Sorry, we're closed Opens Selasa at 9:00 am

Redaksi

Warga Hubungi 110, Dua Pencuri Anak Lembu di Simalungun Dibekuk Usai Kabur Pakai Sedan dan Tabrak Pemotor

SIMALUNGUN || Jejak-indonesia.id - Respons cepat layanan Call Center 110 Polri kembali membuahkan hasil. Dua pelaku pencurian anak lembu berhasil diamankan setelah sempat kabur menggunakan mobil sedan hitam dan menabrak pengendara sepeda motor di kawasan Simpang Pasar Baru Sigagak, Kecamatan Dolok Batu Nanggar, Kabupaten Simalungun, Selasa (12/5/2026).

Kedua pelaku yang sempat menjadi sasaran amuk warga itu akhirnya diamankan personel Polsek Dolok Batu Nanggar bersama Unit Jatanras Sat Reskrim Polres Simalungun setelah laporan masyarakat masuk melalui layanan 110.

Kasi Humas Polres Simalungun, AKP Verry Purba, mengatakan keberhasilan pengungkapan kasus ini tidak terlepas dari peran aktif masyarakat yang cepat melapor serta sinergi personel di lapangan.

“Ini bukti bahwa kolaborasi masyarakat dan Polri berjalan efektif. Warga menghubungi 110, personel langsung bergerak dan pelaku berhasil diamankan pada hari yang sama,” ujar AKP Verry Purba saat dikonfirmasi, Selasa (12/5/2026).

Peristiwa itu bermula sekitar pukul 08.00 WIB. Saat itu, Supriadi (50), warga yang sedang menggembalakan ternak di areal perkebunan PTPN IV Unit Laras, Huta II Nagori Tumorang, Kecamatan Gunung Maligas, melihat mobil sedan hitam BK 1271 XO terparkir menghadap ke arah Serbelawan.

Tak lama kemudian, dua pria turun dari mobil dan langsung menangkap seekor anak lembu milik warga bernama Jumian. Hewan ternak itu kemudian dimasukkan ke dalam mobil melalui pintu belakang sebelah kiri.

Melihat aksi tersebut, Supriadi langsung menghubungi rekannya, Surianto, lalu melakukan pengejaran menggunakan sepeda motor sambil berteriak meminta bantuan warga sekitar.

Kapolsek Dolok Batu Nanggar, AKP Gunawan Sembiring SH, mengatakan keberanian saksi menjadi faktor penting dalam pengungkapan kasus tersebut.

“Respons cepat saksi di lokasi sangat membantu. Ia langsung melakukan pengejaran dan memberi informasi kepada warga sekitar sehingga pelaku dapat terlacak,” kata AKP Gunawan Sembiring.

Pengejaran berlangsung hingga ke wilayah perbatasan Silinduk dan Gunung Maligas. Namun pelaku tetap melarikan diri dengan kecepatan tinggi.

Saat tiba di Simpang Pasar Baru Sigagak, mobil yang dikendarai pelaku menabrak sepeda motor Yamaha Vixion BK 5905 TAY. Setelah kendaraan berhenti, warga yang berada di lokasi langsung mengamankan kedua pelaku.

Sekitar pukul 09.29 WIB, seorang warga bernama Muhammad Husnul Salam kemudian menghubungi Call Center 110 Polri dan melaporkan adanya dua pelaku pencurian yang diamankan warga di dekat SPBU pintu masuk Tol Sinaksak.

Mendapat laporan itu, Kapolsek Dolok Batu Nanggar AKP Gunawan Sembiring bersama personel gabungan langsung menuju lokasi. Turut hadir Kanit Jatanras Sat Reskrim Polres Simalungun IPTU Ivan Purba SH, Kanit Reskrim Polsek Serbelawan IPDA Liwusha R. Siagian SH, Kanit Sabhara IPDA Masa Seletari SH, beserta personel lainnya.

“Setibanya di lokasi, personel langsung mengamankan situasi dan mengimbau warga agar tidak melakukan tindakan main hakim sendiri,” ucap AKP Gunawan Sembiring.

Kedua pelaku diketahui bernama Surono (49), petani, warga Huta Dipar, Huta II, Kecamatan Gunung Malela, dan Hendra Syahputra, wiraswasta, warga Aman Dari B, Kecamatan Dolok Batu Nanggar.

Karena mengalami luka akibat dipukuli massa, keduanya terlebih dahulu dibawa ke Puskesmas Tapian Dolok untuk mendapatkan perawatan medis sebelum menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Dari tangan pelaku, polisi mengamankan barang bukti berupa satu unit mobil sedan hitam BK 1271 XO serta seekor anak lembu milik korban.

Kasus tersebut kini ditangani Unit Jatanras Sat Reskrim Polres Simalungun guna pengembangan lebih lanjut, termasuk menyelidiki kemungkinan adanya jaringan pencurian ternak lainnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan, mengapresiasi respons cepat personel di lapangan serta peran aktif masyarakat dalam membantu pengungkapan kasus.

“Layanan Call Center 110 merupakan sarana cepat bagi masyarakat untuk melaporkan gangguan kamtibmas. Kami mengimbau masyarakat jangan ragu melapor karena setiap informasi yang masuk akan ditindaklanjuti secara cepat dan profesional,” ujar Kombes Pol Ferry Walintukan.

Kasad Pimpin Rapat Tahunan Tutup Buku 2025 Yayasan Dhekarta

JAKARTA || Jejak-indonesia.id — Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., memimpin Rapat Tahunan Tutup Buku Tahun 2025 Yayasan Dhekarta di Markas Besar Angkatan Darat, Jakarta, Selasa (12/5/2026).

Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bentuk pertanggungjawaban pengelolaan yayasan sekaligus evaluasi terhadap pelaksanaan program kerja dan kondisi keuangan selama tahun anggaran 2025.

Sebagai Ketua Pembina Yayasan Dhekarta, Kasad menegaskan pentingnya pengelolaan yayasan yang profesional, transparan, dan akuntabel guna mendukung kesejahteraan prajurit, PNS TNI AD, serta keluarga besar Angkatan Darat.

Menurut Kasad, Yayasan Dhekarta memiliki peran strategis dalam mendukung berbagai program pendidikan, kesehatan, sosial, dan kesejahteraan, termasuk pengelolaan Institut Teknologi Sains dan Kesehatan (ITSK) dr. Soepraoen serta RS Pelamonia, yang manfaatnya dirasakan langsung oleh keluarga besar TNI AD dan masyarakat.

Kasad juga menekankan kepada seluruh pengurus yayasan untuk terus meningkatkan kinerja dan tata kelola organisasi agar semakin adaptif terhadap perkembangan dan kebutuhan ke depan. “Pengelolaan yayasan harus dilakukan secara optimal, profesional, dan bertanggung jawab sehingga keberadaannya benar-benar memberikan manfaat nyata,” tegas Kasad.

Rapat tahunan tersebut juga membahas tentang laporan pertanggungjawaban pengurus, evaluasi pelaksanaan program, serta rencana kerja ke depan guna meningkatkan efektivitas pelayanan dan kontribusi Yayasan Dhekarta.

Kegiatan ini dihadiri para pejabat utama Mabesad, Ketua Yayasan Dhekarta Brigjen TNI (Purn) dr. Bidik Catur Prasetya, beserta jajaran pengurus Yayasan Dhekarta.
Sumber: Dispenad

Kunjungan Kerja Kaskogartap III/Surabaya di Banyuwangi, Fokus Penguatan Personel dan Stabilitas Wilayah

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Kepala Komando Garnisun Tetap (Kaskogartap) III/Surabaya, Brigjen TNI (Mar) Danuri, S.M., M.Han., melaksanakan kunjungan kerja (kunker) ke Kantor Sub Kogartap 0825/Banyuwangi, Selasa (12/5/2026). Kunjungan tersebut difokuskan pada pengarahan personel, peninjauan lahan hibah, serta penguatan sinergi dengan jajaran Forkopimda Kabupaten Banyuwangi.

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 07.45 WIB hingga siang hari itu dipimpin langsung oleh Kassub Kogartap 0825/Banyuwangi, Mayor Cke Ichwan Setiawan, S.T., M.M., dan dihadiri sekitar 60 personel serta tamu undangan.

Dalam kunjungan tersebut, Brigjen TNI (Mar) Danuri didampingi sejumlah pejabat utama Kogartap III/Surabaya, di antaranya Asops Kogartap III/Surabaya Kolonel Mar Nana Widiyanto, M.Tr.Opsla., Asmin Kogartap III/Surabaya Letkol Inf Risa Taufiq Hasan, S.I.P., M.I.P., dan jajaran pejabat staf lainnya beserta Ibu Wakil Ketua IKKT bersama pengurus.

Agenda diawali dengan penyambutan rombongan Kaskogartap III/Surabaya di Kantor Sub Kogartap 0825/Banyuwangi, Jalan Adi Sucipto Nomor 118, Kelurahan Sobo, Kecamatan Banyuwangi.

Selanjutnya, Brigjen TNI (Mar) Danuri memberikan pengarahan kepada personel Sub Kogartap 0825/Banyuwangi. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya profesionalisme, disiplin, loyalitas, serta kesiapan personel dalam mendukung tugas-tugas pengamanan militer dan stabilitas wilayah.

“Sebagai aparat yang mengemban tugas pengamanan dan penegakan ketertiban militer, seluruh personel harus menjaga integritas, soliditas, serta meningkatkan profesionalisme dalam setiap pelaksanaan tugas. Sinergitas dengan pemerintah daerah dan seluruh unsur Forkopimda juga harus terus diperkuat, demi menjaga stabilitas keamanan wilayah,” ujar Brigjen TNI (Mar) Danuri dalam arahannya.

Ia juga menegaskan, bahwa keberadaan Kogartap di daerah harus mampu menjadi bagian penting dalam menjaga kondusivitas serta mendukung kebijakan strategis TNI di wilayah.

“Banyuwangi memiliki posisi strategis, sehingga koordinasi lintas sektoral dan kesiapsiagaan personel menjadi faktor penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban,” tegasnya.

Sementara itu, Kassub Kogartap 0825/Banyuwangi, Mayor Cke Ichwan Setiawan, S.T., M.M., menyampaikan bahwa kunjungan kerja tersebut menjadi motivasi sekaligus penguatan moril bagi seluruh personel di jajaran Sub Kogartap 0825/Banyuwangi.

“Kunjungan Bapak Kaskogartap III/Surabaya merupakan bentuk perhatian dan pembinaan langsung kepada personel di daerah. Ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus meningkatkan disiplin, loyalitas, dan profesionalisme dalam menjalankan tugas,” kata Mayor Cke Ichwan Setiawan.

Ia juga menegaskan komitmennya, untuk terus memperkuat koordinasi dengan seluruh unsur Forkopimda demi menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di wilayah Banyuwangi.

“Kami siap mendukung seluruh
program dan kebijakan pimpinan serta memperkuat sinergitas dengan pemerintah daerah, TNI-Polri, dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga kondusivitas wilayah Banyuwangi,” imbuhnya.

Usai pengarahan dan sesi foto bersama, rombongan melanjutkan agenda peninjauan lahan hibah di wilayah Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi. Peninjauan tersebut, dilakukan sebagai bagian dari upaya pengembangan fasilitas dan dukungan sarana bagi institusi Kogartap di wilayah Banyuwangi.

Setelah meninjau lahan hibah, rombongan bergerak menuju Kantor Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dan diterima langsung oleh Wakil Bupati Banyuwangi, Ir. H. Mujiono, M.Si., bersama jajaran pejabat daerah di Lounge Kantor Pemkab Banyuwangi.

Pertemuan tersebut turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), di antaranya Dansubgar sekaligus Dandim 0825/Banyuwangi Letkol Arm Tryadi Indrawijaya, S.H., M.I.P., Danlanal Banyuwangi Letkol Laut (P) Muhamad Puji Santoso, M.Sc., perwakilan Polresta Banyuwangi, Kejaksaan Negeri Banyuwangi, Bakesbangpol, BPKAD, hingga Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi.

Suasana pertemuan berlangsung hangat dan penuh keakraban. Selain mempererat koordinasi antar lembaga, agenda tersebut juga menjadi momentum memperkuat sinergitas TNI dengan pemerintah daerah dalam menjaga kondusivitas dan stabilitas keamanan di Banyuwangi.

Kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan cinderamata, ramah tamah, serta sesi foto bersama sebelum rombongan bertolak menuju kawasan Kalipuro untuk agenda istirahat.

Kunjungan kerja Kaskogartap III/Surabaya di Banyuwangi ini dinilai menjadi bagian penting dalam memperkuat konsolidasi internal satuan, sekaligus membangun komunikasi strategis dengan pemerintah daerah dan unsur Forkopimda di wilayah ujung timur Pulau Jawa. (rag)

Marak Pencurian Janur di Banyuwangi, LSM GMBI Desak Penindakan Tegas dan Penegakan Perda

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Maraknya kasus pencurian janur di sejumlah kecamatan di Kabupaten Banyuwangi kian meresahkan masyarakat. Kondisi ini juga menjadi sorotan Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (LSM GMBI) Distrik Banyuwangi, Wilter Jawa Timur.

Melalui Kepala Divisi Investigasi, Khoirul Anam yang akrab disapa Erul, pihaknya menyayangkan maraknya praktik pencurian janur yang dinilai merugikan para petani kelapa.

Erul menegaskan, pihaknya meminta kepada instansi terkait agar segera mengambil tindakan tegas, khususnya terhadap oknum pengusaha janur yang diduga secara terang-terangan memperjualbelikan janur ke luar daerah, termasuk ke pulau seberang, tanpa mengindahkan aturan yang berlaku.

“Padahal sudah jelas, dalam Peraturan Daerah Kabupaten Banyuwangi Nomor 19 Tahun 2017 tentang Perlindungan Tanaman Kelapa, ada larangan memperdagangkan janur, batang, dan pelepah kelapa produktif, kecuali untuk keperluan keagamaan, adat istiadat, dan kebutuhan pribadi pemilik,” ujar Erul, Selasa (12/05/2026).

Ia menjelaskan, dalam Pasal 14 Ayat 1 Perda tersebut disebutkan bahwa pemanfaatan janur hanya diperbolehkan untuk kepentingan lokal di Banyuwangi, bukan untuk diperjualbelikan ke luar daerah.

Sementara itu, Pasal 14 Ayat 2 mengatur bahwa pengambilan janur di luar kepentingan tersebut wajib disertai izin dari pemilik serta rekomendasi dari kepala desa atau camat setempat.

Selain itu, pada Pasal 15 ditegaskan larangan mengambil janur, batang, maupun pelepah kelapa milik orang lain tanpa hak.

“Bagi pelanggar Pasal 14 Ayat 1 dan 2, dapat dikenakan pidana kurungan maksimal enam bulan atau denda hingga Rp50 juta. Sedangkan pelanggaran Pasal 15 dapat diproses sesuai ketentuan pidana yang berlaku karena masuk kategori kejahatan,” tegasnya.

Erul menambahkan, LSM GMBI sebagai bagian dari fungsi kontrol sosial mendesak agar aparat penegak hukum segera melakukan langkah konkret.

“Kami keluarga besar LSM GMBI Distrik Banyuwangi meminta agar dalam waktu dekat benar-benar dilakukan penindakan. Jika tidak ada langkah nyata, kami akan menempuh upaya lain sebagai bentuk kontrol terhadap jalannya pemerintahan,” pungkasnya.

Pimpin Pembaretan 30 Bintara Remaja di Mako Jeulingke, Kapolda Aceh: ‘Jaga Kehormatan Baret Biru Brimob

BANDA ACEH || Jejak-indonesia.id - Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M. M, melakukan kunjungan kerja ke Satbrimob Polda Aceh dan memimpin langsung kegiatan pembaretan terhadap 30 personel Bintara Remaja Satbrimob Polda Aceh di Mako Brimob Jeulingke, Banda Aceh, Senin, 11 Mei 2026.

Kegiatan pembaretan tersebut diawali dengan apel kesiapsiagaan yang dipimpin langsung oleh Kapolda Aceh, dilanjutkan dengan penghormatan jajar serta tradisi keliling Mako Brimob guna mengenalkan lingkungan kesatuan kepada para bintara remaja.

Selanjutnya, para peserta mengikuti yel-yel korps Brimob yang berlangsung penuh semangat sebagai bentuk penanaman jiwa korsa, disiplin, dan loyalitas, sebelum akhirnya dilaksanakan prosesi penyematan baret biru sebagai simbol kehormatan dan resmi bergabungnya para bintara remaja ke dalam keluarga besar Korps Brimob Polri.

Apel pembaretan tersebut turut dihadiri Wakapolda Aceh, para Pejabat Utama (PJU) Polda Aceh, Dansat Brimob Polda Aceh, Danden Gegana, para Danyon, perwira, bintara, dan tamtama Satbrimob Polda Aceh.

Dalam amanatnya, Kapolda Aceh menegaskan pentingnya menjaga kehormatan baret biru Brimob sebagai simbol disiplin, loyalitas, dan pengabdian kepada bangsa dan negara.

“Jangan nodai baret biru kita. Kita adalah pasukan yang dididik dengan disiplin tinggi,” ucapnya.

“Pelanggaran-pelanggaran harus dikurangi dan dihilangkan. Sesama anggota harus saling mengingatkan agar tetap berada di jalan yang benar,” ujar Kapolda.

Ia juga mengingatkan bahwa tantangan tugas Brimob ke depan akan semakin berat seiring meningkatnya intensitas kejahatan dan dinamika situasi global. Oleh karena itu, personel Brimob dituntut memiliki kemampuan dan profesionalisme tinggi sebagai pasukan khusus Polri.

Menurutnya, kemampuan-kemampuan khusus seperti penjinakan bom (Jibom), antiteror, hingga pertempuran hutan harus terus dipelihara dan dilatihkan agar kemampuan personel tetap terjaga.

Kapolda Aceh turut membagikan pengalamannya saat menjalani tradisi pembaretan Brimob pada 1998 di Watukosek, Jawa Timur. Ia menegaskan bahwa seluruh personel Brimob di Indonesia memiliki kebanggaan dan jati diri yang sama.

“Tidak ada Brimob Watukosek dan Brimob Polda. Semua sama, karena ilmunya satu. Yang ada hanya satu, yaitu Brimob,” tegasnya.

Selain itu, Kapolda juga mendorong personel Satbrimob Polda Aceh untuk terus meningkatkan kemampuan melalui berbagai pelatihan, termasuk membuka peluang mengikuti pelatihan di Watukosek maupun ajang internasional.

Ia berharap jiwa korsa, kebersamaan, dan semangat pengabdian anggota Brimob terus terpelihara, disertai disiplin dan pembinaan mental spiritual yang kuat.

“Ingat, Brimob adalah pelindung dan pelayan masyarakat. Jangan pernah surut dalam melayani masyarakat,” pesannya.

Di akhir amanat, Kapolda Aceh mengucapkan selamat kepada 30 Bintara Remaja Satbrimob Polda Aceh yang telah berhasil menjalani rangkaian latihan fisik dan mental serta resmi menyandang baret biru Brimob.

“Sekali melangkah pantang menyerah, sekali tampil harus berhasil. Brimob untuk nusa dan bangsa,” tutupnya.

error: Content is protected !!