semata-mata merupakan hak seluruh personel yang secara otomatis diberikan begitu saja, namun melalui proses penilaian yang panjang. Salah satunya merupakan wujud kepercayaan dan kehormatan yang diberikan oleh pimpinan karena prestasi, dedikasi, dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas,” tegas AKBP James.

Menurutnya, kenaikan pangkat pengabdian memiliki makna penting karena menjadi bagian dari penghargaan institusi terhadap perjalanan pengabdian personel yang telah memberikan tenaga, pikiran, dan loyalitas dalam melaksanakan tugas sebagai anggota Polri.

Kapolres Gianyar kemudian menyampaikan ucapan selamat kepada AKP I Nyoman Tantra atas kenaikan pangkat yang diterimanya. Ia juga berharap penghargaan tersebut menjadi kebanggaan bagi personel dan keluarga.

“Kepada personel yang mendapat kenaikan pangkat pengabdian, saya atas nama pribadi dan pimpinan menyampaikan selamat berbahagia. Sampaikan juga salam saya kepada keluarga. Semoga pencapaian ini menjadi kebanggaan sekaligus motivasi dalam melanjutkan pengabdian kepada institusi Polri dan masyarakat,” ujarnya.

Kapolres menambahkan, momentum kenaikan pangkat pengabdian hendaknya menjadi teladan bagi seluruh personel Polres Gianyar untuk senantiasa bekerja dengan penuh integritas, disiplin, loyalitas, dan rasa tanggung jawab.

“Jadikan setiap tugas dan tanggung jawab sebagai bagian dari pengabdian. Teruslah memberikan yang terbaik bagi institusi dan masyarakat, serta jaga nama baik Polri sampai akhir masa pengabdian,” pesan AKBP James.

Upacara berlangsung dengan khidmat, tertib, dan aman. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memberikan penghargaan atas dedikasi personel serta meneguhkan komitmen seluruh anggota Polres Gianyar dalam memberikan pelayanan, perlindungan, dan pengayoman terbaik kepada masyarakat.

“Pengabdian yang tulus akan selalu memiliki nilai dan menjadi bagian dari perjalanan terbaik seorang anggota Polri.”

error: Content is protected !!