Webinar Internasional III BP2DIM Soroti Fenomena LGBT dalam Perspektif Adat, Agama, Kesehatan, dan Akademik

PADANG || Jejak-indonesia.id – Badan Persiapan Provinsi Daerah Istimewa Minangkabau (BP2DIM) sukses menyelenggarakan Webinar Internasional III bertajuk “Minangkabau Darurat LGBT” pada Sabtu (30/5/2026).

Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting tersebut diikuti oleh peserta dari berbagai daerah di Indonesia maupun diaspora Minangkabau di luar negeri.

Webinar menghadirkan Ketua DPRD Sumatera Barat, Muhidi, sebagai keynote speaker yang menyoroti pentingnya peran seluruh elemen masyarakat dalam menjaga nilai-nilai adat, budaya, dan moral yang menjadi identitas masyarakat Minangkabau.

Ketua Umum BP2DIM, Buya Prof. Dr. Masri Mansoor, M.Ag, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya membangun ruang diskusi yang melibatkan berbagai kalangan untuk membahas fenomena sosial yang berkembang di tengah masyarakat.

Berbagai pandangan dan kajian disampaikan oleh para narasumber, yaitu Buya Dr. Elfa Hendri Muhlis, M.A, Buya Dr. Zulkarnaini, M.Ag, Dr. Surya Suryadi dari Universitas Leiden Belanda, Prof. Dr. Fauzi Bahar, Dt. Nan Sati, serta dr. Armen Ahmad, Sp.PD, KPTI, FINASIM. Para pemateri mengulas persoalan tersebut dari sudut pandang agama, adat Minangkabau, kesehatan, pendidikan, serta dinamika sosial masyarakat modern.

Diskusi yang dipandu oleh moderator Zulkifli, S.Pd Dt. Rajo Mangkuto berlangsung interaktif dengan berbagai tanggapan dan pertanyaan dari peserta. Sementara itu, jalannya acara dipandu oleh Prof. Yarmis Syukur, M.Pd., Kons selaku master of ceremony.

Dalam forum tersebut, para peserta menekankan pentingnya penguatan pendidikan keluarga, nilai-nilai adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah (ABS-SBK), serta peningkatan peran lembaga pendidikan, tokoh masyarakat, dan pemerintah dalam menghadapi berbagai tantangan sosial yang berkembang di era globalisasi.

Panitia menyampaikan apresiasi kepada seluruh narasumber, peserta, organisasi masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, akademisi, serta diaspora Minangkabau yang telah berpartisipasi aktif sehingga kegiatan dapat berlangsung dengan lancar dan produktif.

Melalui webinar ini, BP2DIM berharap lahirnya pemikiran dan rekomendasi yang dapat menjadi masukan bagi masyarakat serta pemangku kepentingan dalam memperkuat nilai-nilai budaya, adat, dan kehidupan sosial masyarakat Minangkabau di masa mendatang.(*Ziqro)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *