Sorry, we're closed Opens Senin at 9:00 am

Redaksi

Polsek Gunung Malela Bongkar Jaringan Kriminal Serbabisa, Kapolres Simalungun Apresiasi Kinerja Tim

SIMALUNGUN || Jejak-indonesia.id — Polsek Gunung Malela, Polres Simalungun, Polda Sumatera Utara kembali menunjukkan komitmennya sebagai institusi yang berintegritas dan humanis dalam melayani masyarakat. Kamis, 23 April 2026, pukul 09.00 WIB, Kapolres Simalungun AKBP Marganda Aritonang, S.H., S.I.K., M.M., menggelar Press Release Keberhasilan Pengungkapan Jaringan Kriminal Maling Serbabisa, Bongkar Rumah, dan Curanmor di halaman Mako Polsek Gunung Malela, Jalan Asahan, Senio, Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun.

Saat dikonfirmasi pada Kamis malam, 23 April 2026, sekira pukul 20.50 WIB, Kasi Humas Polres Simalungun AKP Verry Purba menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata Polri dalam memberikan kepastian dan keamanan kepada masyarakat. Hadir dalam kegiatan tersebut Kapolsek Gunung Malela AKP Hengky Siahaan, S.H., M.H., Kasat Intel IPTU Rido Valentino Pakpahan, S.Kom., M.H., Kanit Reskrim Polsek Gunung Malela IPDA Bolon Hot Situngkir, S.H., Kanit Intelkam AIPTU Ipran Saragih, Pangulu Nagori Bangun Muhammad Azhar, serta seluruh personel Polsek Gunung Malela.

Dalam sambutannya, Kapolres Simalungun AKBP Marganda Aritonang menyampaikan secara langsung keberhasilan pengungkapan berbagai kasus kejahatan. "Saat ini kami berada di Polsek Gunung Malela bersama Kapolsek, Kasat Intel dan seluruh anggota. Kami merilis pengungkapan beberapa kejahatan yang terjadi di wilayah hukum Polres Simalungun, khususnya di wilayah Polsek Gunung Malela," ujar AKBP Marganda membuka keterangannya.

Kapolres mengungkapkan sejumlah kasus yang berhasil diungkap. Pertama, kasus Curanmor dengan tersangka berinisial WAS yang telah melakukan serangkaian kejahatan di Kota Medan, Siantar Barat, wilayah Serbalawan, hingga terakhir di wilayah Gunung Malela. Barang bukti berupa dua unit sepeda motor berhasil diamankan. Kedua, kasus pembongkaran rumah yang melibatkan delapan orang tersangka, dengan inisial RBP, RNS, KKS, A, HS, EPS, RAK, dan ARS, dimana lima di antaranya telah lebih dahulu ditahan. "Mereka melakukan pembongkaran rumah dan pencurian dengan pemberatan, dengan TKP di Jalan Asahan Kilometer Empat dan Jalan Suri-suri, semuanya di wilayah Kecamatan Siantar," ucap AKBP Marganda.

Ketiga, kasus pencurian handphone di Cafe Pondok Melati oleh tersangka berinisial AFH bersama satu rekannya, yang berhasil diungkap melalui kerja tim Polsek Gunung Malela. Dua unit handphone merek OPPO dan satu unit handphone lainnya berhasil diamankan sebagai barang bukti. Keempat, kasus pencurian sawit dimana pelaku dengan sengaja mencuri dengan menggunakan egrek dan alat dorong sebelum akhirnya ditangkap tim Polsek Gunung Malela. Selain itu, tersangka berinisial WHS turut ditangkap atas kasus Curanmor satu unit sepeda motor Yamaha NMAX beserta laptop dan helm, serta tersangka MYP atas pencurian becak motor di Jalan Asahan Kilometer 8.

"Di depan kita ada beberapa barang bukti yang kita tampilkan — hasil curian dari Curanmor, hasil pembongkaran rumah, handphone curian, hingga barang hasil pembelian dari pencurian tersebut," ungkap AKBP Marganda di hadapan awak media dan tamu undangan.

Menutup press release, Kapolres Simalungun menyampaikan apresiasi tulus kepada seluruh jajaran. "Saya selaku Kapolres Simalungun mengucapkan terima kasih atas kinerja dan kerja keras Kapolsek Gunung Malela bersama tim, untuk memberikan kepastian dan keamanan kepada masyarakat dengan mengungkap berbagai kejahatan yang meresahkan masyarakat saat ini. Mudah-mudahan ke depan Polsek Gunung Malela tetap memberikan kinerja yang lebih meningkat lagi untuk memberikan kenyamanan kepada seluruh masyarakat di wilayah hukum Polsek Gunung Malela, khususnya di wilayah hukum Polres Simalungun," ujar AKBP Marganda Aritonang menutup sambutannya dengan salam presisi.

Pengungkapan jaringan kriminal serbabisa ini menegaskan bahwa Polsek Gunung Malela di bawah naungan Polres Simalungun Polda Sumatera Utara terus hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat yang profesional, berintegritas, serta humanis.

Kunjungan Kerja Kapolres Simalungun Perkuat Profesionalisme Polri, Tegaskan Pelayanan Humanis dan Berintegritas

SIMALUNGUN || Jejak-indonesia.id – Komitmen Polri dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat kembali ditegaskan melalui kegiatan kunjungan kerja Kapolres Simalungun yang dilaksanakan di wilayah hukum Polsek Dolok Batu Nanggar, Kamis, 23 April 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya nyata Polres Simalungun Polda Sumatera Utara dalam mewujudkan institusi Polri yang berintegritas dan humanis dalam melayani masyarakat.

Saat dikonfirmasi pada pukul 21.22 WIB, Kasi Humas Polres Simalungun AKP Verry Purba menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk implementasi program Polri yang berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan publik. Ia mengungkapkan bahwa kunjungan kerja ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga sebagai sarana pembinaan dan penguatan profesionalisme personel di lapangan.

“Kegiatan ini merupakan bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, sekaligus memastikan seluruh personel mampu bekerja secara profesional, humanis, dan menjaga integritas dalam menjalankan tugas,” ujar AKP Verry Purba.

Kunjungan kerja tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Simalungun AKBP Marganda Aritonang, S.H., S.I.K., M.M., yang berlangsung sejak pukul 11.00 WIB hingga selesai di halaman Mako Polsek Dolok Batu Nanggar, Jalan Merdeka Serbelawan, Kecamatan Dolok Batu Nanggar, Kabupaten Simalungun.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolres didampingi oleh Kasat Intel IPTU Rido Valentino Pakpahan, S.Kom., M.H., serta disambut oleh Kapolsek Dolok Batu Nanggar AKP Gunawan Sembiring, SH., bersama para Kanit dan seluruh personel Polsek Dolok Batu Nanggar.

Kapolres Simalungun AKBP Marganda Aritonang dalam arahannya menegaskan pentingnya menjaga nama baik institusi Polri di tengah masyarakat. Ia menyampaikan bahwa setiap personel harus mampu menjadi insan Bhayangkara yang profesional, bertanggung jawab, dan senantiasa menjaga kepercayaan publik.

“Seluruh anggota harus bekerja lebih baik, setia dalam melayani masyarakat, serta mampu menciptakan situasi keamanan yang kondusif dalam rangka menyongsong Indonesia Emas 2045,” ucap Kapolres.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa sosok anggota Polri yang ideal adalah yang mampu bersikap tegas namun tetap humanis dan dekat dengan masyarakat. Menurutnya, pendekatan yang humanis menjadi kunci dalam membangun hubungan yang harmonis antara Polri dan masyarakat.

Kapolres juga menekankan pentingnya pelayanan prima kepada masyarakat. Ia berharap seluruh personel dapat melayani dengan sepenuh hati, menunjukkan empati, serta hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat dalam setiap situasi.

“Anggota harus selalu menjaga kepercayaan publik dengan menunjukkan loyalitas dan dedikasi tinggi, bahkan dalam kondisi sulit atau saat masyarakat menghadapi bencana,” ungkapnya.

Selain itu, Kapolres menyoroti pentingnya menjaga penampilan dan meningkatkan kualitas diri. Ia mengingatkan seluruh personel untuk selalu menjaga sikap tampang yang rapi dan bersih sebagai cerminan profesionalisme.

“Pengembangan diri sangat penting. Setiap anggota harus terus meningkatkan kompetensi dan kemampuan agar mampu menjawab tantangan tugas yang semakin kompleks,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres juga menegaskan komitmennya terhadap penegakan disiplin di lingkungan Polri. Ia menekankan bahwa tidak akan ada toleransi terhadap pelanggaran, khususnya terkait penyalahgunaan narkoba.

“Tidak ada ruang bagi anggota yang terlibat narkoba. Apapun bentuknya, tidak ada negosiasi. Penindakan tegas akan dilakukan demi menjaga kepercayaan masyarakat,” tegasnya.

Kapolres juga mengingatkan seluruh personel untuk menjaga kesehatan agar dapat menjalankan tugas secara optimal. Ia meminta agar setiap anggota bekerja sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing serta menjalin kerja sama yang solid antar unit.

Menurutnya, hubungan tata cara kerja yang baik harus terus dibangun melalui sinergi dan kolaborasi antar personel guna mendukung pelaksanaan tugas di tingkat Polsek.

Di sisi lain, Kapolres turut menekankan pentingnya sinergitas dengan berbagai pihak, termasuk TNI, pemerintah daerah, dan tokoh masyarakat. Hal ini dinilai sebagai faktor penting dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Kita harus terus memperkuat sinergi dengan seluruh unsur di wilayah guna menciptakan kamtibmas yang kondusif serta mendukung pembangunan nasional,” ungkap Kapolres.

Kegiatan kunjungan kerja ini mencerminkan keseriusan Polres Simalungun dalam membangun institusi Polri yang profesional, modern, dan terpercaya. Melalui pendekatan humanis dan berintegritas, Polri diharapkan semakin dekat dengan masyarakat serta mampu menjawab berbagai tantangan dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Kabupaten Simalungun.

Operasi Kestib LLAJ 2026 di Terminal Brawijaya Banyuwangi, Petugas Tindak Pelanggar dan Edukasi Pengendara

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Dalam upaya menekan angka kecelakaan sekaligus meningkatkan kedisiplinan pengguna jalan, tim gabungan lintas instansi menggelar Operasi Sadar Keselamatan dan Ketertiban (Kestib) Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) Tahun 2026. Kegiatan ini dipusatkan di kawasan Terminal Brawijaya, Banyuwangi, Kamis pagi (23/04/2026).

Operasi tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari TNI-Polri, Subdenpom Banyuwangi, Satlantas Polresta Banyuwangi, Resmob Satreskrim Polresta Banyuwangi, Polsek Kota Banyuwangi, Dishub Jatim UPT P3 LLAJ Banyuwangi, Dishub Kabupaten Banyuwangi, Jasa Raharja, hingga Bapenda.

Kepala UPT P3 LLAJ Banyuwangi, Agung Heru Prasongko melalui Kasi Dalops Dishub Jatim, Bambang Hermanto, menjelaskan bahwa operasi ini menyasar kendaraan penumpang dan angkutan barang. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh terhadap kelengkapan administrasi seperti buku KIR dan STNK.

“Jika ditemukan pelanggaran, langsung kami lakukan penindakan tilang. Kami juga mengimbau masyarakat untuk selalu tertib administrasi dan mematuhi aturan lalu lintas sesuai undang-undang yang berlaku,” ujar Bambang.

Sementara itu, Kasat Lantas Polresta Banyuwangi AKP I Gusti Bagus KF melalui Kanit Turjawali Lantas Ipda Rudi menegaskan, penindakan dalam operasi ini tetap mengedepankan pendekatan edukatif.

“Terdapat lima pelanggar yang kami tindak dengan tilang manual, mayoritas karena tidak memiliki SIM. Bahkan ditemukan pengemudi truk yang masih berusia sangat muda dan belum mengantongi izin mengemudi,” ungkapnya.

Selain penindakan, petugas bersama Jasa Raharja dan Bapenda juga memberikan edukasi serta apresiasi kepada pengendara yang telah melengkapi administrasi kendaraannya. Bagi pemilik kendaraan yang masa pajaknya hampir habis, diimbau untuk segera melakukan perpanjangan.

Operasi ini tidak hanya menyasar kendaraan umum, tetapi juga kendaraan pribadi dengan pemeriksaan meliputi SIM, STNK, hingga kelaikan kendaraan. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung lancar, aman, dan kondusif.

Melalui operasi ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keselamatan berlalu lintas semakin meningkat, sehingga mampu menekan angka kecelakaan di wilayah Banyuwangi.

Menjelang Maghrib, Personel Polsek Simpang Jernih Ajarkan Mengaji, Dekatkan Polisi dengan Generasi Bangsa

ACEH || Jejak-indonesia.id - Menjelang waktu Maghrib, suasana di Desa Simpang Jernih, Kecamatan Simpang Jernih, Kamis (23/04/2026) petang, tampak berbeda. Sejumlah personel Polsek Simpang Jernih, Polres Aceh Timur, Polda Aceh hadir di tengah anak-anak pengajian untuk memberikan pelajaran mengaji sekaligus menanamkan nilai-nilai keagamaan sejak dini.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 17.30 WIB tersebut merupakan bagian dari upaya pembinaan masyarakat, khususnya generasi muda, agar memiliki akhlak yang baik dan terhindar dari pengaruh negatif.

Adapun personel yang terlibat dalam kegiatan ini yakni Aiptu Imanudin Awal Nirwana selaku Kanit Provost, Aipda Bambang Setiawan sebagai Bhabinkamtibmas, serta Bripka Fajar Sahputra Kasium Polsek Simpang Jernih.

Kapolsek Simpang Jernih, Ipda Safwadinur, S.H., M.H., mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk pendekatan humanis Polri kepada masyarakat, khususnya anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.

“Kegiatan ini bertujuan untuk mendekatkan Polri dengan masyarakat sejak usia dini, sekaligus memberikan pemahaman agama kepada anak-anak agar mereka tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak baik,” ujar Ipda Safwadinur.

Ia menambahkan, kehadiran anggotanya di tengah masyarakat tidak hanya dalam konteks penegakan hukum, tetapi juga sebagai pembina dan pelindung yang turut berperan dalam membangun karakter generasi muda.

Menurutnya, melalui kegiatan seperti ini diharapkan tercipta hubungan yang harmonis antara Polri dan masyarakat, serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.

Anak-anak yang mengikuti kegiatan tampak antusias dan bersemangat dalam belajar mengaji. Suasana hangat dan penuh kebersamaan pun terasa hingga menjelang waktu berbuka puasa.

Kegiatan berjalan dengan aman, tertib, dan mendapat respons positif dari masyarakat setempat.

Saweu Keude Kopi, Cara Kapolsek Idi Tunong Merawat Kedekatan dengan Warga

ACEH || Jejak-indonesia.id - Upaya membangun kedekatan dengan masyarakat terus dilakukan Polsek Idi Tunong, Polres Aceh Timurm, Polda Aceh. Salah satunya melalui kegiatan “Saweu Keude Kopi” atau menyambangi warung kopi yang menjadi ruang interaksi warga sehari-hari.

Seperti pada Kamis (23/04/2026) siang, Kapolsek Idi Tunong, Saiful Bahri, S.E. turun langsung bersama personel menyapa warga di sebuah warung kopi di Gampong Keude Keumuneng, Kecamatan Idi Tunong. Kegiatan ini turut diikuti Kanit Intelkam Aiptu Hendra Syamsir dan Kanit Binmas Aipda Yusniadi. Di tempat itu, Kapolsek bersama anggota berdialog santai dengan tokoh masyarakat dan warga Gampong Keumuneng.

Dalam kesempatan tersebut Ipda Saifu Bahri menyampaikan beberapa imbauan kamtibmas, kamtibmas diantaranya; Warga diingatkan agar tetap waspada terhadap berbagai informasi yang beredar, baik melalui media sosial maupun sumber lainnya. Penggunaan telepon genggam juga diminta dilakukan secara bijak guna menghindari penyebaran informasi yang tidak benar.

Selain itu, masyarakat diminta berperan aktif dalam menjaga keamanan lingkungan, termasuk segera melaporkan apabila menemukan indikasi penyalahgunaan maupun peredaran narkoba, serta gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat lainnya.

Ipda Saifu Bahri menegaskan, saweu keude kopi menjadi strategi pendekatan humanis yang efektif dalam memperkuat komunikasi antara polisi dan masyarakat. Melalui cara ini, diharapkan terbangun kepercayaan serta sinergi dalam menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin lebih dekat dengan masyarakat, mendengar langsung aspirasi mereka, sekaligus menyampaikan pesan-pesan kamtibmas secara santai namun tetap tepat sasaran,” ujar Ipda Saifu Bahri.

Kehadiran polisi di tengah aktivitas warga di warung kopi dinilai menjadi langkah sederhana, tetapi memiliki dampak signifikan dalam mempererat hubungan serta menciptakan rasa aman di lingkungan masyarakat.