Sorry, we're closed Opens Selasa at 9:00 am

Redaksi

Terbukti Lakukan Penganiayaan Berat, Polda Papua Barat Daya Beri Sangsi PTDH Bripda MAM 

SORONG || Jejak-indonesia.id - Kepolisian Daerah (Polda) Papua Barat Daya secara resmi menjatuhkan sanksi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) terhadap Bripda MAM. Keputusan ini diambil dalam Sidang Kode Etik Profesi Polri yang digelar pada Selasa (12/5/2026) terkait kasus penganiayaan berat.

Bripda MAM terbukti melakukan penikaman sadis dengan delapan luka tusukan terhadap korban bernama Ardhalina La Nuhu. Akibat tindakan brutal tersebut, korban mengalami luka serius dan harus menjalani perawatan intensif di ruang ICU RS Sele Be Solu. Berdasarkan hasil pemeriksaan persidangan, motif penganiayaan tersebut diduga kuat dipicu oleh rasa dendam pelaku.

Dalam amar putusannya, perangkat sidang menyatakan tindakan Bripda MAM merupakan pelanggaran berat yang mencederai institusi serta bertentangan dengan norma hukum dan etika kepribadian Polri.

Pelaku dinyatakan melanggar Pasal 14 ayat (1) huruf b Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2003 tentang Pemberhentian Anggota Polri. Selain itu, ia juga melanggar ketentuan Kode Etik Profesi Polri, khususnya Pasal 8 huruf c angka 1 mengenai kewajiban menaati norma hukum, serta Pasal 13 huruf m yang melarang anggota Polri melakukan tindakan kekerasan dan berperilaku kasar.

Langkah tegas ini menjadi bukti komitmen nyata Polri dalam menindak setiap bentuk pelanggaran hukum oleh anggotanya demi menjaga rasa keadilan masyarakat. Pihak Kepolisian menegaskan tidak ada toleransi bagi personel yang melakukan kekerasan, dan penegakan disiplin akan terus berjalan secara transparan dan berkeadilan.

Perkuat Seluruh Peralatan Personel, Kapolri Resmikan Slog Lab dan Bagikan Ratusan Kendaraan Operasional

JAKARTA || Jejak-indonesia.id - Kapolri Jenderal Pol. Drs. Listyo Sigit Prabowo M.Si., menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat seluruh peralatan personel Kepolisian. Langkah ini diambil demi memaksimalkan perlindungan dan memberikan rasa aman yang lebih tinggi kepada masyarakat Indonesia.

Komitmen tersebut disampaikan Kapolri saat membuka Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Staf Logistik (Slog) Polri di Cipinang, Jakarta Timur, Selasa (12/5/2026). Dalam acara tersebut, Jenderal Pol. Listyo Sigit juga meresmikan fasilitas baru bernama Slog Lab. Laboratorium ini berfungsi untuk menguji serta memastikan kualitas seragam personel agar benar-benar sesuai dengan spesifikasi dan standar ketat institusi.

Jenderal menyebut, dalam kegiatan ini juga diresmikan Slog Lab. Dalam hal ini, laboratorium tersebut digunakan untuk mengecek dan memastikan kualitas dari seragam yang diberikan kepada personel betul-betul memenuhi spesifikasi yang menjadi persyaratan Polri.

"Kita tadi juga melihat dan diperagakan langsung bagaimana kita juga menyiapkan pakaian khususnya untuk personel-personel yang memiliki tugas dalam menghadapi potensi kerusuhan," ujar Kapolri.

Lebih lanjut Kapolri menjelaskan, seragam personel ke depannya juga disiapkan untuk menghadapi potensi serangan yang terjadi di wilayah rentan konflik. Pakaian tersebut dirancang untuk bisa menangkal serangan anak panah.

"Tadi salah satunya, bagaimana agar pada saat ada serangan, salah satunya di wilayah-wilayah yang sering terjadi konflik, yang sering menggunakan alat panah, tadi diperagakan. Dan Alhamdulillah dengan peralatan yang baru anggota kita bisa terhindar dari potensi apabila ada serangan panah," ungkap Kapolri.

Ditambahkan Kapolri, ke depannya personel juga bakal dibekali dengan berbagai macam alat pengamanan diri untuk menghadapi segala macam potensi tantangan di lapangan.

“Apakah itu mulai dari lemparan molotov, kemudian juga tembakan, dan juga tentunya segala macam yang membahayakan anggota," jelas Kapolri.

Terkait semua ini, Jenderal Sigit menegaskan bahwa, hal itu dimaksudkan agar seluruh personel kepolisian bisa menjalankan tugasnya secara maksimal dan optimal. Terlebih, dalam rangka memberikan rasa aman masyarakat hingga menghadapi segala macam risiko yang dihadapi.

Di sisi lain, Kapolri juga membagikan beberapa alat operasional yang sangat dibutuhkan bagi anggota. Di antaranya 430 unit kendaraan, mulai dari motor, kemudian mobil patroli dengan tenaga listrik, hingga ambulans.

"Dan juga peralatan-peralatan patroli di wilayah-wilayah konflik seperti di Papua, Papua Tengah, Dogiyai. Dan juga ambulans yang tentunya sangat dibutuhkan khususnya di situasi-situasi darurat. Juga ada beberapa kendaraan yang bisa digunakan pada saat melayani masyarakat yang terdampak banjir," jelas Kapolri.

Diharapkan Kapolri, ini semua menjadi bagian untuk mengoptimalkan serta memberikan dukungan terhadap seluruh anggota yang melaksanakan tugas di fungsi operasional serta memberikan pelayanan dan pengamanan masyarakat.

"Sehingga kehadiran Polri dalam memberikan rasa aman, dalam melaksanakan tugas kita mulai dari menjaga stabilitas Kamtibmas sampai dengan memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat serta melakukan tugas-tugas yang terkait dengan penegakan hukum. Khususnya bagaimana kita sebagai institusi yang memiliki tugas menjaga keamanan, menjaga keteraturan sosial, betul-betul bisa maksimal," jelas Kapolri.

Disebutkan Kapolri, Korps Bhayangkara juga menyusun MEPE (Minimal Essential Police Equipment) atau peralatan standar minimal yang wajib dimiliki Polri.

"Dan tentunya ini semua bagian dari upaya kita agar kita selalu siap dengan seluruh dukungan peralatan yang ada, disesuaikan dengan karakteristik wilayah masing-masing. Sehingga kemudian pada saat Polri tampil dan turun, betul-betul bisa melaksanakan tugas pokoknya dengan semaksimal mungkin. Dan harapan kita, semua yang dipersiapkan ini tentunya bisa memberikan pelayanan yang jauh lebih baik kepada masyarakat terhadap tugas-tugas yang dilaksanakan oleh institusi Polri," ungkap Kapolri.

Polda Metro Jaya Bersama Polres Jakbar Panen Sawi Hidroponik dan Ikan untuk Ribuan Penerima Manfaat SPBG Palmerah

JAKARTA || Jejak-indonesia.id - Polda Metro Jaya bersama Polres Metro Jakarta Barat melaksanakan panen sayuran sawi hidroponik dan juga ikan patin di greenhouse SPBG Palmerah, Jakarta Barat, Senin sore (11/5/2026).

Kegiatan panen tersebut dipimpin oleh Auditor Kepolisian Madya Tk. III Itwasda Polda Metro Jaya Kombes Pol Ardanto Nugroho.

Dalam kesempatan itu, Ardanto menyampaikan bahwa panen kali ini merupakan siklus kedua yang dilaksanakan di greenhouse SPBG Palmerah.

“Sore ini kami melakukan panen sayuran sawi di greenhouse SPBG Palmerah, Polda Metro Jaya. Ada tiga meja sawi yang dipanen dengan estimasi total sekitar 80 kilogram,” ujar Ardanto di lokasi, Senin (11/5/2026).

Hasil panen tersebut nantinya akan langsung dimanfaatkan sebagai bahan baku menu makan bagi sekitar 2.529 porsi penerima manfaat yang dilayani SPBG Palmerah pada hari berikutnya.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya menjaga kesinambungan rantai pasok bahan pangan sekaligus mendukung ketersediaan menu sehat dan bergizi.

Menurut Ardanto, metode hidroponik yang digunakan membuat sayuran lebih higienis karena ditanam tanpa menggunakan pestisida.

Selain menghasilkan sayuran sehat, greenhouse SPBG Palmerah juga mengembangkan sumber protein mandiri berupa budidaya ikan patin yang nantinya turut disajikan sebagai menu makanan bagi para penerima manfaat.

“Kami juga memiliki sumber protein dari ikan patin yang akan dipanen dan dijadikan bagian dari menu di SPBG Palmerah,” jelasnya.

Ia menambahkan, pengembangan greenhouse tersebut bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan internal SPBG Palmerah, tetapi juga dipersiapkan untuk mendukung suplai bahan pangan bagi SPBG lain di bawah naungan Yayasan Kemala Bhayangkari.

( *Humas Polres Metro Jakarta Barat* )

Patroli Jalan Kaki, Polsek Kebon Jeruk Hadirkan Rasa Aman

JAKARTA || Jejak-indonesia.id – Dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di siang hari, Polsek Kebon Jeruk Polres Metro Jakarta Barat menggelar kegiatan patroli kewilayahan melalui strong point dan patroli jalan kaki di sepanjang Jalan Arjuna Utara, Kelurahan Duri Kepa, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Selasa (12/5/2026).

Kegiatan patroli dipimpin langsung oleh Kapolsubsektor Duri Kepa IPDA Kaboul Sudiyanto selaku Pawas Mako bersama anggota piket fungsi.

Patroli dilakukan sebagai langkah antisipasi berbagai potensi gangguan kamtibmas seperti curas, curat, curanmor (3C), tawuran remaja, aksi premanisme hingga aktivitas debt collector atau mata elang yang meresahkan masyarakat.

Selain melakukan pemantauan situasi wilayah, petugas juga menyempatkan diri berinteraksi langsung dengan masyarakat melalui patroli dialogis dan jalan kaki guna mendengarkan aspirasi warga sekaligus memberikan imbauan kamtibmas.

Kapolsek Kebon Jeruk Polres Metro Jakarta Barat Kompol Nur Aqsha Ferdianto, S.E mengatakan bahwa kehadiran polisi di tengah masyarakat merupakan bentuk pelayanan untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi warga.

“Patroli kewilayahan ini merupakan bagian dari upaya preventif kepolisian dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif, sekaligus mempererat hubungan antara polisi dengan masyarakat,” ujarnya.

( *Humas Polres Metro Jakarta Barat* )

Sat Res PPA Polres Jakbar Gandeng Sekolah Cegah Perundungan di Lingkungan Pelajar

JAKARTA || Jejak-indonesia.id - Sebagai bentuk kepedulian terhadap perlindungan anak dan terciptanya lingkungan sekolah yang aman serta nyaman, jajaran Polres Metro Jakarta Barat melalui Sat Res PPA dan PPO menggelar kegiatan edukasi anti bullying dan pencegahan kekerasan di SMPN 186 Kalideres, Jakarta Barat, Senin (11/5/2026).

Kegiatan yang berlangsung usai upacara bendera tersebut diikuti sebanyak 864 siswa, para guru, kepala sekolah hingga komite sekolah dengan penuh antusias.

Hadir sebagai narasumber PS. Kasat Res PPA dan PPO Polres Metro Jakarta Barat Kompol Nunu Suparmi, S.H., M.H., Kasat Binmas Polres Metro Jakarta Barat, serta psikolog dari LPSK DKI Jakarta.

Dalam penyampaian materinya, Kompol Nunu Suparmi memberikan pemahaman kepada para pelajar mengenai berbagai bentuk kekerasan, mulai dari kekerasan fisik, psikis hingga seksual, beserta dampak yang dapat ditimbulkan terhadap korban.

Selain itu, para siswa juga diberikan edukasi terkait pentingnya keberanian untuk berbicara dan melapor apabila mengalami maupun mengetahui adanya tindakan kekerasan di lingkungan sekolah ataupun sekitarnya.

“Kami ingin anak-anak merasa aman, tidak takut untuk melapor, dan memahami bahwa bullying maupun kekerasan bukan hal yang bisa dianggap biasa,” ujar Kompol Nunu Suparmi di hadapan para siswa, Senin, 11/5/2026

Suasana kegiatan berlangsung hangat dan interaktif. Para siswa tampak aktif bertanya serta menjawab pertanyaan yang diberikan narasumber.

Sebagai bentuk apresiasi, sejumlah hadiah juga diberikan kepada siswa yang berani tampil dan aktif selama kegiatan berlangsung.

Melalui kegiatan ini, Polres Metro Jakarta Barat berharap dapat menumbuhkan kesadaran bersama akan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang ramah anak, bebas dari perundungan, serta membangun generasi muda yang berani, peduli, dan saling menghargai.

( *Humas Polres Metro Jakarta Barat* )

error: Content is protected !!