Closing soon Closes at 5:00 pm

Redaksi

Bantu Warga Masyarakat Kasatres Narkoba Polres Pakpak Bharat Donorkan Darahnya

SALAK || Jejak-indonesia.id - Informasi di dapat melalui Grup WhatsApp Kembali Personil Polres Pakpak Bharat membantu masyarakat yang merupakan pasien di RSUD Salak, Kamis 07 Mei 2026 sekira pukul 19.20 wib.

Menurut Kapolres Pakpak Bharat AKBP Muhammad Agustiawan, S.T., S.I.K., M.H melalui Kasi Humas AKP Amron Simanullang, S.H seperti yang di sampaikan oleh Ps. Kasubsi Penmas Si Humas Aiptu Widodo menerangkan kali ini salah satu Pejabat Utama Polres Pakpak Bharat Kasatres Narkoba Iptu Chandra Bonaparty Sipahutar, S.H yang mendonorkan darahnya kepada seorang pasien di RSUD Salak bernama Faisal Hasan Ujung, laki -laki, 11 tahun, pelajar MIN 1 Salak
yang menderita Sakit Disentris dan Types membutuh asupan darah golongan B+

" Saya dapat informasi ini melalui WhatsApp Grup Polres Pakpak Bharat dan di situ di katakan Urgent, segera saya ke RSUD Salak, mudah - mudahan darah saya ( golongan B+ ) ini cocok dengan darah pasien, setelah Saya nanti bisa di ikuti dengan pendonor lainnya karena yang saya dengar pasien ini membutuhkan 4 ( empat ) kantong darah lagi, mari selagi kita sehat kita bantu sesama dengan mendonorkan darah, karena dengan melakukan Donor Darah kita bisa menyelamatkan nyawa orang lain, juga sebagai Deteksi penyakit di badan kita, meningkatkan Produksi Sel Darah Merah, menurunkan Kolesterol Jahat serta sebagai kontrol berat badan kita, terang Kasatres Narkoba Iptu Chandra Bonaparty Sipahutar, S.H saat berada di ruang Laboratorium RSUD Salak ketika di ambil sample darahnya.

Hasil Pengecekan di Laboratorium di RSUD Salak menunjukkan kesamaan HB darah Iptu Chandra Bonaparty Sipahutar, S.H baik dan cocok dengan kondisi Pasien selanjutnya di lakukan pengambilan Darah sebanyak 1 ( satu ) kantong darah guna di berikan kepada pasien, orang tua pasien Bapak Amran Ujung mengucapkan Terima kasih yang tak terhingga atas keperdulian Polres Pakpak Bharat melalui Kasat Narkoba Iptu Chandra Bonaparty Sipahutar, S.H, tutup Aiptu Widodo.

( Sumber : Ps. Kasubsi Penmas Si Humas Aiptu Widodo )

Perkuat Kolaborasi, Kakorlantas Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho Hadiri Silaturahmi Media di Universitas Negeri Jakarta

JAKARTA || Jejak-indonesia.id - Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol. Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum. melaksanakan silaturahmi media bersama Kepolisian Republik Indonesia, di Universitas Negeri Jakarta, Kamis (7/5).

Dalam kesempatan tersebut, Irjen Pol. Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum. menyampaikan, pengamanan arus mudik dan balik Idulfitri 1447 H tahun 2026 berjalan aman, lancar, tertib dan terkendali. Tahun ini tercatat puncak arus mudik tertinggi dalam sejarah, yang mencapai 270.315 kendaraan.

Tentunya keberhasilan Operasi Ketupat tidak terlepas dari peran media dan awak media yang telah bersama-sama berkolaborasi menyampaikan informasi lalu lintas kepada masyarakat selama periode lebaran.

“Melalui pemberitaan, informasi rekayasa lalu lintas yang dilakukan berdasarkan adaptive traffic management, bukan lagi semata-mata berbasis waktu, serta edukasi keselamatan berkendara yang disampaikan kepada publik, masyarakat dapat memperoleh informasi yang dibutuhkan sehingga perjalanan mudik dan balik dapat berlangsung lebih aman dan lancar,” ujar Kakorlantas Polri Irjen Pol. Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum.

Berdasarkan aspek keselamatan lalu lintas, pelaksanaan operasi ketupat 2026 terjadi penurunan angka kecelakaan sebesar 5,31% serta penurunan fatalitas korban meninggal dunia hingga 30,41%. Selain itu, tidak terdapat kejadian menonjol yang mengganggu situasi kamtibmas maupun kelancaran arus lalu lintas.

“Berbagai langkah dan strategi yang dilakukan dalam pengelolaan lalu lintas, edukasi keselamatan, manajemen rekayasa lalu lintas, hingga penegakan hukum mulai memberikan dampak positif terhadap peningkatan keselamatan berlalu lintas di masyarakat,” tambah Kakorlantas Polri.

Operasi Ketupat 2026 juga menunjukkan peningkatan kualitas pelayanan yang semakin adaptif, humanis, dan berbasis teknologi. Hal tersebut diwujudkan melalui optimalisasi pos pengamanan dan pelayanan selama 24 jam, kehadiran tim urai dan public address, pelaksanaan program mudik gratis Polri Presisi, serta pemanfaatan teknologi melalui command center, ETLE drone patrol, dan pemantauan lalu lintas berbasis data real-time.

“Keberhasilan pelaksanaan operasi ketupat 2026 harus kita jadikan sebagai bahan evaluasi dan pembelajaran untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, pengamanan, serta manajemen lalu lintas pada masa mendatang” jelas Irjen Pol. Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum.

Terdapat beberapa hal yang menjadi fokus evaluasi ke depan, antara lain aspek keamanan dan keselamatan, kelancaran lalu lintas, adaptivitas manajemen serta rekayasa lalu lintas, penguatan komunikasi publik, hingga leadership dan pola pengambilan keputusan di lapangan.

“Ke depan, Korlantas Polri akan terus mengedepankan pendekatan strategis melalui optimalisasi predictive traffic policing sebagai pendekatan utama dalam pengelolaan lalu lintas modern. Selain itu, penerapan adaptive traffic management akan terus diperkuat agar setiap pengambilan keputusan dilakukan secara tepat waktu, tidak terlalu cepat sehingga menimbulkan biaya sosial, dan tidak terlambat yang dapat berdampak pada terganggunya kapasitas jaringan lalu lintas,” ujarnya.

Terakhir, Kakorlants Polri mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh media dan awak media yang telah bekerja keras, penuh dedikasi dan sinergi dalam menyukseskan operasi ketupat tahun 2026.

“Peran media bukan hanya sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam membangun kesadaran masyarakat, menjaga optimisme publik, serta mendukung terciptanya keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di Indonesia,” pungkas Kakorlantas Polri.

Diduga Pakai Dokumen Palsu, Truk Muat 25 Ekor Sapi Dicegat di Pelabuhan Gilimanuk!

JEMBRANA || Jejak-indonesia.id - Petugas Karantina mencegat sebuah truk bermuatan puluhan ekor sapi di Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali. Truk tersebut dipaksa putar balik ke kandang karantina karena diduga membawa dokumen persyaratan yang tidak sesuai atau palsu.

Aksi pencegatan ini dilakukan di tengah gencarnya pengiriman ternak keluar Bali untuk memenuhi kebutuhan hari raya Idul Adha. Petugas yang curiga sempat melakukan pengejaran hingga ke area pelabuhan.

"Benar, tadi kami ada kecurigaan terhadap truk sapi tersebut sampai kami kejar ke pelabuhan. Setelah diperiksa, kami temukan bahwa dokumen karantina yang dibawa tidak sesuai atau patut diduga palsu," ujar drh. I Putu Agus Kusuma Atmaja saat dikonfirmasi, Kamis (7/5).

Dalam pemeriksaan tersebut, petugas mendapati sebanyak 25 ekor sapi di dalam bak truk. Berdasarkan keterangan awal dari sopir truk, puluhan ternak tersebut berasal dari wilayah Karangasem.

Meski demikian, pihak Karantina mengaku masih mendalami siapa pemilik asli dari puluhan ekor sapi tersebut. Sopir truk sejauh ini belum memberikan keterangan detail mengenai identitas pengirim.

"Ada sekitar 25 ekor sapi di dalam truk. Pemilik sapi belum jelas, biar tidak salah sebut. Cuma asalnya kata sopir dari Karangasem," jelas Agus.

Dikembalikan ke Kandang Karantina

Untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut, truk beserta muatannya kini telah diamankan dan dikembalikan ke kandang Karantina Wilayah Kerja Gilimanuk. Petugas akan melakukan verifikasi ulang terhadap dokumen serta memastikan kesehatan ternak sesuai protokol yang berlaku.

Langkah tegas ini diambil guna mengantisipasi adanya pengiriman ternak ilegal yang tidak memenuhi standar administrasi dan kesehatan hewan, terlebih menjelang lonjakan permintaan ternak untuk kurban.

Panca Satya” Menggema di The Cakra Hotel, Bangun Profesionalisme dan Integritas Insan Hospitality

DENPASAR || Jejak-indonesia.id - Suasana penuh kekhidmatan dan semangat pembelajaran mewarnai pelaksanaan Dharma Wacana yang digelar di The Cakra Hotel bersama jajaran staf, General Manager, serta seluruh Head of Department (HOD). Kegiatan spiritual dan pembinaan karakter ini menghadirkan narasumber Ida Bagus Purwa Sidemen, S.Ag., M.Si., dengan mengangkat tema “Panca Satya: Lima Prinsip Kesetiaan dalam Menjaga Sikap Profesionalitas Industri Hospitality”.

Dharma Wacana tersebut menjadi momentum penting bagi seluruh insan hospitality untuk memperkuat nilai moral, etika kerja, dan tanggung jawab profesional di tengah dinamika industri pariwisata yang semakin kompetitif. Dalam pemaparannya, Ida Bagus Purwa Sidemen menekankan bahwa dunia hospitality bukan sekadar industri pelayanan, melainkan ruang pengabdian yang membutuhkan ketulusan hati, kesabaran, disiplin, dan integritas tinggi.

Menurutnya, konsep Panca Satya mengandung lima prinsip kesetiaan yang sangat relevan diterapkan dalam kehidupan kerja modern, khususnya di sektor perhotelan dan pariwisata. Nilai-nilai tersebut meliputi kesetiaan kepada Tuhan, kesetiaan kepada diri sendiri, kesetiaan kepada sesama manusia, kesetiaan kepada bangsa dan negara, serta kesetiaan kepada profesi.

Ia menjelaskan, kesetiaan kepada Tuhan atau Satya Hredaya menjadi fondasi utama dalam membentuk hati yang bersih dan penuh keikhlasan dalam bekerja. Ketika seseorang bekerja dengan hati yang tulus, maka pelayanan yang diberikan kepada tamu akan lahir secara alami, penuh keramahan, dan mencerminkan budaya hospitality yang sesungguhnya.

Sementara itu, kesetiaan kepada diri sendiri diwujudkan melalui sikap jujur, disiplin, menjaga integritas, dan terus mengembangkan kemampuan diri. Dalam dunia hospitality, profesionalisme bukan hanya dilihat dari kemampuan teknis, tetapi juga dari karakter dan etika seseorang saat melayani tamu maupun bekerja dalam tim.

Kesetiaan kepada sesama manusia juga menjadi poin penting yang ditekankan dalam Dharma Wacana tersebut. Lingkungan kerja yang harmonis, saling menghormati, dan menjunjung kerja sama diyakini mampu menciptakan energi positif di dalam perusahaan. Dengan hubungan yang baik antarpegawai, maka kualitas pelayanan kepada tamu pun akan semakin meningkat.

Lebih jauh, kesetiaan kepada bangsa dan negara diwujudkan melalui kontribusi nyata dalam menjaga citra pariwisata Indonesia, khususnya Bali, sebagai destinasi dunia yang dikenal dengan keramahan dan budaya luhurnya. Industri hospitality memiliki peran strategis sebagai wajah pariwisata yang pertama kali dilihat wisatawan. Oleh karena itu, setiap insan hospitality memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga nama baik daerah dan bangsa melalui pelayanan yang profesional dan berbudaya.

Sedangkan kesetiaan kepada profesi dimaknai sebagai bentuk dedikasi penuh terhadap pekerjaan. Menjaga nama baik perusahaan, bekerja dengan sepenuh hati, menaati aturan kerja, serta terus meningkatkan kualitas pelayanan merupakan implementasi nyata dari prinsip tersebut.

Pelaksanaan Dharma Wacana ini mendapat sambutan antusias dari seluruh peserta. Para staf dan pimpinan hotel terlihat aktif mengikuti jalannya kegiatan, karena materi yang disampaikan dinilai sangat relevan dengan tantangan kerja di industri hospitality saat ini. Kegiatan seperti ini juga menjadi sarana refleksi diri agar seluruh karyawan tidak hanya unggul dalam keterampilan kerja, tetapi juga memiliki landasan spiritual dan moral yang kuat.

Melalui tema “Panca Satya”, seluruh peserta diajak memahami bahwa profesionalisme sejati tidak hanya diukur dari kemampuan memberikan pelayanan terbaik, namun juga dari sikap, etika, dan kesetiaan terhadap nilai-nilai kebaikan dalam bekerja. Dengan menerapkan prinsip Panca Satya secara konsisten, diharapkan lahir sumber daya manusia hospitality yang berintegritas, berkarakter, harmonis, dan mampu memberikan pelayanan berkualitas tinggi kepada setiap tamu.

Dharma Wacana di The Cakra Hotel ini menjadi bukti bahwa penguatan spiritual dan moral memiliki peran penting dalam membangun budaya kerja yang sehat dan profesional. Di tengah perkembangan industri hospitality yang semakin modern, nilai-nilai luhur seperti Panca Satya tetap relevan sebagai pedoman hidup dan landasan membangun pelayanan yang humanis, berkualitas, dan berkelanjutan.

Polda Banten dan GPPMI Bangun Kolaborasi untuk Ciptakan Generasi Muda Produktif dan Peduli Sosial

SERANG || Jejak-indonesia.id - Polda Banten bersama Gerakan Pemuda Peduli Masyarakat Indonesia (GPPMI), melakukan audiensi dengan jajaran di Maung Lounge Polda Banten pada Kamis (07/05).

Audiensi dipimpin langsung oleh Kapolda Banten Irjen Pol Hengki dan dihadiri Wakapolda Banten Brigjen Pol Hendra Wirawan, para Pejabat Utama Polda Banten, serta pengurus nasional dan wilayah GPPMI.

Dalam sambutannya, Kapolda Banten menyampaikan bahwa Polda Banten terbuka terhadap masukan, kritik, maupun kolaborasi dari elemen masyarakat, khususnya generasi muda. “Polda Banten tidak alergi terhadap kritik maupun masukan. Kami justru membuka ruang silaturahmi dan kolaborasi bersama mahasiswa, organisasi kepemudaan, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen bangsa demi menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif,” ujar Hengki.

Kapolda juga menyampaikan apresiasi atas peran aktif masyarakat yang turut menjaga keamanan wilayah Banten tetap kondusif. Ia menegaskan keberhasilan pengamanan arus mudik Merak–Bakauheni tahun 2026 menjadi bukti sinergi seluruh pihak. “Alhamdulillah, pengamanan arus mudik di Pelabuhan Merak-Bakauheni berjalan aman dan lancar tanpa penumpukan kendaraan. Bahkan mendapat apresiasi dari Bapak Presiden, Menteri Perhubungan, Gubernur Banten hingga Dirut ASDP. Ini hasil kerja bersama seluruh stakeholder dan dukungan masyarakat,” katanya.

Selain itu, Kapolda Banten menegaskan komitmennya dalam menindak tegas anggota yang melakukan pelanggaran hukum maupun mencederai institusi Polri. “Saya tidak akan mentolerir anggota yang terlibat narkoba ataupun menjadi calo penerimaan anggota Polri. Saya akan tindak tegas, bahkan jika perlu dilakukan PTDH dan proses pidana,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda juga memperkenalkan berbagai program sosial Polda Banten seperti Polisi Peduli Pendidikan dan Poliran (Polisi Peduli Pengangguran) yang bertujuan membantu masyarakat serta mendorong generasi muda menjauhi narkoba, tawuran, dan kenakalan remaja.

Sementara itu, Perwakilan GPPMI menyampaikan apresiasi kepada Polda Banten atas pendekatan humanis dalam pengamanan kegiatan masyarakat, termasuk saat aksi Hari Buruh dan penyampaian aspirasi di Jakarta. “Kami mengapresiasi Kepolisian khususnya Polda Banten yang telah mengawal kegiatan masyarakat dengan humanis dan profesional sehingga seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan kondusif,” ujarnya.

GPPMI juga menyampaikan komitmennya untuk ikut berkontribusi dalam pembangunan sosial masyarakat melalui program pemberdayaan pemuda dan ketahanan pangan. “Kami berencana membangun sekretariat GPPMI di wilayah Banten sekaligus menghadirkan program Rumah Hijau berbasis hidroponik untuk melatih anak-anak muda yang belum memiliki pekerjaan. Kami ingin pemuda memiliki keterampilan dari proses pembibitan hingga panen agar mampu mandiri dan membantu menekan angka pengangguran di Provinsi Banten,” tambahnya.

Polda Banten berharap sinergi bersama organisasi kepemudaan seperti Gerakan Pemuda Peduli Masyarakat Indonesia dapat terus terjalin dalam menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif, serta bersama-sama mendorong lahirnya generasi muda yang produktif, mandiri, peduli terhadap lingkungan sosial, dan mampu berkontribusi positif bagi pembangunan di Provinsi Banten. (Bidhumas).

error: Content is protected !!