Sorry, we're closed Opens Jumat at 9:00 am

Redaksi

Kuatkan Layanan Kesehatan, Kasatgas PRR Serahkan Bantuan 5 Ambulans di Takengon

SUMATRA || Jejak-indonesia.id - Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian menyalurkan bantuan mobil ambulans untuk mendukung layanan kesehatan di lima Puskesmas terdampak bencana hidrometeorologi di Takengon, Aceh Tengah, Aceh, Senin (20/4/2026) malam.

Tito mengatakan bantuan lima ambulans yang diberikan kepada Kabupaten Aceh Tengah, berasal dari Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dan diperuntukkan bagi 5 Puskesmas terdampak bencana yang sempat terisolir di Aceh Tengah. Bantuan langsung diserahkan kepada Bupati Aceh Tengah Haili Yoga.

"Lima kendaraan dari Bapak Menkes (Budi Gunadi Sadikin) ini akan bermanfaat untuk tenaga kesehatan di Aceh Tengah," kata Tito.

Tito menegaskan, pemulihan fasilitas kesehatan menjadi salah satu atensi Satgas PRR sejak awal dibentuk Presiden Prabowo Subianto. Faskes menjadi salah satu garda terdepan dalam pemulihan sosial bagi penyintas bencana.

"Oleh karena itu, saya bersama Menkes menyerahkan sejumlah kendaraan dan juga peralatan kesehatan dukungan dari Kemenkes, kepada semua daerah yang terdampak bencana, di antaranya untuk Kabupaten Aceh Tengah," kata Tito.

Bupati Aceh Tengah Haili Yoga mengatakan lima ambulans yang diberikan Satgas PRR akan langsung digunakan untuk memperkuat 5 layanan Puskesmas yang sempat terisolir dan membutuhkan tambahan angkutan mobilitas. Lima Puskesmas itu terdiri dari: Puskesmas Bintang, Kepuyang, Pamar, Ketapang, dan Jagung.

"Kami atas nama masyarakat Aceh Tengah mengucapkan terima kasih kepada Menkes dan diberikan kepada Mendagri dan bapak Wakil Gubernur Aceh, untuk 5 Puskesmas yang terisolir. Masyarakat bahagia atas perhatian pemerintah luar biasa. Ambulan ini untuk melayani masyarakat. Jadi saya bahagia, semoga nanti petugas puskesmas semangat," kata Halili Yoga.

Sebagai informasi, kunjungan Kasatgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian, ke Aceh Tengah merupakan bagian rangkaian agenda meninjau progres rehabilitasi dan rekontruksi pascabencana, sekaligus memantau perkembangan kondisi terkini penyintas bencana di Aceh.

Dalam kesempatan tersebut turut hadir Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri Safrizal ZA, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, Bupati Aceh Tengah Haili Yoga, dan jajaran Forkopimda se-Kabupaten Aceh Tengah.

Gelontorkan Dana Tahap II, Pemerintah Percepat Perbaikan Rumah Terdampak Bencana

TAMIANG || Jejak-indonesia.id - Pemerintah menggelontorkan dana stimulan perbaikan rumah rusak tahap II kepada masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Aceh Tamiang. Langkah ini sebagai upaya pemerintah dalam mempercepat perbaikan rumah masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi Sumatera khususnya yang rusak ringan dan sedang.

Penyerahan bantuan tersebut berlangsung secara hybrid dari Kompleks Kantor Bupati Aceh Tamiang, Aceh, Selasa (21/4/2026). Penyerahan dipimpin oleh Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno yang didampingi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian.

Keduanya juga menyaksikan secara virtual penyerahan bantuan perbaikan rumah rusak di Kabupaten Tapanuli Tengah yang dipimpin oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto.

Sebelumnya, pemerintah telah menyerahkan bantuan tahap pertama pada 13 Februari 2026 yang dipimpin oleh Menko Pratikno dari Tapanuli Utara yang diikuti Mendagri di Aceh Tamiang dan Kepala BNPB di Lhokseumawe

Dalam penjelasannya, Mendagri yang juga menjabat sebagai Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera menekankan bahwa pemerintah sejak awal telah menyiapkan skema bantuan terstruktur berdasarkan tingkat kerusakan rumah warga, mulai dari rusak ringan, sedang, hingga berat atau hilang.

Ia menjelaskan, untuk rumah rusak ringan dan sedang, bantuan diberikan melalui BNPB masing-masing sebesar Rp15 juta dan Rp30 juta. Sementara itu, penanganan rumah rusak berat dilakukan melalui berbagai skema, termasuk pembangunan hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap) dengan melibatkan kementerian, lembaga, serta dukungan pihak nonpemerintah.

“Prinsip kita adalah ingin memberikan bantuan secepat mungkin, secepat mungkin, kenapa? Supaya yang terdampak betul-betul bisa memperbaiki rumahnya dan juga bersemangat kembali,” tegasnya.

Ia menambahkan, pemerintah menerapkan sistem pendataan bertahap agar bantuan dapat segera disalurkan tanpa harus menunggu seluruh wilayah terdampak selesai didata. Langkah ini dinilai penting untuk mencegah kerusakan rumah yang awalnya ringan atau sedang menjadi lebih parah akibat keterlambatan penanganan.

Di sisi lain, pemerintah tetap membuka peluang pengajuan pada tahap berikutnya bagi masyarakat yang belum terdata, dengan tetap melalui proses verifikasi yang ketat agar bantuan tepat sasaran. “Sehingga kita harapkan semua yang terdampak betul-betul dapat menerima bantuan dari pemerintah,” pungkasnya.

Sementata itu, Menko PMK Pratikno menjelaskan total bantuan yang diberikan di Aceh Tamiang dan Tapanuli Tengah pada kesempatan tersebut sebanyak Rp117, 96 miliar yang diberikan kepada sekitar 4.469 kepala keluarga (KK), baik yang rumahnya rusak ringan maupun sedang. Ia mengungkapkan, hingga saat ini total bantuan yang sudah diberikan pemerintah pusat kepada masyarakat di tiga provinsi terdampak sebanyak Rp654,87 miliar untuk 29.786 KK.

"Ini adalah bantuan untuk rumah rusak ringan dan rusak sedang untuk tiga provinsi. Jadi Bapak-Ibu mohon bantuan kepada Bapak-Ibu yang hadir di sini, ini (bantuan) dimanfaatkan secara baik," jelas Pratikno.

Dalam kesempatan tersebut, turut hadir Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi, Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Administrasi Kewilayahan (Adwil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Safrizal ZA, Rektor Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Halilul Khairi, serta pejabat terkait lainnya.

Satgas PRR

Sarinah Banyuwangi Jadi Ruang Kolektif Perempuan Dorong Perubahan Sosial

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id — Organisasi perempuan Sarinah Banyuwangi menegaskan perannya sebagai motor penggerak pemberdayaan perempuan melalui peringatan Hari Kartini 2026 yang digelar dalam bentuk sarasehan di Ballroom Hotel Kokoon, Selasa (21/4/2026).

Mengusung tema Perempuan sebagai Pilar Utama Pembangunan Karakter Bangsa, kegiatan ini dihadiri ratusan anggota Sarinah dari berbagai latar belakang, mulai dari pelaku usaha, akademisi, hingga kader politik.

Ketua Sarinah Banyuwangi, Indah Yeni, mengatakan organisasi yang dipimpinnya hadir sebagai ruang kolektif perempuan untuk berkontribusi nyata bagi masyarakat.

“Perempuan hari ini harus mampu mengambil peran strategis. Sarinah menjadi wadah bagi perempuan dari berbagai profesi untuk berkembang, menyuarakan gagasan, dan berkontribusi bagi bangsa,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa semangat emansipasi yang diperjuangkan R.A. Kartini kini harus diwujudkan dalam tindakan nyata, terutama dalam bidang pendidikan, sosial, dan politik.

Menurutnya, perempuan memiliki posisi penting dalam membentuk karakter generasi penerus, sekaligus berperan dalam pembangunan di berbagai sektor.

“Kalau perempuan kuat, berdaya, dan berpendidikan, maka kualitas bangsa juga akan meningkat,” kata Indah.

Kegiatan ini turut dihadiri Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani yang memberikan apresiasi terhadap konsistensi Sarinah dalam menggerakkan perempuan di daerah.

Ipuk menilai keberadaan organisasi seperti Sarinah menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperluas program pemberdayaan perempuan.

“Perempuan tidak hanya sebagai pendamping, tapi juga penentu arah pembangunan. Organisasi seperti Sarinah punya peran penting dalam mengedukasi, memotivasi, dan menguatkan perempuan,” ujar Ipuk.

Ia juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas perempuan, baik dari sisi pendidikan maupun kesehatan mental, agar mampu menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.

Acara berlangsung dinamis dengan rangkaian kegiatan, mulai dari pemotongan tumpeng, sarasehan bersama narasumber dari kalangan legislatif, hingga peragaan busana yang melibatkan anggota Sarinah.

Melalui kegiatan ini, Sarinah Banyuwangi berharap dapat terus memperluas gerakan perempuan yang inklusif dan berdampak, sekaligus mendorong lahirnya perempuan-perempuan tangguh yang mampu menjadi pilar pembangunan karakter bangsa.

Panen Raya Januari-Maret 2026, Produksi Padi Banyuwangi Capai 160 Ribu Ton

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id - Kabupaten Banyuwangi dikenal merupakan salah satu lumbung pangan nasional. Memasuki panen raya padi masa tanam I (MT1), Januari-Maret 2026, dari total luas lahan 24.652 hektare, produksi padi di Bumi Blambangan mencapai 160.239 ton.

"Alhamdulillah, kami bersyukur Banyuwangi menjadi salah satu daerah lumbung pangan nasional. Hasil panen para petani alhamdulilah baik," kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Senin (20/4/2026).

Panen raya ini tersebar hampir di seluruh Kecamatan di Banyuwangi. Termasuk salah satunya di Dusun Salamrejo, Desa Sumbergondo, Kecamatan Glenmore.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi, Danang Hartanto menerangkan, produktivitas padi di Banyuwangi mencapai 6,8 ton hingga 7 ton per hektar.

"Begitupun dengan hasil panen di desa-desa lainnya, rata-rata produktivitas padi petani mencapai 6,8 ton hingga 7 ton per hektare. Pemkab terus mendorong peningkatan produktivitas tersebut," ujar Danang.

Pada 2025 lalu, total produksi beras daerah mencapai 546.923 ton dengan surplus sebesar 383.258 ton setelah dikurangi kebutuhan konsumsi masyarakat.

"Kita optimis tahun ini Banyuwangi kembali surplus, karena tiap tahun trennya memang selalu surplus," ujar Danang. (*)

Ngopi Sambil Nikmati Senja Glenmore, Sensasi Destinasi Baru di Kaki Gunung Raung Banyuwangi

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id - Destinasi wisata di Banyuwangi seolah tak ada habisnya. Salah satu destinasi yang kini tengah naik daun adalah Wisata Pesona Senja (Sunset Point) di Dusun Salamrejo, Desa Sumbergondo, Kecamatan Glenmore. Pengunjung bisa ngopi sambil menikmati senja di pinggiran aliran sungai di kaki Gunung Raung.

Sesuai julukannya sebagai Sunset Point Salamrejo, destinasi ini menawarkan perpaduan unik antara hamparan sawah asri, suara gemericik air, dan latar belakang megah Gunung Raung. Keunikan kian bertambah dengan pemandangan kereta api yang melintas hanya berjarak 800 meter dari lokasi wisata.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani memberikan apresiasi tinggi atas kreativitas warga desa dalam mengelola potensi alamnya menjadi penggerak ekonomi. Apalagi, tambah Ipuk, Glenmore dan Kalibaru juga dikenal dengan Kopi Raung akan kian terbranding melalui kegiatan ini.

"Mudah-mudahan ini jadi magnet meningkatkan minat orang datang ke Glenmore. Kami Pemkab siap mendukung. Pesan saya, kelola sampah dengan baik dan jaga produk UMKM agar pengunjung pulang membawa kesan yang mendalam," kata Bupati Ipuk, Senin (20/4/2026).

Guna memperkuat promosi, Desa Sumbergondo menggelar event bertajuk "Ngopi Pinggir Kali dan Tubing" pada 18-19 April 2026 lalu. Event itu diramaikan pengunjung untuk menikmati kuliner UMKM lokal sambil lesehan menunggu matahari terbenam.

Daya tarik Pesona Senja bahkan memikat wisatawan luar daerah, seperti Dewi Fatmawati asal Jember. Ia mengaku terkesan dengan kebersihan sungai dan keramahan warga sekitar.

"Pengalaman saya tubing di Pesona Senja ini luar biasa sekali. Sungainya sangat bersih dan segar. Suasananya asyik dan masyarakatnya ramah, sangat sejuk untuk berlibur bersama keluarga," ujar Dewi.

Sementara itu, Kepala Desa Sumbergondo, Taufik Hidayat, mengungkapkan bahwa sejak didirikan tiga tahun lalu, destinasi ini mendapat antusiasme dari masyarakat, bahkan kunjungan cenderung meningkat.

"Wisata ini tidak pernah sepi, terutama saat weekend, pengunjung bisa tembus 500 orang lebih. Alhamdulillah, omzet satu UMKM bisa mencapai satu juta rupiah dalam sehari di hari libur," jelas Taufik.

Taufik menambahkan, saat ini ada 20 UMKM yang terlibat aktif menjajakan aneka ragam makanan, minuman, termasuk kopi asli dari petani Glenmore.

"Kami juga terus berkomitmen menjaga kelestarian lingkungan dengan rutin mengimbau pengunjung agar tidak membuang sampah ke sungai," ujar dia. (*)