Closing soon Closes at 5:00 pm

Redaksi

Sentuhan Kepedulian, Lapas Tabanan Hadir Untuk Keluarga Warga Binaan

TABANAN || Jejak-indonesia.id – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tabanan kembali menyalurkan bantuan sosial (bansos) kepada keluarga Warga Binaan yang dilaksanakan di Aula Candra Prabhawa, Rabu (22/04). Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian yang tidak hanya hadir di dalam tembok pembinaan, tetapi juga dirasakan oleh keluarga yang menanti di luar sebagai bentuk perhatian dan dukungan nyata.

Penyerahan 5 paket bansos yang berisi beras, telor, gula dan minyak goreng ini dilakukan langsung oleh jajaran pejabat struktural dan petugas Lapas Tabanan. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan Pemasyarakatan yang humanis, sekaligus memperkuat hubungan emosional antara Lapas dan masyarakat.

Mewakili Kepala Lapas, Agung Satyahardika selaku Kepala Seksi Administrasi Keamanan dan Tata Tertib menegaskan bahwa perhatian terhadap keluarga Warga Binaan merupakan bagian penting dalam proses pembinaan yang menyeluruh.

“Kami ingin memastikan bahwa pembinaan tidak hanya berfokus pada Warga Binaan, tetapi juga memperhatikan kondisi keluarga mereka. Meskipun sederhana, dukungan sosial seperti ini kami harapkan mampu memberikan kekuatan dan harapan sehingga proses pembinaan dapat berjalan lebih optimal,” ujar Agung.

Rasa haru pun datang dari salah satu penerima bantuan, Ibu Wati, yang mengaku sangat terbantu dengan perhatian yang diberikan. “Bantuan ini sangat berarti bagi kami. Kami merasa diperhatikan dan tidak sendiri menghadapi kondisi ini. Terima kasih atas kepedulian dari Lapas Tabanan,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, Lapas Tabanan menegaskan perannya tidak hanya sebagai tempat pembinaan, tetapi juga sebagai bagian dari lingkungan sosial yang peduli dan hadir memberikan dukungan. Diharapkan, langkah ini dapat memperkuat harapan keluarga sekaligus mendukung Warga Binaan untuk kembali ke masyarakat dengan semangat yang lebih baik.

Kontributor: Humas Lapas Tabanan

Hormati Pandangan Tokoh Bangsa, Wapres Gibran: Pak JK Itu Idola Saya

SORONG || Jejak-indonesia.id - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka menyampaikan rasa hormat dan apresiasinya terhadap Wapres ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla, menyusul pernyataan tokoh senior tersebut terkait perjalanan politik Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.

Hal ini disampaikan Wapres Gibran ketika menanggapi pertanyaan awak media usai meninjau RSUD JP Wanane, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, Rabu (22/04/2026).

Mengawali tanggapannya, Wapres menegaskan kedekatannya dengan tokoh yang biasa disapa “Pak JK” tersebut sebagai sosok senior sekaligus mentor dalam perjalanan kepemimpinannya.

“Pak JK itu senior saya, Pak JK itu mentor juga,” lanjutnya.

Menurut Wapres, pengalaman panjang Jusuf Kalla dalam pemerintahan menjadikannya figur yang memiliki kontribusi besar bagi bangsa, khususnya dalam penyelesaian konflik di berbagai daerah.

“Beliau sudah sangat berpengalaman, beliau banyak kiprah dan kontribusinya untuk negeri ini, terutama di daerah-daerah konflik,” tuturnya.

Karena itu, Wapres menilai Pak JK sebagai teladan yang patut dicontoh oleh generasi pemimpin saat ini.

“Jadi beliau itu adalah teladan untuk kita semua,” tegasnya.

Wapres juga menyampaikan apresiasi atas berbagai masukan dan evaluasi yang diberikan oleh Jusuf Kalla, yang dinilainya penting dalam memperkaya perspektif kepemimpinan nasional.

“Dan ya saya sangat berterima kasih sekali untuk masukan-masukan dan juga evaluasi dari Pak JK,” imbuhnya.

Di akhir pernyataannya, Wapres kembali menegaskan kekagumannya terhadap sosok Jusuf Kalla.

“Pak JK itu idola saya,” pungkasnya.

Pernyataan Wapres Gibran tersebut merespons pandangan Jusuf Kalla yang menyebut dirinya memiliki peran dalam perjalanan politik Presiden Joko Widodo sejak awal hingga menjadi Presiden.

Di tengah dinamika tersebut, Wapres tidak masuk ke polemik, namun menekankan pentingnya menjaga sikap saling menghormati antartokoh bangsa serta merawat narasi kebangsaan yang konstruktif.

Turut hadir mendampingi Wapres dalam keterangan pers ini, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago, Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk, Ketua Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua Velix Wanggai, serta Plt. Sekretaris Wakil Presiden Al Muktabar.

Polsek Belawan Tangkap Pelaku Begal di Dalam Angkot Jalan Yos Sudarso

BELAWAN || Jejak-indonesia.id - Polsek Belawan berhasil mengungkap kasus tindak pidana pencurian dengan kekerasan (begal) yang terjadi di Jalan Yos Sudarso, tepatnya di depan Hotel Budi, Kelurahan Belawan Bahari, Kecamatan Medan Belawan. Penangkapan terhadap pelaku dilakukan pada Rabu (22/4/2026).

Tersangka yang berhasil diamankan berinisial AY (22), warga Kelurahan Belawan Bahari. Sementara itu, satu orang rekannya masih dalam pengejaran petugas.

Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Rosef Efendi, SIK., MH., CPHR., melalui Kapolsek Belawan AKP Ponijo, S.IP., menjelaskan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (26/3/2026) sekitar pukul 20.55 WIB.

“Awalnya korban berinisial AH menaiki angkot nomor 81 dengan tujuan Belawan. Setibanya di depan Hotel Budi, dua orang pelaku naik ke dalam angkot dan langsung menodongkan pisau ke arah korban sambil mengancam,” ujar AKP Ponijo.

Ia menambahkan, pelaku sempat mengancam korban agar menyerahkan barang berharganya.

“Pelaku mengatakan "sini tasmu, kutikam kau nanti". Korban sempat berteriak, namun tidak ada yang menolong. Setelah berhasil merampas tas korban, pelaku langsung turun dan melarikan diri ke belakang Hotel Budi,” jelasnya.

Setelah menerima laporan dari korban, Polsek Belawan langsung melakukan penyelidikan hingga akhirnya berhasil mengungkap keberadaan pelaku.

“Berdasarkan hasil penyelidikan, kami mendapatkan informasi keberadaan tersangka di wilayah Kelurahan Belawan Bahari dan langsung melakukan pengejaran hingga berhasil diamankan,” tambahnya.

Dari hasil interogasi awal, tersangka mengakui perbuatannya melakukan aksi begal tersebut bersama satu orang rekannya yang saat ini masih buron.

“Tersangka mengakui melakukan aksi tersebut bersama rekannya. Selain itu, yang bersangkutan juga mengakui terlibat dalam aksi begal di tiga lokasi lainnya bersama kelompoknya,” ungkapnya.

Saat ini, Polsek Belawan masih terus melakukan pengembangan dan pengejaran terhadap pelaku lainnya yang terlibat dalam aksi kejahatan tersebut.

“Kami akan terus melakukan pengejaran terhadap pelaku lain serta mengungkap kasus-kasus begal lainnya demi menciptakan rasa aman di tengah masyarakat,” tegas AKP Ponijo.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan segera melaporkan apabila menjadi korban atau mengetahui adanya tindak kejahatan melalui Call Center 110 Polri.

Dengan pengungkapan ini, diharapkan dapat menekan angka kejahatan jalanan serta memberikan efek jera kepada para pelaku kriminal.

Tiba di Raja Ampat, Wapres Disambut Tarian Gale-Gale dan Prosesi Adat Mansorandak

RAJA AMPAT || Jejak-indonesia.id - Melanjutkan rangkaian agenda kunjungan kerjanya di Papua Barat Daya, Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming mengunjungi Kabupaten Raja Ampat, Rabu (22/04/2026).

Kedatangan Wapres beserta rombongan di Bandara Marinda, disambut hangat masyarakat setempat dengan suguhan Tari Gale-Gale yang dibawakan oleh 20 orang penari. Tarian penyambutan ini menjadi simbol kegembiraan dan rasa syukur atas kehadiran Wapres di Raja Ampat.

Usai pertunjukan tari, Wapres kemudian mengikuti prosesi adat Mansorandak yang dipimpin oleh seorang Tetua Adat. Dalam prosesi tersebut, digelar tikar anyaman pelepah sagu yang disebut senat dan dilapisi kain putih. Di atasnya tersaji berbagai perlengkapan adat, seperti piring, pinang, sirih, kapur, bunga, noken, serta topi tradisional (kayafyof).

Sebagai bagian dari prosesi, Wapres diberikan piring yang menjadi simbol penerimaan, serta dipakaikan topi dan noken oleh Tetua Adat. Prosesi ini menjadi penanda penghormatan sekaligus penerimaan masyarakat terhadap kehadiran Wapres di wilayah Raja Ampat.

Prosesi Mansorandak merupakan tradisi adat yang diperuntukkan bagi tokoh yang pertama kali menginjakkan kaki di Raja Ampat. Ritual ini dipimpin oleh seorang Tetua Adat dengan untaian harapan dan doa untuk memohon kebaikan bagi tamu yang datang.

Melalui prosesi ini, kehadiran Wapres bersama rombongan diharapkan membawa dampak positif bagi masyarakat Raja Ampat. Selain itu, dalam prosesi ini juga dipanjatkan doa agar selama berada di Raja Ampat, Wapres dan rombongan direstui para leluhur dan senantiasa memperoleh perlindungan dari Tuhan Yang Maha Kuasa, sehingga nantinya dapat kembali berkumpul dengan keluarga dalam keadaan selamat tanpa kekurangan suatu apa pun.

“Selamat datang di Raja Ampat dan kami lakukan prosesi Mansorandak ini agar Bapak Wakil Presiden bersama rombongan menjadi bagian dari kami di Raja Ampat dan selalu dalam perlindungan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa, juga seluruh penghuni alam raya Raja Ampat yang ada di gunung maupun di arus laut kami mohon untuk melindungi dan menjaga Bapak Wakil Presiden bersama dengan seluruh jajaran agar tiba di Raja Ampat dengan harapan yang baru dan baik, dan tentunya kembali dengan tidak kekurangan sesuatu apapun dan bertemu dengan keluarga,” ucap Tetua Adat.

Penyambutan tersebut mencerminkan kuatnya nilai-nilai budaya dan kearifan lokal serta penghormatan masyarakat Papua terhadap tamu yang datang berkunjung, sekaligus menjadi simbol eratnya hubungan antara pemerintah dan masyarakat di daerah.

Tampak turut menyambut ketibaan Wapres dan rombongan di bandara, Wakil Gubernur Papua Barat Daya Ahmad Nausrau, Bupati Raja Ampat Orideko Iriano Burdam, Kapoksahli Kodau III Marsma TNI Trinanda Hasan Febrianto, Dandim 1805/Raja Ampat Letkol Inf Syahrul Usman, serta Kapolres Raja Ampat AKBP Jems Oktovianus Tegai.

Sementara, dalam kunjungan ini Wapres didampingi oleh Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago, Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk, Ketua Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua Velix Wanggai, Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu, dan Plt. Sekretaris Wakil Presiden Al Muktabar.

Satgas Yonif 410/ALG Pos Jagiro Laksanakan Komsos di Kampung Jagiro

TELUK BINTUNI || Jejak-indonesia.id - Satgas Pamtas RI-PNG Kewilayahan Yonif 410/ALG Pos Jagiro yang dipimpin oleh Serda Hendro melaksanakan kegiatan Komsos di kampung Jagiro, Distrik Moskona Selatan, Kab. Teluk Bintuni, Prov Papua Barat. Pada Hari Kamis (23/04/2026).

Satgas Yonif 410 Alugoro, Pos Jagiro, sedang melaksanakan kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos) dikampung Jagiro, Distrik moskona selatan, Papua Barat. Dalam kegiatan ini, personel Satgas berdialog dengan warga, membahas tentang kebutuhan dan permasalahan masyarakat setempat, seperti akses ke fasilitas kesehatan dan pendidikan.

Mereka juga membahas tentang program-program TNI yang dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, seperti program bantuan sosial dan pembangunan infrastruktur. Masyarakat antusias dengan kehadiran Satgas dan berharap dapat terus berkolaborasi untuk meningkatkan kualitas hidup di daerah mereka.

Kegiatan Komsos ini bertujuan untuk mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya kerjasama dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan masyarakat dapat memiliki akses ke informasi dan sumber daya yang lebih baik.

Autentikasi: Pen Satgas Pamtas Kewilayahan RI-PNG Yonif 410 Alugoro