Sorry, we're closed Opens Jumat at 9:00 am

Redaksi

Rakernis Fungsi Pamobvit, Kapolda Kalteng Tekankan Peningkatan Kualitas Layanan Pengamanan

PALANGKA RAYA || Jejak-indonesia.id - Kapolda Kalimantan Tengah (Kalteng) Irjen Pol Iwan Kurniawan, S.IK., M.Si. membuka secara langsung Rapat kerja teknis (Rakernis) Fungsi Pamobvit T.A. 2026, bertempat di Aula Arya Dharma, Mapolda setempat, Selasa (21/4/2026).

Kegiatan ini mengusung tema 'Optimalisasi Jasa Pengamanan Polri Pada Obvitnas/Obvit Tertentu Menuju Sertifikasi Sistem Manajemen Pengamanan (SMP) dan Target PNBP Jasa Pengamanan Polri Tahun 2026'.

Hadir dalam kegiatan, Wakapolda Kalteng Brigjen Pol Drs. Yosi Muhamartha, para pejabat utama Polda, serta personel pengemban fungsi Obvit jajaran Polda Kalteng.

Dalam arahannya, Kapolda Kalteng menyampaikan bahwa kegiatan ini digelar sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan pengamanan objek vital yang profesional, unggul dan terstandar.

"Tugas pengamanan itu tidak hanya sebatas penjagaan, tetapi juga mencakup mitigasi, deteksi dini potensi gangguan, serta membangun sinergi kuat dengan pengelola objek. Jadi layanan pengamanan Polri harus mencerminkan sikap profesional, humanis, dan proporsional," tegas Kapolda.

Irjen Iwan menilai bahwa sertifikasi Sistem Manajemen Pengamanan (SMP) merupakan kebutuhan strategis sebagai indikator pemenuhan standar nasional dan internasional.

"Untuk itu, saya minta agar seluruh personel Polri pengemban fungsi Obvit menjadikan setifikat ini momentum untuk berbenah dalam mningkatkan kualitas pelayanan," ujarnya.

Selain itu, terkait target Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) 2026, Kapolda menyebut bahwa peningkatan kualitas layanan akan mendorong kepercayaan mitra dan pencapaian target.

"Peningkatan kualitas pelayanan akan berbanding lurus dengan meningkatnya kepercayaan mitra dan berkontribusi terhadap pencapaian target PNBP. Namun keamanan dan kepercayaan publik harus tetap menjadi prioritas utama," tandas Kapolda. (adji)

Terima Kasih, Polisi Indonesia Luar Biasa!” — Turis Belanda Joas Mardiono Puji Polsek Girsang Sipangan Bolon Usai Paspor dan Barang Berharga Berhasil Dikembalikan

SIMALUNGUN || Jejak-indonesia.id — Ungkapan terima kasih yang tulus dan penuh haru mengalir dari sepasang turis asal Belanda kepada jajaran Polsek Girsang Sipangan Bolon, Polres Simalungun, Polda Sumatera Utara.

Joas Mardiono dan istrinya Anjelin tidak menyangka bahwa tas mereka yang tertinggal di dalam taksi, lengkap berisi paspor, tablet, dan berbagai barang berharga lainnya, bisa kembali ke tangan mereka dengan selamat berkat kerja keras dan ketulusan hati personel Polri yang bertugas di kawasan wisata Danau Toba tersebut. Kisah mengharukan ini menjadi bukti paling nyata bahwa Polres Simalungun benar-benar menghadirkan Polri yang berintegritas dan humanis dalam melayani siapa pun, termasuk tamu dari mancanegara.

Saat dikonfirmasi pada Rabu, 22 April 2026, sekitar pukul 18.40 WIB, Kepala Seksi Humas Polres Simalungun, AKP Verry Purba, menyampaikan kebanggaannya atas capaian pelayanan luar biasa yang ditunjukkan personel Polsek Girsang Sipangan Bolon.

"Ucapan terima kasih dari turis mancanegara ini adalah penghargaan tertinggi bagi kami. Ini membuktikan bahwa Polri mampu memberikan pelayanan yang humanis dan profesional kepada siapa pun tanpa memandang asal usul. Inilah wajah Polri yang kami banggakan," ujar AKP Verry Purba dengan penuh kebanggaan.

Peristiwa bermula pada Selasa, 21 April 2026, sekitar pukul 16.00 WIB, ketika Joas Mardiono dan Anjelin menyadari dengan panik bahwa tas mereka tertinggal di dalam taksi Sibolga yang sebelumnya mereka tumpangi saat menjelajahi keindahan wilayah Simalungun. Betapa tidak, di dalam tas tersebut tersimpan paspor, tablet, dan berbagai dokumen serta barang berharga yang sangat vital bagi perjalanan mereka sebagai warga negara asing di Indonesia. Kehilangan paspor di negeri orang adalah mimpi buruk yang bisa melumpuhkan seluruh rencana perjalanan dan menimbulkan persoalan keimigrasian yang sangat serius.

Dengan harapan penuh, pasangan turis asal Negeri Kincir Angin itu pun meminta bantuan kepada Polsek Girsang Sipangan Bolon. Dua personel sigap, Aipda A. Pasaribu dan Aipda M. Samosir, langsung bergerak tanpa menunda sedetik pun. Keduanya melacak merek dan identitas taksi yang dimaksud, kemudian gigih mencari data pengemudi kendaraan tersebut.

Ketika nomor telepon pengemudi ditemukan namun ternyata dalam kondisi tidak aktif, semangat kedua personel ini tidak sedikit pun surut. Mereka terus berupaya hingga akhirnya berhasil menemukan nomor kontak pemilik taksi yang menjadi kunci pembuka jalan menuju penyelesaian masalah.

Koordinasi intensif segera dijalin dengan pemilik taksi untuk memastikan tas milik Joas Mardiono segera dikirimkan kembali. Perjuangan panjang yang penuh dedikasi tersebut akhirnya membuahkan hasil yang membahagiakan.

Serah terima tas beserta seluruh isinya yang lengkap dan tidak berkurang satu pun berhasil dilaksanakan pada dini hari, Rabu, 22 April 2026, pukul 03.00 WIB. Tidak ada yang hilang. Paspor, tablet, dan seluruh barang berharga lainnya kembali ke tangan pemiliknya dalam kondisi sempurna.

Joas Mardiono yang menerima kembali tasnya tidak mampu menyembunyikan rasa haru dan kegembiraan yang meluap. Dengan mata berbinar penuh syukur, ia menyampaikan pesan yang langsung menyentuh hati.

"Saya merasa sangat senang dan berterima kasih kepada polisi Girsang Sipangan Bolon. Semoga Polri semakin baik dan selalu menjadi pelindung masyarakat yang selalu dipercaya. Terima kasih," ungkap Joas Mardiono tulus dari lubuk hatinya.

AKP Verry Purba menutup keterangannya dengan menegaskan bahwa apresiasi dari wisatawan mancanegara ini menjadi energi besar bagi seluruh jajaran Polres Simalungun untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan.

"Kepercayaan adalah mahkota Polri. Kami akan terus menjaganya dengan melayani sepenuh hati setiap saat," ujarnya penuh tekad.

Kapolres Raja Ampat Sambut Kedatangan Wapres Gibran di Bandara Marinda

RAJA AMPAT || Jejak-indonesia.id - Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya, pada Rabu (22/4/2026). Kedatangan Wapres Gibran di Bandara Marinda disambut langsung oleh Kapolres Raja Ampat, AKBP Jems Oktovianus Tegai, S.I.K., beserta jajaran unsur pimpinan daerah.

Dalam kunjungan ini, Wapres didampingi oleh sejumlah pejabat negara, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago, Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk, serta Ketua Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otsus Papua, Velix Wanggai. Turut mendampingi pula Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu dan Kapolda Papua Barat Daya Brigjen Pol. Gatot Haribowo, S.I.K., M.A.P.

Kunjungan kerja ini difokuskan untuk meninjau langsung implementasi berbagai program strategis pemerintah pusat di wilayah timur Indonesia. Agenda utama Wapres diawali dengan memantau pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis dan Pendidikan Gratis di SDN 2 Waisai.

Selain sektor pendidikan, Wapres juga menaruh perhatian pada penguatan ekonomi pesisir melalui peninjauan pengembangan Koperasi Merah Putih di sektor kampung nelayan. Rangkaian kunjungan kemudian ditutup dengan pengecekan fasilitas kesehatan di RSUD Raja Ampat guna memastikan kualitas layanan publik bagi masyarakat setempat tetap optimal.

Guna memastikan kelancaran acara, Kapolres Raja Ampat AKBP Jems Oktovianus Tegai menegaskan bahwa pihaknya telah menyiagakan personel di berbagai titik strategis melalui pola pengamanan terbuka maupun tertutup.

“Kami pastikan seluruh rangkaian kegiatan kunjungan kerja Wakil Presiden berjalan dengan aman dan lancar. Seluruh personel telah kami tempatkan sesuai dengan ploting tugas dan tanggung jawab masing-masing, termasuk pengamanan jalur yang dilalui rombongan,” ujar AKBP Jems Oktovianus Tegai.

Sinergi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan dukungan hangat dari masyarakat diharapkan mampu menyukseskan kunjungan kerja ini, sehingga program-program pusat dapat terserap optimal demi kesejahteraan masyarakat di Surga Terakhir di bumi ini.

Begal Sadis Siang Hari di Marelan-Belawan Dibongkar, Jatanras Polda Sumut Kejar Pelaku hingga Aceh

MEDAN || Jejak-indonesia.id — Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumatera Utara bersama Polres Pelabuhan Belawan berhasil mengungkap kasus pencurian dengan kekerasan (curas) bermodus begal yang sempat meresahkan warga Kota Medan. Aksi kriminal tersebut terjadi di siang hari dan bahkan sempat viral di media sosial.

Pengungkapan kasus ini disampaikan dalam konferensi pers oleh Dirreskrimum Polda Sumut Kombes Pol Ricko Taruna Mauruh, didampingi Kabid Humas Kombes Pol Dr. Ferry Walintukan serta Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Rosef Efendi, Rabu (22/4).

Kasus ini bermula dari laporan polisi tertanggal 15 April 2026, terkait aksi begal yang terjadi di Jalan Ileng Uki, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan. Korban bernama Juliana (43), seorang ibu rumah tangga, diserang saat pulang mengantar anaknya sekolah.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 13.00 WIB, ketika korban tiba-tiba dipepet dua pelaku yang berboncengan sepeda motor. Tanpa banyak kata, pelaku langsung melancarkan aksinya dengan menyayat lengan korban menggunakan pisau cutter.

Setelah melukai korban, pelaku dengan cepat merampas tas milik korban sebelum melarikan diri. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka sayat di bagian lengan kanan serta kerugian materiil.

Aksi begal di siang hari ini menjadi perhatian serius aparat kepolisian, terlebih setelah rekaman dan pemberitaan terkait kejadian tersebut viral di media sosial. Polisi pun bergerak cepat melakukan penyelidikan intensif.

Tim gabungan dari Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Sumut dan Satreskrim Polres Pelabuhan Belawan melakukan olah tempat kejadian perkara serta menelusuri rekaman CCTV di sekitar lokasi.

Dari hasil analisis dan penyelidikan, polisi berhasil mengidentifikasi tiga orang pelaku. Dua di antaranya berhasil ditangkap, yakni IH (29) dan JS (30), sementara satu pelaku lainnya masih buron.

IH ditangkap di kawasan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, pada 20 April 2026. Sementara JS berhasil diringkus sehari kemudian di wilayah Aceh Tamiang setelah dilakukan pengejaran lintas provinsi.

Polisi menyebut, JS merupakan otak pelaku yang merencanakan aksi, sementara Irfan berperan sebagai joki yang mengendarai sepeda motor dan memepet korban saat kejadian.

Keduanya diketahui merupakan residivis dengan riwayat kasus kriminal sebelumnya. Hal ini semakin menguatkan dugaan bahwa aksi tersebut telah direncanakan secara matang.

Dalam proses pengembangan, kedua pelaku sempat melakukan perlawanan terhadap petugas. Polisi kemudian mengambil tindakan tegas dan terukur untuk melumpuhkan pelaku.

Saat ini, kedua pelaku telah diamankan dan menjalani perawatan medis sebelum diproses lebih lanjut. Polisi juga masih memburu satu pelaku lainnya yang telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Polda Sumut menegaskan komitmennya untuk terus memberantas kejahatan jalanan yang meresahkan masyarakat serta meningkatkan keamanan di wilayah rawan kriminalitas.

Kawal Kunjungan Wapres Gibran di Raja Ampat, Kapolda Papua Barat Daya dan Kapolres Raja Ampat Pastikan Keamanan Kondusif

RAJA AMPAT || Jejak-indinesia.id - Kapolres Raja Ampat, AKBP Jems Oktovianus Tegai, S.I.K., mendampingi Kapolda Papua Barat Daya, Brigjen Pol. Gatot Haribowo, S.I.K., M.A.P., dalam mengawal langsung pengamanan kunjungan kerja Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, di Kabupaten Raja Ampat, Rabu (22/4/2026).

Pengamanan ketat telah disiagakan sejak kedatangan Wapres beserta rombongan di Bandara Marinda. Agenda utama kunjungan ini diawali di SDN 2 Waisai untuk meninjau pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kehadiran Wapres disambut antusias oleh para siswa. Selain membagikan buku, beliau juga menyempatkan diri berfoto bersama sebagai bentuk kedekatan pemerintah dengan generasi muda di ujung timur Indonesia.

Setelah dari SDN 2 Waisai, Wapres melanjutkan peninjauan ke Koperasi Merah Putih di Kampung Nelayan, Pasar Baru. Selain fokus pada ekonomi kerakyatan, agenda kerja ini juga mencakup aspek kesehatan dengan meninjau fasilitas di RSUD Raja Ampat guna memastikan pelayanan medis bagi masyarakat berjalan optimal, termasuk pengecekan ruang poliklinik spesialis dan dialog bersama tenaga medis.

Usai meninjau fasilitas publik, Wapres kemudian melakukan tatap muka dengan tokoh adat, tokoh agama, dan tokoh masyarakat di Rumah Makan Sederhana. Pertemuan ini mempertegas komitmen pemerintah pusat dalam mempercepat pembangunan infrastruktur serta stabilitas di wilayah daerah otonomi baru (DOB) tersebut.

Kapolda Papua Barat Daya, Brigjen Pol. Gatot Haribowo, menegaskan bahwa sinergi solid antara TNI, Polri, dan pemerintah daerah menjadi kunci utama kesuksesan pengamanan VVIP ini.

“Kami berkomitmen penuh mendukung seluruh agenda pemerintah, termasuk kunjungan kerja Wakil Presiden, dengan menjamin keamanan serta kelancaran kegiatan di wilayah Papua Barat Daya,” ujar Brigjen Pol. Gatot Haribowo.

Berkat koordinasi lintas instansi yang matang, seluruh rangkaian kunjungan kerja di Raja Ampat berhasil tersebut terlaksana dengan aman, lancar, dan kondusif.