BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Atmosfer sepak bola rakyat kembali akan menggema di Kabupaten Banyuwangi. Open Tournament Mini Kades Cup II Jambewangi dipastikan kembali digelar pada 5 Juli 2026 mendatang dengan memperebutkan total hadiah sebesar Rp30 juta plus trofi. Turnamen yang menjadi agenda olahraga tahunan masyarakat Desa Jambewangi ini diproyeksikan berlangsung lebih meriah dengan peserta dari berbagai wilayah di Banyuwangi dan sekitarnya.
Menjelang pelaksanaan, panitia terus mematangkan berbagai persiapan, mulai dari aspek teknis pertandingan hingga pengamanan. Koordinasi intensif dilakukan bersama PSSI Kabupaten Banyuwangi, Polresta Banyuwangi, dan Kodim 0825 Banyuwangi guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan sesuai regulasi.

Turnamen akan menggunakan format pertandingan 9 lawan 9 dengan sistem bebas bon, yang selama ini menjadi daya tarik tersendiri bagi klub-klub peserta. Panitia menargetkan kompetisi tidak hanya menjadi ajang perebutan prestasi, tetapi juga wadah pembinaan atlet sepak bola lokal serta sarana mempererat tali silaturahmi antarklub dan masyarakat.
Ketua Panitia Kades Cup II Jambewangi, Rudianto, menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen menghadirkan turnamen yang berkualitas dengan mengedepankan sportivitas dan keamanan.
“Kami mengajak seluruh pemain, official, suporter, dan masyarakat yang hadir untuk bersama-sama menjaga kondusivitas. Turnamen ini bukan hanya soal menang dan kalah, tetapi juga menjadi ajang mempererat persaudaraan serta menumbuhkan semangat olahraga yang sehat,” ujarnya, Sabtu (27/6/2026).
Menurutnya, seluruh peserta wajib mematuhi regulasi yang telah ditetapkan panitia. Setiap pemain harus terdaftar secara resmi, mengikuti ketentuan pertandingan, serta menghormati keputusan wasit dan perangkat pertandingan.
Panitia juga tidak akan memberikan toleransi terhadap segala bentuk tindakan yang berpotensi mengganggu jalannya kompetisi, baik yang dilakukan pemain, official, maupun penonton.
“Kami akan bertindak tegas terhadap segala bentuk provokasi, tindakan anarkis, maupun pelanggaran lain yang dapat mengganggu ketertiban pertandingan. Sanksi akan diberikan sesuai aturan yang telah disepakati demi menjaga marwah turnamen dan kenyamanan seluruh pihak,” tegas Rudianto.
Sebagai langkah antisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), panitia tahun ini menerapkan sistem pemagaran penuh di area lapangan pertandingan. Kebijakan tersebut merupakan hasil evaluasi penyelenggaraan sebelumnya sekaligus bentuk komitmen panitia dalam meningkatkan standar keamanan turnamen.
Dengan adanya pemagaran, akses keluar-masuk penonton dapat lebih terkontrol, pengawasan petugas keamanan menjadi lebih efektif, dan potensi masuknya penonton ke area lapangan dapat diminimalisir.
“Pemagaran ini bukan untuk membatasi antusiasme masyarakat, melainkan sebagai langkah preventif agar seluruh pertandingan berlangsung aman, nyaman, dan tertib. Keselamatan pemain, official, wasit, serta penonton menjadi prioritas utama kami,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Desa Jambewangi, Maskur, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kembali Kades Cup II yang dinilai memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
Menurutnya, selain menjadi sarana pembinaan dan pengembangan bakat olahraga, turnamen tersebut juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui peningkatan aktivitas pelaku UMKM di sekitar lokasi pertandingan.
“Pemerintah Desa Jambewangi akan terus memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan positif seperti ini. Selain menjadi wadah pencarian bibit-bibit atlet sepak bola potensial, turnamen ini juga berdampak pada peningkatan perekonomian warga melalui sektor UMKM yang biasanya tumbuh selama kompetisi berlangsung,” ungkap Maskur.
Ia berharap seluruh peserta dan masyarakat dapat menjaga semangat persaudaraan serta menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas selama turnamen berlangsung.
Dengan persiapan yang semakin matang dan dukungan dari berbagai elemen, Open Tournament Mini Kades Cup II Jambewangi diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi sepak bola bergengsi di tingkat lokal, tetapi juga menjadi contoh penyelenggaraan turnamen yang profesional, aman, tertib, serta mampu melahirkan talenta-talenta muda berbakat bagi perkembangan sepak bola Banyuwangi. (Tim)
