Sorry, we're closed Opens Senin at 9:00 am
Beranda » Peristiwa » Halaman 48

Peristiwa

IMG-20260728-WA0027

Satpolairud Polresta Banyuwangi Tingkatkan Keselamatan Nelayan Lewat Patroli Dialogis di Pantai Pacemengan

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas) di wilayah pesisir, personel Satpolairud Polresta Banyuwangi melaksanakan patroli dialogis dan pembinaan penyuluhan (binluh) terkait pentingnya penggunaan alat keselamatan bagi nelayan di kawasan Pantai Pacemengan, Kecamatan Blimbingsari, Kabupaten Banyuwangi, Selasa (28/7/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 08.30 WIB tersebut berada di bawah pengendalian Kasat Polairud Polresta Banyuwangi dan dilaksanakan oleh Aipda Haerul Umam selaku Kanit Pos Unit Kota.

Dalam patroli tersebut, petugas menyisir kawasan pesisir Pantai Pacemengan guna memastikan situasi keamanan tetap kondusif serta memberikan edukasi kepada masyarakat nelayan mengenai pentingnya mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di laut.

Selain mengingatkan agar selalu menggunakan alat keselamatan, petugas juga memberikan informasi mengenai kondisi cuaca dan gelombang laut yang berpotensi membahayakan pelayaran. Berdasarkan hasil pemantauan, cuaca di wilayah tersebut cerah, namun tinggi gelombang mencapai 2–3 meter disertai angin kencang dan kondisi air laut sedang pasang.

Satpolairud mengimbau para nelayan agar selalu memperhatikan prakiraan cuaca sebelum melaut, menggunakan alat pelampung, serta tidak memaksakan berlayar apabila kondisi perairan dinilai membahayakan keselamatan.

Melalui patroli dialogis ini, kehadiran polisi di tengah masyarakat diharapkan mampu memberikan rasa aman sekaligus meningkatkan kesadaran nelayan terhadap pentingnya budaya keselamatan di laut.

Hasil kegiatan menunjukkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di kawasan Pantai Pacemengan tetap terjaga dengan baik. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar, sehingga diharapkan mampu meminimalisasi potensi terjadinya kecelakaan laut serta memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat pesisir dalam menjaga keamanan wilayah perairan Banyuwangi.

IMG-20260728-WA0026

Cek Tiga Titik SPPG Sekaligus, Dokkes Polres Simalungun Pastikan Keamanan Pangan Bagi 8.305 Penerima Manfaat

SIMALUNGUN || Jejak-indonesia.id – Kasi Dokkes Simalungun kembali melaksanakan pemeriksaan Food Safety secara serentak di tiga lokasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polres Simalungun. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan Polres Simalungun dalam menjaga kualitas dan keamanan pangan bagi ribuan penerima manfaat program makan bergizi.

Hal tersebut disampaikan oleh Kasi Humas Polres Simalungun, AKP Verry Purba, saat dikonfirmasi awak media pada hari Senin, 27 Juli 2026, sekira pukul 11.40 WIB.

"Kegiatan ini merupakan bentuk nyata Polri dalam melayani masyarakat, sekaligus wujud dari Polres Simalungun Polda Sumatera Utara yang berintegritas dan humanis dalam melayani masyarakat," ujar AKP Verry Purba.

Ia menjelaskan, kegiatan Food Safety tersebut dilaksanakan oleh Kasi Dokkes Simalungun, dr. Sirovenesia Banjarnahor, dengan menyasar tiga SPPG sekaligus pada hari yang sama, yaitu SPPG Polres Simalungun 3, SPPG Polres Simalungun 1, dan SPPG Polres Simalungun 2.

"Pemeriksaan pertama dilaksanakan di SPPG Polres Simalungun 3 pada pukul 07.00 WIB, dengan menu yang diperiksa meliputi nasi putih, ikan nila sambal colo-colo, tahu bumbu kuning, wortel dan sawi putih bawang goreng, serta buah semangka untuk menu sekolah, dan nasi putih, ikan dori sop paprika, nugget tahu, wortel serta sawi putih bawang goreng, dan pisang ambon untuk menu keringan 3B," ucap AKP Verry Purba.

Ia menerangkan, hasil pemeriksaan di SPPG Polres Simalungun 3 tersebut menyasar total penerima manfaat sebanyak 2.561 orang, dengan hasil organoleptik menunjukkan bentuk, rasa, aroma, dan warna makanan dalam kondisi normal.

"Untuk hasil pemeriksaan kimia di SPPG Polres Simalungun 3, seluruh sampel dinyatakan negatif nitrit, negatif nitrat, negatif formalin, dengan tingkat keasaman atau pH berada pada angka 6," ungkap AKP Verry Purba.

Selanjutnya, pemeriksaan dilanjutkan di SPPG Polres Simalungun 1 pada pukul 08.00 WIB, dengan menu yang diperiksa meliputi nasi putih, chicken cream bawang putih, tahu goreng crispy, tumis buncis dan jagung, serta buah semangka.

"Di SPPG Polres Simalungun 1, total penerima manfaat tercatat sebanyak 2.823 orang, dengan hasil organoleptik normal, serta hasil pemeriksaan kimia menunjukkan seluruh sampel negatif boraks, negatif nitrit, negatif nitrat, negatif formalin, dan negatif fosfat, dengan pH sebesar 6," jelas AKP Verry Purba.

Sementara itu, pemeriksaan terakhir dilaksanakan di SPPG Polres Simalungun 2 pada pukul 07.30 WIB, dengan menu porsi besar untuk SMA, SMP, ibu hamil, dan ibu menyusui, serta porsi kecil untuk PAUD, TK, SD, dan balita, meliputi nasi putih, ayam goreng kalasan sambal terasi, tahu kecap, tumis sawi putih dan kacang panjang, serta buah jeruk.

"Untuk menu keringan 3B di SPPG Polres Simalungun 2, kelompok balita mendapat satu buah buah naga dan dua kemasan susu, kelompok busui mendapat dua kemasan susu, satu buah naga, dan satu buah pear, sementara kelompok bumil mendapat satu kemasan susu Prenagen, satu buah naga, satu buah jeruk, dan dua buah pisang," tambah AKP Verry Purba.

Ia menyebutkan, total penerima manfaat di SPPG Polres Simalungun 2 mencapai 2.921 orang, dengan hasil organoleptik normal serta hasil pemeriksaan kimia yang seluruhnya negatif boraks, nitrit, nitrat, formalin, dan fosfat, dengan pH sebesar 6.

"Dengan demikian, dari ketiga lokasi SPPG yang diperiksa hari ini, total penerima manfaat yang terjamin keamanan pangannya mencapai 8.305 orang," pungkas AKP Verry Purba.

Ia menegaskan, seluruh rangkaian pemeriksaan Food Safety di tiga SPPG tersebut berjalan lancar tanpa kendala berarti, dan seluruh menu yang telah diperiksa dinyatakan layak dan aman untuk dikonsumsi oleh masyarakat penerima manfaat program makan bergizi.

Melalui pemeriksaan rutin yang dilaksanakan secara konsisten di setiap SPPG, Dokkes Polres Simalungun berkomitmen untuk terus menjaga standar keamanan pangan bagi seluruh kelompok penerima manfaat, khususnya anak-anak usia sekolah, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui, sebagai bagian dari dukungan nyata Polri terhadap keberhasilan program pemenuhan gizi masyarakat di wilayah hukum Polres Simalungun.

IMG-20260728-WA0025

Patroli Mobile dan Razia Kejahatan Jalanan, Polres Metro Jakbar Hadir Jaga Rasa Aman Warga

JAKARTA || Jejak-indonesia.id -  Komitmen menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat terus diwujudkan Polres Metro Jakarta Barat melalui pelaksanaan Apel Razia Kejahatan Jalanan yang dilanjutkan dengan Patroli Mobile pada Senin (27/7/2026) dini hari.

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 00.00 WIB hingga 03.00 WIB tersebut dipimpin oleh Pamenwas Polres Metro Jakarta Barat Kompol Denny Dwi Poerwanto, S.H., didampingi AKP Imam Agus Santoso, S.H. selaku Paping, dengan melibatkan 51 personel gabungan dari berbagai fungsi kepolisian serta didukung personel TNI.

Usai apel, personel dibagi menjadi tim razia dan patroli skala sedang yang menyisir sejumlah ruas jalan utama dan kawasan yang dinilai rawan terjadinya gangguan kamtibmas.

Rute patroli meliputi kawasan Daan Mogot, Grogol, Tomang, Slipi, Arjuna Selatan, Puri Indah, Ring Road, Cengkareng, Tubagus Angke, Hayam Wuruk hingga Season City. Sementara razia stasioner dilaksanakan di kawasan Jalan Roa Malaka, tepatnya di tikungan depan Telkomsel.

Selain melakukan pengawasan terhadap aktivitas masyarakat dan pemeriksaan terhadap kendaraan yang dicurigai, personel juga memberikan imbauan kamtibmas kepada warga agar selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kejahatan jalanan, seperti pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian dengan pemberatan (curat), maupun pencurian kendaraan bermotor (curanmor).

Kehadiran personel Polri bersama TNI di lapangan pada jam-jam rawan merupakan langkah preventif untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat yang masih beraktivitas maupun yang sedang beristirahat.

Melalui patroli yang dilakukan secara rutin dan berkesinambungan, diharapkan potensi gangguan keamanan dapat dicegah sejak dini sehingga situasi kamtibmas di wilayah Jakarta Barat tetap aman, nyaman, dan kondusif.

Polres Metro Jakarta Barat juga mengajak masyarakat untuk terus berpartisipasi dalam menjaga keamanan lingkungan dengan meningkatkan kepedulian terhadap kondisi sekitar serta segera melaporkan setiap aktivitas yang mencurigakan melalui Layanan Kepolisian 110 atau kepada petugas kepolisian terdekat.

Sinergi antara aparat keamanan dan masyarakat menjadi kunci utama dalam mewujudkan Jakarta Barat yang aman dan bebas dari kejahatan jalanan.

( *Humas Polres Metro Jakarta Barat* )

IMG-20260728-WA0024

Police Goes to School Kapolsek Dobana Jadi Inspektur Upacara, Tanamkan “Character is More” kepada Pelajar

SIMALUNGUN || Jejak-indonesia.id – Kapolsek Dobana (Dolok Batu Nanggar) IPTU Rido V. Pakpahan, S.Kom., M.H., memimpin langsung kegiatan Police Goes to School dengan bertindak sebagai Inspektur Upacara dalam pelaksanaan upacara bendera hari Senin di SMP Negeri 1 Dolok Batu Nanggar, Jalan Karya Bakti Ujung, Kelurahan Serbelawan, Kecamatan Dolok Batu Nanggar, Kabupaten Simalungun. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin, 27 Juli 2026, mulai pukul 07.30 WIB hingga selesai.

Hal tersebut disampaikan oleh Kapolsek Dolok Batu Nanggar IPTU Rido V. Pakpahan, S.Kom., M.H., saat dikonfirmasi awak media pada Senin, 27 Juli 2026, sekira pukul 11.11 WIB.

"Kegiatan ini merupakan bentuk nyata Polri untuk masyarakat, sekaligus bukti bahwa Polres Simalungun Polda Sumatera Utara hadir secara berintegritas dan humanis dalam melayani masyarakat," ujar IPTU Rido V. Pakpahan mengawali keterangannya.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan Police Goes to School ini dilaksanakan dalam rangkaian upacara bendera hari Senin, dengan susunan acara meliputi persiapan, masuknya pemimpin upacara ke lapangan, masuknya pembina upacara ke mimbar, penghormatan umum, laporan pimpinan upacara, pengibaran bendera Merah Putih, mengheningkan cipta, pembacaan teks Pancasila dan UUD 1945, pembacaan janji siswa, amanat, doa, hingga menyanyikan lagu wajib nasional.

"Saya bertindak langsung sebagai Pembina Upacara dalam kegiatan Police Goes to School kali ini, guna memberikan pembekalan langsung kepada para pelajar SMP Negeri 1 Dolok Batu Nanggar," ucap Kapolsek Dolok Batu Nanggar menjelaskan perannya dalam kegiatan tersebut.

Ia mengungkapkan bahwa kegiatan ini turut dihadiri oleh sejumlah personel Polsek Dolok Batu Nanggar, di antaranya Kanit Intel Ipda M. Purba, Kanit Binmas Ipda Jansen P. Napitupulu, serta Bhabinkamtibmas Aiptu Simson Purba dan Aipda Tigor Manurung. Selain itu, kegiatan turut diikuti oleh Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Dolok Batu Nanggar, Mairelli Brayani Sianturi, S.Pd., M.M., beserta para guru dan seluruh pelajar kelas VII, VIII, dan IX.

Dalam amanatnya, Kapolsek Dolok Batu Nanggar menyampaikan sejumlah pesan penting kepada para pelajar, mulai dari kesadaran hukum dan kedisiplinan sekolah, seperti menghormati orang tua, mematuhi tata tertib sekolah, serta menghormati para guru.

"Saya berpesan kepada para pelajar agar senantiasa menghormati orang tua, mematuhi tata tertib sekolah, dan menghormati para guru dalam proses belajar-mengajar," ungkap IPTU Rido V. Pakpahan menyampaikan salah satu poin amanatnya kepada siswa.

Ia turut mengingatkan para siswa untuk tidak melakukan tindakan perundungan (bullying), tawuran antar pelajar, maupun berbagai bentuk kenakalan remaja lainnya. Selain itu, ia juga memberikan peringatan tegas terkait bahaya penyalahgunaan narkotika dan pentingnya kebijaksanaan dalam memilih pergaulan, baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah.

"Saya mengimbau tegas kepada para siswa untuk menjauhi segala bentuk narkotika dan obat-obatan terlarang yang dapat merusak masa depan generasi muda," tambahnya menegaskan pentingnya kewaspadaan terhadap bahaya narkoba.

Kapolsek Dolok Batu Nanggar turut menyampaikan pesan terkait keselamatan dan ketertiban berlalu lintas, khususnya bagi siswa yang belum cukup umur atau belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) agar tidak mengendarai sepeda motor ke sekolah, serta mengimbau agar tidak menggunakan knalpot brong yang dapat mengganggu ketertiban umum.

"Bagi siswa yang belum cukup umur atau belum memiliki SIM, sebaiknya tidak mengendarai sepeda motor ke sekolah demi keselamatan diri maupun pengguna jalan lainnya," jelas Kapolsek Dolok Batu Nanggar mengenai pesan keselamatan lalu lintas yang disampaikannya.

Di akhir amanatnya, ia menanamkan prinsip motivasi kepada para siswa bahwa pengetahuan memang penting, namun karakter yang baik jauh lebih utama dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

"Knowledge is power, but character is more. Kecerdasan akademik penting, namun kecerdasan dalam berperilaku baik terhadap orang tua, guru, dan masyarakat jauh lebih utama," pungkas IPTU Rido V. Pakpahan menyampaikan pesan motivasi penutup kepada seluruh pelajar.

Kegiatan ini disambut dengan antusias oleh pihak sekolah maupun para peserta didik, yang merasa senang dan bangga atas kehadiran Kapolsek beserta rombongan personel Polsek Dolok Batu Nanggar di tengah-tengah lingkungan sekolah, sekaligus menjadi penumbuh semangat dalam meningkatkan wawasan kebangsaan, nilai toleransi, serta kesadaran akan bahaya narkoba dan pentingnya tertib berlalu lintas.

Melalui kegiatan Police Goes to School ini, Polsek Dolok Batu Nanggar berharap seluruh pesan pembinaan dan pesan Kamtibmas yang disampaikan dapat diterima dan diterapkan dengan baik oleh para pelajar SMP Negeri 1 Dolok Batu Nanggar dalam kehidupan sehari-hari, demi terciptanya generasi muda yang berkarakter, disiplin, dan cinta terhadap bangsa dan negara.

IMG-20260728-WA0022

Banyuwangi Luncurkan Coastal Resilience Initiatives, Program Kolaborasi Restorasi Pesisir Berkelanjutan

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Memiliki garis pantai salah satu terpanjang di Indonesia dengan 175,8 kilometer, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, meluncurkan program Coastal Resilience Initiatives untuk menjaga ekosistem pesisir dengan kolaborasi banyak pihak.

Program ini kolaborasi antara Pemerintah Pusat, Pemprov, Pemkab, pelaku usaha, dunia pendidikan, hingga masyarakat dalam penyelamatan ekosistem pesisir. Peluncuran dilakukan di Pusat Latihan Pertempuran Marinir (Puslatpurmar) 7 Lampon, kawasan Pantai Lampon, Desa/Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, Senin (27/7/2026).

Direktur Pembinaan Penataan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Amehr Hakim, yang hadir dalam peluncuran tersebut mengatakan program ini sejalan dengan program Kementerian KKP dalam prinsip kebijakan ekonomi biru.

"Ada lima pilar di dalamnya. Mulai memperluas kawasan konservasi, penangkapan ikan terukur, budidaya berkelanjutan, pengelolaan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil, serta laut bebas dari sampah," kata Amehr.

Turut hadir dalam peluncuran Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono, jajaran direksi PT BSI dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), perwakilan Pempprov Jatim, tokoh masyarakat Lampon, akademisi, hingga jajaran Forkopimda Banyuwangi.

Amehr menyebut Coastal Resilience Initiatives nantinya akan menjadi embrio yang bisa diterapkan ke daerah lain.

"Kita harapkan selain Banyuwangi, bisa kita lebarkan lagi ke pesisir utara dan selatan Jawa Timur," sambung dia.

Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono menambahkan, Banyuwangi telah mempraktikkan pengelolaan laut yang berkelanjutan dan melibatkan masyarakat. Bahkan pertengahan Juli lalu, negara-negara ASEAN dan Pasifik dalam ASEAN-ID Blue datang ke Banyuwangi untuk berbagi pengalaman pengembangan ekonomi biru.

"Dengan kolaborasi banyak pihak, mulai perusahaan seperti PT BSI dan ditambah dukungan dari Kementerian KKP. Kami percaya kelestarian ekosistem laut dan kesejahteraan masyarakat semakin meningkat," kata Wabup.

Direktur Utama PT BSI Adi Adriansyah Sjoekri menerangkan, program Coastal Resilience Initiatives merupakan investasi jangka panjang untuk membangun ketangguhan pesisir melalui keseimbangan antara konservasi lingkungan pemberdayaan masyarakat, dan pembangunan berkelanjutan.

Ada 6 inisiatif dalam program tersebut. Di antaranya penanaman mangrove, pelestarian hutan pantai, transplantasi terumbu karang, pengembangan ekowisata, peningkatan pendapatan nelayan, dan penguatan kelembagaan nelayan agar lebih mandiri.

"Sehingga fokusnya bukan hanya pada peningkatan kualitas lingkungan, namun juga peningkatan kesejahteraan masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir," tegas Adi.

BSI menargetkan lebih dari 60 hektare terumbu karang dipulihkan, dan merehabilitasi 200 hektare mangrove serta 17,5 hektare hutan pantai. Saat peluncuran, mereka telah mengawali dengan penanaman puluhan bibit cemara di bibir Pantai Lampon. (*)

error: Content is protected !!