Sorry, we're closed Opens Senin at 9:00 am
Beranda » Peristiwa » Halaman 860

Peristiwa

IMG-20250915-WA0098

Tiada Kabar Tentang Laporannya, Petani Datangi Satreskrim Polres Mojokerto

MOJOKERTO || jejakindonesia.id - Merasa laporan pada tahun 2024 belum ada perkembangan apapun, puluhan petani dari Desa Sumber Girang, Kec. Puri, Kab. Mojokerto datangi Satreskrim Polres Mojokerto guna mempertanyakan kepastian proses hukum yang telah dilaporkan hampir setahun silam.

Kedatangan para petani dikarenakan merasa tidak mendapatkan keadilan dalam proses hukum yang dirasakan saat ini.

Pada hari Senin, tanggal 15 September 2025 sekitar pukul 09.20 wib, para petani masuk ke gedung Satreskrim Polres Mojokerto. Di ruangan loby, para petanj menyampaikan maksud kedatangannya yakni untuk menghadap Kanit Pidum atau kasat Reskrim.

Namun, yang menemui para petani hanya penyidik yang menangani perkaranya. Tak berselang lama, 6 diantara petani dipersilakan masuk oleh penyidik tersebut.

Menurut keterangan salah satu petani yang ikut masuk mendengarkan penjelasan dari penyidik, proses yang telah dilaporkannya itu saat ini masih terus berjalan. Adapun pihak pembeli sudah dipanggil untuk dimintai keterangan.

Namun para petani hingga saat ini tidak tahu dan tak mengenal siapa pembeli yang sebenarnya mengingat dari awal transaksi para petani tidak pernah dipertemukan dengan pembeli oleh pihak yang mengaku panitia yang saat itu menjabat sebagai perangkat desa Sumber Girang, Kec. Puri, Kab. Mojokerto, Jawa Timur.

Keterangan lain yang disampaikan para petani bahwa awal proses adanya pembebasan lahan pertanian yang ada di Dusun Sumberjo, Desa Sumber Girang, Kec. Puri itu yakni adanya kesepakatan lokasi dan harga antara pihak yang mengaku panitia dan para petani.

Adapun kesepakatan harga pada saat itu yang telah disahkan dan disetujui oleh Kades Sumber Girang yaitu Siswayudi adalah sebesar Rp. 600.000.000 perpetak pada tanggal 10 Februari tahun 2020. Namun pada kenyataanya, para petani hingga hari ini hanya menerima antara Rp. 200.000.000 hingga Rp. 250.000.000 per petani.

Dalam proses menuntut keadilan terkait sisa hak pembayaran tanahnya yang hingga kini belum ada kepastian penyelesaian, para petani pernah membuat laporan pada tahun 2024 dengan nomor: LI/552/XI/RES/1.11./2024/SATRESKRIM tanggal 19 November 2024. Namun, hingga kini tidak ada pemberitahuan proses perkembangannya penyelidikannya sampai dimana.

Di hadapan awak media cekpos.id, para petani belum pernah mendapatkan SP2HP yang semestinya diterimanya sebagai hak pelapor. Adapun sebuah lembaga LBH yang pernah menerima kuasa dari para petani pernah mengatakan hanya sekali mendapatkan SP2HP dari penyidik dan mulai dari situ para petani memutuskan untuk mencabut kuasanya, karena dinilai kinerjanya tidak sesuai apa yang diharapkan para petani. Namun pimpinan LBH tersebut menolak menanda tangani surat Pencabutan kuasa dari para petani.

Dalam hal ini, para petani bingung dan merasa tidak mendapatkan keadilan yang semestinya. Ketika menuntut hak sesuai dengan peraturan yang ada dengan membuat pelaporan kepada pihak kepolisian dengan kurun waktu hampir 1 tahun namun terasa tiada perkembangan yang diharapkan.

"Ketika mendatangi yang kami anggap bertanggung jawab (panitia), kami di laporkan dengan tuduhan memasuki pekarangan tanpa ijin dan pencemaran nama baik dan proses pemanggilannya pun sangat cepat. Dalam satu bulan setelah adanya pelaporan dari pihak panitia, penyidik Polsek Puri memanggil puluhan saksi. Kalau seperti ini, harus kemana kah kami rakyat kecil mendapatkan keadilan yang sesungguhnya," terang salah satu petani.

Untuk mendapatkan informasi yang akurat terkait proses pelaporan para petani, awak media menyampaikan kepada petugas loby untuk sekiranya bisa menghadap Kasat Reskrim Polres Mojokerto. Namun sayang, Kasat Reskrim enggan bertemu meskipun ada di ruangan kantornya.
(Redho)

IMG-20250915-WA0079

Launching Fishbank “Nelayan Mapan & Berdaya” Dukung Kesejahteraan Nelayan dan Konservasi Laut

BANYUWANGI || jejakindonesia.id - Bertempat di Pantai Patoman, Desa Patoman, Kecamatan Blimbingsari, hari ini telah dilaksanakan kegiatan peluncuran dan penenggelaman Fishbank dengan mengusung tema "Nelayan Mapan & Berdaya." Kegiatan ini bertujuan untuk mendukung peningkatan kesejahteraan nelayan dan melestarikan sumber daya laut melalui pengelolaan yang berkelanjutan.

​Penenggelaman Fishbank ini adalah upaya konkret untuk meningkatkan habitat ikan dan menjaga biodiversitas laut di sekitar Pantai Patoman. Inisiatif ini juga dirancang untuk membantu nelayan lokal menjadi lebih mandiri dan berdaya melalui partisipasi aktif dalam kegiatan konservasi dan pengelolaan sumber daya laut.

​Kegiatan ini merupakan kolaborasi strategis yang melibatkan berbagai pihak, termasuk Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Dinas Perikanan dan Kelautan, Sinergi Foundation, Kecamatan Blimbingsari, serta kelompok nelayan setempat seperti KUB Sumber Makmur, Pokmaswas Bintang Makmur, dan Pokmaswas Rewel.

​Bupati Banyuwangi Ibu Hj. Ipuk Fiestiandani, S.Pd., M.KP. dalam sambutannya, menyampaikan dukungan penuh terhadap inisiatif seperti ini. "Kami mendukung penuh inisiatif seperti ini yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan nelayan dan menjaga kelestarian sumber daya laut. Fishbank merupakan salah satu upaya efektif untuk meningkatkan habitat ikan dan mendukung perikanan berkelanjutan," ujarnya.

​Pihak Dinas Perikanan dan Kelautan juga mengapresiasi kolaborasi yang terjalin. "Tema 'Nelayan Mapan & Berdaya' sejalan dengan tujuan Dinas Perikanan untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan melalui pengelolaan sumber daya perikanan yang bijaksana dan berkelanjutan. Kami mengapresiasi partisipasi aktif nelayan lokal dan kolaborasi dengan berbagai pihak dalam kegiatan ini," kata Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan.

​Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam upaya konservasi laut dan peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir. "Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan menjadi contoh bagi daerah lain dalam upaya konservasi laut dan peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir," tambahnya kadis perikanan banyuwangi.

​Kegiatan peluncuran dan penenggelaman Fishbank ini ditutup dengan harapan besar. "Semoga penenggelaman Fishbank di Pantai Patoman membawa manfaat bagi nelayan dan ekosistem laut, serta menjadi langkah positif menuju nelayan yang lebih mapan dan berdaya," Tutup Suryono Bintang Samudra Kepala Dinas Perikanan Banyuwangi

Reporter : Rio

IMG-20250915-WA0076

Lapas Banyuwangi Bersholawat, Warga Binaan Diajak Teladani Akhlak Rasulullah

BANYUWANGI || jejakindonesia.id – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan khidmat, Senin (15/9). Acara yang bertajuk Lapas Banyuwangi ini diikuti secara antusias oleh seluruh warga binaan Muslim.

Peringatan maulid ini bukan hanya sekedar seremonial belaka, melainkan merupakan Upaya konkret untuk memberikan pembinaan mental dan spiritual bagi warga binaan.

“Tujuannya agar para warga binaan mampu mengambil hikmah dari peringatan Maulid Nabi dan meneladani akhlak mulia Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari, baik selama menjalani masa pidana maupun setelah kembali ke Masyarakat,” ujar Kepala Lapas Banyuwangi, I Wayan Nurasta Wibawa.

Wayan dalam sambutannya menakankan pentingnya momentum peringatan maulid sebagai Langkah refleksi dan introspeksi diri. Ia berharap warga binaan dapat menjadikan peringatan maulid sebagai titik tolak untuk berubah dan memperbaiki diri menuju kehidupan yang lebih baik.

“Perubahan yang hakiki harus berawal dari dalam diri sendiri. Dengan semangat maulid, mari kita tiru keteladanan Nabi, perbaiki niat, dan tingkatkan ketaqwaan sebagai bekal untuk kembali ke jalan yang lurus,” pesannya.

Untuk memperdalam makna peringatan tersebut, Lapas Banyuwangi menghadirkan dua penceramah kondang, yaitu Ustaz Andi Hidayat dan Ustaz Abdul Ghoni.

Keduanya menyampaikan tausiyah tentang makna dan hikmah Maulid Nabi secara mendalam, mengajak jamaah untuk merenungi sejarah perjuangan Rasulullah serta mengimplementasikan sikap sabar, jujur, dan bertanggung jawab dalam segala kondisi.

Seluruh rangkaian kegiatan, yang dipenuhi dengan pembacaan sholawat dan doa, diikuti dengan khusyuk oleh para warga binaan. Suasana hening dan khidmat terasa sepanjang acara, mencerminkan semangat mereka untuk menyucikan diri dan mencari berkah di bulan maulid ini.

IMG-20250915-WA0075

Bupati Ipuk Angkat 4.909 Honorer Banyuwangi Jadi PPPK Paruh Waktu

BANYUWANGI || jejakindonesia.id – Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengangkat 4.909 honorer di lingkungan Pemkab Banyuwangi menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu. Mereka terdiri atas guru, tenaga kesehatan dan teknis.

Dengan diangkat menjadi PPPK Paruh Waktu, ribuan honorer tersebut akan menyandang status kepegawaian sebagai Aparatur Sipil Negara.

“Ada 4 ribu honorer yang akan kami angkat menjadi PPPK Paruh Waktu. Ini sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam mendukung pembangunan daerah. Kami berharap, dengan kebijakan ini kinerja mereka ini terus meningkat dalam melayani publik,” kata Bupati Ipuk, Minggu (14/9/2025).

PPPK paruh waktu adalah pegawai ASN yang diangkat berdasarkan perjanjian kerja secara paruh waktu dan diberikan upah sesuai dengan ketersediaan anggaran instansi pemerintah.

Ditambahkan Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Banyuwangi, Ilzam Nuzuli bahwa kebijakan pengangkatan PPPK Paruh Waktu ini menyesuaikan kemampuan fiskal daerah.

Mereka yang akan diangkat menjadi PPPK paruh waktu merupakan pegawai non-ASN yang pernah mengikuti seleksi PPPK tahap I dan II namun tidak lulus tes.

“Bagi kabupaten/kota yang tidak memiliki cukup anggaran, mungkin saja hanya mengambil separuh, atau menyesuaikan kemampuan anggaran mereka. Alhamdulillah Bupati Ipuk mengambil kebijakan bagi honorer yang tidak lulus seleksi PPPK tahap I dan II diangkat menjadi PPPK Paruh waktu,” jelas Ilzam.

Ditambahkan Ilzam, di Banyuwangi terdapat 4.953 honorer yang tidak lulus pada seleksi PPPK tahap I dan II. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.909 orang diusulkan menjadi PPPK paruh waktu.

“Sisanya sebanyak 44 orang dikeluarkan dari database karena meninggal dunia, tidak aktif bekerja, ataupun juga mereka yang saat ini telah memasuki usia pensiun,” urai Ilzam.

Sebanyak 4.909 honorer tersebut, saat ini tengah melaksanakan pemberkasan untuk pengusulan penetapan Nomor Induk (NI) PPPK paruh waktu. Mereka terdiri atas 1.541 guru, 259 tenaga kesehatan, dan 3.109 tenaga teknis lainnya.

Para honorer tersebut wajib melakukan pengisian daftar riwayat hidup (DRH) secara elektronik melalui laman http://sscasn.bkn.go.id , dimulai pada 12-22 September 2025.

Saat mengisi DRH, mereka wajib mengunggah sejumlah dokumen pendukung. Seperti pas foto terbaru, ijazah dan transkrip nilai asli, surat pernyataan bermaterai, surat keterangan sehat, serta surat keterangan catatan kepolisian (SKCK).

“Semua berkas tersebut harus di-scan dari dokumen ASLI berwarna, utuh dan tidak terpotong. Pastikan dokumen yang diunggah memiliki kualitas baik dan dapat terbaca dengan jelas,” kata Ilzam.

Setelah proses pemberkasan selesai, mereka tinggal menunggu penetapan NIPPPK paruh waktu dari BKN, untuk selanjutnya dilakukan pelantikan oleh bupati.

“Penetapan NIPPPK paruh waktu dari BKN diperkirakan tidak sampai Oktober. Setelah dari BKN keluar, daerah akan menetapkan SK Bupati. Penempatannya, sementara sesuai dengan formasi yang dipilih saat mendaftar seleksi PPPK,” terang Ilzam. (*)

IMG-20250915-WA0074

SMAN 1 Banyuwangi Juarai Festival Band Pelajar Banyuwangi

BANYUWANGI || jejakindonesia.id - Pemkab Banyuwangi sukses menggelar Festival Band Pelajar di Banyuwangi Park, 13-14 September 2025. Grup band Ganesha dari SMAN 1 Glagah menjadi juara kategori SMA dam setingkatnya. Sementara kategori SMP diraih Little Squid Band dari SMPN 1 Banyuwangi, dan kategori SD disabet oleh Band Braja dari SDN 4 Penganjuran Banyuwangi.

Vokalis band Ganesha Laili Suci (18) mengaku sangat senang dan bangga grup bandnya bisa meraih juara pertama pada Festival Band Pelajar kategori tingkat SMA. Kemenangan itu diraih bandnya lewat lagu tradisional yang dibawakan berjudul Kembang, ciptaan komposer daerah Koming.

“Kami sangat senang dan bangga bisa jadi juara. Meski latihannya cukup singkat hanya satu minggu tapi tetap bisa tampil dengan baik,” kata Laili pada acara Awarding Festival Band Pelajar Banyuwangi, pada Minggu (14/9/2025).

“Kemenangan ini jadi semangat kami untuk mengejar cita-cita menjadi seorang musisi yang mumpuni di masa depan,” imbuhnya.
Sementara itu pada tingkat SMP juara pertama diraih oleh Little Squid Band dari SMPN 1 Banyuwangi. Band ini beranggotakan 5 personel yang semuanya adalah perempuan. Catherine Grace Aldea, sang vokalis mengaku sangat senang bisa keluar sebagai juara pertama.

“Kami melakukan persiapan kurang lebih tiga minggu. Di babak penyisihan kami membawakan lagu nasional gugur bunga. Menang di Festival Band kami harapan kami band kami semakin maju, dikenal banyak orang dan menorehkan prestasi yang lebih baik lagi,” ujarnya.

Pada kesempatan itu Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyerahkan langsung penghargaan kepada para pemenang. Ipuk menyerahkan hadiah berupa piagam, trophy dan uang pembinaan.

“Selamat kepada semua pemenang Festival Band Pelajar. Teruslah berkarya dan jadikan kemenangan ini sebagai pijakan menuju pencapaian yang lebih tinggi,” kata Ipuk.

Ipuk mengatakan pemkab berkomitmen untuk terus menggelar Festival Band Pelajar pada tahun yang akan datang untuk menjadi wadah menggali dan menyalurkan bakat musik anak-anak Banyuwangi.

“Kami juga ingin mengapresiasi semua pihak yang luar biasa hingga kegiatan Festival ini dapat terwujud. Khususnya kepada para guru dan orang tua pelajar yang telah mendampingi dan mencurahkan waktu, tenaga, bahkan biaya agar anak-anak bisa terus berkembang,” ucap Ipuk.

Sementara itu Kevin ayah dari Cathreine vokalis band juara pertama tingkat SMP, juga mengapresiasi Pemkab Banyuwangi yang menggelar Festival Band Pelajar. Kegiatan dinilainya sangat baik untuk melatih mental dan mengasah kualitas bermusik bagi pelajar.

“Saya sangat setuju dan mendukung acara seperti ini karena kreativitas anak-anak jadi tersalurkan. Harapan kami cita-cita anak-anak menjadi musisi handal di Indonesia bisa terwujud,” ungkapnya.

Sementara itu sebelumnya Festival Band Pelajar diikuti sebanyak 29 grup band pelajar. Kompetisi yang berlangsung selama dua hari, 13-14 September 2025 ini diikuti 5 band dari SD, 16 dari SMP, serta 8 dari SMA sederajat.

Berikut Daftar Pemenang Festival Band Pelajar
Juara Tingkat SD:
1. Braja ( SDN 4 Penganjuran )
2. The Shiny ( SDN 1 Rogojampi )
3. N - Kids ( SDN Klatak )
Harapan 1 SDN Model BWI.
Harapan 2 SD Alethea Genteng

Juara Tingkat SMP
1. Little Squid ( SMPN 1 Banyuwangi )
2. Tipovjava ( SMPN Gabungan )
3. Alethiart ( SMPK Alethia Genteng )

Juara Tingkat SMA
1. Ganesha ( SMAN 1 Glagah )
2. SMAGI ( SMAN 1 GIRI Taruna Bangsa )
3. The Character ( SMAN 2 Situbondo ).

error: Content is protected !!