Sorry, we're closed Opens Senin at 9:00 am
Beranda » Peristiwa » Halaman 855

Peristiwa

IMG-20250921-WA0049

ORPASH MAN 1 Banyuwangi Gelar DIKLAT Ruang, Ini Merupakan Simulasi Sebelum DIKLAT Lapang

BANYUWANGI || jejak-indonesia.id - Sebagai bentuk regenerasi di dalam organisasi, Ekstrakurikuler Organisasi Pecinta Alam Madrasah Aliyah (ORPASH) Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Banyuwangi mengadakan acara Pendidikan dan Latihan (DIKLAT) Ruang di Madrasah.

Sejumlah 45 siswa yang akan menjadi calon anggota mengikuti kegiatan tersebut. Kegiatan ini sendiri di support oleh para Anggota Istimewa (Alumni ORPASH) dan bantuan dari anggota Mahasiswa Pecinta Alam (MAPALA) Palmstar UIN KHAS Jember serta MAHAPALUS UNTAG 1945 Banyuwangi.

Ketua Umum ORPASH MANSAWANGI Rafi Cahyadi Susanto menjelaskan, kegiatan DIKLAT Ruang setiap tahun selalu diadakan oleh organisasi. Selain untuk menjaring anggota baru, kegiatan ini merupakan simulasi sebelum peserta (calon anggota) mengikuti kegiatan DIKLAT Lapang.

"Alhamdulillah pada kesempatan hari ini banyak siswa dari kelas X dan XI yang ikut, semoga kedepannya pecinta alam bisa menjadi ekstrakurikuler yang diminati oleh siswa dan bisa memberikan sumbangsih prestasi terhadap almamater," Ucap 21 September 2025.

Rafi sapaan akrabnya melanjutkan, mengikuti DIKLAT Ruang dan Lapang merupakan kewajiban bagi siswa MAN 1 Banyuwangi untuk menjadi anggota ORPASH. Karena di dalam DIKLAT sendiri terdapat beberapa materi-materi yang ada di dunia pecinta alam dan aturan-aturan yang harus ditaati oleh anggota ORPASH.

"Setiap organisasi memiliki tata caranya sendiri dalam melakukan kaderisasi. Maka dari itu, kami ORPASH MANSAWANGI mengadakan DIKLAT Ruang yang nantinya akan diteruskan ke DIKLAT Lapang sebelum nantinya di baiat menjadi anggota. Oleh karena itu, kami sampaikan terimakasih banyak atas support dari semua pihak untuk terselenggaranya acara DIKLAT Ruang pada hari ini," Ungkapnya.

Sementara itu, salah satu perintis ORPASH MANSAWANGI Bondan Madani menjelaskan, sebagai organisasi kader, maka sudah seyogyanya organisasi melakukan kaderisasi. Dan salah satunya adalah dengan mengadakan DIKLAT Ruang yang merupakan simulasi sebelum calon anggota mengikuti DIKLAT Lapang dan menjadi anggota ORPASH MANSAWANGI.

"Tujuan dari ORPASH secara garis besar adalah mencetak insan pecinta alam yang religius. Artinya sebelum itu, maka harus ada tahapan-tahapan yang dilalui oleh calon anggota, setelah itu baru mengabdi terhadap organisasi dan madrasah di bidang lingkungan sampai nantinya lulus menjadi alumni atau Anggota Istimewa ORPASH MANSAWANGI," Terang Bondan.

Aktivis yang di kenal vocal di Banyuwangi ini sangat bangga, melihat organisasi yang dulu dirinya rintis bersama teman-temannya masih ada dan aktif hingga saat ini. Sempat ORPASH mengalami vacum dikarenakan pandemi covid-19, namun perlahan demi perlahan organisasi ini kembali relnya untuk melakukan kaderisasi dan terlibat didalam kegiatan usaha untuk menjaga, merawat dan memperbaiki lingkungan.

"Apa yang kami rasakan dan alumni lainnya rasakan pastinya sama, yaitu bangga menjadi bagian dari ORPASH MANSAWANGI. Karena jika tidak ikut organisasi ini, tidak mungkin kami yang sudah menjadi alumni bisa diundang kembali ke MAN 1 Banyuwangi. Apalagi dengan ikut ORPASH kita diajari untuk mandiri, inovatif dan rasa solidaritas sesama anggota maupun kepada seluruh anggota Pecinta Alam. Sesuai amanah Kode Etik Pecinta Alam Indonesia, sesama anggota Pecinta Alam adalah saudara," Pungkasnya.

"Kami juga berharap kepada seluruh Anggota Istimewa, jika nanti sudah DIKLAT Lapang. Bisa untuk meluangkan waktunya untuk hadir mengunjungi para junior-junior. Dan tak lupa jika ada rezeki lebih mari kita sisihkan untuk mensupport kegiatan ORPASH MANSAWANGI". Imbuhnya sambil tersenyum.

IMG-20250921-WA0048

Apresiasi Kafilah MTQ dari Banyuwangi, Bupati Ipuk Sambangi Langsung

JEMBER || jejak-indonesia.id - Kafilah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) asal Banyuwangi mendapat kejutan. Mereka yang sedang mengikuti MTQ ke-31 Provinsi Jawa Timur yang diselenggarakan di Jember itu, disambangi langsung oleh Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani pada Jumat (19/9/2025).

“Saya ingin mengapresiasi langsung dedikasi kafilah MTQ Banyuwangi untuk terus memberikan support dan semangat. Sengaja saya memilih hari terakhir agar tidak mengganggu persiapan dan konsentrasi kalian,” pesan Ipuk saat menemui kafilah Banyuwangi di penginapannya.

Menurut Ipuk, apapun hasil dari MTQ yang diikuti kali ini, harus dijadikan motivasi untuk mengembangkan kemampuan terbaik. Utamanya dalam mensyiarkan Al-Quran kepada masyarakat secara luas. “Kami berharap, ilmu yang kalian miliki, tidak semata dicurahkan untuk lomba. Tapi, juga diamalkan dan diajarkan kepada orang lain,” harapnya.

Kehadiran orang nomor satu di Banyuwangi itu, memberikan semangat tersendiri bagi para kafilah. “Anak-anak senang sekali bisa dijenguk langsung oleh ibunya. Ini menjadi penyemangat usai satu pekan penuh konsentrasi mengukuti kegiatan,” ujar salah satu pendamping Ustadz Syamsul Huda.

Pada keikutsertaan tahun ini, Banyuwangi kembali meraih juara di cabang Musabaqah Fahmi Quran (MFQ). Dalam MFQ Putri, Banyuwangi berhasil keluar sebagai juara pertama. Mereka terdiri dari Auline Alvira Syafa Azzahra, Anggun Dwi Wahyuni, dan Alwa Sakna Fuadiyah.

Sedangkan di kategori MFQ Putra, delegasi Banyuwangi mampu meraih juara tiga. Mereka terdiri dari Wahyu Iqbal Hidayat, Ahmad Mazin Rafil Al-Fawaz dan Saif Sayyid Khan. Disusul pula oleh Khamidatus Sholehah sebagai juara tiga kategori MHQ 30 juz putri dan Yasmin Najma Falihah sebagai juara 3 kategori MHQ 1 Juz Tilawah Putri.

Menurut Ketua Kafilah Banyuwangi yang juga Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkab Banyuwangi Yanuar Bramuda, hasil tersebut akan terus dimaksimalkan dalam penyelenggaraan MTQ mendatang. “Kami akan membuat Tilawah Center ke depannya. Untuk menggembleng dan membina para talenta muda Banyuwangi dalam ilmu Quran,” pungkasnya.

IMG-20250921-WA0045

Tokoh Muda Banyuwangi Dukung Penuh Program Bansos Digital, Siap Jadi Percontohan Nasional

BANYUWANGI || jejakindonesia.id - Sejumlah tokoh muda di Banyuwangi menyambut baik dan memberikan apresiasi tinggi terhadap penetapan Banyuwangi sebagai pilot project nasional program Bansos Digital.

Mas rio sapaan akrabnya dari Lingkaran Intelektual Muda (LIM) Banyuwangi serta salah satu tokoh muda banyuwangi. Sabtu 20/09/2025

Program yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto ini dianggap sebagai langkah solutif dan inovatif untuk mewujudkan penyaluran bantuan sosial yang lebih efektif dan transparan.

​Sebagai bagian dari implementasi program ini, uji coba pendaftaran Bansos Digital telah dilakukan di dua lokasi, yaitu Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, dan Kelurahan Lateng, Kecamatan Banyuwangi. Pemilihan dua lokasi ini diharapkan dapat memberikan gambaran komprehensif terkait kesiapan teknis dan respons masyarakat terhadap sistem baru ini.
​Kebanggaan Warga Lokal

​Rio, salah satu tokoh muda Banyuwangi, menyatakan kebanggaannya bahwa kota kelahirannya terpilih menjadi percontohan nasional. "Alhamdulillah Banyuwangi menjadi pilot project Bansos Digital skala nasional, dan salah satu titik uji coba yang menjadi percontohan adalah Kelurahan Lateng. Kebetulan saya warga Lateng," ungkapnya.

​Menurut Rio, program ini membawa angin segar bagi masyarakat. Bansos Digital memungkinkan proses pengajuan bantuan menjadi lebih mudah, efisien, transparan, dan tepat sasaran. Sistem ini juga dinilai sebagai solusi untuk memutus mata rantai kapitalisasi bantuan sosial yang sering kali membuat bantuan tidak sampai kepada mereka yang berhak.

​"Program Bansos Digital ini harus kita dukung dan kita sukseskan," imbuh Rio

Rio juga mengajak seluruh elemen masyarakat banyuwangi untuk bersama-sama mendukung keberhasilan program nasional ini. Dukungan penuh dari para tokoh muda menunjukkan optimisme bahwa Banyuwangi siap menjadi model sukses bagi daerah lain dalam penerapan teknologi untuk kesejahteraan masyarakat.

Tim

PhotoGrid_Site_1758446006924

Remaja Islam Masjid Quba’ Kelurahan Mayangan Kota Pasuruan, Gelar Khitanan Massal Ke-47 Di Ikuti 46 Anak Dari Berbagai Desa Wujud Kepedulian dan Kebersamaan Umat

PASURUAN || jejakindonesia.id - Suasana hangat penuh kebersamaan mewarnai pelaksanaan Khitanan Massal ke-47 Remaja Islam Masjid Quba' Kelurahan Mayangan, Kota Pasuruan. Di bawah tenda biru-putih yang tertata rapi, ratusan warga dan jamaah hadir dengan penuh antusias, menyaksikan momentum penuh makna ini (21/9/2025).

Lebih dari sekadar tradisi tahunan, kegiatan khitanan massal ini menjadi wujud nyata kepedulian terhadap generasi penerus sekaligus mempererat ikatan sosial antara Remaja Islam Masjid Quba' dengan masyarakat sekitar. Remaja Islam Masjid Quba' Mayangan kembali meneguhkan nilai kebersamaan sebagai napas kehidupan yang telah diwariskan sejak awal berdirinya.

Dalam kegiatan ini khitanan massal lebih banyak dari tahun sebelumnya dari tahun ke tahun peserta bertambah. Di tahun 2025 peserta ada 46 anak yang mengikuti khitanan. Kegiatan khitanan ini pesertanya bukan dari warga Kelurahan Mayangan aja tetapi banyak dari luar desa khususnya warga Kota Pasuruan.

Panitia Khitanan Massal Syaifudin selaku bendahara Remaja Islam Masjid Quba' mengatakan. Peserta kali ini lebih banyak dari tahun sebelumnya di tahun 2025 peserta sekarang mencapai 46 perserta. Dengan semangat gotong royong dan kepedulian yang terus terjaga, acara ini menghadirkan harapan baru bagi tumbuhnya generasi muda yang sehat, berakhlak, dan siap melanjutkan perjuangan nilai-nilai luhur warga Kelurahan Mayangan.

Selain mendapatkan fasilitas medis untuk kegiatan khitanan, para peserta juga mendapatkan fasilitas lainnya, dari Panitia Remaja Islam Masjid Quba' seperti kopyah, baju, sarung, alas kaki dan konsumsi selain itu ada sport dari Bank Rakyat Indonesia (BRI) berbentuk uang saku, perlengkapan sekolah dan lain-lain.

"Kegiatan sosial ini sepenuhnya terselenggara berkat swadaya masyarakat warga Kelurahan Mayangan, yang sejak lama dikenal memiliki kepedulian tinggi terhadap generasi muda. Semangat gotong royong itu semakin bermakna dengan hadirnya dukungan dari Bank Rakyat Indonesia (BRI), yang memberikan santunan uang serta bingkisan perlengkapan sekolah bagi para peserta," ujarnya

Lebih dari sekadar agenda tahunan, sunat massal di Masjid Quba' menjadi momentum kebersamaan dan solidaritas sosial. Kehadirannya sekaligus menjadi wujud nyata sinergi antara masyarakat dan dunia perbankan dalam mendukung kegiatan kemasyarakatan, mengukuhkan nilai-nilai luhur gotong royong yang tetap terjaga lintas generasi.

Ia berharap hadirnya kegiatan khitanan massal yang dilaksanakan oleh Remaja Islam Masjid Quba' Mayangan dapat memberikan dukungan terhadap pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan, terutama dalam meningkatkan kesejahteraan Kota Pasuruan. Kegiatan ini juga diharapkan dapat memberikan kontribusi positif kepada masyarakat.

"Semoga khitanan massal ini dapat dirasakan manfaatnya secara luas dan berkelanjutan oleh masyarakat Kota Pasuruan khususnya warga Kelurahan Mayangan berharap kegiatan ini mampu membawa masyarakat kepada kualitas hidup yang lebih baik dan menjadi bentuk kontribusi nyata dalam upaya melahirkan generasi yang sehat secara jasmani dan rohani," pungkas Syaifudin

Syaifudin selaku bendahara mewakili semua panitia Remaja Islam Masjid Quba' Kelurahan Mayangan mengucapkan terima kasih kepada Bank Rakyat Indonesia (BRI) atas sport dan dukungannya dan kepada semua panitia Remaja Islam Masjid Quba' alhamdulillah acara kegiatan ini berjalan dengan lancar.

 

(RED)

IMG-20250921-WA0025

Dialog Publik: Keadilan Sosial sebagai Jembatan Profesi Hukum dan Ekonomi Syariah

JAKARTA || jejakindonesia.id – Dialog publik bertema “Keadilan Sosial sebagai Jembatan Profesi Hukum dan Ekonomi Syariah” menekankan pentingnya peran advokat dalam memperkuat akses keadilan serta membuka ruang sinergi antara profesi hukum dan ekonomi syariah di Indonesia.

Acara yang digelar di Aula STAI H. Agus Salim, Desa Tanjung Sari, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, pada Sabtu (20/9/2025) itu dihadiri perwakilan yayasan, pengurus, dan mahasiswa.

Dalam paparannya, praktisi hukum H. Ulung Purnama, SH, MH., menjelaskan bahwa konsep negara hukum sebagaimana ditegaskan dalam Pasal 1 ayat (3) UUD 1945 menempatkan Indonesia sebagai negara hukum yang menjunjung kepastian hukum bagi seluruh warganya. Hal ini sejalan dengan pandangan Prof. Wirjono Prodjodikoro bahwa hukum berfungsi mencegah tindakan sewenang-wenang dan mengatur kehidupan bersama secara teratur.

Nilai keadilan dalam Pancasila, terutama sila kedua “Kemanusiaan yang Adil dan Beradab” serta sila kelima “Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia”, menjadi pijakan penting dalam membangun masyarakat yang berkeadilan. Prinsip tersebut juga tercermin dalam sejumlah pasal UUD 1945, seperti Pasal 27, Pasal 33, dan Pasal 34, yang mengatur kesetaraan hukum, pengelolaan kekayaan alam untuk kemakmuran rakyat, serta sistem jaminan sosial bagi seluruh warga negara.

Menurut Ulung Purnama, SH, MH keadilan sosial bukan hanya persoalan ekonomi, melainkan juga mencakup keadilan sipil, politik, sosial, dan budaya. Dalam konteks ini, ekonomi syariah hadir sebagai sistem alternatif yang mengutamakan keadilan, keseimbangan, dan pemerataan kesejahteraan, termasuk melalui instrumen zakat, infaq, larangan riba, dan skema bagi hasil.

“Advokat memiliki peran penting dalam memastikan nilai-nilai hukum syariah terlaksana, sekaligus memberikan bantuan hukum agar keadilan bisa dirasakan masyarakat luas,” ujar H. Ulung Purnama, SH, MH Ketua Forum Advokat Kabupaten Bekasi (FAKB).

Ia menegaskan, sejak lahirnya Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2003 tentang Advokat, sarjana syariah memiliki kesempatan yang sama untuk berkiprah sebagai advokat. Lulusan hukum ekonomi syariah dapat menangani kasus-kasus sengketa ekonomi berbasis syariah, sementara lulusan hukum keluarga Islam berpeluang menjadi advokat di bidang hukum keluarga.

Dalam praktiknya, advokat tidak hanya berperan dalam litigasi, tetapi juga nonlitigasi, termasuk penyelesaian sengketa ekonomi syariah melalui mediasi, arbitrase, atau musyawarah mufakat. Menurut H. Ulung Purnama, SH, MH jalur nonlitigasi lebih efisien, murah, dan selaras dengan prinsip-prinsip syariah.

“Advokat adalah agen perubahan. Mereka harus menjaga profesionalisme, integritas, sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap sistem hukum syariah,” tegasnya.

Ia menambahkan, peran advokat juga menyentuh aspek lebih luas, seperti memberikan konsultasi hukum, menyusun kontrak, hingga memberikan bantuan hukum secara cuma-cuma bagi masyarakat lemah. Dalam konteks ekonomi syariah, advokat turut berfungsi sebagai mediator dan fasilitator yang memperkenalkan prinsip-prinsip syariah dalam penyelesaian sengketa.

Dialog publik ini pun menjadi momentum untuk menegaskan bahwa sinergi antara profesi hukum dan ekonomi syariah adalah jalan menuju terwujudnya keadilan sosial yang hakiki.

Kendati Demikian Dialog publik ini turut menghadirkan Ketua KBH Wibawa Mukti Libet Astoyo, SH, MH.

Penulis: Haris Pranatha

error: Content is protected !!