We're open Closes at 5:00 pm

Polri

Kapolsek Lumbang dan Ansor Salurkan Sedekah untuk Lansia dan Dhuafa di Desa Pancur

PASURUAN || jejakindonesia.id – Kapolsek Lumbang bersama anggota dan GP Ansor Lumbang menyalurkan bantuan sedekah kepada warga lansia dan dhuafa di Desa Pancur, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan, Minggu (7/12/2025).

Sedikitnya puluhan warga kurang mampu menjadi sasaran bantuan berupa paket sembako dan uang tunai. Kegiatan ini digelar sebagai bentuk kepedulian kepolisian dan masyarakat untuk memperkuat hubungan sosial di tingkat desa.

Kapolsek Lumbang, AKP Marti, S.H., M.H., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kehadiran polisi di tengah masyarakat.

“Kami ingin memastikan polisi bukan hanya hadir saat ada masalah, tetapi juga saat masyarakat membutuhkan dukungan. Semoga bantuan ini meringankan kebutuhan warga lansia dan dhuafa,” ujarnya.

Kegiatan sosial ini turut melibatkan Ketua Ansor Kecamatan Lumbang, Purnawirawan, beserta anggota. Perangkat Desa Pancur juga hadir mendampingi penyerahan bantuan tersebut.

Kapolres Pasuruan, AKBP Jazuli, memberikan apresiasi atas gerakan sosial jajaran Polsek Lumbang. “Kami mendukung penuh kegiatan seperti ini. Semakin sering polisi hadir dengan cara humanis, semakin kuat kepercayaan masyarakat kepada Polri,” katanya.

Sementara itu, Iriawan, salah satu tokoh masyarakat Lumbang, menilai kegiatan ini membawa dampak positif. “Warga merasa diperhatikan. Ini kegiatan yang sangat bermanfaat, apalagi menyasar lansia dan dhuafa,” ujarnya.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan lancar. Kapolsek Lumbang berharap kolaborasi antara kepolisian, organisasi masyarakat, dan warga desa terus terjalin untuk menjaga keamanan dan keharmonisan wilayah.

Polres Pasuruan Luncurkan Program KOPLING, Ruang Curhat Warga Sambil Ngopi

PASURUAN || jejakindonesia.id – Polres Pasuruan resmi meluncurkan program inovatif bernama KOPLING (Kopi Keliling), sebagai sarana membangun komunikasi langsung antara polisi dan masyarakat dengan pendekatan yang lebih hangat dan humanis.

Program ini dijalankan oleh Satbinmas dan Bhabinkamtibmas dengan menyusuri permukiman menggunakan sepeda motor dinas yang dimodifikasi menjadi “warung kopi keliling”. Melalui fasilitas sederhana ini, warga dapat menyampaikan keluhan, saran, maupun informasi kamtibmas secara langsung.

Kapolres Pasuruan AKBP Jazuli Dani Iriawan menjelaskan bahwa KOPLING dirancang sebagai ruang interaksi dua arah antara polisi dan masyarakat. “KOPLING bukan sekadar bagi-bagi kopi. Ini ruang komunikasi dan penyelesaian masalah,” ujarnya saat peluncuran program tersebut.

Ia menegaskan bahwa upaya menjaga keamanan tidak dapat dilakukan sendiri, melainkan membutuhkan kemitraan yang kuat dan tanpa jarak antara polisi dan warga. Melalui dialog santai sambil menikmati kopi, masyarakat diharapkan lebih terbuka menyampaikan persoalan yang mereka hadapi.

Di dalam pelaksanaannya, KOPLING memiliki tiga tujuan utama:
- Mendengarkan secara langsung suara dan kebutuhan warga.
- Problem solving, yakni memberikan solusi di tempat atau meneruskan temuan untuk penanganan cepat.
- Memperkuat kemitraan antara Polri dan masyarakat.

Seluruh masukan dari warga akan dicatat dan dilaporkan secara berkala sebagai bahan evaluasi serta penyusunan kebijakan Polres Pasuruan ke depan.

“Kami berharap KOPLING menjadi ruang baru untuk saling peduli dan menjaga wilayah tetap aman. Mari manfaatkan KOPLING untuk berbagi informasi dan menjaga lingkungan tetap tertib,” kata Kapolres Jazuli.

Kepada jajaran Satbinmas dan Bhabinkamtibmas, ia menyampaikan pesan motivasi agar segala tugas dilaksanakan dengan ikhlas.

“Laksanakan tugas ini dengan hati, tulus, dan profesional. Kalian adalah representasi negara yang paling dekat dengan rakyat.”

Jembatan Harapan di Tengah Lumpur: Kisah Heroik Polri Membuka Isolasi Komunikasi Bencana Sumatra

JAKARTA || jejakindonesia.id — Di tengah jalan yang tertutup lumpur, jembatan patah, serta desa-desa yang terisolasi total, Polri setiap hari menerobos medan sulit demi satu tujuan: memastikan masyarakat bisa segera memberi kabar kepada keluarganya bahwa mereka selamat. Per 6 Desember 2025, Polri telah menempatkan 76 unit jaringan internet di wilayah terdampak banjir bandang dan longsor di Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh. Jaringan ini menjadi tumpuan utama warga yang berhari-hari kehilangan sinyal dan akses komunikasi.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko menegaskan bahwa percepatan pemasangan jaringan internet adalah bagian dari komitmen Polri dalam mewujudkan Transformasi Polri yang responsif, adaptif, dan berorientasi pelayanan.

“Setiap menit sangat berarti bagi warga di lokasi bencana. Polri memastikan masyarakat bisa kembali terhubung dengan keluarga mereka karena ketenangan itu penting untuk pemulihan. Kami hadir membuka jalur komunikasi yang sempat terputus total,” ujar Trunoyudo, Sabtu (6/12/2025).

Jaringan yang kembali menyala bukan hanya sekadar sambungan digital, tetapi juga sambungan harapan. Di Masjid Raya Baing Nag Batipuh Selatan, di tenda pengungsian Polres Agam, hingga di Pos Pengungsian SDN 05 Kayu Pasak Palembayan, suasana haru terjadi berulang kali. Warga menangis sambil memeluk telepon mereka saat video call pertama setelah berhari-hari tanpa kabar.

Salah satu momen yang paling menyentuh terjadi ketika seorang ibu pengungsi akhirnya dapat menghubungi anaknya di Medan. Saat personel bertanya, “Telepon dengan siapa Bu?” ia menjawab sambil tersenyum, mata berkaca-kaca:

“Sama anak saya… Alhamdulillah, sudah bisa terhubung lagi.”

Brigjen Pol. Trunoyudo menjelaskan bahwa layanan jaringan internet tersebut diberikan 100 persen gratis, tanpa pungutan apa pun. Jaringan ini juga membantu mempercepat arus informasi lapangan kepada pemerintah dan tim penanganan bencana.

“Begitu jaringan internet menyala, warga dapat langsung mengabarkan kondisi mereka. Informasi cepat dan akurat sangat menentukan langkah penanganan darurat. Karena itu, pemasangan kami prioritaskan di titik-titik yang selama ini gelap sinyal,” tegasnya.

Proses pemasangan pun penuh tantangan. Banyak personel harus berjalan kaki menembus longsor, memanggul perangkat secara manual, hingga memasang antena di lokasi yang tidak bisa dijangkau kendaraan. Semua dilakukan agar jalur komunikasi kembali hidup, karena setiap pesan yang terkirim adalah kekuatan bagi para pengungsi untuk bertahan.

Diketahui, lokasi Pemasangan Jaringan Internet Polri per 6 Desember 2025 antara lain:

ACEH — 36 Unit

• Polres Aceh Tamiang — 5 titik

• Polres Aceh Timur — 2 titik

• Polres Langsa — 2 titik

• Polres Aceh Tengah — 2 titik

• Polres Bener Meriah — 1 titik

• Ditlantas Polda Aceh — 1 titik

SUMATERA UTARA — 32 Unit

• Polres Taput — 2 titik (Polres Taput, Polsek Adiankoting)

• Polres Tapsel — 2 titik (Polsek Sipirok, Polsek Batang Toru)

• Polres Sibolga — 3 titik (Polres Sibolga, Polsek Sambas, Polsek Selatan)

• Polres Tapteng — 8 titik (Pinang Sori, Kolang, Manduaman, Sorkam, Barus, Sibabangun, Pandan, Polres Tapteng)

• Polres Langkat — 4 titik (Polres Langkat, Brandan, Pangkalan Susu, Besitang)

SUMATERA BARAT — 8 Unit (seluruhnya aktif)

• Polda Sumbar — 1 titik

• Polres Agam — 2 titik

• Polres Padang Panjang — 3 titik

• Polres Solok Kota — 2 titik

“Kami ingin masyarakat tahu bahwa mereka tidak sendirian. Setiap jaringan internet yang terpasang adalah jembatan harapan. Polri akan terus bekerja sampai seluruh kebutuhan komunikasi dan bantuan benar-benar pulih,” pungkas Brigjen Pol. Trunoyudo.

Polres Bojonegoro Latih Personel Tanggap Darurat dan SAR

BOJONEGORO || jejakindonesia.id - Polres Bojonegoro Polda Jawa Timur (Jatim) menggelar peningkatan kemampuan personel dalam penanganan bencana dan kedaruratan.

Kegiatan berlangsung di Gedung AP I Rawi serta area Sungai Bengawan Solo, Desa Trucuk, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro selama Dua hari mulai Kamis (4/12) hingga Jumat (5/12).

Wakapolres Bojonegoro, Kompol Yoyok Dwi Purnomo saat membuka kegiatan mengatakan program ini menjadi langkah antisipatif menghadapi potensi bencana hidrometeorologi yang kerap terjadi saat memasuki musim hujan.

"Kehadiran berbagai satuan teknis diharapkan dapat memperkuat kesiapan aparat dalam merespons kejadian bencana secara cepat dan terkoordinasi," ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, Polres Bojonegoro menghadirkan narasumber dari BPBD Bojonegoro, Kompi 3 Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Jatim, RS Bhayangkara Wahyu Tutuko Bojonegoro, serta Damkar Bojonegoro.

Para narasumber memberikan materi komprehensif mengenai penanganan bencana dari aspek pencegahan hingga tahap penyelamatan.

Petugas Damkar menyampaikan pelatihan pemadaman kebakaran, mencakup teknik pencegahan, penanggulangan, hingga proses evakuasi.

Sementara BPBD menekankan manajemen bencana secara menyeluruh, mulai pencegahan, mitigasi, kesiapsiagaan, hingga pemulihan pascabencana.

Materi turut diperkaya dengan simulasi gempa, teknik evakuasi, serta praktik lapangan.

Dari sisi medis, RS Bhayangkara memberikan materi Dokkpol, termasuk Kesehatan Lapangan dan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD).

"Keterampilan ini penting untuk mendukung tindakan cepat personel ketika menghadapi korban dalam kondisi darurat," tambah Kompol Yoyok.

Brimob Polda Jatim pun memperkuat kemampuan Search and Rescue (SAR) untuk memastikan respon lebih efektif ketika bencana terjadi.

Wakapolres Bojonegoro, Kompol Yoyok Dwi Purnomo menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia Polri dalam mendukung ketangguhan daerah.

Menurutnya, personel perlu dibekali keterampilan yang relevan agar mampu bertindak cepat dan tepat dalam situasi krisis.

Ia menjelaskan pelatihan hari pertama difokuskan pada teori dan pemahaman teknis, sedangkan hari kedua diisi teori lanjutan serta simulasi lapangan di wilayah Bengawan Solo.

Pendekatan ini dinilai dapat memperkuat pemahaman sekaligus kemampuan praktik personel.

"Dengan peserta yang berasal dari beragam satuan, kegiatan ini juga diharapkan memperkuat jaringan koordinasi lintas unit dalam penanganan bencana," kata Kompol Yoyok.

Ia menekankan bahwa ilmu yang diberikan tidak hanya berorientasi teori, tetapi juga menuntut kemampuan aplikatif di lapangan.

“Harapannya peserta bisa mengikuti dan menerapkan materi dengan baik agar tingkat ketangguhan dan kesiapsiagaan semakin baik,” ujarnya.

Melalui pelatihan ini, Polres Bojonegoro Polda Jatim berharap peningkatan kemampuan SDM dapat memperkuat sistem penanggulangan bencana di wilayah Bojonegoro.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap ancaman bencana hidrometeorologi, seperti banjir, angin kencang, hingga tanah longsor. (*)

SPPG Polda Jawa Timur Wujud Transparansi Pelayanan Publik yang Semakin Profesional

SURABAYA || jejakindonesia.id - Sebanyak 89 unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polda Jawa Timur (Jatim) hadir sebagai wujud kepedulian institusi Polri dalam memastikan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat yang menjadi sasaran layanan.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast mengatakan, dari 89 unit SPPG itu sudah ada 14 SPPG yang beroperasi, 10 SPPG tahap peresmian, 2 SPPG proses verifikasi operasional dan 63 unit SPPG sedang tahap penyelesaian pembangunan.

"Melalui program ini, Polda Jatim menunjukkan komitmen kuat, selain memperhatikan kesejahteraan dan kesehatan anggotanya juga masyarakat yang ada di wilayah Jawa Timur, " ungkap Kombes Pol Abast, Senin (8/12).

Kabid Humas Polda Jatim menegaskan, Polda Jatim melalui jajarannya juga berkomitmen dalam menyediakan pelayanan pemenuhan gizi yang sistematis, terukur, dan berbasis kebutuhan riil di lapangan.

"Transparansi menjadi prinsip utama, sehingga setiap proses pendistribusian maupun pemenuhan gizi dilakukan secara terbuka, tepat sasaran, dan dapat dipertanggung jawabkan," tegas Kombes Pol Abast.

Profesionalitas SPPG Polda Jatim juga tercermin dari tenaga kesehatan dan petugas yang terlibat dalam pelayanan.

Mereka dibekali standar operasional yang jelas, pelatihan berkala, serta pemahaman mendalam mengenai kebutuhan gizi yang sesuai bagi berbagai kategori penerima manfaat.

Dengan dukungan SDM yang kompeten, SPPG Polda Jatim mampu memberikan layanan yang cepat, akurat, dan humanis sehingga meningkatkan kualitas penanganan kesehatan dan pemulihan kondisi bagi anggota maupun masyarakat.

"Inovasi layanan juga terus dikembangkan agar pemenuhan gizi dapat dilakukan lebih efektif dan berkelanjutan," tambah Kombes Pol Abast.

Polda Jatim juga memanfaatkan teknologi, pengawasan distribusi, serta sistem pelaporan yang modern untuk memastikan bahwa setiap paket gizi yang diberikan benar-benar sesuai kebutuhan penerima.

Menurut Kombes Pol Abast, proses ini tidak hanya mempercepat pelayanan, tetapi juga meningkatkan akuntabilitas dan memastikan tidak ada ruang bagi ketidaktepatan dalam pendataan maupun penyaluran.

Secara keseluruhan, SPPG Polda Jatim menjadi bagian penting dari upaya Polri dalam membangun institusi yang kuat, sehat, dan humanis.

Pelayanan pemenuhan gizi yang dilakukan secara profesional mampu meningkatkan kepercayaan publik sekaligus memperkuat peran Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

"Dengan semangat terus berinovasi dan menjaga integritas layanan, SPPG Polda Jatim mencerminkan komitmen Polri dalam mendukung kesehatan dan kesejahteraan bangsa," pungkas Kombes Abast. (*)

error: Content is protected !!