Sorry, we're closed Opens Jumat at 9:00 am

Redaksi

Wakapolres Metro Jakbar Akbp Rezi Dharmawan Pimpin Apel, Ingatkan Anggota Tetap Humanis dan Profesional

JAKARTA || Jejak-indonesia.id - Dalam semangat Peringati Hari Kartini, Sebanyak 244 personel Polres Metro Jakarta Barat mengikuti kegiatan apel pagi jam pimpinan yang dilaksanakan pada Selasa (21/4/2026) pukul 08.00 WIB di Lapangan Hijau Mapolres Metro Jakarta Barat, Jalan Daan Mogot KM 2.

Apel tersebut dipimpin langsung oleh Wakapolres Metro Jakarta Barat, AKBP Rezi Dharmawan, S.I.K., M.I.K., serta dihadiri para Pejabat Utama (PJU), para Kapolsek jajaran, dan seluruh personel dari berbagai satuan fungsi.

Dalam arahannya, Wakapolres Metro Jakarta Barat Akbp Rezi Dharmawan menekankan pentingnya kepekaan terhadap dinamika situasi yang berkembang, baik di tingkat global maupun nasional, yang berpotensi berdampak pada situasi kamtibmas di wilayah.

Ia juga mengingatkan para perwira dan pimpinan satuan untuk terus melakukan pengawasan terhadap kesiapan anggota di lapangan.

Selain itu, seluruh personel diimbau untuk menghindari segala bentuk pelanggaran sekecil apa pun, sebagai bentuk komitmen menjaga integritas dan kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.

“Sebagai anggota Polri, kita harus tunduk dan patuh terhadap setiap perintah serta kebijakan pimpinan, serta saling mendukung dalam pelaksanaan tugas guna memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tegasnya.

Mengakhiri arahannya, Wakapolres mengajak seluruh personel untuk senantiasa berdoa agar diberikan perlindungan dan kelancaran dalam menjalankan tugas.

Apel pagi ini menjadi momentum untuk memperkuat soliditas, disiplin, serta semangat kebersamaan dalam mewujudkan Polri yang profesional, humanis, dan Presisi di tengah masyarakat.

( *Humas Polres Metro Jakarta Barat* )

Semangat Hari Kartini, Polisi Edukasi Pelajar SD Soal Keselamatan Berkendara

JAKARTA || Jejak-indonesia.id - Dalam rangka memperingati Hari Kartini, Bhabinkamtibmas Kelurahan Joglo Polsek Kembangan Polres Metro Jakarta Barat Aiptu Sugiyono melaksanakan kegiatan Police Go To School pada Selasa pagi (21/4/2026) di McDonald’s Alfa Indah, Kembangan, Jakarta Barat.

Kegiatan yang dimulai pukul 07.30 WIB ini menghadirkan suasana edukatif dan penuh kehangatan, di mana polisi hadir lebih dekat dengan anak-anak sebagai sahabat sekaligus pembimbing.

Berkolaborasi dengan manajemen McDonald’s Alfa Indah, Aiptu Sugiyono memberikan edukasi kepada siswa-siswi SDN 06 Joglo terkait pentingnya tertib berlalu lintas sejak usia dini.

Dalam penyampaiannya, ia menyoroti fenomena maraknya penggunaan sepeda listrik di lingkungan permukiman yang sebagian besar digunakan oleh anak-anak. Tanpa pemahaman yang cukup, kondisi ini dinilai berpotensi menimbulkan risiko kecelakaan.

Melalui pendekatan yang humanis dan komunikatif, anak-anak diajak memahami pentingnya keselamatan saat berkendara. Mereka diimbau untuk selalu memperhatikan batas kecepatan, khususnya saat melintasi tikungan, tidak membawa penumpang melebihi kapasitas, serta tidak menggunakan sepeda listrik hingga ke jalan raya.

Momentum Hari Kartini ini dimanfaatkan sebagai pengingat bahwa generasi muda, baik laki-laki maupun perempuan, memiliki peran penting dalam membangun budaya disiplin dan keselamatan di masyarakat. Dengan edukasi sejak dini, diharapkan anak-anak dapat tumbuh menjadi generasi yang lebih sadar aturan, bertanggung jawab, dan peduli terhadap keselamatan diri maupun orang lain.

( *Humas Polres Metro Jakarta Barat* )

Walkable City dan Ruang Hijau, Mendagri Ungkap Cara “Murah” Tekan Biaya Kesehatan Kota

ACEH || Jejak-indonesia.id – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengungkapkan pentingnya pembangunan kota yang berorientasi pada kesehatan masyarakat melalui penyediaan ruang hijau dan penguatan konsep kota ramah pejalan kaki (walkable city). Pendekatan ini dinilai sebagai langkah strategis sekaligus efisien untuk menekan biaya kesehatan dalam jangka panjang.

Dalam forum Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI), Mendagri mengingatkan bahwa pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada pertumbuhan ekonomi jangka pendek, tetapi juga perlu mempertimbangkan dampak kesehatan dan kualitas hidup masyarakat.

“Dengan membangun taman yang banyak, ruang hijau yang banyak untuk kegiatan olahraga, ada pedesterian, itu jauh lebih murah dibanding biaya mereka untuk mensubsidi masyarakat yang terkena penyakit," tegasnya di Banda Aceh, Senin (20/4/2026).

Ia menjelaskan, konsep walkable city mendorong terciptanya ruang kota yang nyaman untuk berjalan kaki, berolahraga, dan berinteraksi sosial. Menurutnya, kota yang dirancang dengan pendekatan tersebut akan berkontribusi pada peningkatan kesehatan masyarakat sekaligus produktivitas warga.

Mendagri juga mencontohkan praktik baik yang diterapkan di Singapura, yang berhasil mengintegrasikan ruang hijau dan fasilitas publik dalam perencanaan kotanya. Ia menilai, investasi pada taman dan jalur pedestrian terbukti memberikan manfaat ekonomi yang signifikan, termasuk dalam menekan beban pembiayaan sektor kesehatan.

Lebih lanjut, Mendagri mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan pemanfaatan ruang kota. Ia mengajak pemerintah daerah (Pemda) untuk tetap mempertahankan ruang terbuka hijau sebagai bagian dari sistem penyangga lingkungan.

"Jangan sampai semuanya di-convert menjadi daerah komersial semua. Pemukiman semua. Kalau itu di-convert menjadi pemukiman ... semua, maka yang terjadi nanti, satu, ruang hijaunya untuk bantalannya enggak ada. Tiba-tiba apa? Banjir,” ujarnya.

Menurutnya, konsistensi dalam kebijakan tata ruang menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan pembangunan kota, sekaligus mencegah berbagai persoalan lingkungan seperti banjir dan penurunan kualitas ekosistem.

Sebagai ilustrasi, Mendagri menyinggung pembangunan Bandara Banyuwangi yang mengusung konsep ramah lingkungan dengan memaksimalkan ventilasi alami dan meminimalkan penggunaan pendingin udara. Ia menilai, komitmen dalam mempertahankan konsep tersebut menunjukkan pentingnya konsistensi kebijakan dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan.

Ia menambahkan, keberadaan ruang hijau memiliki peran penting tidak hanya dari sisi estetika, tetapi juga sebagai ruang resapan air dan penyangga keseimbangan lingkungan. Tanpa pengelolaan tata ruang yang baik, berbagai risiko seperti penyempitan sungai dan potensi banjir dapat meningkat.

Terakhir, Mendagri mengajak kepala daerah untuk memandang kota sebagai ruang hidup yang mendukung kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh, bukan semata sebagai pusat aktivitas ekonomi.

Puspen Kemendagri

Mendagri Ingatkan Kepala Daerah: Korupsi dan Pemborosan Bisa Hancurkan Kepercayaan Publik

ACEH || Jejak-indonesia.id - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengingatkan pentingnya menjaga integritas dan efisiensi dalam pengelolaan pemerintahan daerah. Hal ini disampaikannya menyikapi masih adanya kasus korupsi dan pemborosan anggaran yang berpotensi memengaruhi citra kepala daerah secara luas.

Dalam arahannya pada forum Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI), Mendagri menekankan bahwa dua hal yang perlu menjadi perhatian utama adalah praktik korupsi dan inefisiensi dalam penggunaan anggaran.

"Tolonglah teman-teman kepala daerah, ini menjaga betul diri masing-masing, membuat kebijakan juga. Karena terutama dari kasus korupsi dan kasus inefisiensi. Dua ini, korupsi sama inefisiensi, pemborosan," tegasnya di Banda Aceh, Senin (20/4/2026).

Ia menjelaskan, persepsi publik saat ini sangat dipengaruhi oleh pemberitaan media. Ketika terjadi operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atau kasus pemborosan anggaran, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh individu, tetapi juga dapat meluas ke seluruh pemerintah daerah (Pemda).

Mendagri menuturkan, kondisi tersebut berpotensi memengaruhi tingkat kepercayaan antara daerah dan pemerintah pusat. Ia menyebut, kepercayaan yang terjaga menjadi faktor penting dalam mendukung kelancaran pengajuan anggaran daerah, seperti Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK), maupun Dana Bagi Hasil (DBH).

Meski demikian, Mendagri mengapresiasi banyaknya kepala daerah yang telah bekerja dengan baik dan menghadirkan berbagai inovasi. Namun, menurutnya, capaian positif tersebut kerap tertutupi oleh pemberitaan negatif yang lebih cepat menyebar atau viral.

Ia mencontohkan analogi sederhana, bahwa ratusan ribu orang dapat bekerja dengan baik, tetapi satu kesalahan yang menjadi perhatian publik dapat membentuk persepsi yang kurang berimbang. Oleh karena itu, Mendagri mendorong asosiasi kepala daerah untuk lebih aktif membangun narasi positif dengan mempublikasikan prestasi dan inovasi daerah secara berkelanjutan.

Selain penguatan tata kelola, Mendagri juga menekankan pentingnya komunikasi publik yang transparan. Menurutnya, upaya pencegahan korupsi perlu berjalan seiring dengan keterbukaan informasi serta publikasi kinerja pemerintah daerah.

"Nah, oleh karena itu, ini masalah persepsi, di samping kita memperbaiki tentunya. Memperbaiki untuk betul-betul hati-hati terhadap praktik koruptif," ujarnya.

Pernyataan Mendagri tersebut menjadi penegasan bahwa pemerintah pusat terus mendorong penguatan integritas di daerah. Ia menambahkan, hubungan yang harmonis antara pemerintah pusat dan daerah sangat ditopang oleh kepercayaan, yang dibangun melalui kinerja yang baik serta persepsi publik yang positif.

Puspen Kemendagri

*

Banda Aceh – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengingatkan pentingnya menjaga integritas dan efisiensi dalam pengelolaan pemerintahan daerah. Hal ini disampaikannya menyikapi masih adanya kasus korupsi dan pemborosan anggaran yang berpotensi memengaruhi citra kepala daerah secara luas.

Dalam arahannya pada forum Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI), Mendagri menekankan bahwa dua hal yang perlu menjadi perhatian utama adalah praktik korupsi dan inefisiensi dalam penggunaan anggaran.

"Tolonglah teman-teman kepala daerah, ini menjaga betul diri masing-masing, membuat kebijakan juga. Karena terutama dari kasus korupsi dan kasus inefisiensi. Dua ini, korupsi sama inefisiensi, pemborosan," tegasnya di Banda Aceh, Senin (20/4/2026).

Ia menjelaskan, persepsi publik saat ini sangat dipengaruhi oleh pemberitaan media. Ketika terjadi operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atau kasus pemborosan anggaran, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh individu, tetapi juga dapat meluas ke seluruh pemerintah daerah (Pemda).

Mendagri menuturkan, kondisi tersebut berpotensi memengaruhi tingkat kepercayaan antara daerah dan pemerintah pusat. Ia menyebut, kepercayaan yang terjaga menjadi faktor penting dalam mendukung kelancaran pengajuan anggaran daerah, seperti Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK), maupun Dana Bagi Hasil (DBH).

Meski demikian, Mendagri mengapresiasi banyaknya kepala daerah yang telah bekerja dengan baik dan menghadirkan berbagai inovasi. Namun, menurutnya, capaian positif tersebut kerap tertutupi oleh pemberitaan negatif yang lebih cepat menyebar atau viral.

Ia mencontohkan analogi sederhana, bahwa ratusan ribu orang dapat bekerja dengan baik, tetapi satu kesalahan yang menjadi perhatian publik dapat membentuk persepsi yang kurang berimbang. Oleh karena itu, Mendagri mendorong asosiasi kepala daerah untuk lebih aktif membangun narasi positif dengan mempublikasikan prestasi dan inovasi daerah secara berkelanjutan.

Selain penguatan tata kelola, Mendagri juga menekankan pentingnya komunikasi publik yang transparan. Menurutnya, upaya pencegahan korupsi perlu berjalan seiring dengan keterbukaan informasi serta publikasi kinerja pemerintah daerah.

"Nah, oleh karena itu, ini masalah persepsi, di samping kita memperbaiki tentunya. Memperbaiki untuk betul-betul hati-hati terhadap praktik koruptif," ujarnya.

Pernyataan Mendagri tersebut menjadi penegasan bahwa pemerintah pusat terus mendorong penguatan integritas di daerah. Ia menambahkan, hubungan yang harmonis antara pemerintah pusat dan daerah sangat ditopang oleh kepercayaan, yang dibangun melalui kinerja yang baik serta persepsi publik yang positif.

Puspen Kemendagri

Wamendagri Ribka Haluk: Transformasi Bandara Douw Aturure di Nabire Jadi Simbol Harapan

NABIRE || Jejak-indonesia.id – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk menyampaikan rasa syukur atas terwujudnya pengembangan Bandara Douw Aturure yang kini mampu didarati pesawat berbadan besar. Menurutnya, transformasi bandara tersebut menjadi simbol harapan bagi pembangunan yang lebih baik. Hal itu disampaikan Ribka usai mendampingi kunjungan kerja Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka di Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Senin (20/4/2026).

“Hari ini tanggal 20 April 2026 saya Wakil Menteri Dalam Negeri, merasa bersukacita sekali karena apa yang kami impikan pada saat itu, yakni memperpanjang Bandara Douw Aturure untuk didarati oleh pesawat Boeing, semuanya sudah terwujud. Hari ini pesawat Wakil Presiden Republik Indonesia mendarat di Bandara Douw Aturure,” katanya.

Ia menambahkan, keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa upaya pembangunan yang dilakukan selama ini tidak sia-sia. Menurutnya, realisasi ini merupakan wujud kasih Tuhan bagi masyarakat Papua Tengah. Ribka juga mengingat perjalanan awalnya saat menjabat sebagai penjabat gubernur di wilayah tersebut yang penuh tantangan.

“Pada saat saya pertama di sini sebagai penjabat gubernur, saya sempat tersujud di bandara. Banyak orang yang sempat meragukan bahkan memfitnah, tetapi Tuhan izinkan semuanya bisa berjalan dengan baik,” ujarnya.

Dalam kunjungan tersebut, Wapres Gibran meninjau langsung kesiapan dan pengembangan bandara guna memastikan infrastruktur transportasi udara mampu mendukung mobilitas masyarakat serta pertumbuhan ekonomi wilayah. Peninjauan ini merupakan bagian dari pelaksanaan arahan Presiden Prabowo Subianto terkait percepatan pembangunan infrastruktur strategis di kawasan timur Indonesia.

Sementara itu, Kepala Bidang Penerbangan Dinas Perhubungan Provinsi Papua Tengah Samuel Ricky Rantelimbong menjelaskan bahwa Bandara Douw Aturure dikelola oleh Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas II Nabire dengan fasilitas sisi udara dan sisi darat yang terus dikembangkan.

“Bandara ini memiliki fasilitas sisi udara seperti runway, apron, taxiway, runway strip, serta fasilitas sisi darat seperti terminal penumpang, terminal kargo, powerhouse, dan bangunan penunjang lainnya,” paparnya.

Ia menyebut, runway telah diperpanjang dari 1.600 meter menjadi 2.500 meter sehingga memungkinkan pesawat jenis Boeing untuk mendarat. Infrastruktur ini sangat menunjang kebutuhan penerbangan bagi pesawat dengan kapasitas besar. Meski demikian, pengembangan lanjutan masih diperlukan, terutama pada terminal penumpang yang saat ini masih berstandar pesawat ATR.

“Untuk itu diperlukan pengembangan ke depan seperti pelebaran runway, perluasan apron, pengembangan terminal, pembangunan garbarata, serta peningkatan fasilitas pendukung lainnya,” tambahnya.

Kunjungan kerja ini turut dihadiri sejumlah pejabat, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago, Kepala Badan Pengarah Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua Tengah Petrus Waine, serta Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Wakil Presiden Al Muktabar.

Melalui peninjauan berbagai infrastruktur strategis tersebut, pemerintah pusat menegaskan komitmennya dalam mempercepat pembangunan serta memperkuat konektivitas di Papua Tengah sebagai daerah otonomi baru.

Puspen Kemendagri