Sorry, we're closed Opens Senin at 9:00 am
Beranda » Peristiwa » Halaman 859

Peristiwa

IMG-20250916-WA0083

Konsultan UMKM Beri Kiat-Kiat Pengembangan Produk UMKM Hasil Karya Warga Binaan Lapas Banyuwangi

BANYUWANGI || jejak-indonesia.id - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi mendapat kunjungan khusus dari seorang konsultan UMKM ternama, Yulisnawati, yang khusus datang dari Jakarta, Selasa (16/9). Kunjungan ini dilakukan dalam rangka meninjau secara langsung berbagai produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang dihasilkan oleh warga binaan, yang merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian di Lapas Banyuwangi.

Kunjungan Yulisnawati tidak sekadar melihat-lihat, tetapi lebih kepada memberikan pendampingan dan arahan strategis. Dalam kunjungannya, ia membagikan berbagai kiat-kiat berharga kepada jajaran Lapas Banyuwangi untuk meningkatkan kualitas pembinaan. Tujuannya agar produk-produk UMKM yang dihasilkan warga binaan tidak hanya berhenti di dalam Lapas, tetapi dapat berkembang dan menjangkau pasar yang lebih luas.

Kiat-kiat yang diberikan bersifat komprehensif dan mencakup seluruh aspek bisnis, mulai dari pemilihan bahan baku, efisiensi proses produksi, desain pengemasan yang menarik, hingga strategi pemasaran yang efektif di era digital.

Yulisnawati menekankan bahwa seluruh aspek tersebut harus diperhatikan dan dipahami dengan seksama secara berkesinambungan. “Dari hulu ke hilir, semuanya penting. Dengan memperhatikan detail ini, produk UMKM Lapas Banyuwangi dapat memiliki nilai jual dan daya saing yang tinggi di pasaran,” ujarnya.

Secara langsung, Yulisnawati juga merasakan dan mengapresiasi hasil karya warga binaan. Ia mencicipi roti yang diolah langsung oleh warga binaan, serta mencoba praktik mencanting, yang merupakan salah satu proses inti dalam pembuatan batik. Ia menyatakan kekagumannya pada semangat dan potensi yang dimiliki oleh warga binaan.

“Ini sangat luar biasa, ditengah keterbatasan, mereka memiliki semangat untuk terus berkarya dan menghasilkan produk yang memiliki nilai jual,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Lapas Banyuwangi, I Wayan Nurasta Wibawa menyambut hangat dan mengucapkan terima kasih atas kunjungan serta masukan berharga dari konsultan UMKM tersebut.

“Kami sangat berterima kasih atas kunjungan Ibu Yulisnawati yang telah memberikan banyak sekali masukan dan ilmu bagi pengembangan produk UMKM kami. Ini sangat membuka wawasan kita semua,” ungkapnya.

Dijelaskannya, Lapas Banyuwangi melalui program pembinaan terus berupaya memproduksi berbagai produk UMKM sebagai bekal keterampilan bagi warga binaan. Saat ini, beragam produk telah berjalan dengan baik, seperti kain batik, keset, aneka gorengan, souvenir, roti, hingga pelatihan barista.

“Ke depan, dengan arahan dari pakar seperti ini, kami berharap produk-produk ini bisa semakin dikenal dan diterima oleh masyarakat luas,” pungkasnya.

IMG-20250916-WA0077

Pisah Sambut Dandim 0825 Banyuwangi, Bupati Ipuk Ajak Terus Perkuat Sinergi Bangun Daerah

BANYUWANGI || jejakindonesia.id – Pucuk pimpinan Komando Distrik Militer (Kodim) 0825 Banyuwangi mengalami pergantian dari Letkol (Arh) Joko Sukoyo ke Letkol (Arm) Triyadi Indrawijaya.

Dalam pisah sambut yang dilaksanakan di Pendopo Sabha Swagata Blambangan, Minggu malam (14/9/2025), Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengajak untuk terus bersama memperkuat sinergi membangun Banyuwangi.

“Selamat datang kepada bapak Letkol Triyadi Indrawijaya. Semoga kedepan kita bisa melanjutkan program baik yang selama ini sudah kami jalankan bersama bapak Letkol (Arh) Joko Sukoyo,” kata Ipuk.

“Kami pemerintah daerah siap untuk berkolaborasi, bersinergi, dan mari bersama-sama membangun Banyuwang agar tetap aman, nyaman, dan terus memberikan pelayan publik yang lebih baik untuk masyarakat,” imbuhnya.

Pada kesempatan tersebut Ipuk juga mengucapkan terima kasih atas kiprah dan dedikasi Letkol (Arh) Joko Sukoyo yang selama ini bersama-sama menjaga Banyuwangi tetap aman dan kondusif.

“Semoga bapak Letkol Joko Sukoyo beserta keluarga selalu diberi kesehatan, kesuksesan, serta tetap membawa hal-hal baik dari Banyuwangi meski bertugas di tempat yang baru,” kata Ipuk mendoakan.

Sebelumnya Letkol (Arm) Triyadi Indrawijaya menjabat sebagai Danyon Armed 8 Uddhata Yudha, Jember. Sementara Letkol (Arh) Joko Sukoyo saat ini dipercaya sebagai Pabandya-2/PNB dan BLU Spaban V/Lakgar Srenaad di Markas Besar TNI AD (Mabesad), Jakarta.

Setelah 1,4 tahun menjabat sebagai Dandim 0825 Banyuwangi, Letkol (Arh) Joko Sukoyo mengaku bangga menjadi bagian dari Banyuwangi. Bahkan ia menciptakan dua buku yang terinspirasi dari Banyuwangi.

“Banyuwangi bagi saya kota istimewa dan penuh inspirasi. Selama bertugas di sini, Alhamdulillah saya bisa menuntaskan dua buku yang lahir dari pengalaman di Banyuwangi,” ungkapnya.

“Saya menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada Ibu Bupati, Forkopimda beserta jajaran, dan seluruh mitra kami Banyuwangi atas kebersamaan serta dukungan selama saya bertugas di sini,” sambung Joko.

Sementara itu, Dandim 0825 Banyuwangi yang baru, Letkol (Arm) Triyadi Indrawijaya, menyatakan kesiapannya untuk melanjutkan sinergi yang selama ini sudah terjalin dengan baik.

“Banyuwangi kini sudah menjadi rumah saya. InsyaAllah kami siap berkarya dan bersinergi bersama Ibu Bupati, pemerintah daerah, kepolisian, dan seluruh stakeholder demi Banyuwangi yang aman, maju, dan sejahtera,” ujarnya.

Hadir dalam pisah sambut Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono, Plh Sekda Banyuwangi Guntur Priambodo, Ketua DPRD Banyuwangi I Made Cahyana Negara, Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rama Samtama Putra, Danlanal Banyuwangi Letkol Laut (P) Muhamad Puji Santoso, Anggota DPR RI Sonny Tri Danaparamita, Ketua Pengadilan Negeri, perwakilan Kejaksaan Negeri, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), Camat, Kades se-Banyuwangi, hingga tokoh agama dan tokoh masyarakat.

IMG-20250916-WA0075

Tenggelamkan “Fish Bank” Bareng Nelayan, Bupati Ipuk Dukung Upaya Konservasi Ekosistem Laut

BANYUWANGI || jejakindonesia.id – Bupati Ipuk Fiestiandani bersama-sama nelayan pesisir Pantai Desa Patoman, Kecamatan Blimbingsari melakukan penenggelaman “fish bank” ke dalam laut, Senin (15/9/2025). Penenggelaman Fish Bank ini sebagai upaya konservasi ekosistem laut hingga meningkatkan kesejahteraan nelayan.

Fish Bank merupakan rumah buatan bagi ikan yang berfungsi seperti terumbu karang untuk tempat berkumpul dan berkembangbiaknya ikan. Ada tiga unit fishbank yang ditenggelamkan dari total 80 unit di Pesisir Pantai Desa Patoman. Fish bank tersebut diletakkan di zona inti dengan kedalaman 9-12 meter di dalam laut.

Program penenggelaman fish bank ini merupakan hasil kolaborasi Sinergi Foundation, Fish Bank Indonesia bersama Pemkab Banyuwangi.

“ini adalah bentuk kolaborasi yang baik untuk konservasi laut. Program ini selaras dengan program dalam RPJMN Presiden dan juga RPJMD Banyuwangi untuk strategi pembangunan berkelanjutan dan ketahanan pangan,” kata Ipuk.

“Kami sangat mendukung program ini karena langsung dikelola dan bermanfaat bagi nelayan,” imbuhnya.

Fish bank merupakan teknologi sederhana yang memiliki banyak manfaat dalam menjaga ekosistem laut. Dari perspektif ekologi, ini menjadi upaya menjaga siklus berkelanjutan dari kehidupan laut. Dari perspektif sosial menguatkan gotong royong karena dalam membuat dan mengelolanya membutuhkan kerjasama nelayan.

“Dari perspektif ekonomi, fish bank meningkatkan kesejahteraan nelayan karena ikan-ikan terjaga keberlanjutannya. Dan dari perspektif pariwisata juga bisa menjadi destinasi hingga pusat edukasi,” kata Ipuk.

“Semoga para nelayan bisa mengelola, memonitoring hingga mengevaluasi penggunaan Fish Bank agar program ini berdampak oada kesejahteraan nelayan,” harap Ipuk.

Founder Sinergi Foundation sekaligus pencetus Fish Bank Indonesia Eri Sudewo mengatakan, penenggelaman Fish Bank di Desa Patoman merupakan bagian dari kolaborasi pihaknya dengan nelayan Banyuwangi yang telah dilakukan sejak tahun 2020 lalu.

“Saat 5-6 tahun lalu saya ke Banyuwangi, ternyata fish bank sudah dikerjakan oleh pemerintah daerah di Pantai Bangsring (Desa Bagsring). Sehingga kami optimis ini juga akan sukses dijalankan di tempat lainnya di Banyuwangi,” kata Eri.

Awalnya, kata Eri, program fish bank dilaksanakan di pantai Desa Bomo dan Desa Badean. Ternyata berhasil dan juga meningkatkan kesejahteraan nelayan. Bahkan kini Desa Bomo juga berkembang menjadi desa wisata.

“Ke depan kami juga akan menjadikan Banyuwangi sebagai Fish Bank Centre di Indonesia dengan pemasangan fish bank sepanjang 100 kilometer di sepanjang pesisirnya,” imbuh Eri.

Sementara itu, Ketua Kelompok Nelayan Benteng Samudra Desa Bomo Aan Mutowif mengatakan pemasangan fish bank sukses meningkatkan populasi ikan endemik seperti kakap merah dan kerapu. Adanya fish bank, hasil tangkapan ikan nelayan tidak lagi tergantung pada musim. Saat ini di Pantai Bomo ada 150 fish bank yang sudah ditenggelamkan.

“Kelebihan adanya fish bank meskipun tidak sedang musim barat (banyak ikan) ikan tetap ada, sekali melaut nelayan bisa dapat 5-10 kg. Sedangkan kalau sedang musim barat satu orang bisa dapat 6-12 kg ikan,” ujarnya.

Menangkap ikan juga makin efisien, biasanya sekali menangkap ikan dengan kapal, bahan bakar yang dihabiskan sebanyak 3-4 liter. Sekarang dengan satu liter bahan bakar, bisa digunakan untuk berangkat menangkap ikan dengan kapal 3-4 kali.

“Karena ikan sudah banyak di sekitar fish bank jadi nelayan tidak perlu jauh-jauh lagi melaut,” pungkasnya

PhotoGrid_Site_1758006554015

Kuasa Hukum Terlapor Soroti Kejanggalan Proses Hukum, Dugaan Intervensi Mencuat

PASURUAN || jejakindonesia.id – Penanganan kasus pengeroyokan yang kini tengah ditangani Polsek Purworejo, Kota Pasuruan, menuai sorotan tajam. Penasihat hukum para terlapor, Kudus Surya Dharma, S.H., mengungkap adanya dugaan kejanggalan sekaligus intervensi oknum dalam proses hukum yang berjalan.

“Ada beberapa tahapan yang seolah di-skip oleh penyidik. Dari laporan masuk sampai penetapan tersangka berlangsung sangat cepat. Saya menduga ini disengaja agar perdamaian tidak terjadi,” ujarnya saat ditemui awak media di sebuah kafe di Pasuruan, Senin (15/9).

Kasus ini bermula dari dugaan pengeroyokan yang melibatkan BY bersama empat rekannya terhadap seorang warga Kelurahan Bangilan bernama RAY. Insiden yang terjadi sepekan lalu itu menyebabkan korban mengalami luka serius akibat sabetan senjata tajam jenis krambit.

Sejak awal, baik pihak korban maupun terlapor disebut telah menunjukkan itikad damai. Bahkan, agenda mediasi sempat direncanakan di kantor kelurahan. Namun, ketika diarahkan ke Polsek untuk difasilitasi, proses tersebut justru tidak pernah terealisasi.

Keluarga terlapor mengaku sempat bingung dengan perubahan agenda perdamaian. Awalnya, polisi meminta mediasi digelar di kantor Polsek pada Sabtu (13/9). Namun, belakangan diarahkan untuk dilakukan di rumah pelapor atau terlapor pada Senin (15/9). Pergantian mendadak ini dinilai membuat keluarga merasa diombang-ambing tanpa kepastian.

“Ini ada apa sampai peristiwa seperti ini bisa terjadi? Padahal kedua belah pihak jelas-jelas sudah beritikad baik untuk menyelesaikan perkara melalui perdamaian,” tegas Surya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Polsek Purworejo belum memberikan keterangan resmi atas dugaan intervensi yang mencuat dari kuasa hukum terlapor.

 

(RED)

IMG-20250916-WA0006

Aksi Demo Damai Di Silang Selatan, Monas Menuntut 5 Poin Ke Pemerintah

JAKARTA || jejakindonesia.id - Aksi demo damai kembali terjadi di Kawasan Silang Selatan, Monas Jakarta Pusat, Senin (15/09/2025) yang di selenggarakan aliansi Gerakan Rakyat untuk Damai (Garuda) dengan kekuatan massa aksi 2.000 orang.

Koordinator aksi, Rifai Salamohoda, menyampaikan bahwa dalam aksinya, massa menegaskan lima tuntutan utama kepada pemerintah terkait situasi sosial dan politik yang memanas beberapa hari terakhir.

"Lima poin tuntutan ini merupakan bentuk respons atas kerusuhan anarkis yang terjadi sejak 25 hingga 30 Agustus 2025, yang dinilai merusak fasilitas negara dan menimbulkan keresahan sosial."tandasnya.

Lanjutnya, lima tuntutan kami, yang sudah disampaikan oleh tokoh lintas agama yang hadir hari ini, intinya menolak segala bentuk kekerasan dan anarkisme. Kami meminta pemerintah untuk menjaga stabilitas sosial dan ekonomi bangsa."tegas Rivai

Adapun lima tuntutan demo sebagai berikut: 1. Menolak segala bentuk kekerasan dan anarkisme yang dapat memecah belah bangsa.

2. Menjaga stabilitas sosial dan keamanan nasional, agar negara tetap kondusif.

3. Melindungi stabilitas ekonomi dari dampak negatif kerusuhan yang dapat mengusir investor.

4. Menghargai aspirasi masyarakat secara damai dan terbuka, tanpa provokasi yang menyakitkan.

5. Menyediakan ruang dialog dan audiensi resmi antara massa aksi dan pemerintah, khususnya pihak Istana Negara.

aksi ini merupakan gabungan dari mahasiswa, ormas Islam, dan tokoh lintas agama Katolik, Hindu, Buddha, dan Kristen. Mereka bersama-sama menyuarakan pesan damai dan persatuan dalam bingkai keberagaman.

“Kami menolak propaganda dan kekerasan yang muncul dari berbagai kelompok yang ingin memecah belah bangsa,”tambah Rifai.

"Kami menunggu pihak Istana untuk menerima aspirasi kami. Jika tidak diterima, kami akan tetap bertahan dengan damai sebagai bentuk keseriusan kami menyampaikan tuntutan,” ujar Rifai.

Salah satu salah Tokoh agama dan Pemuda, Yusri Albima, Ketua DPN AMBI dalam orasinya menyampaikan, Di Negera Demokratis, Rakyat harus Kritis tapi tidak bolek Anarkis.

Dalam Teori Demontrasi atau Aksi Unjuk Rasa, Aksi Massa menyampaikan aspirasi selalu damai. Namun ketika Aksi dihadapi dengan Represi dan Arogansi Aparat, maka pasti berujung Anarki untuk melawan segala bentuk Arogansi dan kesewenang-wenangan.

"Mari kita kritisi Pemerintah dengan hal-hal yang konstruktif. Wajib Kritis, tidak boleh Anarkis. Kita Jaga Jakarta, Kita Jaga Indonesia dan kita Kawal Pemerintahan Prabowo Subianto sampai akhir."Imbuhnya dengan penuh semangat.

Usai berorasi para Tokoh Agama dan massa sepakat dan menanda tangani,
"Petisi Tanda Tangan"
"Tolak Anarkisme & Provokasi" yang akan di serahkan ke Istana Presiden.

error: Content is protected !!