We're open Closes at 5:00 pm

Polri

Puncak Apel Kasatwil Jajaran Polda Kalteng 2025, Wakapolda: Polisi Harus Hadir Sebagai Penolong Masyarakat

[video width="848" height="510" mp4="https://jejak-indonesia.id/wp-content/uploads/2025/12/1000044366.mp4"][/video]

 

Palangka Raya || jejakindonesia.id - Rangkaian Apel Kasatwil Jajaran Polda Kalimantan Tengah (Kalteng) yang diikuti pejabat utama Polda, Kapolres, Kabagops dan Kasat serta Kapolsek jajaran, selama tiga hari resmi berakhir.

Kegiatan tersebut, ditandai dengan upacara penutupan yang pimpin oleh Wakapolda Kalteng Brigjen Pol Dr. Rakhmad Setyadi, S.IK., S.H., M.H. mewakili Kapolda Irjen Pol Iwan Kurniawan, bertempat di Lapangan Barigas, Mapolda setempat, Minggu (7/12/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Wakapolda Kalteng menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan apel difokuskan pada penguatan Transformasi Polri menuju tata kelola yang lebih profesional dan humanis.

"Fokus dari apel Kasatwil tingkat Polda ini adalah memberikan materi-materi Transformasi Polri kepada para Kabagops, Kasat dan Kapolsek di jajaran Polda Kalteng," ujar Wakapolda.

Brigjen Rakhmad juga menekankan bahwa tujuan terbesar dari kegiatan ini yakni membentuk karakter personel yang benar-benar hadir sebagai Polisi penolong.

"Harapan terbesar dari kegiatan ini, adalah mewujudkan nilai-nilai Bhayangkara sebagai sosok Polisi penolong masyarakat. Bukan sekadar penegak aturan, itu poin utamanya," bebernya.

Wakapolda menambahkan, selama tiga hari kegiatan ini para peserta menerima berbagai materi pembinaan yang menyasar peningkatan kompetensi teknis maupun etika pelayanan.

Materi tersebut mencakup pembinaan rohani, pelatihan public speaking, serta pemahaman tentang profesionalitas Polri dalam menghadapi tugas-tugas pelayanan hingga dinamika di lapangan.

"Kami berikan materi terkait, bagaimana menghadapi tugas, masyarakat, dan merespons berbagai situasi berbeda. Hal inilah yang menjadi tujuan utama. Inti orientasinya satu yaitu bagaimana melayani masyarakat dengan baik dan humanis," pungkas Brigjen Rakhmad.

Sebagai informasi, pada kegiatan kali ini juga turut digelar peragaan penanganan dan pengamanan terkait situasi aksi unjuk rasa yang diperagakan oleh para personel secara profesional dan humanis.

Mereka mempraktikkan taktik dan strategi dalam mengatasi potensi kerawanan melalui skenario yang sudah ditentukan mulai dari tahapan pengamanan aksi unras, penyekatan jalan, hingga pengamanan objek vital. (adji)

Bhabinkamtibmas dan Babinsa Bantu Warga Bersihkan Rumah Pasca Banjir dan Longsor di Sibolga Selatan

[video width="848" height="510" mp4="https://jejak-indonesia.id/wp-content/uploads/2025/12/1000044366.mp4"][/video]

 

SIBOLGA || jejakindonesia.id – Personel Bhabinkamtibmas Polres Sibolga dari Kelurahan Aek Habil, *Bripka Irwansyah*, bersama Bhabinkamtibmas Pancuran Bambu, *Bripka P. Manalu*, serta Babinsa *Sertu Hitler*, turun langsung membantu warga membersihkan rumah pasca bencana banjir dan longsor yang melanda wilayah *Sibolga Selatan*, Minggu (07/12/2025).

Kegiatan gotong-royong tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang terdampak bencana. Sejumlah rumah masih dipenuhi lumpur dan material longsor, sementara sebagian warga untuk sementara waktu masih mengungsi di posko yang telah disiapkan pemerintah setempat. Meskipun demikian, situasi umum di lokasi kejadian dilaporkan *aman dan kondusif*.

Kasat Binmas Polres Sibolga, *AKP Martua Sinaga*, mengatakan bahwa kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah masyarakat merupakan wujud nyata peran polisi sebagai ujung tombak pemelihara keamanan dan ketertiban.

> “Bhabinkamtibmas selalu hadir untuk membantu meringankan beban warga binaan, khususnya pasca bencana. Selain membantu pembersihan rumah, personel juga terus memberikan imbauan kamtibmas agar masyarakat tetap waspada terhadap potensi bencana susulan,” jelasnya.

Pihak kepolisian bersama TNI dan unsur terkait lainnya juga terus berkoordinasi untuk memastikan kebutuhan warga di posko pengungsian terpenuhi serta menjaga stabilitas keamanan selama masa pemulihan berlangsung.

Dengan sinergi antara masyarakat, Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan pemerintah setempat, diharapkan kondisi di Sibolga Selatan dapat segera pulih seperti sediakala.

(Sumber Humas Polres Sibolga).

Polsek Tanjung Morawa Polresta Deli Serdang Laksanakan Kegiatan Minggu Kasih dan Salurkan Bantuan Sembako kepada Warga Terdampak Banjir

Polsek Tanjung Morawa Polresta Deli Serdang Laksanakan Kegiatan Minggu Kasih dan Salurkan Bantuan Sembako kepada Warga Terdampak Banjir

Polsek Tanjung Morawa Polresta Deli Serdang melaksanakan kegiatan sosial bertajuk Minggu Kasih dengan menyalurkan bantuan sembako kepada jemaat Gereja GKPS Tanjung Morawa yang terdampak banjir di wilayah Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Minggu (07/12/2025).

Kegiatan dimulai sekitar pukul 10.30 WIB di Gereja GKPS Tanjung Morawa, Jalan Kebun Sayur Dusun XII Desa Limau Manis. Kapolresta Deli Serdang Kombes Pol Hendria Lesmana SIK MSi yang diwakili oleh Kapolsek Tanjung Morawa, AKP Jonni Harianto Damanik, S.H., M.H memimpin langsung kegiatan serta didampingi personel Polsek Tanjung Morawa

Sebanyak 12 kepala keluarga jemaat GKPS yang terdampak luapan sungai menerima bantuan sembako berupa mie instan, telur, dan minyak goreng. Bantuan tersebut menjadi bentuk nyata perhatian Polri kepada masyarakat yang mengalami masa sulit pascabencana.

Dalam sambutannya, Kapolsek AKP Jonni Damanik menyampaikan rasa prihatin mendalam atas banjir yang membawa dampak kerugian material maupun psikologis bagi warga. Ia mengingatkan masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan dan kewaspadaan, terlebih cuaca masih berada pada puncak musim hujan. “Kita harus tetap kuat dan saling mendukung. Polri akan terus hadir membantu masyarakat semampu yang kita bisa,” tegasnya.

Jemaat Gereja GKPS menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Polsek Tanjung Morawa atas kepedulian serta kerja nyata dalam membantu para warga yang menjadi korban banjir. Mereka juga menyampaikan penghargaan atas kerja keras Polri yang turut berjibaku di lapangan saat penanganan bencana.

Saat dikonfirmasi, Kapolresta Deli Serdang, Kombes Pol Hendria Lesmana, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Tanjung Morawa AKP Jonni Damanik, SH, MH, menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan humanis yang dilakukan jajaran Polsek. Ia menegaskan bahwa Polri tidak hanya berperan dalam penegakan hukum, tetapi juga bertugas hadir untuk masyarakat dalam situasi krisis.

“Polri harus menjadi bagian dari solusi, terutama ketika masyarakat menghadapi kesulitan akibat bencana. Apa yang dilakukan Polsek Tanjung Morawa hari ini bukan hanya tentang bantuan logistik, tetapi tentang menghadirkan rasa aman, dukungan moral, dan penguatan mental untuk warga agar tetap semangat dan kembali bangkit,” ujarnya.

Polri Berpacu dengan Waktu Layani Kesehatan Korban Bencana Aceh, Sumut, dan Sumbar

ACEH TAMIANG || jejakindonesia.id — Polri kembali menunjukkan komitmen kemanusiaannya melalui penguatan layanan kesehatan di wilayah bencana. Di tengah jalan yang rusak, jembatan terputus, serta wilayah tanpa sinyal, Tim Kesehatan Pusdokkes Polri bersama tim medis Biddokkes Polda Jambi dan RS Bhayangkara Jambi tiba di Pos Bencana depan Mako Polres Aceh Tamiang pukul 17.00 WIB. Minimnya komunikasi membuat perjalanan penuh tantangan, namun tim tetap bergerak cepat untuk memastikan masyarakat menerima layanan kesehatan sesegera mungkin. Setibanya di lokasi, mereka langsung memperkuat pelayanan kesehatan di tengah meningkatnya korban luka dan kondisi rumah sakit yang sempat lumpuh akibat banjir.

Banyak fasilitas kesehatan baru kembali beroperasi secara bertahap, namun masih kekurangan tenaga. Polri berpacu dengan waktu menangani korban luka, mendukung proses identifikasi korban meninggal, dan mengantisipasi penyakit pasca-banjir seperti diare, ISPA, infeksi kulit, gangguan lambung, dan berbagai keluhan lain yang mulai muncul di pos-pos pengungsian.

Tim Kesehatan Biddokkes dan RS Bhayangkara Jambi yang diberangkatkan menuju wilayah terdampak bencana terdiri dari tiga dokter, enam paramedis, dan tiga pengemudi dengan dukungan tiga unit ambulans. Pada Sabtu, 6 Desember 2025 pukul 09.00 WIB, tim ini bergabung dengan dr. Irma Yeni, Sp.A., serta dr. Ikhsan, Sp.PD., sebelum bergerak menuju wilayah Polda Aceh. Seluruh personel dalam keadaan sehat, dan perjalanan berlangsung lancar serta aman hingga memasuki daerah terdampak.

Tim Polda Jambi merupakan salah satu dari tim kesehatan yang diberangkatkan Pusdokkes Polri dan kini disebar ke tiga lokasi bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Kehadiran mereka melengkapi rangkaian upaya Polri dalam memastikan setiap wilayah terdampak mendapat dukungan medis yang memadai.

Dengan pengiriman tim secara serentak ke berbagai titik bencana, Polri membangun jembatan pelayanan kesehatan yang saling terhubung, sehingga daerah yang beban penanganannya meningkat dapat segera diperkuat. Penyebaran tenaga kesehatan lintas provinsi ini memperlihatkan bahwa operasi kemanusiaan Polri tidak hanya berfokus pada satu wilayah, tetapi bergerak serempak untuk menjangkau seluruh masyarakat yang membutuhkan, dengan perhitungan cermat demi memaksimalkan kecepatan dan kekuatan dalam menembus kondisi medan yang sulit.

Seiring operasi kemanusiaan berlangsung, total 12.242 warga telah mendapatkan pelayanan dalam bakti kesehatan Polri di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Lonjakan pasien ini menunjukkan betapa mendesaknya kebutuhan layanan medis pasca banjir dan longsor.

Berbagai penyakit mulai banyak ditemui, seperti diare, influenza, demam, hipertensi, serta gangguan asam lambung. Tak sedikit pula korban luka berat dan ringan yang ditangani setelah dievakuasi oleh tim SAR dari lokasi-lokasi yang sulit dijangkau. Kombinasi penyakit pasca-bencana dan luka fisik akibat evakuasi membuat tenaga medis Polri bergerak cepat dan tanpa henti untuk mencegah kondisi pasien memburuk.

Aceh menjadi wilayah dengan dampak korban paling tinggi. Hingga 6 Desember 2025, tercatat 2.481 jiwa menjadi korban bencana dengan mayoritas luka ringan, sementara jumlah korban meninggal dunia mencapai 356 jiwa—tertinggi dibandingkan wilayah lain. Kondisi ini menuntut respons cepat dan tenaga medis yang memadai untuk memastikan penanganan darurat berjalan optimal.

Di Sumatera Barat, beban layanan medis meningkat signifikan. Posko pelayanan kesehatan telah menangani 7.153 pasien, jumlah tertinggi di antara seluruh wilayah terdampak. Keluhan pasien sangat beragam, mulai dari demam, batuk, flu, sakit gigi, gatal-gatal, asam lambung, nyeri perut, mual, diare, sakit kepala, hingga hipertensi. Lonjakan ini memperlihatkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan pasca-banjir dan menguatkan alasan Polri memperbanyak pengiriman tenaga medis.

Untuk memperkuat operasi kemanusiaan, Polri mengerahkan 34 personel DVI untuk identifikasi korban meninggal, 12 personel psikologi untuk layanan trauma healing, serta setidaknya 86 ambulans yang disiagakan di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Hingga 6 Desember 2025 pukul 16.30 WIB, perkembangan layanan kesehatan menunjukkan hasil signifikan. Di Aceh, 25 jenazah berhasil teridentifikasi dan 209 pengungsi telah mendapatkan layanan kesehatan.

Di Sumatera Utara, 97 pengungsi telah mendapat penanganan medis, sementara di Sumatera Barat, satu jenazah berhasil diidentifikasi dan 287 pengungsi telah dilayani. Secara keseluruhan, 1.243 personel Polri telah dikerahkan dalam operasi kemanusiaan, meliputi pengamanan, layanan medis, DVI, hingga distribusi logistik, sedangkan jumlah pengungsi dari tiga provinsi terdampak mencapai 848.076 orang.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko menegaskan bahwa Polri bergerak melampaui hambatan medan.

“Perjalanan tim kesehatan kami bukan hanya soal menembus jalur yang rusak, tetapi memastikan masyarakat tidak menunggu terlalu lama untuk mendapatkan pertolongan. Setiap menit sangat berarti bagi penyelamatan warga,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa Polri berpacu dengan waktu karena korban luka terus berdatangan dan risiko penyakit pasca-banjir mulai meningkat.

“Polri hadir memperkuat layanan kesehatan dan bahu-membahu bersama relawan serta pemerintah daerah. Tidak peduli seberapa sulit aksesnya, Polri berkomitmen hadir hingga titik terdampak terakhir. Inilah wujud Transformasi Polri dalam operasi kemanusiaan.” imbuhnya

Polri dan BPBD Kota Padang Salurkan Air Bersih ke Lokasi Terdampak, Pastikan Kebutuhan Warga Terpenuhi

PADANG || jejakindonesia.id - Kepolisian Republik Indonesia bersama BPBD Kota Padang hari Minggu (7/12/2025) melaksanakan pendistribusian air bersih ke sejumlah titik yang terdampak krisis air pascabencana.

Bantuan air bersih ini disalurkan ke tiga wilayah di Kecamatan Nanggalo, Kota Padang, serta beberapa lokasi tambahan yang turut mengalami kendala suplai air dari PDAM.

Penyaluran bantuan difokuskan kepada para pengungsi yang berada di Gedung Serba Guna, tepat di samping Kantor Lurah Kampung Lapai, Kecamatan Nanggalo, termasuk warga sekitar yang masih mengalami kesulitan mendapatkan air layak pakai.

Langkah cepat ini diambil sebagai bentuk respons Polri dalam memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama masa pemulihan.
“Polri bergerak cepat untuk memastikan masyarakat tidak kekurangan air bersih. Ini adalah kebutuhan paling mendasar, terutama bagi para pengungsi dan warga yang terdampak langsung. Kami akan terus hadir sampai pasokan air dari PDAM kembali normal,” ujar Kombes Pol. Erdi A. Chaniago.

Adapun distribusi air bersih dilakukan di beberapa titik, yaitu:
1. Komplek Pasir Putih, Gang Sepakat, RT 001 RW 14.
2. Kelurahan Kurao Pagang, Kecamatan Nanggalo.
3. Kelurahan Koto Tangah dan Lubuk Minturun.
4. Padang Koto Gadang, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam

Bantuan ini menjadi bukti nyata komitmen Polri dalam membantu masyarakat menghadapi dampak bencana serta memastikan kebutuhan dasar tetap terpenuhi hingga kondisi kembali stabil.

error: Content is protected !!