Sorry, we're closed Opens Senin at 9:00 am
Beranda » Peristiwa » Halaman 26

Peristiwa

IMG-20260804-WA0054

Sinergi Solid Polsek Jorlang Hataran, Jatanras dan Inafis Polres Simalungun Ungkap Kronologi Musibah Anak Tertimpa Kayu Broti

SIMALUNGUN || Jejak-indonesia.id – Kasi Humas Polres Simalungun AKP Verry Purba, saat dikonfirmasi pada Selasa, 04 Agustus 2026 sekira pukul 12.10 WIB, menjelaskan bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat melalui kerja sama yang solid dan kompak antara Polsek Jorlang Hataran bersama Unit Jatanras dan Tim Inafis Satreskrim Polres Simalungun dalam menangani sebuah peristiwa duka yang menimpa seorang anak di bawah umur.

“Kami menekankan pentingnya sinergi dan kekompakan antara Polsek jajaran dengan fungsi Reskrim Polres Simalungun, khususnya Jatanras dan Inafis, agar setiap penanganan kejadian di lapangan dapat dilakukan secara cepat, cermat, dan profesional,” ujar AKP Verry Purba.

Ia menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi pada Senin, 03 Agustus 2026 sekira pukul 10.00 WIB, di jalan desa Dusun Panombean menuju lokasi perkuburan masyarakat dan ladang sawit warga, di Nagori Bah Sampuran, Kecamatan Jorlang Hataran, Kabupaten Simalungun. Korban bernama JCS, perempuan, berusia 4 tahun, warga Kecamatan Jorlang Hataran.

“Korban pada saat itu sedang berjalan bersama neneknya menuju lokasi perkuburan. Saat melintas di dekat mobil pick up L300 warna hitam yang sedang menurunkan bahan bangunan, satu ikat kayu broti ukuran 2x2 sebanyak empat batang terjatuh dari atas mobil dan menimpa bagian kepala korban,” ucap AKP Verry Purba.

Ia menambahkan, korban sempat dibawa ke Rumah Sakit Tentara di Kota Pematangsiantar untuk mendapatkan pertolongan, namun setelah diperiksa tim medis, korban dinyatakan meninggal dunia.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, AKP Verry Purba mengungkapkan bahwa personel gabungan langsung bergerak cepat melakukan olah TKP pada hari yang sama sekira pukul 15.38 WIB hingga selesai. “Giat identifikasi dilaksanakan bersama antara Kanit Jatanras Polres Simalungun dan Kanit Reskrim Polsek Jorlang Hataran, didukung penuh oleh Tim Inafis Polres Simalungun,” ungkapnya.

Dari hasil olah TKP, ditemukan sejumlah barang bukti berupa satu unit mobil pick up L300 Mitsubishi warna hitam bernomor polisi BK-8479-TV beserta kunci mobil, serta kayu broti ukuran 2x2 sebanyak empat batang yang menjadi penyebab musibah. Petugas juga menemukan sandal milik korban yang berjarak sekitar 30 cm dari posisi kayu broti, serta broti sepanjang 400 cm yang berjarak 300 cm dari pohon hingga ujung kayu tersebut.

“Sejumlah tindakan telah dilakukan personel gabungan, di antaranya cek TKP bersama Tim Inafis, interogasi terhadap saksi-saksi, koordinasi dengan Kepala Desa Nagori Bah Sampuran, pengamanan barang bukti, hingga pengamanan sopir berinisial BA dan kernet berinisial HS guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut,” jelas AKP Verry Purba.

Ia menerangkan, petugas yang menjalankan olah TKP terdiri dari Kanit Jatanras Ipda Bolon Situngkir, S.H., Paur Identifikasi Polres Simalungun Aiptu Steward Owen Saragih, dan BA Identifikasi Polres Simalungun Aipda Sujid Saputra. Sementara personel Polsek Jorlang Hataran yang bertugas di lokasi antara lain Kanit Reskrim Iptu Sugeng S., Aiptu Hamdan Siregar, Aiptu Gandi Sianturi, dan Brigadir Bosta Sidabutar.

“Sampai saat ini pihak keluarga korban belum membuat laporan polisi dan tidak mengizinkan dilakukan otopsi maupun visum terhadap anak korban. Keluarga saat ini masih melakukan musyawarah internal untuk menyikapi peristiwa ini,” tutur AKP Verry Purba.

Ia menegaskan, Polres Simalungun akan terus menghormati proses musyawarah keluarga sembari tetap siap memberikan pendampingan apabila dibutuhkan. “Kami turut berduka cita atas musibah yang menimpa keluarga korban. Situasi di lokasi kejadian saat ini dalam keadaan aman dan kondusif,” pungkasnya.

AKP Verry Purba menutup keterangannya dengan menegaskan komitmen Polres Simalungun untuk terus mengedepankan kerja sama yang solid antar-satuan dalam melayani masyarakat. “Inilah wujud nyata soliditas dan kekompakan personel Polres Simalungun bersama Polsek jajaran, agar pelayanan kepada masyarakat senantiasa cepat, humanis, dan berintegritas,” tutup AKP Verry Purba.

IMG-20260804-WA0053

Kapolres dan Wakapolres Sibolga Periksa HT Personel untuk Dukung Kinerja di Lapangan

SIBOLGA || Jejak-indonesia.id – Kapolres Sibolga AKBP Eddy Inganta, S.H., S.I.K., M.H. bersama Wakapolres Sibolga melaksanakan pemeriksaan Handy Talky (HT) milik personel jajaran Polres Sibolga guna memastikan kesiapan sarana komunikasi dalam mendukung pelaksanaan tugas kepolisian.

Pemeriksaan tersebut digelar di Lapangan Apel Polres Sibolga, Selasa (4/8/2026), dan diikuti oleh seluruh Pejabat Utama (PJU) Polres Sibolga serta personel yang memegang inventaris HT.

Dalam kegiatan itu, Kapolres didampingi Wakapolres memeriksa kondisi fisik perangkat HT satu per satu. Pemeriksaan meliputi kelayakan baterai, kemampuan jangkauan komunikasi, kualitas fungsi perangkat, hingga kebersihan HT agar tetap dalam kondisi prima saat digunakan di lapangan.

AKBP Eddy Inganta mengatakan, HT merupakan salah satu peralatan pendukung yang memiliki peran penting dalam menunjang komunikasi dan koordinasi personel, terutama saat pelaksanaan pengamanan, patroli, penanganan kejadian, maupun kegiatan operasional kepolisian lainnya.

"Komunikasi yang cepat dan akurat menjadi salah satu kunci keberhasilan pelaksanaan tugas di lapangan. Karena itu, seluruh perangkat HT harus dipastikan berfungsi dengan baik dan selalu siap digunakan," ujarnya.

Selain memeriksa kondisi perangkat, Kapolres juga mengingatkan seluruh personel agar bertanggung jawab dalam merawat inventaris dinas yang dipercayakan kepada masing-masing anggota. Menurutnya, perawatan yang baik akan menjaga usia pakai peralatan sekaligus mendukung efektivitas pelaksanaan tugas.

Pemeriksaan HT ini merupakan bagian dari upaya Polres Sibolga dalam meningkatkan kesiapan personel beserta sarana pendukung operasional, sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih cepat, tepat, dan profesional.

Melalui kegiatan tersebut, Polres Sibolga menegaskan komitmennya untuk terus menjaga kesiapan personel dan perlengkapan operasional sebagai wujud implementasi Polri Presisi dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

IMG-20260804-WA0042

Kanit Reskrim Ipda Bilson Hutauruk Pimpin Patroli Blue Light Polsek Bosar Maligas: Balap Liar dan Kejahatan Jalanan Tidak Diberi Ruang Bergerak

SIMALUNGUN || Jejak-indonesia.id – Ketegasan dan kesigapan Polsek Bosar Maligas Polres Simalungun Polda Sumatera Utara dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat pada malam hari kembali ditunjukkan secara nyata. Kanit Reskrim Polsek Bosar Maligas IPDA Bilson Hutauruk, S.H. memimpin langsung pelaksanaan Patroli Blue Light pada Senin malam, 3 Agustus 2026, yang difokuskan untuk mengantisipasi dan mempersempit ruang gerak aksi balap liar, geng motor, serta tindak pidana 3C yang meliputi pencurian dengan kekerasan, pencurian dengan pemberatan, dan pencurian kendaraan bermotor di wilayah hukum Polsek Bosar Maligas.

Kapolsek Bosar Maligas IPTU Sonni G. Silalahi, S.H., saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa pelaksanaan Patroli Blue Light yang dipimpin langsung oleh Kanit Reskrim IPDA Bilson Hutauruk ini merupakan wujud nyata komitmen Polres Simalungun yang berintegritas dan humanis dalam melayani serta melindungi masyarakat dari ancaman kejahatan yang berpotensi terjadi pada malam hari.

"Kegiatan Patroli Blue Light malam ini dipimpin langsung oleh Kanit Reskrim Polsek Bosar Maligas IPDA Bilson Hutauruk. Kehadiran langsung pimpinan unit di lapangan mencerminkan keseriusan dan komitmen kami dalam memberikan perlindungan nyata kepada masyarakat, terutama pada jam-jam rawan di malam hari," ujar IPTU Sonni G. Silalahi.

Patroli yang dimulai pukul 22.30 WIB ini dilaksanakan berdasarkan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia dan Surat Perintah Kapolsek Bosar Maligas Nomor Sprin/50/V/2026/BM tanggal 17 Mei 2026. Sasaran utama patroli dipusatkan di sepanjang Jalan Nagori Sei Mangkei, Kecamatan Bosar Maligas, Kabupaten Simalungun, yang merupakan jalur dengan tingkat aktivitas kendaraan dan masyarakat yang cukup signifikan bahkan hingga dini hari.

"Jalan Nagori Sei Mangkei menjadi salah satu fokus patroli kami karena jalur ini cukup ramai dilalui kendaraan hingga malam hari dan memiliki karakteristik yang perlu diwaspadai terhadap potensi balap liar dan aksi kejahatan jalanan. Kehadiran personel kami secara langsung di jalur ini adalah sinyal tegas bahwa tidak ada ruang bagi pelaku kejahatan untuk beraksi," ucap IPTU Sonni G. Silalahi.

IPDA Bilson Hutauruk yang memimpin langsung patroli bersama personel AIPTU Indra selaku Kepala SPKT dan AIPDA Rama Indra bergerak secara sistematis menyisir seluruh jalur yang menjadi sasaran patroli. Di setiap titik, tim tidak hanya melakukan pemantauan situasi kamtibmas, tetapi juga aktif menyampaikan edukasi dan imbauan kepada masyarakat serta pengguna jalan yang ditemui selama patroli berlangsung.

"IPDA Bilson Hutauruk memimpin patroli dengan sangat profesional dan penuh semangat. Beliau tidak hanya memantau situasi dari kendaraan patroli, tetapi juga aktif turun dan berkomunikasi langsung dengan masyarakat, menyampaikan imbauan keselamatan berkendara dan kewaspadaan terhadap potensi kejahatan," ungkap IPTU Sonni G. Silalahi.

Dalam setiap interaksi dengan pengguna jalan, tim patroli yang dipimpin IPDA Bilson Hutauruk menyampaikan sejumlah imbauan penting kepada masyarakat, di antaranya agar senantiasa mematuhi peraturan lalu lintas, selalu menggunakan helm sebagai perlengkapan keselamatan wajib, tidak menggunakan knalpot brong yang mengganggu ketentraman, serta menghindari berkendara dengan kecepatan tinggi yang sangat berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas yang merugikan semua pihak.

"Tim kami menyampaikan pesan keselamatan berkendara kepada setiap pengguna jalan yang kami temui selama patroli. Pendekatan humanis dan komunikatif yang digunakan oleh IPDA Bilson Hutauruk dan tim sangat efektif dalam menyampaikan pesan tanpa menimbulkan kesan intimidatif kepada masyarakat," kata IPTU Sonni G. Silalahi.

Selain imbauan keselamatan berkendara, personel patroli juga mengajak masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tindak kriminalitas di lingkungan sekitar mereka, serta mendorong warga untuk tidak ragu melaporkan setiap kejadian atau aktivitas mencurigakan kepada Polsek Bosar Maligas agar dapat segera ditindaklanjuti oleh aparat kepolisian.

"Kami selalu mengingatkan masyarakat bahwa informasi dari warga adalah senjata terkuat kami dalam mencegah dan mengungkap kejahatan. Jangan ragu untuk melaporkan hal-hal mencurigakan kepada kami, karena setiap laporan akan kami tindaklanjuti dengan serius dan cepat," ungkap IPTU Sonni G. Silalahi.

Hasil patroli yang berlangsung dalam kondisi cuaca cerah tersebut menunjukkan situasi yang sangat menggembirakan. Sepanjang jalur yang dipantau oleh tim yang dipimpin IPDA Bilson Hutauruk berada dalam kondisi aman, tertib, dan kondusif. Tidak ditemukan adanya aktivitas balap liar, geng motor, maupun indikasi tindak pidana 3C di seluruh wilayah yang menjadi sasaran patroli malam itu.

"Alhamdulillah, hasil patroli malam ini sangat memuaskan. Tidak ada kejadian menonjol yang mengganggu keamanan dan kenyamanan masyarakat. Arus lalu lintas terpantau lancar dan situasi kamtibmas terjaga dengan baik. Ini adalah buah dari kehadiran personel secara langsung di lapangan yang memberikan efek pencegahan yang sangat efektif," pungkas IPTU Sonni G. Silalahi penuh kebanggaan.

Melalui Patroli Blue Light yang dilaksanakan secara konsisten dan dipimpin langsung oleh Kanit Reskrim IPDA Bilson Hutauruk, Polsek Bosar Maligas terus memperkuat kehadiran nyata Polri di tengah masyarakat sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan yang sesungguhnya, sebagai bagian dari implementasi Polri Presisi dalam mewujudkan wilayah hukum Polres Simalungun yang aman, nyaman, dan kondusif bagi seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Simalungun.

pinrangterkini_screenshot_20240901_165146_uc_browser-720x405

Suasana Duka Menyelimuti Keluarga Widi Nurcahyono, Tewas Diduga Dianiaya Oknum Polsek Beji

PASURUAN || Jejak-indonesia.id – Isak tangis dan kesedihan mendalam menyelimuti kediaman Widi Nurcahyono di Desa Gunung Gangsir, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Pria yang sehari-hari mengelola layanan pembayaran tagihan listrik dan air bersih itu meninggal dunia pada Senin (3/8/2026) sore, pasca diduga mengalami penganiayaan oleh oknum anggota kepolisian.

Peristiwa memilukan bermula saat korban sedang duduk di tempat kerjanya, menunggu kedatangan pelanggan sembari berada di depan perangkat komputer. Tiba-tiba ia didatangi petugas dari Polsek Beji yang bermaksud mengamankannya. Dasar pengamanan tersebut adalah adanya aduan masyarakat yang menduga korban tengah menjalankan aktivitas judi online di lokasi usahanya.

Berdasarkan keterangan keluarga, saat proses berlangsung korban dengan tegas menolak tuduhan tersebut dan membantah melaksanakan kegiatan yang dimaksud. Diduga karena kehilangan kendali emosi lantaran korban tak kunjung mengakui tuduhan, oknum petugas tersebut melakukan tindakan kekerasan fisik di lokasi kejadian.

Korban kemudian dilarikan ke Puskesmas setempat untuk mendapatkan pertolongan, namun sayangnya tenaga medis menyatakan nyawa korban sudah tidak dapat diselamatkan saat tiba di fasilitas kesehatan. Jasad korban selanjutnya dipindahkan ke Rumah Sakit Bhayangkara guna menjalani pemeriksaan otopsi, guna memastikan penyebab pasti terjadinya kematian.

“Korban saat itu sedang bekerja melayani pembayaran listrik dan PDAM, lalu didatangi petugas dengan tuduhan bermain judi online. Padahal ia hanya sedang menunggu pelanggan. Terjadi penganiayaan di tempat kejadian hingga akhirnya nyawanya tak tertolong,” ujar Lukman, selaku Adik korban.

Menanggapi hal ini, Kanit Reskrim Polsek Beji Ipda Binsar menyampaikan bahwa pihaknya tengah mendalami seluruh rangkaian peristiwa penangkapan yang berujung fatal tersebut. Ia menegaskan proses penyelidikan berjalan secara profesional, mencakup pemeriksaan mendalam terhadap oknum yang terlibat, pendengaran keterangan saksi di lokasi kejadian, pengumpulan barang bukti, serta menunggu hasil resmi otopsi dari Rumah Sakit Bhayangkara.

Saat ini keluarga besar korban menaruh harapan agar penegakan hukum berjalan transparan, adil, dan tegas. Mereka menuntut agar setiap oknum yang terbukti bersalah melakukan kekerasan berlebih segera diproses secara hukum dan dikenai sanksi pidana maupun etik seberat-beratnya sesuai ketentuan peraturan yang berlaku.

IMG-20260804-WA0035

Perselisihan Keluarga Berujung Pembacokan di Pasar Ikan Kota Pasuruan, Satu Orang Luka Parah

PASURUAN || Jejak-indonesia.id – Sebuah peristiwa kekerasan berupa pembacokan terjadi di kawasan Pasar Ikan, Kelurahan Mayangan, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan, pada Senin (3/8/2026) dini hari. Kejadian berlangsung sekitar pukul 00.45 WIB.

Laporan mengenai insiden ini baru diterima anggota piket Polsek Purworejo sekitar pukul 06.30 WIB dari warga sekitar. Tim kepolisian segera bergerak menuju lokasi dan tiba di tempat kejadian tak lama kemudian, tepatnya pukul 06.45 WIB.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun, saat kejadian korban berinisial MU (46), seorang karyawan swasta warga Kecamatan Panggungrejo, sedang melaksanakan pekerjaannya di pasar. Secara tiba-tiba terduga pelaku mendatangi dan melancarkan serangan bacokan yang mengenai bagian punggung korban.

Korban menderita luka cukup serius dan segera dievakuasi oleh tim Unit PSC Dinas Kesehatan Kota Pasuruan guna mendapatkan penanganan medis intensif di RSUD dr. R. Soedarsono Kota Pasuruan.

Plt Kasi Humas Polres Pasuruan Kota, Aipda Muhamad Junaidi, menjelaskan bahwa insiden ini diduga bermula dari masalah sepele. Awalnya, anak korban diduga mengambil alat pancing atau jaring milik terduga pelaku berinisial SO.

"Mengetahui hal itu, korban mendatangi SO untuk meminta penjelasan. Diketahui kedua belah pihak masih memiliki hubungan keluarga sebagai kakak dan adik ipar. Namun pertemuan tersebut justru memicu kemarahan terduga pelaku yang diduga tidak menerima penjelasan yang disampaikan korban, hingga berujung pada tindakan kekerasan."ujarnya

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih menelusuri kronologi kejadian secara utuh serta mengidentifikasi jejak keberadaan pelaku. Proses penyidikan terus digencarkan untuk mengungkap seluruh fakta di balik perselisihan tersebut dan menjatuhkan tindakan tegas sesuai jalur hukum yang berlaku.

error: Content is protected !!