Sorry, we're closed Opens Selasa at 9:00 am

Redaksi

Masa Tanggap Darurat Terlewati, Penanganan Pascabencana Sumatera Masuk Transisi Fase Pemulihan

JAKARTA || Jejak-indonesia.id - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian selaku Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana menegaskan, pemerintah mulai memasuki fase pemulihan dalam percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Hal itu disampaikan Tito usai rapat progres percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana Sumatera bersama Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno di Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, Selasa (12/5/2026).

Tito menjelaskan, masa tanggap darurat telah dilalui dan kini wilayah terdampak berangsur memasuki tahap transisi menuju pemulihan. Untuk Sumatera Utara dan Sumatera Barat, masa transisi disebut hampir selesai, sementara Aceh diperpanjang sedikit sebelum masuk tahap pemulihan penuh.

“Karena sekarang ini sebetulnya kita sedang masuk, sudah melewati darurat, masuk ke sekarang transisi [menuju pemulihan],” ujar Tito.

Ia mengungkapkan, sejumlah layanan dasar di daerah terdampak telah kembali berjalan normal. Pemerintahan di Kabupaten Aceh Tamiang, misalnya, sudah pulih. Selain itu, layanan rumah sakit di seluruh kabupaten juga kembali normal, meski masih terdapat beberapa puskesmas pembantu di desa-desa yang dalam proses penanganan.

Tak hanya itu, pasokan listrik hampir sepenuhnya pulih, kecuali di wilayah yang masih terisolasi akibat akses jalan terputus. Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah menyalurkan genset sebagai solusi sementara. Distribusi bahan bakar minyak (BBM) melalui stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), jaringan internet, jalan nasional, serta jembatan nasional juga telah kembali berfungsi.

Di sektor pendidikan, pemerintah melalui kementerian terkait telah berkoordinasi dengan kontraktor dan pihak lainnya untuk mempercepat perbaikan fasilitas pendidikan berdasarkan skala prioritas.

“Terutama yang sekolah-sekolah yang belum ideal untuk proses belajarnya. Proses belajarnya sudah 100 persen tapi belum ideal,” jelasnya.

Tito juga menekankan, dukungan anggaran menjadi kunci percepatan pemulihan. Pemerintah pusat, kata dia, telah menyalurkan tambahan transfer ke daerah sebesar Rp10,6 triliun kepada tiga provinsi terdampak.

“Sudah ditransfer semua, tuntas sudah. Februari, Maret, April tiga kali, sudah tuntas, totalnya Rp10,6 triliun,” jelasnya.

Dana tersebut kini berada di pemerintah daerah tingkat provinsi, kabupaten, dan kota. Karena itu, pemerintah pusat terus mengawal agar penggunaannya tepat sasaran dan cepat, terutama untuk memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat.

Selain transfer daerah, dukungan juga datang dari kementerian/lembaga lain. Misalnya, Kementerian Pertanian yang menyiapkan anggaran untuk menangani lahan pertanian terdampak. Ada pula bantuan sosial dari Kementerian Sosial. Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) turut mendukung pembangunan hunian sementara dan dana tunggu hunian.

Lebih lanjut, Tito mengungkapkan, pemerintah telah menyiapkan rencana induk pemulihan yang tengah diproses menjadi Peraturan Presiden (Perpres). Rencana tersebut memiliki target pelaksanaan selama tiga tahun hingga 2028 dengan tahapan kerja setiap tahun.

“Nah, ini kalau nanti sudah disetujui oleh Bapak Presiden, maka ya otomatis speed-nya akan lebih kencang lagi, ketika anggaran sudah disalurkan kepada kementerian dan lembaga yang menangani,” tandasnya.

Satgas PRR

Wamendagri Bima Arya Minta Kepala Daerah Optimalkan Ketahanan Pangan dan Transisi Energi

SEMARANG || Jejak-indonesia.id – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto meminta para kepala daerah untuk meninggalkan pola rapat yang bersifat seremonial dan mulai berfokus pada eksekusi langsung program lintas sektor. Menurutnya, langkah progresif tersebut sangat dibutuhkan untuk menjawab berbagai persoalan konkret, seperti ketahanan pangan dan transisi energi secara cepat dan terukur.

"Forum-forum komunikasi kepala daerah sejak dulu sering kali hanya sebatas administratif dan seremonial yang tidak jalan, padahal saat ini kita butuh pendekatan sektoral yang progresif, langsung per-isu konkret, dan memiliki pembiayaan yang jelas," ujarnya dalam kegiatan Rapat Kerja Gubernur (Rekergub) Forum Kerja Sama Daerah Mitra Praja Utama (MPU) 2026 di Kota Semarang, Jawa Tengah, Selasa (12/5/2026).

Ia menegaskan, tantangan yang dihadapi kepala daerah kini semakin kompleks di tengah ketidakpastian global. Terlebih, daerah juga diminta mengawal berbagai Program Strategis Nasional, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kondisi itu dinilai semakin menantang, terutama karena Indonesia tengah berpacu mengoptimalkan bonus demografi agar dapat keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah menuju visi Indonesia Emas 2045.

Untuk itu, Bima mendorong kepala daerah mengesampingkan ego sektoral yang selama ini menghambat kerja sama antardaerah, khususnya dalam distribusi pasokan pangan. Ia menekankan pentingnya penguasaan big data yang presisi dan real-time agar daerah dengan komoditas surplus dapat menopang wilayah lain yang mengalami kekurangan.

"Nah, ini masih menjadi tantangan kita membangun data yang real-time untuk Bapak-Ibu membuat keputusan mengambil kerja sama yang efektif. Daerah-daerah mana yang suplainya berlebih, daerah mana yang membutuhkan, kemudian apa saja yang bisa dikerjasamakan," jelasnya.

Selain isu pangan, Bima juga menyoroti pentingnya percepatan transisi energi, khususnya dalam pengembangan ekosistem kendaraan listrik. Ia meminta seluruh kepala daerah memiliki pemahaman yang sama terhadap Surat Edaran Menteri Dalam Negeri (SE Mendagri) tertanggal 22 April 2026 yang mengatur pembebasan penuh Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) bagi kendaraan listrik.

Menurutnya, meskipun kebijakan tersebut berpotensi menekan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dalam jangka pendek, manfaat jangka panjangnya jauh lebih besar. Hal itu mulai dari efisiensi operasional, peningkatan kualitas udara, hingga penciptaan lapangan kerja baru di sektor energi hijau.

Bima juga mendorong kepala daerah untuk terus melahirkan inovasi dalam menggali potensi wilayah masing-masing guna mendukung pertumbuhan ekonomi. Ia menegaskan bahwa peningkatan PAD tidak harus selalu diperoleh melalui kenaikan pajak, melainkan dapat diwujudkan melalui kreativitas dan optimalisasi potensi lokal.

"Banyak daerah yang sangat kreatif. Mereka bisa meningkatkan PAD dengan cara-cara yang sebetulnya biasa-biasa saja tapi ternyata dampaknya dahsyat. Ini kepala daerah yang kreatif, enggak hanya menaikkan pajak," pungkasnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi selaku tuan rumah, Wakil Gubernur DI Yogyakarta KGPAA Paku Alam X, Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat Indah Dhamayanti Putri, Direktur Eksekutif MPU Suhajar Diantoro, serta Rektor IPDN Halilul Khairi bersama perwakilan pemerintah daerah anggota MPU lainnya.

Puspen Kemendagri

Rotasi Jabatan di Polres Pandeglang, Kasat Lantas Resmi Berganti

PANDEGLANG || Jejak-indonesia.id -  Polres Pandeglang menggelar upacara serah terima jabatan (sertijab) Kasat Lantas Polres Pandeglang yang berlangsung di Aula Polres Pandeglang pada Rabu, 13 Mei 2026.

Upacara sertijab tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Pandeglang AKBP Dr. Dhyno Indra Setyadi dan dihadiri oleh pejabat utama Polres Pandeglang, para Kapolsek jajaran, personel Polres Pandeglang, serta pengurus Bhayangkari Cabang Pandeglang.

Dalam kegiatan tersebut, jabatan Kasat Lantas Polres Pandeglang yang sebelumnya dijabat oleh AKP Surya Muhammad resmi diserahterimakan kepada AKP Senna Indiarto Rajasa Putra.

Prosesi sertijab berlangsung khidmat yang ditandai dengan pengambilan sumpah jabatan, penandatanganan berita acara serah terima jabatan, serta penandatanganan pakta integritas sebagai bentuk komitmen pejabat baru dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.

Dalam amanatnya, Kapolres Pandeglang AKBP Dr. Dhyno Indra Setyadi menyampaikan bahwa mutasi jabatan di lingkungan Polri merupakan hal yang wajar sebagai bagian dari dinamika organisasi, penyegaran, serta pengembangan karier personel.

“Serah terima jabatan ini merupakan bagian dari proses pembinaan organisasi dalam rangka meningkatkan kinerja serta kualitas pelayanan Polri kepada masyarakat. Saya berharap pejabat yang baru dapat segera menyesuaikan diri dan melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab,” ujar AKBP Dr. Dhyno Indra Setyadi.

Kapolres juga menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada AKP Surya Muhammad atas dedikasi dan pengabdiannya selama menjabat sebagai Kasat Lantas Polres Pandeglang.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada AKP Surya Muhammad atas loyalitas, kerja keras, dan kontribusi yang telah diberikan selama bertugas di Polres Pandeglang. Semoga sukses di tempat tugas yang baru,” tambahnya.

Kepada pejabat baru, AKP Senna Indiarto Rajasa Putra, Kapolres berharap agar dapat meneruskan serta meningkatkan berbagai program dan inovasi pelayanan di bidang lalu lintas, khususnya dalam menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di wilayah hukum Polres Pandeglang.

Upacara sertijab berlangsung dengan tertib dan penuh rasa kekeluargaan. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemberian ucapan selamat kepada pejabat lama dan pejabat baru oleh Kapolres Pandeglang beserta seluruh peserta yang hadir.

Dengan adanya pergantian pejabat tersebut, diharapkan Satlantas Polres Pandeglang semakin optimal dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat serta mampu menghadirkan situasi lalu lintas yang aman, tertib, dan kondusif di wilayah Kabupaten Pandeglang.

Ciptakan Rasa Aman, Sat Samapta Polres Serang Gelar Patroli Dialogis

SERANG || Jejak-indonesia.id – Dalam upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) agar tetap aman dan kondusif, Sat Samapta Polres Serang melaksanakan patroli dialogis di wilayah hukum polres serang, Rabu (13/5/2026) dini hari.

Patroli yang dimulai pukul 00.10 WIB hingga selesai ini dipimpin oleh IPTU ALKHAFI SUHUD.Dalam pelaksanaannya, petugas menyambangi masyarakat di wilayah tersebut dan memberikan himbauan kamtibmas secara humanis.

IPTU ALKHAFI SUUD beserta anggota meminta masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi tindak kejahatan, khususnya pencurian kendaraan bermotor (curanmor).

"Kami hadir di tengah masyarakat untuk memastikan situasi aman. Kami himbau warga agar waspada terhadap kejahatan konvensional, menghindari narkoba, dan bijak dalam menggunakan media sosial," ujar ALKHAFI.

Lebih lanjut, petugas juga mengedukasi warga agar segera melaporkan ke layanan kepolisian 110 Polres Serang jika menemukan gangguan kamtibmas atau hal-hal mencurigakan.Kegiatan ini merupakan wujud kehadiran dan kedekatan Polri dengan masyarakat, sekaligus upaya preventif mengantisipasi tindak kejahatan di wilayah hukum Polres Serang. Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman dan kondusif.

Permudah Layanan Kepolisian, Polres Pandeglang Gencarkan Sosialisasi Super App Polri

PANDEGLANG || Jejak-indonesia.id – Dalam rangka mendukung transformasi pelayanan publik berbasis digital serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, Polres Pandeglang menggelar kegiatan sosialisasi penggunaan Super App Polri kepada masyarakat pemohon SIM dan SKCK di Satpas Polres Pandeglang, Rabu (13/05/2026).

Kegiatan sosialisasi tersebut dilaksanakan oleh personel Seksi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Polres Pandeglang, BRIPKA Sagita Nur, dengan memberikan edukasi secara langsung kepada masyarakat yang sedang mengurus pelayanan SIM dan SKCK.

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat diberikan pemahaman mengenai manfaat dan kemudahan penggunaan aplikasi Super App Polri sebagai sarana pelayanan digital yang terintegrasi. Aplikasi tersebut hadir untuk mempermudah masyarakat dalam mengakses berbagai layanan kepolisian secara cepat, praktis, dan transparan hanya melalui telepon genggam.

BRIPKA Sagita Nur menjelaskan bahwa Super App Polri menyediakan berbagai fitur pelayanan publik, seperti layanan SIM, SKCK, pengaduan masyarakat, informasi kamtibmas, layanan pengawasan, hingga akses informasi lainnya yang berkaitan dengan pelayanan kepolisian.

“Melalui aplikasi Super App Polri, masyarakat dapat memperoleh berbagai layanan kepolisian dengan lebih mudah dan efisien. Hal ini merupakan bagian dari upaya Polri dalam menghadirkan pelayanan yang modern, ramah, cepat, dan mudah diakses oleh seluruh masyarakat,” ujar BRIPKA Sagita Nur.

Selain memberikan penjelasan terkait fitur-fitur aplikasi, personel Seksi TIK Polres Pandeglang juga membantu masyarakat dalam proses pengunduhan dan penggunaan aplikasi Super App Polri secara langsung di lokasi pelayanan.

Kegiatan sosialisasi tersebut mendapat respons positif dari masyarakat pemohon SIM dan SKCK. Mereka mengaku terbantu dengan adanya edukasi terkait layanan digital Polri yang dinilai mempermudah akses pelayanan tanpa harus datang berulang kali ke kantor kepolisian.

Polres Pandeglang terus berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui pemanfaatan teknologi informasi guna mewujudkan pelayanan Polri Presisi yang profesional, modern, dan terpercaya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat semakin memahami dan memanfaatkan layanan digital yang telah disediakan Polri sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih efektif, efisien, serta memberikan kenyamanan dalam setiap proses pelayanan kepolisian.

error: Content is protected !!