We're open Closes at 5:00 pm

Redaksi

Melalui Rakernis Bidkum 2026, Kapolda Banten Dorong Reformasi Hukum yang Berkeadilan

SERANG || Jejak-indonesia.id – Kapolda Banten Irjen Pol Hengki membuka secara resmi Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Bidang Hukum (Bidkum) Polda Banten Tahun Anggaran 2026 yang mengusung tema “Bidkum Polda Banten Mendukung Transformasi Hukum Pidana Nasional dalam Pelaksanaan Tupoksi Polri untuk Mewujudkan Asta Cita Polri”. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Ballroom Ledian Hotel, Kota Serang, pada Kamis (23/04).

Kegiatan ini dihadiri oleh Wakapolda Banten Brigjen Pol Hendra Wirawan, para Pejabat Utama (PJU) Polda Banten, serta diikuti oleh 96 peserta yang merupakan perwakilan dari Satker di lingkungan Polda Banten, fungsi Reskrim dan Sikum Polresta/Polres jajaran. Selain itu, Rakernis juga menghadirkan dua narasumber dari kalangan akademisi guna memperkuat perspektif hukum yang komprehensif.

Dalam sambutannya, Kapolda Banten Irjen Pol Hengki menegaskan bahwa Rakernis ini menjadi momentum penting dalam mendukung transformasi hukum pidana nasional yang selaras dengan pelaksanaan tugas pokok Polri dalam mewujudkan Asta Cita.

“Tema Rakernis ini menegaskan bahwa fungsi hukum memiliki peran strategis dalam mendukung reformasi hukum nasional. Sejalan dengan semangat Justitia Semper Reformanda, hukum tidak boleh bersifat statis, melainkan harus terus diperbaharui agar mampu menjawab dinamika masyarakat dan memenuhi rasa keadilan,” ujar Kapolda Banten.

Kapolda Banten juga menekankan bahwa Polri sebagai bagian dari sistem hukum nasional memiliki mandat konstitusional dalam penegakan hukum serta perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat. Oleh karena itu, transformasi hukum pidana harus diiringi dengan perubahan paradigma dalam proses penyelidikan dan penyidikan.

“Pendekatan penegakan hukum tidak lagi semata berorientasi pada pemidanaan, tetapi juga mempertimbangkan dampak sosial serta mendorong penyelesaian melalui keadilan restoratif dengan tetap menjunjung tinggi hak asasi manusia,” jelasnya.

Lebih lanjut, Kapolda Banten menegaskan bahwa setiap proses penegakan hukum harus dilaksanakan secara proporsional, profesional, transparan, dan akuntabel, dimulai dari analisis perkara yang komprehensif, perlindungan hak para pihak, hingga penyusunan berkas perkara yang berkualitas dan didukung oleh standar operasional prosedur yang terintegrasi.

“Sebagai negara hukum, kita berpegang pada prinsip legalitas, presumption of innocence, nebis in idem, dan audi alteram partem. Prinsip ini menjadi pondasi dalam menjaga kepastian hukum, keadilan, serta kepercayaan publik terhadap Polri,” tegasnya.

Kapolda Banten juga menyampaikan bahwa Bidkum memiliki peran strategis sebagai center of excellence dan bridge builder dalam mengawal transformasi hukum melalui kajian hukum, standarisasi prosedur, pengawasan kualitas penyidikan, serta penguatan sinergi dengan seluruh unsur criminal justice system.

“Keberhasilan transformasi ini harus dapat diukur, baik dari peningkatan kualitas penanganan perkara, efektivitas keadilan restoratif, perlindungan hak asasi manusia, hingga meningkatnya kepercayaan publik terhadap Polri,” tambahnya.

Sementara itu, Kabidkum Polda Banten Kombes Pol Yuliani menyampaikan bahwa forum ini merupakan momentum sebagai forum evaluasi serta menyampaikan apresiasi. “Pelaksanaan Rakernis Bidkum Tahun Anggaran 2026 merupakan momentum penting sebagai forum evaluasi pelaksanaan tugas, konsolidasi jajaran pengemban fungsi hukum, serta penyamaan persepsi dalam menghadapi dinamika perkembangan hukum yang terus bergerak. Rakernis ini menjadi wadah strategis untuk mengevaluasi kinerja, memperkuat koordinasi, dan menyamakan langkah dalam menghadapi tantangan hukum yang semakin kompleks.” ungkap Kabidkum Polda Banten.

“Kami menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Bapak Kapolda Banten atas kehadiran dan arahannya yang akan menjadi pedoman dalam pelaksanaan tugas ke depan. Kami juga berharap seluruh rangkaian kegiatan Rakernis ini dapat berjalan dengan baik, menghasilkan rumusan yang konstruktif, serta memberikan manfaat nyata dalam penguatan fungsi hukum Polri, khususnya di lingkungan Polda Banten.” tambahnya.

Diakhir sambutannya, Kapolda Banten mengajak seluruh peserta untuk mengikuti kegiatan dengan aktif dan penuh semangat.

“Saya berharap seluruh peserta dapat mengikuti Rakernis ini dengan aktif, berdiskusi, serta memberikan gagasan konstruktif demi kemajuan Polri ke depan. Saya juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan panitia atas dedikasi dan komitmennya sehingga kegiatan ini dapat terselenggara dengan baik,” tutupnya. (Bidhumas).

Laba-Laba” Kabel Semrawut Hiasi Langit Jalan Sudirman Bulusan, Warga Keluhkan Bahaya dan Gangguan Estetika

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id — Pemandangan tidak sedap terlihat di sepanjang Jalan Sudirman, wilayah Bulusan, Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi. Kabel-kabel yang menjuntai dan saling bersilangan di atas jalan raya tampak semrawut, menyerupai “laba-laba” raksasa yang menggantung di udara.

Kondisi tersebut dikeluhkan warga karena dinilai membahayakan pengguna jalan, terutama saat cuaca buruk seperti hujan deras disertai angin kencang. Selain itu, keberadaan kabel yang tidak tertata rapi juga merusak keindahan lingkungan.

“Kalau lihat ke atas itu seperti sarang laba-laba, kabelnya tidak beraturan. Takut juga kalau sewaktu-waktu jatuh,” ujar salah satu warga sekitar.

Pantauan di lokasi menunjukkan sejumlah kabel milik berbagai penyedia layanan, seperti listrik dan telekomunikasi, terpasang tanpa penataan yang jelas. Beberapa di antaranya bahkan tampak kendur dan menjuntai cukup rendah mendekati badan jalan.

Warga berharap pemerintah daerah bersama pihak terkait segera melakukan penertiban dan penataan ulang jaringan kabel tersebut. Mereka menginginkan adanya standar pemasangan yang lebih rapi dan aman demi keselamatan serta kenyamanan bersama.

Menanggapi hal ini, pihak terkait diharapkan segera melakukan evaluasi dan koordinasi dengan perusahaan penyedia layanan untuk merapikan instalasi kabel. Penertiban dinilai penting guna mencegah potensi kecelakaan serta menjaga estetika kawasan perkotaan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari instansi terkait mengenai rencana penanganan kondisi kabel semrawut tersebut.mahadur

Cegah Radikalisme, Satgaswil Papua Barat dan Kesbangpol PBD Perkuat Sinergi Strategis

SORONG || Jejak-indonesia.id – Satuan Tugas Wilayah (SATGASWIL) Papua Barat terus memperkuat benteng pertahanan wilayah dari ancaman ideologi menyimpang. Langkah ini ditegaskan melalui audiensi dan koordinasi strategis yang dipimpin langsung oleh Kepala Satuan Tugas Wilayah (Satgaswil) Papua Barat, Kombes Pol. Gede Suardana, S.Pd., M.M., bersama Plt. Kepala Kesbangpol Provinsi Papua Barat Daya, Drs. George Japsenang, M.Si., di Kota Sorong, Kamis (23/4/2026).

Pertemuan tersebut berfokus pada penguatan langkah preventif kolektif dalam menangkal penyebaran paham Intoleransi, Radikalisme, dan Terorisme (IRET) di wilayah Provinsi Papua Barat Daya.

Kombes Pol. Gede Suardana menekankan bahwa deteksi dini terhadap dinamika situasi di lapangan tidak dapat dilakukan secara sektoral. Menurutnya, komunikasi lintas instansi adalah kunci utama dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

"Sinergitas antar-instansi pemerintah sangat krusial. Kita perlu memastikan adanya sistem deteksi dini yang kuat agar paham IRET tidak mendapatkan ruang sedikit pun untuk berkembang di tengah masyarakat Papua Barat Daya," tegas Kombes Pol. Gede Suardana.

Selain aspek pengawasan teknis, audiensi ini juga menyoroti peran strategis Kesbangpol dalam membina wawasan kebangsaan. Penguatan ideologi Pancasila, terutama bagi generasi muda, disepakati sebagai fondasi utama dalam membentengi masyarakat dari infiltrasi paham radikal yang kerap memanfaatkan celah kurangnya pemahaman ideologi negara.

Sebagai langkah nyata, kedua pihak sepakat untuk:

* Meningkatkan frekuensi pertukaran informasi strategis terkait potensi gangguan keamanan.

* Menggelar sosialisasi bersama secara berkelanjutan mengenai bahaya radikalisme.

* Melakukan pemetaan wilayah rawan secara lebih detail dan terpadu.

* Melibatkan tokoh masyarakat, tokoh agama, dan pemuda sebagai mitra aktif dalam menjaga kondusivitas daerah.

Melalui kolaborasi intensif ini, diharapkan ketahanan nasional di tingkat lokal semakin kokoh. Upaya ini menjadi komitmen bersama untuk memastikan Provinsi Papua Barat Daya tetap menjadi wilayah yang aman, damai, dan bersih dari segala bentuk ancaman ideologi menyimpang.

Sinergitas antara TNI dan Pemerintah Daerah terus diperkuat melalui langkah-langkah nyata

JEMBER || Jejak-indonesia.id - Staf Yonif 515/UTY/9/2 Kostrad menerima kunjungan dari tim teknis Pemerintah Kabupaten Jember dalam rangka melaksanakan kegiatan Sosialisasi dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Aplikasi E-Katalog.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan training dan tutorial bagi personel pembuat Wabku di satuan Yonif 515 shg kegiatan administrasi yang dilaksanakan dapat sesuai dengan ketentuan Komando Atas serta mendukung program digitalisasi.

Kegiatan dilaksanakan di Ruang Olah Yudha Yonif 515/UTY/9/2 Kostrad ​diawali dengan pembukaan dan sambutan hangat sebagai bentuk koordinasi awal antar instansi. Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi pemaparan materi inti mengenai regulasi terbaru dalam pengadaan barang dan jasa secara elektronik. Tidak hanya teori, para personel staf juga terjun langsung dalam sesi pendampingan teknis (coaching) untuk mengoperasikan aplikasi tersebut secara mandiri.

​Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi interaktif untuk memastikan setiap kendala teknis dapat teratasi. Langkah ini menjadi bagian penting dalam transformasi digital satuan guna mewujudkan sistem administrasi yang lebih transparan, akuntabel, dan profesional.

Implementasi Eduwisata Guna Penguatan Wawasan Ketahanan Pangan Nasional

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id -  Perum BULOG Kantor Cabang (Kancab) Banyuwangi secara proaktif memperluas fungsi institusionalnya, tidak hanya sebagai pengelola cadangan pangan nasional, tetapi juga sebagai pusat literasi edukatif bagi generasi muda.

Dalam upaya menjembatani diskursus teoretis di kelas dengan realitas lapangan, Perum BULOG Banyuwangi menerima kunjungan edukatif dari 27 siswa dan 2 guru pendamping SMK 1 PGRI Banyuwangi untuk meninjau secara komprehensif rantai pasok ketahanan pangan dari hulu hingga hilir.23/04/26

​Pimpinan Cabang Perum BULOG Banyuwangi, Dwiana Puspitasari, dalam pemaparannya menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan manifestasi nyata dalam mendukung visi Astacita Swasembada Pangan.

Program ini bertujuan menanamkan pemahaman mendalam mengenai kemandirian pangan melalui penguatan sektor pertanian dan optimalisasi distribusi logistik yang berkeadilan.

​"Perum BULOG memegang peran strategis dalam ekosistem pangan nasional. Kami bertransformasi untuk memastikan penyerapan hasil produksi petani berjalan optimal serta menjamin stabilitas distribusi demi pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat secara berkelanjutan," ujar Dwiana.

​Dalam rangkaian kegiatan tersebut, para peserta didik dilibatkan dalam observasi lapangan yang mencakup berbagai tahapan krusial dalam manajemen pangan, antara lain:

​Hilirisasi dan Pengolahan Pasca-Panen: Siswa mengamati langsung proses di Sentra Penggilingan Padi Banyuwangi, meliputi tahapan drying (pengeringan), milling (penggilingan), hingga packing (pengemasan) sesuai standar mutu komoditas unggulan.

​Manajemen Pergudangan (Warehouse Management): Edukasi mengenai standar operasional prosedur (SOP) penerimaan, pemeliharaan kualitas stok, dan aspek preventif dalam menjaga integritas mutu beras selama masa penyimpanan.

​Logistik dan Distribusi Pangan: Pemahaman mengenai alur distribusi logistik untuk memastikan keterjangkauan pangan di berbagai wilayah di Indonesia.

​Banyuwangi terus memperkokoh posisinya sebagai lumbung pangan strategis. Dwiana mengungkapkan bahwa saat ini stok di BULOG Kancab Banyuwangi mencapai angka signifikan, yakni sebesar 127.000 ton.

Kapasitas logistik yang masif ini tidak hanya dialokasikan untuk kebutuhan domestik Kabupaten Banyuwangi, tetapi juga berperan vital dalam menyuplai kebutuhan pangan ke wilayah lain, seperti Bali, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Tengah, Maluku, hingga Papua.

​Melalui pendekatan eduwisata ini, diharapkan terjadi internalisasi nilai mengenai pentingnya ketahanan pangan di kalangan generasi Z. Transformasi dari pemahaman teoretis menuju pengalaman empiris di lapangan diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya kedaulatan pangan, serta memotivasi generasi muda untuk berkontribusi aktif dalam sektor agrikultur dan manajemen pangan strategis di masa depan.

Reporter : Rio