Sorry, we're closed Opens Jumat at 9:00 am

Redaksi

Polres Karo Tuntaskan Puluhan Kasus dalam 100 Hari, Kapolres : “Kami Tidak Bisa Bekerja Sendiri”

KABANJAHE || Jejak-indonesia.id - Dalam 100 hari pertama tahun 2026, Polres Karo dibawah pimpinan Kapolres AKBP Pebriandi Haloho, S.H, S.I.K, M. Si, menunjukkan kinerja signifikan dalam penegakan hukum, mulai dari pengungkapan kasus kriminal hingga pemberantasan narkotika. Namun di balik capaian tersebut, Kapolres Karo menegaskan satu hal penting : keberhasilan itu tidak lepas dari peran masyarakat dan media.

“Polri tidak bisa bekerja sendiri. Kami sangat mengapresiasi peran masyarakat dan rekan-rekan media sebagai kontrol sosial yang memberikan informasi secara cepat dan akurat,” tegas Kapolres dalam rilis capaian kinerja, Senin(20/4) pukul 10.00 WIB di Mapolres.

Selama periode Januari hingga pertengahan April 2026, Polres Karo mencatat tren penyelesaian perkara yang cukup dinamis. Pada Januari, dari 67 kasus yang ditangani, sebanyak 30 kasus berhasil diselesaikan atau 45 persen. Angka ini meningkat tajam pada Februari menjadi 72 persen dari 61 kasus, sebelum berada di angka 51 persen pada Maret dan 29,72 persen pada awal April.

Selain itu, sejumlah kasus menonjol berhasil diungkap, mulai dari kasus pembunuhan di Kabanjahe, pencurian kabel tower dengan kerugian puluhan juta rupiah, hingga kejahatan migas, perjudian, dan perambahan hutan. Seluruhnya kini tengah diproses secara hukum.

Di sisi lain, Polres Karo juga memperkuat perlindungan terhadap kelompok rentan dengan terbentuknya, Satuan Reserse baru, yakni Satres PPA & PPO pada Januari 2026. Dalam kurun waktu tersebut, satuan ini menangani 39 kasus, dengan 27 kasus berhasil diselesaikan atau sebesar 69 persen. Kasus yang ditangani didominasi kekerasan terhadap anak, persetubuhan anak, serta kekerasan dalam rumah tangga.

Sementara itu, dalam pemberantasan narkotika, Polres Karo mencatat capaian yang cukup menonjol. Sebanyak 46 kasus berhasil diungkap dengan 61 tersangka diamankan. Barang bukti yang disita meliputi ganja lebih dari 99 gram dan 108 batang, sabu 72,3 gram, serta ekstasi sebanyak 11 butir.

Beberapa pengungkapan besar di antaranya kasus ladang ganja di Desa Cinta Rakyat serta jaringan peredaran narkotika di wilayah Kabanjahe dengan barang bukti dalam jumlah signifikan.

Ke depan, Polres Karo tidak hanya fokus pada penegakan hukum, tetapi juga langkah preventif dengan menggandeng generasi muda, khususnya Generasi Z.

“Melalui pendekatan preemtif dan preventif, kami ingin membekali generasi muda agar terhindar dari kenakalan remaja, penyakit masyarakat, balap liar, tawuran, hingga penyebaran hoaks,” ujar Kapolres.

Ia menegaskan, setiap informasi dari masyarakat akan ditindaklanjuti secara profesional sebagai bagian dari upaya bersama menjaga keamanan.

“Bersama, kita wujudkan harkamtibmas yang aman dan kondusif di Kabupaten Karo,” pungkasnya.

#polreskaro
#kapolreskaro
#humaspolreskaro

Kapolres Pasuruan Turut Serta Tanam Pohon Dalam Rangka HUT Yayasan Kemala Bhayangkari

PASURUAN || Jejak-indonesia.id – Kapolres Pasuruan AKBP Harto Agung Cahyono bersama Ketua Bhayangkari Cabang Pasuruan dan Forkopimcam Rembang melaksanakan kegiatan penanaman pohon di Waduk Kalisat, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan, Rabu (22/4/2026) pagi.

Kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan dalam rangka HUT Yayasan Kemala Bhayangkari, HUT Bhayangkara, serta Hari Jadi Polwan ke-78

Kapolres Pasuruan menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar seremonial, melainkan bagian dari komitmen nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup.

“Penanaman pohon ini adalah langkah konkret untuk menjaga keseimbangan alam,” ujarnya.

Ia menyampaikan, di tengah tantangan global seperti perubahan iklim, kerusakan hutan, dan meningkatnya polusi, langkah sederhana seperti menanam pohon memiliki peran strategis dalam memperbaiki kualitas lingkungan serta menjaga keberlangsungan kehidupan di masa depan.

Menurutnya, Polri tidak hanya berperan dalam menjaga keamanan, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial dalam mendorong pelestarian lingkungan. Hal ini diwujudkan melalui keterlibatan aktif dalam berbagai kegiatan yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Kapolres juga menekankan pentingnya sinergi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjaga lingkungan. Ia menyebut keberhasilan pelestarian alam tidak dapat dilakukan secara individu, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh elemen.

Selain penanaman pohon, kegiatan juga dirangkaikan dengan penyerahan bantuan sosial kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian sosial serta upaya mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat.

Pagar Penutup Proyek PSN SR di Wironini Roboh Dihantam Angin, Warga Pertanyakan Standar Keamanan

PASURUAN || Jejak-indonesia.id - Wironini Pagar penutup proyek strategis nasional (PSN) SR di wilayah Wironini dilaporkan roboh setelah diterjang angin kencang. Peristiwa ini memicu kekhawatiran warga sekitar sekaligus mempertanyakan standar keamanan dan kualitas pengerjaan proyek berskala besar tersebut.

Dalam pantauan di lokasi, pagar pembatas yang seharusnya menjadi pelindung area proyek tampak ambruk dan tidak lagi berfungsi sebagaimana mestinya. Material pagar terlihat tidak cukup kokoh untuk menahan terpaan angin, sehingga mudah tumbang dan berpotensi membahayakan pengguna jalan maupun warga sekitar.

Sejumlah warga menilai kejadian ini menjadi sinyal lemahnya pengawasan serta minimnya perhatian terhadap aspek keselamatan lingkungan proyek. “Kalau pagar saja bisa roboh hanya karena angin, bagaimana dengan konstruksi lainnya?” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Selain membahayakan keselamatan, robohnya pagar juga membuka akses bebas ke area proyek, yang berisiko dimasuki anak-anak atau masyarakat tanpa pengamanan memadai. Kondisi ini dinilai sebagai bentuk kelalaian kontraktor pelaksana dalam memastikan standar keselamatan kerja dan perlindungan publik terpenuhi.

Proyek yang dikategorikan sebagai PSN seharusnya menjadi contoh dalam penerapan manajemen risiko dan standar konstruksi yang ketat. Namun insiden ini justru menimbulkan pertanyaan besar: apakah percepatan proyek mengorbankan aspek kualitas dan keamanan?

Warga mendesak pihak pelaksana proyek dan instansi terkait segera melakukan evaluasi menyeluruh, memperbaiki pagar dengan konstruksi yang lebih kuat, serta memberikan penjelasan terbuka kepada publik. Transparansi dan akuntabilitas dinilai menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap proyek-proyek berskala nasional.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pelaksana proyek terkait penyebab pasti robohnya pagar maupun langkah penanganan yang akan dilakukan.​

Romi Kirangen, Harapan Baru Desa Tikela yang Tumbuh dari Kepercayaan Warga

TIKELA || Jejak-indonesia.id — Dukungan masyarakat terhadap Romi Kirangen terus mengalir dengan penuh keyakinan dan harapan. Sosok yang dikenal sederhana, ramah, dan dekat dengan warga ini kini mantap melangkah sebagai calon Hukumtua Desa Tikela.

Bagi banyak warga, Romi bukan sekadar figur yang muncul menjelang pemilihan, melainkan pribadi yang telah lama hadir dan tumbuh bersama masyarakat. Kepeduliannya terhadap berbagai persoalan desa, mulai dari kegiatan sosial hingga pembangunan, menjadi alasan kuat mengapa namanya begitu dipercaya.

“Beliau itu selalu ada untuk warga, tidak membeda-bedakan. Kami melihat ketulusan dalam setiap langkahnya,” ungkap salah satu warga dengan penuh harap.

Kehadiran Romi Kirangen dalam kehidupan masyarakat dinilai membawa energi positif. Ia dikenal aktif dalam kegiatan gotong royong, peduli terhadap kebutuhan warga, serta terbuka dalam mendengarkan aspirasi masyarakat. Hal inilah yang membuat dukungan terhadapnya terus menguat secara alami.

Pencalonan Romi Kirangen sebagai Hukumtua tidak hanya dipandang sebagai kontestasi semata, tetapi juga sebagai simbol harapan akan lahirnya kepemimpinan yang lebih dekat, transparan, dan berpihak pada kepentingan rakyat.

Dengan semangat kebersamaan, warga Desa Tikela berharap ke depan akan tercipta pembangunan yang merata, peningkatan kesejahteraan, serta pelayanan publik yang semakin baik dan humanis.

Pemilihan Hukumtua Desa Tikela pun menjadi momentum penting untuk menentukan arah masa depan desa. Di tengah harapan besar yang tumbuh, nama Romi Kirangen kini hadir sebagai representasi kepercayaan, kebersamaan, dan cita-cita akan perubahan yang lebih baik.

Kaperwil Sulut: Marflien

Tangkal Radikalisme Digital, Satgaswil Densus 88 Papua Barat Gelar ‘Vaksinasi Ideologi’ bagi Kader Ansor di Sorong

SORONG || Jejak-indonesia.id - Sebagai langkah proaktif membentengi generasi muda dari infiltrasi paham radikal, Satgaswil Densus 88 Antiteror Polri Papua Barat menggelar sosialisasi preventif bertajuk "Vaksinasi Ideologi". Kegiatan ini menyasar para kader Gerakan Pemuda (GP) Ansor di Kabupaten Sorong, Selasa (21/4/2026).

Berlangsung di Sekretariat NU Kabupaten Sorong mulai pukul 20.00 WIT, agenda ini fokus pada penguatan mentalitas pemuda dalam menghadapi ancaman paham IRET (Ideologi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme) yang kini masif menyasar ruang digital.

Kepala Satgaswil Papua Barat, Kombes Pol. Gede Suardana, S.Pd., M.M., memimpin langsung jalannya kegiatan. Dalam paparannya, ia menegaskan bahwa di era digital, pola penyebaran ideologi radikal telah bergeser ke media sosial. Oleh karena itu, generasi muda wajib memiliki kecakapan untuk mengenali ciri-ciri dan pola infiltrasi tersebut sejak dini.

"Kegiatan ini adalah bentuk vaksinasi ideologi. Kita ingin memastikan pemuda, khususnya Ansor, memiliki daya tangkal yang kuat terhadap narasi-narasi menyimpang yang dapat memecah belah bangsa," ujar Kombes Pol. Gede Suardana di hadapan para peserta.

Acara ini dihadiri oleh jajaran tokoh penting, di antaranya Rois Syuriah PWNU Papua Barat Daya, para alim ulama, serta Ketua Bidang PP GP Ansor, Sahabat Rustam H. Kalla. Turut hadir pula perwakilan TNI/Polri serta pengurus PCNU Kabupaten Sorong yang memberikan dukungan penuh terhadap upaya pencegahan ini.

Selain pemaparan materi, sosialisasi berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Peserta diajak untuk memahami dampak nyata dari ideologi radikal serta pentingnya menjaga nilai-nilai toleransi dan moderasi beragama di tengah masyarakat.

Sebagai rencana tindak lanjut, Densus 88 bersama GP Ansor berkomitmen untuk terus bersinergi dalam memproduksi konten-konten edukatif di media sosial sebagai kontra-narasi terhadap paham radikal. Selain itu, monitoring berkala dan deteksi dini akan terus ditingkatkan di wilayah Kabupaten Sorong guna menjaga kondusivitas dan semangat nasionalisme di Bumi Cenderawasih.