Sorry, we're closed Opens Senin at 9:00 am
Beranda » Peristiwa » Halaman 23

Peristiwa

IMG-20260805-WA0043

Keterbatasan Bukan Hambatan, Lapas Tabanan Sulap Area Sempit Jadi Peternakan Produktif

TABANAN || Jejak-indonesia.id – Keterbatasan sarana tidak menjadi penghalang bagi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tabanan untuk terus menghadirkan pembinaan yang inovatif dan produktif. Memanfaatkan area brandgang sebagai sarana peternakan ayam petelur, Lapas Tabanan berhasil mengembangkan program pembinaan kemandirian yang memberikan keterampilan bagi Warga Binaan sekaligus mendukung ketahanan pangan internal, Selasa (04/08).

Berbekal pelatihan yang telah diberikan sebelumnya, Warga Binaan kini mengelola peternakan yang telah berjalan kurang lebih selama delapan bulan. Meski memanfaatkan area yang terbatas, sebanyak 114 ekor ayam petelur dipelihara secara rutin dan mampu menghasilkan rata-rata 90 butir telur setiap hari. Hasil panen tersebut dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan bahan baku kegiatan tata boga pada program kegiatan kerja, sementara sebagian lainnya dipasarkan kepada petugas Lapas.

Kepala Lapas Tabanan, Prawira Hadiwidjojo, menyampaikan bahwa keterbatasan luas lahan tidak pernah menjadi alasan untuk berhenti berinovasi dalam menghadirkan program pembinaan yang bermanfaat bagi Warga Binaan.

"Lapas Tabanan memang memiliki keterbatasan sarana dan prasarana, namun hal tersebut tidak menghalangi kami untuk terus berinovasi. Peternakan ayam petelur menjadi salah satu bentuk pembinaan kemandirian yang tidak hanya membekali Warga Binaan dengan keterampilan praktis, tetapi juga memberikan manfaat nyata dalam mendukung ketahanan pangan internal. Kami ingin setiap potensi yang dimiliki dapat dimanfaatkan secara optimal demi menciptakan pembinaan yang semakin berkualitas," ujar Prawira.

Salah seorang Warga Binaan yang terlibat dalam pengelolaan peternakan, Made, mengaku memperoleh banyak pengalaman selama mengikuti kegiatan tersebut. "Saya belajar bagaimana merawat ayam petelur dengan baik agar menghasilkan telur yang berkualitas. Pengalaman ini sangat bermanfaat karena memberikan keterampilan yang bisa saya kembangkan nanti setelah bebas, bahkan dimulai dari skala kecil di rumah," ungkapnya.

Melalui optimalisasi area brandgang menjadi sarana peternakan produktif, Lapas Tabanan membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah hambatan untuk terus berinovasi. Program ini menjadi wujud nyata pembinaan yang tidak hanya membangun kemandirian Warga Binaan, tetapi juga menghadirkan manfaat berkelanjutan dalam mendukung ketahanan pangan serta mewujudkan Pemasyarakatan yang semakin berdampak bagi masyarakat.

Kontributor: Humas Lapas Tabanan

IMG-20260805-WA0042

Perkuat Soliditas Antarpetugas, Lapas Tabanan Gelar Jalan Sehat Bersama

TABANAN || Jejak-indonesia.id - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tabanan terus membangun budaya kerja yang sehat, solid, dan kolaboratif melalui kegiatan jalan sehat yang diikuti seluruh jajaran petugas, Jumat (31/07). Kegiatan ini menjadi momentum mempererat kebersamaan sekaligus meningkatkan kebugaran fisik sebagai modal penting dalam mendukung pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat.

Dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Tabanan, Prawira Hadiwidjojo, kegiatan diawali dari halaman depan Lapas kemudian menempuh rute mengelilingi sejumlah ruas jalan di Kota Tabanan. Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi, membangun kekompakan, serta menumbuhkan semangat kebersamaan di luar rutinitas pekerjaan.

Kepala Lapas Tabanan, Prawira Hadiwidjojo, mengatakan bahwa kualitas pelayanan publik tidak hanya ditentukan oleh kompetensi pegawai, tetapi juga ditopang oleh kondisi fisik yang prima serta hubungan kerja yang harmonis antarpetugas.

"Jalan sehat ini bukan sekadar aktivitas olahraga, tetapi juga menjadi sarana mempererat kebersamaan dan memperkuat soliditas seluruh jajaran. Ketika kesehatan terjaga dan komunikasi antartim terbangun dengan baik, pelaksanaan tugas serta pelayanan kepada masyarakat pun akan berjalan semakin optimal," ujar Prawira.

Salah seorang petugas, Wirna Permata, mengaku kegiatan tersebut memberikan manfaat tidak hanya bagi kesehatan, tetapi juga mempererat hubungan antarrekan kerja di lingkungan Lapas.
"Kegiatan seperti ini membuat kami lebih rileks setelah menjalani rutinitas pekerjaan. Selain tubuh menjadi lebih segar, kami juga memiliki kesempatan untuk mempererat kebersamaan sehingga suasana kerja terasa semakin nyaman dan kompak," ungkapnya.

Lewat jalan sehat yang dilaksanakan secara rutin, Lapas Tabanan berkomitmen membangun lingkungan kerja yang sehat, harmonis, dan produktif. Semangat kebersamaan yang terus dipupuk diharapkan mampu memperkuat profesionalisme jajaran dalam memberikan pelayanan terbaik kepada Warga Binaan maupun masyarakat.

Kontributor: Humas Lapas Tabanan.

1785915236233

Demi Objektivitas, Personel Terkait Kasus Widi Nurcahyono Dinonjobkan

PASURUAN || Jejak-indonesia.id – Polres Pasuruan mengambil langkah tegas dan terukur demi menjamin proses penegakan hukum berjalan secara murni, menyeluruh, dan bebas dari segala bentuk intervensi. Anggota yang terlibat dalam penanganan kasus meninggalnya Widi Nurcahyono telah ditarik dari tempat tugasnya dan dinonjobkan sementara waktu.

Kepala Seksi Humas Polres Pasuruan, Iptu Joko Suseno, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan perintah langsung dari Kapolres Pasuruan sebagai wujud nyata komitmen transparansi dan keadilan.

"Sebagai bentuk tanggung jawab dan keterbukaan kepada publik, anggota Reskrim Polsek Beji yang berkaitan dengan perkara ini telah dipindahkan ke Polres Pasuruan dan dinonjobkan selama proses pemeriksaan berlangsung," ujar Iptu Joko Suseno.

Ia menegaskan, status nonjob ini sama sekali bukanlah sebuah putusan kesalahan, melainkan mekanisme prosedural yang ditempuh guna memastikan penyelidikan berjalan tanpa hambatan maupun pengaruh dari pihak mana pun.

"Kapolres Pasuruan telah membentuk Tim Khusus Internal untuk mengusut segala kejadian secara mendalam. Seluruh personel yang ada kaitannya dengan kejadian ini sudah dimintai keterangan guna mengungkap fakta secara utuh dan lengkap," tambahnya.

Polres Pasuruan juga menegaskan akan menindak tegas setiap temuan pelanggaran yang terungkap nantinya. Sanksi akan dijatuhkan sesuai dengan Ketentuan Disiplin Anggota Polri, Kode Etik Profesi, serta peraturan perundang-undangan yang berlaku. Seluruh hasil penyelidikan akan disampaikan secara terbuka kepada masyarakat.

"Kami berkomitmen penuh mengusut kasus ini secara profesional, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Apabila terbukti ada pelanggaran, tidak ada kompromi dan semuanya akan diproses sesuai aturan yang berlaku," tegas Joko.

Di sisi lain, Polres Pasuruan menghimbau seluruh lapisan masyarakat untuk menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan tidak menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya. Pihak kepolisian menegaskan akan menjaga integritas setiap langkah penanganan perkara guna memelihara kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.

IMG-20260805-WA0037

Pembacokan Berdarah Gegara Tarik Kendaraan! Polisi Tetapkan Debt Collector Jadi Tersangka, Satu Pelaku Masih Buron

SURABAYA || Jejak-indonesia.id – Misteri di balik aksi pembacokan yang menimpa dua petugas valet di kawasan Jalan Basuki Rahmat, Surabaya, mulai terungkap. Polisi memastikan insiden berdarah tersebut dipicu perselisihan saat proses penarikan sebuah kendaraan yang diduga menunggak pembayaran, yang melibatkan dua orang debt collector (DC).

Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP David Manurung, mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil penyelidikan sementara, aksi kekerasan itu bukan merupakan kejahatan yang telah direncanakan sebelumnya. Peristiwa bermula dari cekcok di lokasi penarikan kendaraan yang kemudian memanas hingga berujung pada aksi pembacokan terhadap dua korban.

"Motifnya sesaat. Berawal dari cekcok di sebuah tempat saat ada penarikan kendaraan yang tertunggak. Dari situ kemudian terjadi gesekan hingga berujung pada tindak kekerasan terhadap korban," ujar AKBP David Manurung.

Meski motif utama telah diketahui, polisi masih menutup rapat detail kronologi maupun identitas pemilik kendaraan karena masih menjadi bagian dari proses penyidikan. Penyidik memilih fokus menyelesaikan seluruh rangkaian pembuktian sebelum mengungkap secara utuh fakta-fakta perkara tersebut.

Dalam penanganan kasus ini, penyidik telah menetapkan seorang pria berinisial S sebagai tersangka dan langsung menahannya. Sementara satu pelaku lainnya berinisial P telah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) dan kini masih diburu aparat kepolisian.

Penetapan kedua pelaku didasarkan pada alat bukti yang dinilai cukup, termasuk rekaman kamera pengawas (CCTV) yang merekam rangkaian kejadian di lokasi. Polisi juga masih membuka kemungkinan adanya perkembangan baru apabila ditemukan alat bukti tambahan selama proses penyidikan berlangsung.

AKBP David menyebutkan proses pemberkasan perkara telah mencapai sekitar 80 persen. Penyidik menargetkan berkas perkara dapat segera dilimpahkan ke pihak kejaksaan untuk memasuki tahap pertama pada pekan berikutnya.

"Sudah saya cek, berkas perkara sekitar 80 persen. Mudah-mudahan minggu depan kami bisa berkoordinasi dengan kejaksaan untuk tahap satu," jelasnya.

Sementara itu, terkait dugaan keterlibatan pelaku lain, penyidik masih melakukan pendalaman. Hingga saat ini, baru dua orang yang dinilai memenuhi unsur pembuktian untuk ditetapkan sebagai tersangka.

Kasus ini kembali menjadi sorotan publik karena memperlihatkan bagaimana perselisihan saat proses penarikan kendaraan dapat berubah menjadi tindak pidana kekerasan yang membahayakan nyawa. Polisi memastikan pengejaran terhadap pelaku yang masih buron terus dilakukan dan berkomitmen menuntaskan perkara hingga seluruh pihak yang bertanggung jawab diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

1785913527713

Kapolsek Situbondo Kota Lepas Ratusan Siswa Gerak Jalan HUT RI Ke-81, Tekankan Disiplin Dan Nasionalisme

SITUBONDO || Jejak-indonesia.id – Semangat peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia mewarnai pelaksanaan lomba gerak jalan tingkat SD. Kegiatan secara resmi dilepas dan diberangkatkan oleh Kapolsek Situbondo Kota, Iptu Mardi Hartoyo, S.H., dari garis start di depan Pendopo Kabupaten Situbondo.

Kegiatan tersebut merupakan salah satu rangkaian HUT RI ke-81 yang bertujuan menanamkan nilai disiplin, kekompakan, dan semangat nasionalisme kepada para pelajar sejak usia dini. Acara berlangsung di Alun-alun Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Rabu siang (5/8/2026).

Didampingi panitia penyelenggara, Iptu Mardi Hartoyo, S.H. mengibarkan bendera start sebagai tanda dimulainya perlombaan. Sebelum peserta diberangkatkan, ia memberikan arahan agar seluruh siswa tetap disiplin, menjaga kekompakan, mematuhi aturan, serta mengutamakan keselamatan selama mengikuti kegiatan.

Rute gerak jalan dimulai dari kawasan Alun-alun depan Pendopo Kabupaten Situbondo, kemudian melintasi Jalan Cendrawasih, Jalan Plaosa, Jalan PB. Sudirman, dan Jalan lainnya, sebelum akhirnya finis di depan Masjid Al Abror yang berada di sebelah barat Alun-alun Situbondo. Sepanjang rute, ribuan warga dan orang tua siswa memadati sisi jalan untuk memberikan dukungan dan menyemangati para peserta.

Untuk menjamin keamanan dan kelancaran kegiatan, pengamanan dilakukan oleh personel Polsek Situbondo Kota gabungan Polres Situbondo bersama Dinas Perhubungan Kabupaten Situbondo. Petugas ditempatkan di sejumlah titik strategis sepanjang rute guna mengatur arus lalu lintas, mengamankan peserta, serta memastikan pelaksanaan lomba gerak jalan berlangsung aman, tertib, dan lancar.

Rangkaian peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-81 di Kabupaten Situbondo tidak hanya menggelar lomba gerak jalan tingkat SD, tetapi juga akan dilanjutkan dengan gerak jalan tingkat SMP dan SMA/sederajat sebagai bagian dari kegiatan bulan kemerdekaan.

Saat diwawancarai awak media Jejak Indonesia, Kapolsek Situbondo Kota menegaskan bahwa gerak jalan bukan sekadar perlombaan, melainkan bagian dari pembentukan karakter generasi muda yang disiplin, tangguh, dan memiliki rasa cinta terhadap Tanah Air.

"Adik-adik adalah penerus bangsa. Melalui gerak jalan ini kita latih kekompakan, kesehatan, dan semangat juang seperti para pahlawan dahulu. Jaga ketertiban dan keselamatan selama di jalan," ujarnya.

Selain itu, ia menyampaikan bahwa jajaran kepolisian terus meningkatkan pembinaan kedisiplinan bagi pelajar tingkat SD, SMP, dan SMA/sederajat. Menurutnya, pembinaan tersebut merupakan bagian dari upaya Polri dalam membentuk karakter generasi muda yang disiplin, tertib, dan taat aturan, sekaligus menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang tetap kondusif di Kabupaten Situbondo.

Iptu Mardi Hartoyo, S.H. berharap momentum HUT Kemerdekaan RI ke-81 menjadi sarana menanamkan nilai-nilai nasionalisme, persatuan, dan kedisiplinan kepada generasi muda sebagai bekal membangun masa depan bangsa.

"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga situasi keamanan dan ketertiban di Kabupaten Situbondo agar seluruh rangkaian peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-81 dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar. Semoga semangat perjuangan para pahlawan senantiasa menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus berkarya, berprestasi, dan mencintai Tanah Air," pungkas Kapolsek Situbondo Kota, Iptu Mardi Hartoyo, S.H. (Wan)

error: Content is protected !!