Sorry, we're closed Opens Selasa at 9:00 am

Redaksi

Polres Pandeglang Gencarkan Sosialisasi Layanan 110 dan Super App Polri Lewat Talkshow Radio

PANDEGLANG || Jejak-indonesia.id – Dalam upaya meningkatkan pelayanan publik dan mendekatkan Polri dengan masyarakat melalui pemanfaatan teknologi digital, Sie Humas Polres Pandeglang menggelar kegiatan talkshow interaktif di Radio Berkah Pandeglang pada Rabu, 13 Mei 2026.

Kegiatan talkshow tersebut menghadirkan Brigadir Evit Suviya sebagai narasumber yang memberikan sosialisasi terkait layanan Call Center 110 serta penggunaan aplikasi Super App Polri kepada masyarakat luas, khususnya para pendengar Radio Berkah Pandeglang.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Polres Pandeglang dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai kemudahan akses layanan kepolisian yang cepat, mudah, dan responsif melalui sistem pelayanan berbasis digital.

Dalam kesempatan tersebut, Brigadir Evit Suviya menjelaskan bahwa layanan Call Center 110 merupakan layanan darurat milik Kepolisian Negara Republik Indonesia yang dapat digunakan masyarakat selama 24 jam secara gratis. Melalui layanan tersebut, masyarakat dapat dengan cepat melaporkan kejadian tindak kriminalitas, kecelakaan lalu lintas, gangguan kamtibmas, maupun situasi darurat lainnya yang membutuhkan kehadiran aparat kepolisian.

“Layanan 110 ini hadir untuk mempermudah masyarakat dalam mendapatkan bantuan kepolisian secara cepat. Masyarakat tidak perlu ragu untuk menghubungi layanan tersebut apabila menemukan atau mengalami kejadian yang membutuhkan penanganan kepolisian,” ujar Brigadir Evit Suviya saat siaran berlangsung.

Selain mensosialisasikan layanan 110, Brigadir Evit Suviya juga memperkenalkan aplikasi Super App Polri sebagai inovasi pelayanan digital Polri yang dirancang untuk memberikan kemudahan akses berbagai layanan kepolisian hanya melalui satu aplikasi di telepon genggam.

Dalam penjelasannya, aplikasi Super App Polri memiliki berbagai fitur pelayanan publik seperti informasi layanan kepolisian, pengaduan masyarakat, pembuatan laporan kehilangan, informasi SIM dan SKCK, layanan pengaduan, hingga informasi terkait keamanan dan ketertiban masyarakat.

Menurutnya, kehadiran aplikasi tersebut menjadi salah satu bentuk transformasi Polri Presisi dalam memberikan pelayanan yang modern, transparan, cepat, dan akuntabel kepada masyarakat.

“Melalui aplikasi Super App Polri, masyarakat dapat lebih mudah mengakses berbagai layanan kepolisian tanpa harus datang langsung ke kantor polisi. Ini merupakan bentuk komitmen Polri dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik berbasis teknologi,” tambahnya.

Talkshow berlangsung dengan interaktif dan mendapat respons positif dari para pendengar Radio Berkah Pandeglang. Dalam sesi dialog, masyarakat juga diberikan kesempatan untuk bertanya secara langsung mengenai penggunaan layanan 110 maupun fitur-fitur yang tersedia pada aplikasi Super App Polri.

Sie Humas Polres Pandeglang berharap melalui kegiatan sosialisasi ini masyarakat semakin memahami pentingnya pemanfaatan layanan digital kepolisian guna mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Kabupaten Pandeglang.

Selain itu, Polres Pandeglang juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjalin komunikasi dan kerja sama dengan kepolisian dalam menjaga keamanan lingkungan serta segera melaporkan apabila menemukan adanya potensi gangguan kamtibmas di wilayah masing-masing.

Dengan adanya kegiatan talkshow tersebut, diharapkan informasi terkait layanan 110 dan aplikasi Super App Polri dapat tersampaikan secara luas kepada masyarakat sehingga pelayanan kepolisian semakin mudah dijangkau, cepat, serta mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Pandeglang.

Polres Pandeglang Pastikan Keamanan dan Kelancaran Pemberangkatan Jamaah Haji 2026

PANDEGLANG || Jejak-indonesia.id – Polres Pandeglang menggelar kegiatan pengamanan pemberangkatan jamaah haji Kabupaten Pandeglang yang dilaksanakan di Pendopo Bupati Pandeglang pada Rabu dini hari, 13 Mei 2026.

Kegiatan pengamanan tersebut dipimpin langsung oleh Kabag Ops Polres Pandeglang AKP Abdul Rahman Taufik guna memastikan seluruh rangkaian pemberangkatan jamaah haji berjalan aman, tertib, dan lancar.

Sejumlah personel Polres Pandeglang diterjunkan untuk melaksanakan pengamanan di area keberangkatan, pengaturan arus lalu lintas, pengawasan barang bawaan jamaah, hingga membantu kelancaran mobilitas para jamaah dan keluarga pengantar yang memadati kawasan Pendopo Bupati Pandeglang.

Dalam keterangannya, AKP Abdul Rahman Taufik menyampaikan bahwa pengamanan dilakukan sebagai bentuk pelayanan Polri kepada masyarakat, khususnya dalam memberikan rasa aman dan nyaman kepada para jamaah haji yang akan berangkat menunaikan ibadah ke Tanah Suci.

“Kami dari Polres Pandeglang melaksanakan pengamanan guna memastikan proses pemberangkatan jamaah haji berjalan aman, tertib, dan lancar. Personel kami ditempatkan di sejumlah titik untuk mengantisipasi gangguan kamtibmas maupun kemacetan arus lalu lintas,” ujar AKP Abdul Rahman Taufik.

Selain melakukan pengamanan, personel Polres Pandeglang juga membantu para jamaah lanjut usia serta memberikan imbauan kepada keluarga pengantar agar tetap menjaga ketertiban selama proses pemberangkatan berlangsung.

Suasana haru dan penuh khidmat terlihat saat para jamaah haji berpamitan dengan keluarga sebelum diberangkatkan menuju embarkasi. Kehadiran personel kepolisian di lokasi turut memberikan rasa aman dan membantu kelancaran seluruh rangkaian kegiatan.

Polres Pandeglang juga berkoordinasi dengan instansi terkait, panitia penyelenggara haji, Dinas Perhubungan, Satpol PP, serta petugas kesehatan guna memastikan seluruh proses keberangkatan berlangsung dengan baik dan sesuai prosedur.

Melalui kegiatan pengamanan ini, Polres Pandeglang berharap seluruh jamaah haji asal Kabupaten Pandeglang dapat menjalankan ibadah dengan lancar, aman, dan kembali ke tanah air dengan selamat serta menjadi haji yang mabrur.

Dinkes Pastikan Belum Ada Hantavirus di Banyuwangi, Warga Diminta Tenang dan Jaga Kebersihan Lingkungan

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id - Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi memastikan hingga awal Mei 2026 ini, belum ada laporan atau temuan kasus positif infeksi hantavirus di wilayah Banyuwangi. Meski kondisi aman, langkah pencegahan tetap diperkuat guna mencegah potensi penyebaran penyakit yang ditularkan melalui tikus ini.

Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi, Amir Hidayat, mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap penyebaran hantavirus, penyakit yang ditularkan melalui tikus dan dapat menimbulkan gangguan serius pada kesehatan manusia.

Menurut Amir, hantavirus dapat menular melalui kotoran, air kencing, hingga gigitan tikus yang telah terinfeksi virus tersebut. Penularan paling sering terjadi ketika kotoran dan air kencing tikus yang sudah mengering bercampur dengan debu lalu terhirup manusia.

“Hantavirus ini bisa menimbulkan gejala seperti demam tinggi, ruam pada tubuh, bahkan gangguan pernapasan seperti batuk dan sesak. Penularannya bisa dari debu yang terkontaminasi kencing tikus, gigitan tikus, hingga makanan yang sudah terkena virus dari tikus,” ujar Amir.

Amir menjelaskan, penyakit akibat hantavirus dapat berkembang secara bertahap. Pada fase awal, penderita biasanya mengalami demam, nyeri tubuh, dan gejala umum layaknya infeksi virus.

“Kalau sudah muncul demam tinggi dan gejala mengarah ke infeksi hantavirus, sebaiknya segera dirawat supaya penanganannya lebih cepat dan tidak berkembang menjadi lebih berat,” katanya.

Sebagai langkah pencegahan, Amir mendorong masyarakat untuk meningkatkan kebersihan lingkungan karena mengurangi risiko tikus berkembang biak di sekitar permukiman warga.

Warga diminta untuk menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal, menutup tempat penyimpanan makanan agar tidak terkontaminasi, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami gejala yang mencurigakan setelah beraktivitas di lingkungan yang berpotensi menjadi habitat tikus.

“Yang paling penting jangan sampai tikus masuk ke rumah. Lingkungan harus dijaga tetap bersih, terutama daerah yang dekat kebun atau sarang tikus. Kalau mau membersihkan kotoran tikus, pakai masker dan siram dengan desinfektan lalu bersihkan,” ucapnya.

Amir juga menekankan pentingnya menjaga daya tahan tubuh dengan pola hidup sehat seperti mengonsumsi makanan bergizi, rutin berolahraga, dan istirahat cukup. Menurutnya, sistem imun yang baik dapat membantu tubuh melawan infeksi virus. (*)

Tiba di Banyuwangi, Bupati Ipuk dan Komponen Lintas Agama Sambut Kedatangan Biksu Thudong

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id - Para biksu Thudong tiba di kelenteng atau Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Tik Liong Tian, Rogojampi, Banyuwangi, Senin (11/5/2026). Mereka disambut hangat oleh Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, pengurus yayasan TTID, umat Tri Dharma dan masyarakat lintas agama.

Kesenian barongsai ikut memeriahkan kedatangan mereka yang berjumlah 56 orang itu. Para biksu juga mencuci kaki, menebar bunga, dan seremoni.

Bupati Ipuk menyampaikan penghormatan kepada para biksu yang telah tulus dan sabar akan menempuh perjalanan ribuan kilometer melakukan perjalanan spiritual.

Mereka tiba di Banyuwangi dengan keadaan selamat dan sehat. Setelah itu mereka akan berjalan ratusan kilometer lagi untuk sampai ke titik tujuan akhir, yaitu Candi Borobudur sebagai pusat perayaan Waisak tahun ini.

“Ini adalah kebanggaan tersendiri bagi Banyuwangi karena menjadi salah satu kota persinggahan dalam perjalanan thudong tahun ini,” ungkap Ipuk.

Perjalanan mereka menjadi bagian dari Indonesia Walk for Peace 2026 yang diikuti 50 biksu dari Thailand, Malaysia, Laos, dan 6 biksu dari Indonesia.

Ipuk mengatakan, perjalanan spiritual para biksu Thudong membawa pesan tentang perdamaian, kemanusiaan, dan persaudaraan di tengah keberagaman.

"Di Banyuwangi, masjid, gereja, pura, vihara, dan klenteng hidup berdampingan. Masyarakatnya guyub, saling membantu. Keberagaman bukan alasan untuk terpecah, tetapi menjadi kekuatan untuk saling menguatkan," ujar Ipuk.

Perjalanan spiritual para biksu thudong akan berlangsung selama sekitar tiga pekan untuk mengikuti rangkaian perayaan Hari Raya Waisak di Candi Borobudur pada 31 Mei 2026. Total jarak perjalanan menuju Borobudur mencapai sekitar 666 kilometer.

Ketua Panitia Klenteng Tik Liong Tian, Siswanto mengatakan, selama perjalanan para biksu akan singgah di sejumlah vihara dan tempat peribadatan yang telah disiapkan panitia di berbagai daerah.

Setelah dari Rogojampi, para biksu melanjutkan perjalanan menuju Vihara Jaya Manggala di Desa Yosomulyo, Kecamatan Gambiran.

"Di lokasi tersebut mereka akan beristirahat dan menginap sebelum melanjutkan perjalanan ke Pasuruan dan daerah lainnya yang dilewati," ujarnya.

Salah satu biksu asal Indonesia, Bhante Jinavaro (38), mengaku bersyukur dapat mengikuti perjalanan Thudong menuju Candi Borobudur. Meski harus menghadapi cuaca panas dan perjalanan panjang, ia tetap bersemangat menuntaskan ritual tersebut.

"Perjalanannya sangat bagus, walaupun banyak rintangan dan hambatan. Cuaca di Bali luar biasa panas dibandingkan di Pulau Jawa. Tapi kami tetap harus punya semangat supaya bisa sampai di Borobudur," ujar Bhante. (*)

Lepas 1.312 Jemaah Haji, Bupati Ipuk: Doakan Kebaikan untuk Banyuwangi

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id - Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, melepas keberangkatan Calon Jemaah Haji(CJH) Banyuwangi 2026 di depan Kantor Pemkab Banyuwangi, Selasa (12/5/2026). Tahun ini total jemaah haji asal Banyuwangi mencapai 1.312 orang.

Mereka terbagi dalam lima kelompok terbang (kloter), yakni kloter 71 sebanyak 8 jemaah, kloter 82 dan 83 sebanyak 752 jemaah, kloter 84 dan 85 sebanyak 550 jemaah.

Pemberangkatan dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama ini diikuti sebanyak 752 jemaah yang tergabung dalam kloter 82 dan 83. Kloter 84 dan 85 diberangkatkan Selasa malam. Sementara 8 jemaah yang tergabung dalam kloter 71 telah diberangkatkan lebih awal.

Para jamaah diberangkatkan menuju Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, sebelum melanjutkan perjalanan ke Tanah Suci.

Ipuk mendoakan seluruh jamaah dapat menjalankan ibadah haji dengan lancar dan kembali ke Banyuwangi sebagai haji yang mabrur.

“Alhamdulillah Bapak/Ibu akan berangkat beribadah ke tanah suci memenuhi panggilan Allah SWT. Kami doakan ibadah yang dijalankan lancar, selamat hingga kembali menjadi haji yang mabrur,” ujar Ipuk.

Ipuk juga meminta para jamaah turut mendoakan Banyuwangi agar tetap aman, nyaman, dan terhindar dari bencana.

“Kami berharap bapak ibuk semua berkenan mendoakan kebaikan untuk Banyuwangi, agar Banyuwangi diberikan keamanan, kenyamanan serta dijauhkan dari segala macam bencana dan bahaya,” lanjutnya.

Ipuk mengatakan para jamaah tidak hanya menjalankan ibadah, tetapi juga membawa nama baik daerah dan Indonesia selama berada di Arab Saudi.

“Karena bapak/ibu bukan hanya menjadi jemaah haji tapi juga duta bagi Indonesia dan juga Banyuwangi khususnya sehingga setiap sikap dan perilaku kita akan mencerminkan negara dan daerah asal,” katanya.

Ipuk juga meminta petugas haji memberikan pelayanan optimal, terutama bagi jemaah lanjut usia (lansia) dan jamaah dengan kondisi kesehatan khusus.

Plt Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Banyuwangi, Rif’an Junaidi, mengatakan jemaah yang diberangkatkan pagi ini langsung menuju embarkasi Sukolilo di Surabaya.

"Mereka akan beristirahat sekitar 20 jam dan akan diberangkatkan menuju tanah suci besok pagi. Prosesi haji akan berlangsung selama 40 hari,” terangnya.

Dari total 1312 orang, sebanyak 503 di antaranya merupakan jemaah lanjut usia (lansia) diatas 65 tahun. Sementara jemaah risiko tinggi sebanyak 144 orang. Di Banyuwangi sendiri jemaah tertua berusia 103 tahun dan termuda berusia 18 tahun.

“Untuk jamaah prioritas yakni lansia, risti dan juga difabel Banyuwangi sudah terdata, nantinya akan ada fasilitasi dan layanan lebih dibanding jamaah lainnya salah satunya mengikuti program Murur,” ujar Rif’an.

Murur merupakan skema di mana jemaah haji hanya melewati area Muzdalifah, tanpa turun dari kendaraan di puncak musim haji. Mereka bisa bertolak dari Arafah ke Muzdalifah, untuk selanjutnya menuju Mina. Dengan demikian tidak seperti lazimnya prosesi rukun haji, jemaah harus bermalam sejenak (mabit) di Muzdalifah.

“Dengan demikian jamaah prioritas terhindar dari kepadatan, dan bisa melaksanakan ibadah dengan nyaman dan kesehatannya terjaga,” tambah Rif’an. (*)

error: Content is protected !!