Sorry, we're closed Opens Senin at 9:00 am
Beranda » Peristiwa » Halaman 50

Peristiwa

IMG-20260727-WA0054

Diduga Bermodus Cafe Untuk Nongkrong, Cafe Boy Milik TS Buka Judi Terang – Terangan

DELISERDANG || Jejak-indonesia.id - Sepertinya Deli Serdang saat ini surganya para bandar judi untuk menjalankan usahanya, termasuk juga para pemain baik dari Kota Medan ataupun dari Luar. Ini terlihat dari adanya aktifitas Perjudian di Cafe Boy yang diketahui milik Ketua Ormas di Kabupaten Deli Serdang berinisial TS yang dikelola oleh AK dan terletak di Jalan Sudarsono Pagar Jati Kecamatan Lubuk Pakam Kabupaten Deli Serdang.

Aktifitas tersebut tampak kelihatan jelas dengan adanya investigasi yang dilakukan oleh awak media ini pada Sabtu (25/7/2026), dimana sebelumnya dahulu tempat tersebut juga pernah membuka usaha perjudian dimasa Kapolresta sebelumnya.

Adapun usaha perjudian yang ada dilokasi tersebut yaitu dadu, roulet serta meja ikan - ikan. Ketika hal itu ditanyakan kepada masyarakat sekitar bernama Yudi mengatakan bahwa aktifitas Perjudian ini telah berjalan beberapa bulan tanpa adanya tindakan dari aparat kepolisian setempat.

Dirinya berharap agar awak media ini dapat menyampaikan keresahan itu kepada institusi yang lebih tinggi yakni Polda Sumut terutama Direskrimum yang baru. Agar dapat segera ditindak, karena sudah sangat meresahkan tempat tersebut, apalagi Ketua ormas itu juga dikenal kurang bermasyarakat dan selalu menganggarkan dirinya seorang Ketua, ujar warga itu. Awak media ini pun mengatakan bahwa akan segera memberitahukan hal ini kepada Dirkrimum yang baru Kombes Pol. Cornelius Mangarahon Simanjuntak, agar segera diatensi dan ditutup saja usaha ilegal itu. Untuk itu warga mengucapkan terima kasih kepada awak media ini atas atensinya dan sudah bersedia menyampaikan hal yang cukup meresahkan ini, ujar warga itu.

IMG-20260727-WA0053

Satpolairud Polresta Banyuwangi Gelar Patroli Dialogis dan Binluh di Pelabuhan ASDP Ketapang, Perkuat Keselamatan Pelayaran dan Harkamtibmas

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Dalam rangka menjaga keamanan, ketertiban masyarakat (Harkamtibmas) serta meningkatkan keselamatan aktivitas di kawasan pelabuhan, personel Satpolairud Polresta Banyuwangi melaksanakan kegiatan patroli dialogis dan pembinaan penyuluhan (Binluh) di kawasan Pelabuhan Umum ASDP dan LCM Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi, Senin (27/7/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB hingga selesai tersebut berada di bawah pengendalian Kasat Polairud Polresta Banyuwangi dengan melibatkan personel AIPTU I Gede Eka D selaku Kepala Jaga dan AIPTU Nurachmad H sebagai anggota patroli.

Dalam pelaksanaannya, personel Satpolairud menyisir area dermaga Pelabuhan ASDP dan LCM, sekaligus berdialog dengan para penumpang kapal, sopir truk, nahkoda (captain), anak buah kapal (ABK), petugas keamanan (security), tenaga kerja bongkar muat (TKBM), pengurus pelabuhan, hingga para pengguna jasa perairan yang tengah beraktivitas maupun menunggu giliran naik kapal.

Selain melakukan patroli, petugas juga memberikan imbauan kamtibmas agar seluruh pengguna jasa pelabuhan selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan keamanan di area dermaga. Masyarakat diingatkan untuk senantiasa menjaga barang-barang pribadi serta mewaspadai keberadaan orang yang tidak dikenal.

Di bidang keselamatan pelayaran, Satpolairud turut mengingatkan pentingnya penggunaan alat pelindung diri, seperti life jacket (jaket pelampung), rompi keselamatan, maupun helm keselamatan saat bekerja atau beraktivitas di wilayah perairan. Petugas juga mengimbau agar setiap pelaku aktivitas pelayaran rutin memantau informasi cuaca dari BMKG mengingat kondisi cuaca di laut dapat berubah sewaktu-waktu.

Melalui kegiatan patroli dialogis dan pembinaan tersebut, Satpolairud Polresta Banyuwangi berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keselamatan serta keamanan di kawasan pelabuhan semakin meningkat, sehingga tercipta situasi yang aman, tertib, dan kondusif.

Hasil kegiatan menunjukkan situasi Harkamtibmas di sekitar area parkir truk dan dermaga bongkar muat Pelabuhan ASDP dan LCM, Desa Ketapang, tetap terjaga dalam keadaan kondusif. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan aman, lancar, didukung kondisi cuaca cerah, ombak rendah, dan air laut dalam keadaan surut.

IMG-20260727-WA0049

KING JABAR SOROTI ATAS MENINGGAL DUNIANYA “S” KARUMGA EKS JAMPIDSUS

BOGOR || Jejak-indonesia.id - Ketua Umum sekaligus Advokat H. Sukarman, S.H., M.H., yang akrab disapa KING JABAR, menyoroti meninggalnya Sutrimo yang dinilai menyisakan sejumlah kejanggalan dan patut menjadi perhatian serius aparat penegak hukum (APH). Menurutnya, seluruh fakta dan informasi yang beredar harus diuji melalui proses penyelidikan dan penyidikan yang profesional, objektif, serta transparan agar penyebab kematian dapat dipastikan berdasarkan alat bukti yang sah.

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul informasi hasil penyelidikan awal (pulbaket) yang dilakukan pada Minggu (26/7/2026) di Jakarta Selatan terkait meninggalnya “S”, yang diketahui pernah bekerja sebagai Karumga mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adiansyah.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, “S” dikabarkan meninggal dunia pada Kamis (23/7/2026). Dalam kronologi yang beredar disebutkan bahwa sekitar pukul 06.37 WIB korban sempat menghubungi kerabat dan mengeluhkan sakit. Tak lama kemudian, saat didatangi, korban disebut telah tidak sadarkan diri dengan kondisi mulut dan hidung mengeluarkan busa.

Korban kemudian dibawa menggunakan ambulans menuju RS Muhammadiyah Taman Puring. Berdasarkan keterangan tenaga medis, korban telah tiba di rumah sakit dalam keadaan meninggal dunia. Disebutkan pula bahwa korban memiliki riwayat amputasi pada ibu jari kaki sebelah kiri.

Keterangan pengemudi ambulans menyebutkan bahwa pemesanan ambulans dilakukan secara daring oleh seseorang yang tidak dikenalnya. Korban dijemput di depan sebuah klinik dalam kondisi telah tergeletak dan tidak bergerak.

Selain itu, terdapat keterangan dari petugas keamanan rumah sakit yang menyebut korban diantar oleh empat orang yang tidak dikenal. Sementara pihak keluarga mengaku menerima jenazah pada malam harinya dan langsung memakamkan almarhum setelah proses pemulasaraan. Menurut keluarga, barang-barang pribadi seperti telepon genggam, dompet, ATM, maupun pakaian almarhum belum diterima.

Menanggapi berbagai informasi tersebut, KING JABAR menilai bahwa setiap dugaan kejanggalan harus ditelusuri secara menyeluruh oleh aparat penegak hukum tanpa mengedepankan asumsi.

“Kami meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas penyebab meninggalnya “S” secara profesional, independen, dan transparan. Semua fakta harus dibuka berdasarkan alat bukti dan hasil penyelidikan ilmiah, sehingga tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat,” tegas H. Sukarman.

Ia menambahkan, apabila memang terdapat unsur pidana, maka siapa pun yang bertanggung jawab harus diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Sebaliknya, apabila hasil penyelidikan menyimpulkan tidak terdapat unsur tindak pidana, maka hasil tersebut juga harus disampaikan secara terbuka agar memberikan kepastian hukum kepada keluarga maupun masyarakat.

KING JABAR juga mengimbau seluruh pihak untuk menghormati asas praduga tak bersalah dan tidak menyimpulkan penyebab kematian ataupun keterlibatan pihak tertentu sebelum terdapat hasil resmi dari aparat penegak hukum maupun pemeriksaan forensik yang berwenang.

Menurutnya, transparansi dalam penanganan perkara merupakan bagian penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap penegakan hukum di Indonesia.

Hingga berita ini ditulis, belum terdapat keterangan resmi dari aparat penegak hukum maupun pihak-pihak yang disebut dalam informasi tersebut mengenai penyebab pasti meninggalnya “S”. Oleh karena itu, seluruh informasi yang beredar masih memerlukan verifikasi melalui proses hukum yang berlaku.

(DPP LPKSM PATROLI)

IMG-20260727-WA0041

Refleksi 30 Tahun Kudatuli di Jember Diwarnai Pembacaan Puisi Kritik Sosial

JEMBER || Jejak-indonesia.id – Refleksi 30 tahun Peristiwa Kudatuli yang digelar DPC PDI Perjuangan Kabupaten Jember di kantor partai setempat, Minggu malam, (26/7/2026), diwarnai pembacaan puisi bertema kritik sosial dan demokrasi. Sejumlah seniman, budayawan, dan akademisi bergantian menyampaikan karya mereka dalam forum bertajuk Jejak Luka Demokrasi Indonesia.

Salah satu penampil, Wijaya atau yang dikenal dengan nama "Londo Koplak", membacakan puisi berjudul Pesta Babi. Dalam puisinya, ia menyinggung isu pembalakan hutan di Papua yang dikaitkan dengan rencana pengembangan perkebunan kelapa sawit untuk kebutuhan bioenergi. Menutup pembacaan puisinya, Wijaya menyampaikan pesan solidaritas kepada masyarakat Papua.

"Aku wong Jowo titip salam nang dulur-dulur Papua. Tetap semangat, jangan lupa berdoa. Tuhanku, Tuhanmu, Tuhan kita semua sama. Percayalah semua akan indah pada waktunya, dan mereka akan mendapat balasannya," ujarnya.

Selain Wijaya, pembacaan puisi juga dilakukan dosen Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jember Dr. Ikhwan Setiawan, M.A., serta budayawan Bambang Wahyu (B.W) dan Rendra yang akrab disapa Gareng. Mereka menyampaikan karya sastra yang mengangkat tema demokrasi, kebudayaan, dan persoalan sosial.

Panitia menyediakan sesi mimbar bebas bagi para seniman untuk menampilkan karya mereka. Acara yang dimulai sekitar pukul 19.00 WIB itu berlangsung hingga pukul 23.30 WIB.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Jember, Widarto, mengatakan keterlibatan para seniman menjadi bagian dari upaya menghadirkan ruang ekspresi sekaligus memperkaya literasi sejarah bagi generasi muda.

"Melalui refleksi ini kami ingin generasi muda memahami bahwa peristiwa 27 Juli 1996 menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan demokrasi Indonesia dan lahirnya era reformasi," kata Widarto.

Menurut dia, forum refleksi tidak hanya menjadi ajang mengenang peristiwa Kudatuli, tetapi juga ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan gagasan, kritik, dan pandangan melalui pendekatan seni dan kebudayaan.

IMG-20260727-WA0031

Peringati Dirgahayu ke-79 AAU, Polda Banten Tegaskan Komitmen Sinergitas TNI–Polri

SERANG || Jejak-indonesia.id - Kepolisian Daerah (Polda) Banten mengucapkan selamat memperingati Dirgahayu ke-79 Akademi Angkatan Udara (AAU) yang diperingati pada 16 Juli 2026. Peringatan ini menjadi momentum untuk memberikan apresiasi atas dedikasi AAU dalam mencetak perwira TNI Angkatan Udara yang profesional, berkarakter, dan berintegritas dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Tema yang diangkat dalam ucapan tersebut adalah "Mencetak Perwira Profesional, Berkarakter, dan Unggul untuk TNI Angkatan Udara."

Kapolda Banten Irjen Pol. Hengki, S.I.K., M.H., beserta seluruh staf dan jajaran menyampaikan ucapan selamat sekaligus doa agar Akademi Angkatan Udara senantiasa menjadi lembaga pendidikan yang mampu melahirkan generasi penerus TNI AU yang tangguh, adaptif, serta siap menghadapi berbagai tantangan dalam menjaga keutuhan bangsa dan negara.

Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol. Maruli Ahiles Hutapea mengatakan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun ke-79 Akademi Angkatan Udara merupakan momen untuk memperkuat semangat kebangsaan serta sinergi antarlembaga dalam menjaga keamanan dan kedaulatan Indonesia. "Atas nama keluarga besar Polda Banten, kami mengucapkan Dirgahayu ke-79 Akademi Angkatan Udara. Semoga AAU terus melahirkan perwira-perwira TNI Angkatan Udara yang profesional, berkarakter, unggul, serta memiliki dedikasi tinggi dalam mengabdi kepada bangsa dan negara. Sinergitas antara Polri dan TNI merupakan kekuatan utama dalam menjaga stabilitas keamanan, keutuhan NKRI, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," ujar Kombes Pol. Maruli Ahiles Hutapea.

Lebih lanjut, Maruli berharap hubungan baik dan kerja sama yang selama ini terjalin antara Polri dan TNI, khususnya TNI Angkatan Udara, dapat terus ditingkatkan dalam menghadapi berbagai tantangan tugas ke depan. "Kami meyakini kolaborasi yang solid antara Polri dan TNI akan semakin memperkuat upaya menjaga keamanan nasional, mendukung pembangunan, serta menciptakan situasi kamtibmas yang aman, damai, dan kondusif bagi seluruh masyarakat Indonesia. Selamat Dirgahayu ke-79 Akademi Angkatan Udara, teruslah menjadi kawah candradimuka bagi lahirnya pemimpin-pemimpin masa depan yang berintegritas dan berjiwa patriot," tutup Maruli.

error: Content is protected !!