Sorry, we're closed Opens Senin at 9:00 am
Beranda » Peristiwa » Halaman 856

Peristiwa

IMG-20250921-WA0022

KH. Ir Achmad Wahyudi Ajak Jamaah Rasakan Lezatnya Iman Lewat Al-Qur’an dan Sedekah

BANYUWANGI || jejakindonesia.id – Ratusan jamaah kembali memadati Aula Sidqi Maulana Pondok Pesantren Adz-Dzikra, Banyuwangi, dalam rangkaian pengajian rutin Ahad pagi bertajuk “Nelesi Ati” sekaligus Santuan Anak Yatim pada Minggu (21/9/2025). Kegiatan yang dihadiri para santri, wali santri, tokoh ormas, dan masyarakat sekitar ini berlangsung penuh khidmat, menggugah hati serta menambah semangat spiritual jamaah.

Di awal acara, para santriwan dan santriwati menyampaikan setoran pelajaran di hadapan wali santri sebagai bentuk laporan perkembangan pembelajaran, mulai dari ilmu nahwu-sharaf hingga ushul fiqh.

Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan sholawat yang diiringi hadrah, disusul dengan qiro’ah tilawatil Qur’an. Suasana semakin khidmat menjelang inti acara, yaitu tausiyah yang disampaikan langsung oleh pengasuh Ponpes Adz-Dzikra, KH. Ir. Achmad Wahyudi, S.H., M.H., yang juga Mustasyar PC Nahdlatul Ulama Banyuwangi.

Dalam mauidhoh hasanahnya, KH. Achmad Wahyudi menegaskan bahwa siapa pun yang menyibukkan diri dengan membaca dan mendalami Al-Qur’an, meski sampai lupa berdoa, tetap akan dikabulkan permintaannya oleh Allah SWT.

“Al-Qur’an adalah cahaya Ilahi, kalamullah. Barang siapa dekat dengannya, dijamin hidupnya akan bahagia dan sejahtera. Namun, Al-Qur’an tidak akan bersemayam di hati yang dipenuhi maksiat,” ujarnya.

Beliau menekankan, iman harus diwujudkan dalam keikhlasan, ridha, dan cinta (mahabbah). Meneladani Umar bin Khattab yang hatinya bergetar kala mendengar ayat Al-Qur’an, setiap Muslim hendaknya menjadikan Al-Qur’an sebagai cermin dan pengarah hidup.

KH. Achmad Wahyudi juga mengutip firman Allah dalam QS. Az-Zukhruf ayat 3:
إِنَّا جَعَلْنَاهُ قُرْآنًا عَرَبِيًّا لَّعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ
Artinya: Sesungguhnya Kami menjadikan Al-Qur’an dalam bahasa Arab supaya kamu memahami(nya).

Menurutnya, kebenaran Al-Qur’an terbukti sepanjang zaman. Ia mencontohkan penemuan sidik jari pada abad ke-19 yang Kompatibel (selaras) dengan penjelasan Al-Qur’an, maupun aturan Islam yang melarang zina sebagai bentuk penjagaan terhadap jiwa dan kehormatan manusia.

Lebih jauh, beliau mengingatkan pentingnya membiasakan mendengar lantunan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari, bahkan melalui media sederhana seperti ponsel.

Terkait lezatnya iman, beliau mengajarkan bahwa iman akan terasa manis ketika diwujudkan dalam sikap memberi dan berbagi.

“Orang beriman akan merasa gelisah bila tidak berbagi. Lezatnya iman bukan hanya dirasakan saat memberi, tetapi juga saat berterima kasih kepada orang yang menerima pemberian kita,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, KH. Achmad Wahyudi bahkan mempraktikkan metode pembelajaran interaktif dengan memanggil para santri ke depan jamaah. Mereka diminta memaparkan ilmu ushul fiqh yang tengah dipelajari, menunjukkan bagaimana keilmuan Islam senantiasa kompatibel dengan Al-Qur’an.

Di penghujung acara, dilaksanakan santunan bagi puluhan anak yatim dari berbagai wilayah. Suasana haru dan khidmat menyelimuti prosesi santunan yang diiringi dengan bacaan sholawat Nabi yang di tutup dengan Doa Majelis.

Ciri khas pengajian ini juga tampak dari pembagian konsumsi berupa nasi dengan lauk lengkap dan air mineral yang disajikan secara tertib oleh para santri, mencerminkan nilai kebersamaan serta sarat dengan nilai-nilai edukatif dan pembinaan karakter.

Pengajian “Nelesi Ati” yang digelar rutin setiap Ahad pagi ini bukan sekadar ajang memperdalam ilmu agama, tetapi juga menjadi forum silaturahmi, penguat iman, serta wadah menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. (rag)

IMG-20250920-WA0030

Peringatan Maulid Nabi, Momentum Pererat Silaturahmi Satgas Madago Raya dengan Warga Poso

Poso || jejakindonesia.id - Suasana Masjid Al-Hidayah di Poskotis Madago Raya, Desa Tokorondo, Jumat (19/9/2025), tampak berbeda dari biasanya. Ratusan masyarakat bersama personel Satgas III Preventif Ops Madago Raya berkumpul untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah.

Peringatan Maulid digelar dengan penuh kekhidmatan dan mengangkat tema “Meneladani Akhlak Rasulullah SAW, Meningkatkan Pemahaman Agama, serta Mempererat Hubungan Silaturahmi Antara Pers Ops Madago Raya dengan Masyarakat.” Acara ini menjadi wadah kebersamaan antara aparat dan warga dalam suasana religius.

Hadir dalam kegiatan ini jajaran Satgas III Preventif, mulai dari Pasiops, Pasimin, Pasilog, hingga para Danpos Kamtibmas dan Dantim Alfa. Turut serta pula personel subsatgas Dokkes, Bhabinkamtibmas serta Babinsa Desa Tokorondo, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, hingga warga setempat.

Pondok Pesantren Al-Fatah Kalora juga mengambil peran penting. Pimpinan pesantren, Ustadz Andi Ramadhan, bersama para santri hadir memeriahkan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah.

Dalam tausyiahnya, Pimpinan pesantren Ustadz Andi Ramadhan, mengajak jamaah untuk terus meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari.

Kasatgas III Preventif Ops Madago Raya, Kombes Pol Kurniawan Tandi Rongre, S.I.K., M.Si., menegaskan kegiatan ini bukan hanya peringatan keagamaan, melainkan juga sarana mempererat hubungan antara aparat dan masyarakat.

“Kami ingin kehadiran Satgas Madago Raya tidak hanya diidentikkan dengan operasi keamanan, tetapi juga hadir dalam kegiatan sosial dan keagamaan,” katanya.

Menurut Kombes Kurniawan, keakraban yang terjalin lewat kegiatan keagamaan akan memperkuat kepercayaan masyarakat kepada aparat. Dengan demikian, upaya menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah operasi bisa berjalan lebih efektif.

Masyarakat Tokorondo menyambut positif kegiatan itu. Mereka menilai keberadaan aparat yang terlibat langsung dalam peringatan Maulid Nabi menjadi bukti nyata kedekatan Ops Madago Raya dengan warga.

“Kami merasa lebih dekat dan lebih percaya, karena aparat tidak hanya menjaga keamanan, tapi juga hadir dalam kehidupan sosial,” ungkap Ridwan salah satu tokoh pemuda.

Acara ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah antara personel Ops Madago Raya dengan masyarakat. Suasana penuh kekeluargaan itu diharapkan semakin memperkuat sinergi aparat dan warga dalam menjaga kedamaian di wilayah operasi khususnya Kabupaten Poso.

IMG-20250919-WA0096

66 PPPK Tenaga Kesehatan dan Teknis Banyuwangi Terima SK Pengangkatan

BANYUWANGI || jejakindonesia.id – Sebanyak 66 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), di Kabupaten Banyuwangi menerima surat keputusan (SK) pengangkatan, Kamis (18/9/2025). Mereka adalah tenaga kesehatan dan teknis yang lolos seleksi PPPK tahap II tahun 2024.

"Seluruh PPPK harus punya peran besar terhadap pembangunan daerah. Setelah resmi jadi ASN, kinerja harus semakin ditingkatkan,” kata Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani.

Kepada para penerima SK pengangkatan, Ipuk berpesan agar mereka terus memperkuat kolaborasi dan inovasi untuk mengakselerasi berbagai program pembangunan daerah.

“PPPK harus inovatif. Semuanya harus bekerja sesuai prioritas,” pesan Ipuk.

Ipuk juga meminta mereka untuk terus meningkatkan kompetensi dan tidak pernah berhenti belajar. "Tingkatkan terus kompetensi dan kualitas diri kalian. Manfaatkan digitalisasi untuk mengakselerasi kinerja,” pesan Ipuk.

Ipuk menambahkan, selain PPPK Banyuwangi juga segera mengangkat ribuan tenaga honorer menjadi PPPK paruh waktu.

“Ada 4.909 honorer yang kita usulkan menjadi PPPK paruh waktu. Saat ini mereka tengah melakukan pemberkasan untuk pengusulan penetapan Nomor Induk ke BKN,” tambahnya.

Ditambahkan Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Banyuwangi, Ilzam Nuzuli, 66 PPPK yang mendapatkan SK tersebut terdiri atas 55 tenaga kesehatan dan 11 tenaga teknis.

Mereka adalah peserta yang lolos pada seleksi penerimaan PPPK periode kedua formasi tahun 2024. Adapun total pendaftar pada seleksi PPPK tahap II lalu sebanyak 2.179 orang.

“Untuk tahap dua ini tidak ada formasi guru. Karena formasi guru sudah terpenuhi pada tahap I lalu,” kata Ilzam

IMG-20250919-WA0076

World Cleanup Day, Bupati Ipuk Bersama Ratusan Warga Bersihkan Sampah di Pantai Seranite

BANYUWANGI || jejak-indonesia.id - Momentum hari bersih-bersih sedunia atau World Cleanup Day, Pemkab Banyuwangi bersama ratusan warga melakukan gerakan aksi bersih lingkungan di Pantai Seranite, Kelurahan Lateng, Kecamatan Banyuwangi, Jumat pagi (19/9/2025).

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani tampak ikut membaur bersama relawan membersihkan sampah di sepanjang garis pantai kawasan tersebut.

Gerakan ini merupakan aksi gotong royong diikuti jajaran TNI-Polri, nelayan, pelajar, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), hingga belasan relawan lingkungan. Di
antaranya dari Emfitrust, yayasan Rijig Pradana Wetan, Eco Enzyme Nusantara, Osoji Club, termasuk Sungai Watch organisasi yang berfokus pada pelestarian lingkungan, khususnya ekosistem sungai.

Para peserta tampak bersemangat menyisir setiap sudut pantai membersihkan sampah-sampah yang tercecer. Mereka juga membawa kantong plastik besar untuk menampung sampah yang dipungut lalu dikumpulkan jadi satu.

“Gerakan bersih pantai ini bukan sekedar seremonial hari ini saja, tapi harus berkelanjutan dan menjadi budaya bagi kita semua agar membuang sampah pada tempatnya,” kata Ipuk.

Ipuk menyebut, Pantai Seranite merupakan area destinasi wisata yang cukup ramai dikunjungi wisatawan. Dengan menjaga kebersihan pantai bisa membuat para wisatawan nyaman dan betah berlama-lama. Sehingga otomatis ekonomi warga sekitar ikut terangkat.

“Melalui gerakan ini kami berharap masyarakat semakin sadar menjaga lingkungan di wilayah masing-masing,” ujarnya.

Ditambahkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banyuwangi, Dwi Handayani, gerakan bersih lingkungan ini sudah dimulai sejak 15 September dan akan terus berlanjut hingga 15 Oktober. Sementara aksi hari ini dilakukan serentak di Banyuwangi.

Khusus aksi bersih-bersih di Pantai Seranite, mereka menghasilkan 327 kilogram sampah yang didominasi sampah anorganik yakni plastik. Sampah-sampah tersebut akan diangkut ke tempat pengelolaan sampah di TPS 3R Balak, Kecamatan Songgon untuk didaur ulang.

“Kami banyak menemukan sampah jenis styrofoam yang tidak bisa diolah sama sekali. Sampah jenis ini merupakan limbah residu yang sulit terurai. Jadi kami harap masyarakat lebih bijak lagi memilih kemasan makanan yang mungkin lebih bisa terurai dengan cepat,” ucap Yani.

Prasetyo Ibnu Toat perwakilan Banyuwangi Hijau yang menjadi inisiator gerakan ini mengatakan jika ada sekitar 15-20 relawan yang dilibatkan. Selama kurang lebih sebulan pelaksanaan kegiatan ini, pihaknya menargetkan Banyuwangi bisa bersih dari sampah.

“Untuk mencapai target tersebut, keterlibatan semua pihak sangat dibutuhkan. Bukan hanya kami relawan persampahan. Karena setiap orang menghasilkan sampah, maka setiap orang harus bertanggung jawab terhadap sampah yang dihasilkan,” kata Deputi Program Manager Banyuwangi Hijau ini.

IMG-20250919-WA0070

Kapolresta Banyuwangi Naik Ojol, Dukung Program Jumat Berkah ASN

BANYUWANGI || jejakindonesia.id — Program Jumat Berkah yang digagas Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, di mana Aparatur Sipil Negara (ASN) diajak menggunakan transportasi daring (ojol) maupun angkutan umum, kini mendapat dukungan dari institusi kepolisian.

Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Rama Samtama Putra, turut serta dalam kegiatan ini dengan menggunakan layanan ojek online usai menghadiri agenda bersama Forkopimda di Pantai Sranit, Banyuwangi, Jumat (19/9/2025).

Menurut Rama, langkah Pemkab Banyuwangi tersebut patut diapresiasi karena tidak hanya mendorong penggunaan transportasi publik, tetapi juga membuka ruang interaksi langsung dengan masyarakat.

“Ternyata lebih cepat sampai, dan kita bisa berinteraksi langsung dengan driver ojol. Ke depan, konsep ini akan kami terapkan juga di lingkungan Polresta Banyuwangi,” ujarnya.

Salah seorang pengemudi ojol, Yudha, mengaku senang bisa mendapatkan orderan dari Kapolresta. Ia menilai program tersebut sangat bermanfaat karena meningkatkan pendapatan mitra ojol.

“Saya sangat senang bisa mengantar Bapak Kapolresta ke rumah dinas. Beliau ramah sekali, bahkan sempat bercerita soal hobinya memancing di waktu luang,” tutur Yudha.

Program Jumat Berkah ini diharapkan dapat semakin mempererat hubungan antara aparat pemerintah, kepolisian, dan masyarakat Banyuwangi, sekaligus mendukung sektor transportasi daring maupun angkutan umum di daerah.

error: Content is protected !!