Sorry, we're closed Opens Senin at 9:00 am
Beranda » Peristiwa » Halaman 43

Peristiwa

IMG-20260729-WA0054

Satpolairud Polresta Banyuwangi Intensifkan Patroli Dialogis dan Imbauan Keselamatan Melaut di Pelabuhan Muncar

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Dalam rangka menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat pesisir, personel Satpolairud Polresta Banyuwangi melaksanakan kegiatan patroli dialogis serta memberikan imbauan kepada para nelayan di kawasan Pelabuhan Muncar, Banyuwangi, pada Rabu (29/7/2026) mulai pukul 09.29 WIB hingga selesai.

Kegiatan tersebut berada di bawah pengendalian Kasat Polairud Polresta Banyuwangi, dengan personel yang bertugas yakni Aipda I Wayan Wedhana, Kanit Polairud Unit Selatan.

Dalam pelaksanaannya, petugas menyampaikan berbagai pesan kamtibmas dan edukasi terkait keselamatan pelayaran kepada para nelayan yang hendak maupun akan melaut. Nelayan diimbau agar selalu mengutamakan keselamatan dengan memastikan setiap awak kapal maupun perahu menggunakan life jacket (jaket pelampung) sebagai alat keselamatan wajib saat berlayar.

Selain itu, personel Satpolairud juga mengingatkan masyarakat nelayan untuk tidak memaksakan diri melaut apabila kondisi cuaca sedang ekstrem. Mengingat saat ini angin kencang masih berpotensi terjadi, kewaspadaan menjadi hal utama demi mencegah kecelakaan di laut.

Patroli dialogis ini juga bertujuan memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat nelayan, sekaligus mempererat komunikasi antara Polri dan warga pesisir sehingga setiap informasi maupun potensi gangguan keamanan dapat segera ditindaklanjuti.

Dari hasil kegiatan tersebut, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas) di sekitar Dermaga Pelabuhan Muncar tetap terjaga dalam keadaan aman dan kondusif. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung lancar tanpa adanya gangguan.

Berdasarkan kondisi cuaca saat pelaksanaan patroli sekitar pukul 08.00–15.00 WIB, cuaca terpantau cerah, kondisi air laut pasang, angin bertiup kencang, namun gelombang relatif landai. Meski demikian, Satpolairud Polresta Banyuwangi tetap mengimbau para nelayan untuk selalu mengutamakan keselamatan dan mematuhi prosedur pelayaran demi menghindari risiko kecelakaan di laut.

Dengan kegiatan patroli dialogis yang dilakukan secara rutin, Satpolairud Polresta Banyuwangi berharap tercipta situasi perairan yang aman, tertib, serta meningkatkan kesadaran masyarakat pesisir akan pentingnya budaya keselamatan saat beraktivitas di laut.

IMG-20260729-WA0053

Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonarmed 19/Bogani Gagalkan Dugaan Penyelundupan 200 Ekor Burung Kacer di Perbatasan

SAMBAS || Jejak-indonesia.id – Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonarmed 19/Bogani kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga keamanan wilayah perbatasan. Personel Pos Kumba Semunying bersama personel BAIS TNI berhasil menemukan dan mengamankan sebanyak 200 ekor burung kacer yang diduga akan diselundupkan dari Malaysia ke Indonesia melalui jalur tidak resmi.

Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (27/7/2026) sekitar pukul 22.00 WIB di salah satu jalan tikus wilayah Pos Kumba Semunying, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat.

Penemuan berawal saat lima personel Satgas Pos Kumba Semunying yang dipimpin Letda Cpl Alfian Simbolon bersama dua personel BAIS TNI dipimpin Serma Casis melaksanakan patroli dan pengawasan di jalur perlintasan tidak resmi. Saat menyisir lokasi, tim menemukan 10 kotak berisi sekitar 200 ekor burung kacer yang diduga merupakan hasil penyelundupan dari wilayah Malaysia menuju Indonesia.

Seluruh barang bukti kemudian diamankan oleh personel, didata, didokumentasikan, serta diamankan sesuai prosedur yang berlaku. Selanjutnya, kejadian tersebut dilaporkan kepada komando atas guna proses penanganan dan tindak lanjut sesuai ketentuan.

Dansatgas Pamtas RI-Malaysia Yonarmed 19/Bogani menegaskan bahwa pengawasan di sepanjang jalur perbatasan akan terus ditingkatkan untuk mencegah berbagai bentuk aktivitas ilegal, termasuk penyelundupan satwa yang dapat merugikan negara dan mengancam kelestarian sumber daya hayati.

"Kami akan terus memperketat patroli dan pengawasan di jalur-jalur tidak resmi. Keberhasilan ini merupakan bentuk komitmen Satgas dalam menjaga kedaulatan wilayah sekaligus mencegah tindak pidana lintas batas, termasuk penyelundupan satwa," tegas Dansatgas.

Kegiatan pengamanan berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar. Barang bukti kini telah diamankan untuk menjalani proses administrasi dan penanganan lebih lanjut sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

*Kontak Media*
Penerangan Satgas Pamtas
RI - Malaysia Yonarmed19/Bogani
Kodam XIII/Merdeka
Ltd Ctp Juwito (Papen)

IMG-20260729-WA0052

Dua Proyek Infrastruktur di Banyuwangi Jadi Sorotan, GNTP Ingatkan Pentingnya Keselamatan Kerja dan Keterbukaan Informasi Publik

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Pelaksanaan sejumlah proyek infrastruktur di Kabupaten Banyuwangi kembali menjadi perhatian publik. Gerakan Nasional Transparansi Pembangunan (GNTP) menyoroti sedikitnya dua proyek yang tengah berjalan, yakni penataan bahu jalan di Jalan Temuguruh, Dusun Tapaklembu, Desa Temuasri, Kecamatan Sempu, serta proyek pembangunan jembatan di Jalan Raya Gambiran, tepatnya di wilayah selatan Al Huda.

Berdasarkan hasil pemantauan GNTP di lapangan, proyek penataan bahu jalan di Tapaklembu telah memasuki tahap pekerjaan dengan adanya aktivitas galian dan penumpukan material di sisi jalan. Kondisi tersebut dinilai berpotensi mengganggu pengguna jalan apabila tidak disertai pengamanan yang memadai, seperti rambu-rambu lalu lintas, pembatas area kerja, maupun lampu peringatan pada malam hari.

Sementara itu, pada proyek pembangunan jembatan di Jalan Raya Gambiran Selatan Al Huda, GNTP juga menemukan belum terlihat adanya papan informasi proyek di lokasi pekerjaan. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena papan informasi merupakan salah satu bentuk transparansi kepada masyarakat terkait penggunaan anggaran pembangunan.

Hasan, Humas GNTP Nasional, menegaskan bahwa seluruh proyek yang menggunakan anggaran negara maupun daerah harus dilaksanakan dengan mengedepankan prinsip keterbukaan informasi dan keselamatan kerja.

"Setiap proyek pemerintah wajib memberikan informasi yang jelas kepada masyarakat melalui pemasangan papan nama proyek. Masyarakat berhak mengetahui nama kegiatan, lokasi pekerjaan, nilai kontrak, sumber pendanaan, jangka waktu pelaksanaan, hingga nama kontraktor pelaksana," ujar Hasan.

Menurutnya, prinsip keterbukaan tersebut sejalan dengan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, yang mengatur hak masyarakat untuk memperoleh informasi mengenai penyelenggaraan pemerintahan. Selain itu, pelaksanaan pekerjaan konstruksi juga diharapkan memenuhi ketentuan teknis yang berlaku, termasuk penyediaan fasilitas keselamatan bagi pengguna jalan.

GNTP menilai keberadaan papan informasi proyek bukan sekadar formalitas administratif, melainkan bentuk akuntabilitas penggunaan anggaran publik. Demikian pula dengan pemasangan rambu-rambu keselamatan, pembatas area kerja, dan petugas pengatur lalu lintas apabila pekerjaan berpotensi mengganggu arus kendaraan.

Atas temuan tersebut, GNTP meminta Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga bersama kontraktor pelaksana agar segera melakukan evaluasi di lapangan dengan:

1. Memasang papan informasi proyek secara lengkap dan mudah dibaca masyarakat.

2. Menyediakan rambu-rambu, lampu peringatan, serta pembatas area kerja sesuai standar keselamatan.

3. Menata material konstruksi agar tidak mengganggu pengguna jalan.

4. Menempatkan petugas pengatur lalu lintas pada jam-jam sibuk apabila diperlukan.

 

"Kami mendukung penuh pembangunan infrastruktur di Banyuwangi. Namun pembangunan harus berjalan secara transparan, akuntabel, dan mengutamakan keselamatan masyarakat. Transparansi bukan untuk diperdebatkan, melainkan merupakan kewajiban dalam setiap penggunaan anggaran publik," tegas Hasan.

Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat keterangan resmi dari instansi pelaksana maupun kontraktor terkait belum terlihatnya papan informasi proyek pada kedua lokasi tersebut. Redaksi membuka ruang hak jawab dan hak klarifikasi bagi pihak-pihak terkait sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers demi menjaga prinsip pemberitaan yang berimbang.

GNTP menyatakan akan terus melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan proyek-proyek infrastruktur di Banyuwangi sebagai bentuk partisipasi masyarakat dalam mendorong tata kelola pembangunan yang transparan, akuntabel, serta mengedepankan keselamatan publik.

IMG-20260729-WA0037

Bentengi Pelajar Raja Ampat dari Radikalisme, Satgaswil Papua Barat Densus 88 Gelar Sosbang dan Literasi Digital

RAJA AMPAT || Jejak-indonesia.id - Satuan Tugas Wilayah (Satgaswil) Papua Barat Densus 88 Anti Teror Polri menggelar sosialisasi kebangsaan dan literasi digital di MTs Laguage Insan Mandiri (LIM) Kabupaten Raja Ampat, Senin (27/7/2026). Langkah strategis ini diambil untuk membentengi generasi muda dari ancaman radikalisme serta dampak negatif era digitalisasi.

Kegiatan interaktif yang berlangsung di Aula MTs LIM Raja Ampat pukul 09.00 WIT tersebut mengusung tema “Pencegahan Paham Intoleransi, Radikalisme, dan Terorisme Serta Antisipasi Bahaya Penggunaan Handphone di Lingkungan Pelajar”. Agenda ini diikuti oleh sekitar 80 siswa-siswi gabungan dari MTs Laguage Insan Mandiri (LIM) dan Madrasah Aliyah (MA) Imam Adil. Turut hadir Kepala MTs LIM Farid Wijayanto, S.Kom., Kepala MA Imam Adil Muhammad Ukuf, S.H., serta jajaran dewan guru.

Kepala Tim (Katim) Pencegahan Satgaswil Papua Barat, Ipda M. Arfa Jaya, S.H., menegaskan pentingnya menanamkan ideologi Pancasila sejak dini kepada para pelajar. Menurutnya, era digital membuat penyebaran paham radikal kerap memanfaatkan kelengahan pengguna media sosial.

"Pelajar adalah motor penggerak daerah. Diperlukan penguatan karakter, literasi digital, dan pembinaan sikap moderat di sekolah guna menangkal doktrin yang dapat memecah belah persatuan," ujar Ipda M. Arfa Jaya.

Sementara itu, Briptu Halim Hanafi, S.H., selaku narasumber utama, mengupas tuntas ciri-ciri awal munculnya paham intoleran dan radikal. Ia memperingatkan para siswa agar bijak menggunakan ponsel pintar supaya tidak terjerumus dalam propaganda radikal di dunia maya.

"Pelajar memiliki tanggung jawab moral sebagai agen perubahan. Kami memberikan literasi digital dan panduan praktis agar mereka lebih bijak menyaring informasi di dunia maya, sekaligus mampu membawa pesan perdamaian dan toleransi," kata Briptu Halim.

Pihak kepala sekolah pun memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif Densus 88 ini. Pembekalan wawasan kebangsaan ini dinilai sangat krusial bagi siswa-siswi yang sedang dipersiapkan menjadi teladan bagi generasi muda lainnya. Kegiatan ini menjadi panduan nyata bagi siswa untuk membentengi diri dari pengaruh negatif di dunia maya.

Melalui sinergi kuat antara pihak sekolah dan Densus 88, kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan generasi muda Raja Ampat yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki karakter nasionalisme yang kokoh demi menjaga keutuhan NKRI.

IMG-20260729-WA0044

Dukung Kesiapsiagaan Tugas, Tim Dokkes Polda Kalteng Periksa Kesehatan Personel Satgas Aman Nusa

PALANGKA RAYA || Jejak-indonesia.id – Polda Kalimantan Tengah melalui Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) melaksanakan pemeriksaan kesehatan terhadap personel Satgas Aman Nusa yang bertugas menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah pos, Rabu (29/7/2026).

"Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan personel tetap prima sehingga mampu menjalankan tugas penanganan karhutla secara optimal di lapangan," ujar Kabiddokkes Polda Kalteng, Kombes Pol dr. Yusuf Kidingalo.

Pemeriksaan kesehatan tersebut dipimpin oleh dr. Rery Herman yang mewakili Kabiddokkes Polda Kalteng. Tim medis melakukan pemeriksaan kondisi fisik personel sekaligus memantau dampak paparan asap selama pelaksanaan tugas.

Selain pemeriksaan kesehatan, tim Biddokkes juga memberikan dukungan berupa masker KN95, vitamin, dan oxycan sebagai bagian dari upaya menjaga daya tahan tubuh personel yang bertugas di wilayah terdampak asap.

"Kesehatan personel merupakan faktor penting dalam keberhasilan penanganan karhutla. Karena itu, kami terus melakukan pemantauan kesehatan sekaligus memberikan dukungan medis agar seluruh personel tetap siap menjalankan tugas," katanya.

Kabiddokkes menjelaskan, pemeriksaan kesehatan akan terus dilakukan secara berkala untuk mendeteksi lebih awal apabila terdapat personel yang mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap.

Masker KN95 diberikan karena memiliki kemampuan menyaring partikel halus di udara, sedangkan vitamin dan oxycan menjadi dukungan tambahan untuk membantu menjaga kondisi fisik personel selama bertugas di lapangan.

"Kami mengimbau seluruh personel agar selalu menggunakan masker saat bertugas, mengonsumsi vitamin sesuai anjuran, serta segera memeriksakan diri apabila mengalami keluhan kesehatan agar dapat ditangani sejak dini," ungkapnya.

Polda Kalteng menegaskan pelayanan kesehatan bagi personel Satgas Aman Nusa akan terus dilakukan selama penanganan karhutla berlangsung sebagai bentuk dukungan terhadap kesiapsiagaan personel.

Melalui pemeriksaan kesehatan secara rutin, diharapkan seluruh personel tetap berada dalam kondisi prima sehingga mampu memberikan pelayanan terbaik dalam penanganan karhutla di Kalimantan Tengah.

"Kami juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, mengurangi aktivitas di tengah kabut asap apabila tidak mendesak, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gangguan pernapasan," pungkasnya.

error: Content is protected !!