Opini….!
Dalam kehidupan sehari-hari, tidak semua orang menyadari bahwa kata-kata yang keluar dari mulutnya sering kali menjadi cerminan dari dirinya sendiri. Karena itu, sebelum menilai, mengkritik, atau menyalahkan orang lain, ada baiknya seseorang terlebih dahulu berkaca pada dirinya sendiri.
Mbah Semar menilai bahwa kebiasaan berbicara tanpa introspeksi sering menjadi sumber konflik, perpecahan, bahkan permusuhan. Seseorang dengan mudah menunjukkan kesalahan orang lain, tetapi lupa bahwa dirinya pun tidak luput dari kekurangan dan kesalahan.
“Jangan terlalu sibuk melihat debu di mata orang lain, sementara kita lupa ada kaca yang harus dibersihkan dalam diri sendiri,” ujar Mbah Semar.
Menurutnya, berbicara adalah hak setiap orang, tetapi setiap ucapan juga memiliki konsekuensi moral dan sosial. Kata-kata yang tidak dipikirkan dengan matang dapat melukai perasaan, merusak hubungan, bahkan menimbulkan fitnah yang sulit diperbaiki.
Sikap berkaca sebelum bicara bukan berarti takut menyampaikan kritik. Justru kritik yang disampaikan setelah melakukan introspeksi akan lebih bijaksana, objektif, dan mudah diterima. Orang yang mampu mengoreksi dirinya sendiri biasanya akan lebih berhati-hati dalam menilai orang lain.
Mbah Semar juga mengingatkan bahwa kebijaksanaan tidak diukur dari seberapa banyak seseorang berbicara, melainkan dari seberapa mampu ia menjaga lisan dan memahami keadaan. Terkadang diam lebih bernilai daripada ucapan yang hanya menimbulkan kegaduhan.
“Jika ingin dihormati, mulailah dengan menghormati orang lain. Jika ingin didengar, belajarlah mendengar. Dan jika ingin menilai orang lain, berkacalah terlebih dahulu pada diri sendiri,” tegasnya.
Di tengah era media sosial yang serba cepat, pesan ini menjadi semakin relevan. Sebab, satu kalimat yang ditulis atau diucapkan dapat menyebar luas dalam hitungan detik. Oleh karena itu, kebijaksanaan dalam berbicara, menulis, dan berkomentar merupakan bentuk kedewasaan yang perlu terus dijaga.
Berkaca sebelum bicara bukan tanda kelemahan, melainkan tanda kebijaksanaan. Karena orang yang mampu menilai dirinya sendiri dengan jujur akan lebih bijak dalam menilai orang lain.
