Sorry, we're closed Opens Senin at 9:00 am
Beranda » Peristiwa » Halaman 854

Peristiwa

IMG-20250922-WA0016

Berbagai Bisnis Kreatif Para Juara Jagoan Banyuwangi yang Angkat Potensi Lokal

BANYUWANGI || jejak-indonesia.id – Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengaku sangat mengapresiasi betmacam karya kreatif anak-anak muda Banyuwangi peserta Jagoan Banyuwangi 2025. Dan menariknya, tak sedikit dari mereka yang membuat produk inovatif untuk meningkatkan potensi Banyuwangi.

Jagoan Banyuwangi adalah program inkubasi yang rutin digelar pemkab sejak 2018 untuk mendorong jiwa entrepreneur anak-anak mudanya. Sekitar 100 anak muda Banyuwangi yang telah memiliki rintisan usaha berupaya mengembangkan bisnisnya di bawah bimbingan para mentor dan praktisi.

"Saya bangga tiap tahun karya-karya anak muda di program Jagoan Banyuwangi kian kompetitif dan inovatif. Terpenting lagi memberikan manfaat pada dampak positif," kata Bupati Ipuk, Minggu (21/9/2025).

Seperti bisnis yang digeluti Eka Fahmi, yang menjual bibit buah tanaman langka. Dia sempat menunjukkan umbi Yakon.

“Yakon ini punya manfaat besar. Daunnya bisa dibuat teh dan membantu memperbaiki insulin. Daun ini sangat baik untuk penderita diabetes. Harga ubinya juga tinggi kisaran Rp. 200 hingga 300 ribu/kilogram. Ini peluang pasar yang bagus,” kata Eka yang bisnisnya diberi brand Saben Wetan.

Karya lainnya milik Wahyu Fatimatul yang berhasil menjadi salah satu pemenang Jagoan Bisnis, yang membuat tas cerdas untuk anak-anak sekolah.

Tas buatannya tersebut memiliki desain ergonomis dan dilengkapi berbagai perlengkapan pendukung. Di antaranya jas hujan, tas bekal, sensor lacak (GPS), playmate, dan lego.

Ide ini muncul saat mengetahui salah satu keponakannya yang duduk di bangku SD mengalami skoliosis (kelainan pada tulang belakang), karena sering membawa tas terlalu berat.

“Selain sensor berat, nanti juga kita lengkapi dengan troli, sehingga saat bebannya berlebih, bisa ditarik agar tidak membebani tulang belakang,” urainya.

Ada juga yang membuat aplikasi smart precision farming berbasis internet of Things & Flutter, Sitanam, yang dibangun oleh Alvian Nur Firdaus. Aplikasi ini membantu para petani untuk melakukan pertanian presisi dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK).

“Cukup satu aplikasi, tapi banyak fungsi. Ini bisa mengetahui banyaknya air hingga menentukan jenis dan kebutuhan pupuk. Sehingga petani bisa memberikan treatment yang betul-betul sesuai dengan kebutuhan tanaman,” urai Alvian.

Ada pula peserta yang jeli melihat peluang usaha baru yakni budidaya kelapa varietas Genjah Entok, yang dikembangkan Afan Kodir.

Begitu pun yang dilakukan Arum, pembuat kue kering glutten free. Dia terinspirasi bagaimana membuat camilan tapi sehat dan memanfaatkan pangan lokal. Dia lalu bereksperimen membuat kue berbahan tepung singkong.

"Inshaallah ini kue "sehat". Pesanan banyak dari luar kota, bahkan luar pulau," kata Arum dengan brand "Lumbung Cookies".

Ipuk menambahkan melalui program ini diharapkan anak-anak muda Banyuwangi mampu scale-up usahanya.

"Saya harap para Jagoan Banyuwangi saling berjejaring, menjalin network. Kami akan selalu mendukung dan memberi ruang kepada mereka khususnya untuk pemasaran produknya," kata Ipuk.

IMG-20250922-WA0014

Menjelang Acara Petik Laut Di Pancer, Bangunan Hampir Roboh Tidak Ada Rencana Untuk Diperbaiki

BANYUWANGI || jejakindonesia.id - Festival 2025, pada hari minggu tanggal 28 September akan diselenggarakan acara petik laut di Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran. Namun pantauan team media dilapangan, menemukan adanya bangunan yang hampir roboh di area tempat pelelangan ikan (TPI) dibiarkan begitu saja.

Padahal pelaksanaan acara petik laut, kurang dari seminggu akan diselenggarakan. Tetapi tanda-tanda bangunan yang roboh ini akan diperbaiki tidak kunjung ada kejelasannya. Oleh karena itu, pihak media mencoba meminta keterangan dari masyarakat sekitar untuk menggali informasi lebih lanjut.

Muafiqiul Amin masyarakat setempat mengatakan, salah satu bangunan yang ada di TPI Pancer ini sudah bertahun-tahun di biarkan oleh pihak perikanan. Bahkan kondisinya sudah parah dan hampir mau roboh.

"Hari Minggu (28/09) akan ada petik laut, tetapi sampai saat ini tidak ada tanda-tanda akan diperbaiki. Padahal instansi setempat sudah tau, tetapi tetap saja dibiarkan," Kata Muafiqiul Amin kepada pihak media, Senin 22 September 2025.

Menurutnya, sebelum pelaksanaan acara petik laut pihaknya berharap bangunan ini sudah selesai untuk diperbaiki. Bahkan pihak pemuda pancer siap untuk dilibatkan dalam upaya memperbaiki bangunan tersebut. Karena sedikit banyaknya, masyarakat sekitar area TPI yang nantinya akan memanfaatkan fasilitas tersebut.

"Asalkan ada dananya, kami pemuda pancer bersama nelayan siap untuk gotong royong. Maka dari itu, kami berharap kepada pemerintah kabupaten untuk perhatian untuk segera memperbaiki bangunan tersebut," Pungkasnya.

"Padahal kegiatan kami masuk dalam kalender Banyuwangi Festival, tapi pantaskah ada bangunan yang rusak seperti ini di biarkan begitu saja oleh PEMKAB Banyuwangi? Apa perlu nanti waktu acara kami pemuda pancer membentangkan spanduk agar ada atensi khusus dari pemerintah". Imbuhnya.

IMG-20250921-WA0065

60 Napi High Risk Pangkal Pinang di pindah ke Nusakambangan

CILACAP || jejakindonesia.id - Nusakambangan kembali menerima 60 warga binaan binaan high risk. Kali ini berasal dari Lapas pangkal Pinang, Bangka Belitung. “Pemindahan ini dilakukan untuk kebetuhan pembinaan dan pengamanan, antara lain membersihkan Lapas dari peredaran narkoba, seperti yang diingatkan selalu oleh mneteri Imigrasi dan pemasyarakatan serta Direktur Jenderal Pemasyarakatan , sekaligus memberikan pembinaan dan pengamanan yan tepat bagi warga binaan highrisk,” kata Herman Sawiran, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Bangka Belitung, Jum’at (19/9)

60 warga binaan H
igh Risk Lapas Pangjkal Pinang tiba di Nusakambangan pada pukul 13.57 WIB. Mereka selanjutnya ditempatkan di Lapas Super Maximum Karang Anyar, Lapas Maximum Ngaseman dan Lapas Maximum Besi di Nusakambangan. Pelaksanaan pemindahan dilaksanakan dengan pengawalan kolaborasi deari petugas Direktorat Pengamanan Intelejen dan Direktorat Kepatuhan Internal, Kantor Wilayah Ditjenpas Bangka Belitung dan brimob Polda Bangka
“Proses pemindahan berjalan lancar dan sekali lagi kami berharap pemindahan ini akan berdampak positif bagi warga binaan yang dipindahkan, serta bagi Lapas Bangka Belitung agar menjadi unit pembinaan yang bersih dari pelanggaran keamanan dan ketertiban, termasuk di dalamnya bersih dari narkoba,” pungkas Herman.

IMG-20250921-WA0062

Di Lembah Omukia, TNI dan Warga Eronggobak Satu Hati dalam Ibadah dan Kasih

ERONGGOBAK, PUNCAK || jejakindonesia.id – Suara lantang pujian menggemakan dari balik lembah hijau nan sunyi di Kampung Eronggobak, Distrik Omukia. (21 September 2025). Di antara pegunungan yang menjulang bak benteng alam, sebuah kebersamaan yang hangat dan heroik terjalin. Setiap Minggu, Pos Eromaga Satgas Yonif 700/Wyc tak hanya berjaga dengan senjata, tetapi juga dengan Alkitab, membangun jembatan kasih melalui ibadah bersama warga Nasrani setempat. Kegiatan bertajuk "Minggu Kasih" ini adalah ritual mingguan yang dipersembahkan oleh para prajurit untuk menyatu dengan saudara-saudaranya di ujung negeri.

Minggu ini, Pratu Wiger, salah satu prajurit yang tangannya biasa memegang senjata, dengan penuh khidmat memimpin jalannya ibadah. Suaranya yang tegas namun penuh pengharapan mengajak seluruh jemaat untuk bersyukur atas berkat dan perlindungan di tanah yang penuh tantangan ini. Setiap lirik pujian, setiap doa yang dipanjatkan, adalah sebuah puisi tentang perdamaian dan persatuan.

Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas. Ia adalah napas dari misi pembinaan teritorial (Binter) terbatas yang dijalankan Satgas, di mana pendekatan manusiawi dan spiritual menjadi senjata utama untuk memenangkan hati rakyat. Di dalam gereja sederhana itu, seragam hijau TNI berdampingan dengan pakaian tradisional warga, menyatu dalam keharmonisan yang membuktikan bahwa perbedaan keyakinan bukanlah penghalang untuk berbagi kasih.

Letda Inf Sudirman, Danpos Eromaga, menegaskan makna mendalam dari kegiatan rutin ini. "Ibadah bersama setiap Minggu ini adalah komitmen kami. Bagi kami di Pos Eromaga, ini lebih dari sekadar kegiatan keagamaan; ini adalah wujud nyata bahwa TNI hadir tidak hanya sebagai pelindung secara fisik, tetapi juga sebagai sahabat yang turut mengangkat semangat dan mengukir senyum saudara-saudara kami di Eronggobak. Dalam kebersamaan ini, kami membangun trust, kami menunjukkan bahwa negara hadir untuk mereka," ujarnya dengan penuh keyakinan.

Bagi warga Eronggobak, kehadiran Pratu Wiger dan rekan-rekannya setiap hari Minggu adalah penguatan iman dan pengingat bahwa mereka tidak dilupakan. Suasana yang heroik tercipta bukan karena dentuman senjata, melainkan karena kekuatan doa dan nyanyian yang menyentuh langit Puncak. Mereka bersama-sama menuliskan sebuah cerita tentang Indonesia yang beragam, namun satu jiwa.

Inilah wajah perdamaian yang sesungguhnya. Di sebuah pos terdepan nan terpencil, para prajurit Yonif 700/Wyc tak hanya menjaga perbatasan, tetapi juga merawat hati dan jiwa rakyat dengan kasih yang tulus. Mereka adalah pahlawan yang membawa misi kemanusiaan, mengabdi dengan sepenuh hati, dan membuktikan bahwa tugas terbesar seorang prajurit adalah mengisi kemerdekaan dengan karya nyata yang penuh cinta.

Autentikasi: Pen Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 700 Wira Yudha Cakti

IMG-20250921-WA0051

Miris, Polresta Deli Serdang Terkesan Lambat Tangani Kasus Pelecehan Anak

DELI SERDANG || jejak-indonesia.id - Kasus pelecehan dan kekerasan terhadap anak di Desa Dalu X B, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, semakin memperlihatkan keprihatinan. Sejak kasus ini dilaporkan pada 3 Juli 2025 dengan No LP/B/262/VII/2025/SPKT/POLRESTA DELI SERDANG/POLDA SUMATERA UTARA, hampir tiga bulan berlalu tanpa progres signifikan dari Polresta Deli Serdang.

Saijah, orang tua korban ACA, 10 tahun, mengungkapkan kekecewaannya. Anaknya menjadi korban pelecehan dan kekerasan seksual oleh TH, 34 tahun, pemilik warung yang tinggal tidak jauh dari rumah mereka. Pada 25 Juni 2025, anaknya mengalami tindakan tidak senonoh, termasuk pemerasan dada dan pencekikan hingga leher luka.

Saijah menyatakan bahwa TH masih bebas berkeliaran tanpa proses hukum yang jelas dari Polresta Deli Serdang. "Pelaku memeras dada dan mencekik leher anak saya sampai luka. Jelas ini pelecehan dan kekerasan terhadap anak saya. Namun setelah 3 bulan dilaporkan ke Polresta Deli Serdang, sampai saat ini pelaku pelecehan dan kekerasan terhadap anak saya masih bebas keluyuran," ungkap Saijah dengan nada sedih.

Korban kini mengalami trauma mendalam dan menjadi murung. Lebih memprihatinkan, TH diketahui telah sering melakukan tindakan tidak senonoh terhadap anak-anak sekitar warungnya.

Saat dikonfirmasi, Kasat Reskrim Polresta Deli Serdang, KOMPOL Risqi Akbar Indag, menolak memberikan keterangan karena bukan hari kerja. "Gak bisa lagi Abang, hari kerja, menanyakan masalah kasus, bagaimana saya mau mengeceknya," tulisnya melalui WhatsApp. Minggu (21/9/2025).

Terpisah, Surya Darma ST, anggota Lembaga Perlindungan Anak (LPA) dan Ketua Arisan Wartawan Deli Serdang (AWDS) Deli Serdang saat dihubungi media, Minggu (21/9) mengaku kesal, Tidak sepatutnya seorang Kasatreskrim Polresta Deli Serdang menjawab konfirmasi wartawan seperti itu, Pungkasnya.

Kasus ini menambah sorotan terhadap kinerja Polresta Deli Serdang dalam menangani kasus kekerasan seksual terhadap anak. Lembaga Advokasi Gerindra Sumut sebelumnya telah memberikan bantuan hukum kepada korban pelecehan seksual di Deli Serdang, menunjukkan bahwa kasus ini bukan tunggal dan perlu penanganan serius. ( JWI DS).

error: Content is protected !!