Penuh Khidmat, 34 Krama dari Berbagai Daerah di Bali Ikuti Upacara Mebayuh Tebasan Gering di Pesraman Dalem Gedong Ratih

BANDUNG || Jejak-indonesia.id – Suasana penuh khidmat dan sarat nuansa spiritual menyelimuti pelaksanaan upacara Mebayuh Tebasan Gering yang digelar di Pesraman Yayasan Dalem Gedong Ratih, beralamat di Jl. Raya Mambal – Semana, Br. Umah Anyar, Desa Mambal, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Bali.

Upacara sakral ini dipuput oleh Ida Begawan Vivekha Dharma Tarukan, yang dengan penuh kebijaksanaan memimpin seluruh rangkaian prosesi keagamaan. Kegiatan tersebut diikuti oleh 34 peserta yang datang dari berbagai daerah dan kabupaten di Bali, menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat dalam menjaga serta melestarikan warisan adat, budaya, dan spiritual Bali.

Prosesi Mebayuh Tebasan Gering merupakan salah satu upacara yadnya yang memiliki makna mendalam, khususnya sebagai sarana penyucian diri, memohon keselamatan, kesehatan, serta keharmonisan lahir dan batin. Dalam tradisi Hindu Bali, ritual ini diyakini sebagai bentuk nunas ica kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa agar segala unsur negatif, penyakit, maupun pengaruh buruk yang melekat dapat dinetralisir melalui doa dan sarana upakara yang telah disucikan.

Sejak pagi hari, para peserta tampak hadir dengan penuh ketulusan dan rasa bhakti, mengenakan busana adat Bali serba rapi. Atmosfer religius begitu terasa saat doa-doa suci dan mantra dilantunkan, berpadu dengan harum dupa serta suasana tenang di area pesraman.

Kehadiran peserta dari berbagai kabupaten di Bali juga menjadi cerminan kuatnya rasa persaudaraan dan semangat kebersamaan umat dalam menjalankan tradisi leluhur. Tidak hanya sebagai ritual penyucian, kegiatan ini juga menjadi wadah mempererat tali pasemetonan antarumat, sekaligus memperkuat nilai-nilai sradha dan bhakti dalam kehidupan sehari-hari.

Pesraman Yayasan Dalem Gedong Ratih selama ini dikenal sebagai salah satu tempat pembinaan spiritual dan pelaksanaan berbagai upacara adat serta keagamaan yang terus berkomitmen menjaga nilai-nilai luhur tradisi Bali.

Melalui pelaksanaan upacara Mebayuh Tebasan Gering ini, diharapkan seluruh peserta memperoleh kerahayuan, kesehatan, serta kehidupan yang lebih harmonis, sejalan dengan filosofi Bali yang menjunjung keseimbangan antara manusia, alam, dan Tuhan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *